cover
Contact Name
Puteri Andika Sari
Contact Email
puteri.andika31@gmail.com
Phone
+6285714178686
Journal Mail Official
puteriandika@ekuitas.ac.id
Editorial Address
Jl. P.H.H. Mustofa No. 31 Bandung 40124 Jawa Barat, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
ISSN : 25282190     EISSN : 27160149     DOI : 10.52250/p3m
Dharma Bhakti Ekuitas adalah jurnal pengabdian kepada masyarakat yang ditertbitkan dan dikelola oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STIE EKUITAS. Jurnal ini diharapkan dapat menjadi alat informasi dan sosialisasi mengenai hasil-hasil pengabdian dari seluruh civitas akademika tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. Artikel yang dimuat dalam Dharma Bhakti Ekuitas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat berbasis penelitian seperti Participatory Action Research, Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset, Riset Berbasis Masyarakat, Pembelajaran Layanan, Pengembangan Masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 149 Documents
Pembinaan Pola Hidup Sehat Berbasis Olahraga di Desa Wisata Kampung Emas Yogyakarta Wijaya, Ridho Gata; Kriswanto, Erwin Setyo; Prayadi, Heri Yogo; Mayang Fitri, Ebtana Sella; Wijaya, Krisna
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/p3m.v9i1.763

Abstract

A few years earlier, the world was going through a critical period due to the outbreak of the Covid-19 pandemic. This outbreak then changed its status from a pandemic to an endemic, people must continue to maintain their own health, including in a healthy lifestyle in their daily lives. This service focuses on implementing community service programs that focus on the goal of fostering a healthy lifestyle for the younger generation in Krapyak village, Sleman regency. The assessment methods used in this community service program are lecture, observation, and demonstration methods. The target object of this service is the community and young people of the tourist village of Kampung Emas Yogyakarta. The result of this program is the implementation of sports-based healthy lifestyle workshops for the younger generation and figures in the village which are then optimized with sports mentoring activities in order to understand and familiarize a healthy lifestyle for the younger generation in Krapyak village through physical activity. The coaching of sports activities carried out is badminton, table tennis, archery, mini soccer, pencak silat, outbound, and gymnastics. The implementation of this service received a positive response from the community where the service was served. In the future, service can be done again by further activating the youth element of the village cadets who can act as service partners and maintain the continuity of the coaching program at all times. Keywords: Coaching, golden village, health., healthy lifestyle, sport-tourism. Abstrak Beberapa tahun sebelumnya, kondisi dunia yang sedang melewati masa-masa kritis akibat pandemi Covid-19. Wabah ini kemudian berubah statusnya dari pandemi menjadi sebuah endemi, masyarakat harus tetap menjaga kesehatan dirinya masing-masing, termasuk dalam pola hidup sehat di kehidupannya sehari-hari. Pengabdian ini berfokus pada pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang fokus pada tujuan untuk pembinaan pola hidup sehat para generasi muda di desa Krapyak wilayah kabupaten Sleman. Adapun metode pengkajian yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini adalah metode ceramah, observasi, dan demonstrasi. Adapun sasaran objek pengabdian ini adalah masyarakat dan anak-anak muda desa wisata Kampung Emas Yogyakarta. Hasil kegiatan dari program ini adalah dilaksanakannya kegiatan workshop pola hidup sehat berbasis olahraga pada generasi muda dan tokoh-tokoh di desa yang kemudian dioptimalkan dengan kegiatan pendampingan olahraga dalam rangka meningkatkan pemahaman sekaligus membiasakan pola hidup sehat bagi generasi muda di desa Krapyak melalui aktivitas fisik. Adapun pembinaan kegiatan olahraga yang dilaksanakan adalah bulu tangkis, tenis meja, panahan, mini soccer, pencak silat, outbond, dan senam. Pelaksanaan pengabdian ini mendapat respon positif dari masyarakat tempat pengabdian. Kedepannya, pengabdian bisa dilakukan lagi dengan lebih mengaktifkan elemen pemuda karang taruna desa yang bisa berperan sebagai rekan pengabdian dan menjaga keberlangsungan program pembinaan setiap waktunya. Kata kunci: Pembinaan, kampung emas, kesehatan, pola hidup sehat, sport-tourism.
Pelatihan Pengenalan Regulatory Impact Assesment untuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai Bagian dari Rangkaian Pelatihan Analisis Kebijakan Maharani, Anita
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/p3m.v9i1.766

Abstract

The Ministry of Tourism and Creative Economy (Kemenparekraf) is faced with the challenge of ensuring that public policies bring optimal benefits to stakeholders. The primary issue identified is the need for a more up-to-date and effective approach in evaluating public policies. To address this, the introduction of Regulatory Impact Assessment (RIA) was conducted through a training program as part of a community service initiative. The training was held on March 7, 2024, at the Institute for Economic and Community Research, Faculty of Economics and Business, University of Indonesia (LPEM FEB UI), with 33 participants from Kemenparekraf. The training method involved a two-and-a-half-hour face-to-face session consisting of interactive lectures and small group discussions. The results demonstrated that participants were able to identify the root causes of policy issues and practice key steps in evaluating policies using the RIA method. Participants also gained a more comprehensive understanding of the importance of evidence-based policy analysis. In conclusion, the training successfully enhanced participants’ capacity to apply the RIA method in their work environments, with the expectation that the policies implemented will be more targeted and result in positive outcomes for the tourism and creative economy sectors. Keywords: Community service, regulatory impact assessment, training. Abstrak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menghadapi tantangan untuk memastikan bahwa kebijakan publik yang diterapkan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi para pemangku kepentingan. Masalah utama yang dihadapi adalah perlunya pendekatan yang lebih mutakhir dan efektif dalam mengevaluasi kebijakan publik. Sebagai solusi, pengenalan Regulatory Impact Assessment (RIA) dilakukan melalui kegiatan pelatihan yang menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Pelatihan ini diselenggarakan pada tanggal 7 Maret 2024 di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) dan diikuti oleh 33 peserta dari Kemenparekraf. Metode pelatihan melibatkan sesi tatap muka selama dua setengah jam yang terdiri dari ceramah interaktif dan diskusi kelompok kecil. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta mampu mengidentifikasi akar permasalahan kebijakan, serta mempraktikkan langkah-langkah penting dalam evaluasi kebijakan menggunakan metode RIA. Peserta juga mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang pentingnya analisis kebijakan berbasis bukti. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan kapasitas peserta dalam menerapkan metode RIA di lingkungan kerja mereka, yang diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berdampak positif pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kata kunci: Pengabdian masyarakat, pelatihan, regulatory impact assessment.
Edukasi Perilaku Keuangan Keluarga yang Baik Saat Bulan Ramadhan pada TPA IT Baiti Jannati Surakarta Amalia, Naili; Hamdani, Muhammad Luthfi
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/p3m.v9i1.778

Abstract

The month of Ramadan is known to be the peak of economic liquidity where household spending increases rapidly. So it is necessary for every household to prepare themselves so as not to be trapped in detrimental financial behavior. Good financial behavior can be seen from the decision to use money when faced with needs that must be spent effectively, for saving, and for investment. Education on family financial behavior is carried out in the parent parenting class of TPA IT Baiti Jannati, Surakarta. The method of this service is education through problem identification, presentation of material, and discussion. Some of the parenting participants said that there was minimal financial preparation for Ramadan. Mental and psychological readiness in facing Ramadan is the main key to avoid pressure and stress due to increased spending. Therefore, a special plan is needed to face Ramadan by implementing strategies to increase income, managing personal finances, implementing coping strategies with planful problem solving, self control, utilising technology and financial technology. It is strongly recommended and recommended that before Ramadan, you must have prepared Ramadan finances by making Ramadan Savings. In addition, you must be wise in shopping, manage finances in such a way that all needs are fulfilled without any deficit or debt. The existence of this activity is expected that participants have better knowledge related to financial behaviour and can make wiser financial decisions during the month of Ramadan with the use of financial infrastructure. Keywords: Financial decisions, financial behavior, month of ramadan. Abstrak Bulan Ramadhan diketahui menjadi puncak likuiditas perekonomian dimana pengeluaran rumah tangga meningkat pesat. Sehingga perlu setiap rumah tangga perlu mempersiapkan diri agar tidak terjebak pada perilaku keuangan yang merugikan. Adapun perilaku keuangan yang baik bisa dilihat dari keputusan penggunaan uang di saat dihadapkan pada kebutuhan yang harus dikeluarkan secara efektif, untuk menabung, dan untuk investasi Edukasi perilaku keuangan keluarga dilakukan pada kelas parenting wali murid TPA IT Baiti Jannati, Surakarta. Metode dalam pengabdian ini berupa edukasi melalui identifikasi masalah, pemaparan materi, dan diskusi. Beberapa dari peserta parenting mengakatakan jika memang minim akan persiapan keuangan menghadapi Ramadhan. Kesiapan mental dan psikis dalam menghadapi Ramadhan kunci utama untuk menghindari adanya tekanan dan stress karena peningkatan pengeluaran. Maka dari itu perlu rencana khusus untuk menghadapi Ramadhan dengan menerapkan strategi peningkatan pendapatan, pengelolaan keuangan pribadi, penerapan strategi coping dengan planful problem solving, self control, pemanfaatam teknologi dan financial teknologi. Sangat disarankan dan dianjurkan sebelum Ramadhan harus sudah mempersiapkan keuangan Ramadhan dengan cara membuat Tabungan Ramadhan. Selain itu harus bijak dalam berbelanja, kelola keuangan sedemikian rupa hingga terpenuhinya semua kebutuhan tanpa adanya defisit atau hutang. Adanya kegiatan ini peserta diharapkan memiliki pengetahuan lebih baik terkait perilaku keuangan dan bisa mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak selama bulan Ramadhan dengan pemanfaatan insfrastruktur financial. Kata Kunci: Keputusan keuangan, perilaku keuangan, bulan ramadhan.
Peremajaan Warung Kelontong ke Arah Minimarket Modern dengan Melibatkan Teknologi Digital untuk Meningkatkan Penjualan pada Warung Chacha Tito, Anita Chrishanti Puteri; Lahindah, Laura
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/p3m.v9i1.808

Abstract

The growing presence of convenience stores in residential areas has considerably affected the operations of grocery stores. Grocery stores that do not innovate, including through digitalization, find it challenging to survive, despite playing a crucial role in the resilience of the Indonesian economy. Warung Chacha is a grocery store located in Cimenyan sub-district, Bandung City, West Java, which has been in operation for 10 years. However, its performance has not met desired expectations. Despite increasing sales, the presence of modern convenience stores in residential areas has led to a decrease in sales. The goal of the initiative is to support and guide Warung Chacha in transforming the grocery store into a modern convenience store by incorporating digital technology to boost sales. This was implemented as a measure to compete with the expanding presence of modern retail. Support and guidance are provided through Forum Group Discussions (FGD), training and workshops in operational, financial, marketing, and visual merchandising fields, as well as visits to carpentry and interior design workshops. Within this program, Warung Chacha is guided in implementing a clean and organized store layout strategy, utilizing a Point of Sale (POS) system for transactions, establishing an Instagram account @warungchacha.ligar, and a Tokopedia account. Through this initiative, Warung Chacha's sales have seen an increase of approximately 29%, with daily turnover rising from around Rp 700,000 to approximately Rp 900,000. Keywords: Digital marketing, digitalization, modern retail, MSMES, operations. Abstrak Hadirnya minimarket secara masif di daerah perumahan masyarakat, memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap operasional warung kelontong. Warung yang tidak melakukan inovasi, termasuk digitalisasi tentunya sulit untuk bertahan, padahal industri rumah tangga warung kelontong memegang peranan penting dalam ketahanan perekonomian Indonesia. Warung Chacha adalah salah satu industri rumah tangga warung kelontong yang berada di kecamatan Cimenyan Kota Bandung, Jawa Barat dan sudah beroperasi selama 10 tahun. Namun hingga kini, kinerja yang diperoleh belum sejalan dengan harapan yang diinginkan. Kendati ingin meningkatkan penjualan, hadirnya minimarket modern yang merambah ke daerah perumahan masyarakat, justru memberikan dampak penurunan penjualan. Tujuan kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pendampingan dan pembinaan kepada Warung Chacha dalam melakukan peremajaan warung kelontong ke arah minimarket modern dengan melibatkan teknologi digital untuk meningkatkan penjualan. Hal ini dilaksanakan sebagai upaya untuk bertahan dalam menghadapi kehadiran ritel modern yang telah memperluas skala dan eksistensinya. Pendampingan dan pembinaan diberikan dalam bentuk Forum Group Discussion (FGD), training dan workshop dalam bidang operasional, keuangan, pemasaran, dan visual merchandising, serta kunjungan ke workshop pertukangan dan desain interior. Dalam pembinaan inipun, Warung Chacha didampingi untuk dapat mengimplementasikan strategi tata letak warung yang rapi dan bersih, memiliki sistem pencatatan menggunakan Point of Sales (POS), memiliki akun media sosial instagram @warungchacha.ligar, dan akun jualan di e-commerce yakni Tokopedia. Melalui pendampingan dan pembinaan ini, penjualan Warung Chacha dapat meningkat sekitar 29% dengan omzet semula ± Rp 700.000 per hari menjadi ± Rp 900.000 per hari. Kata Kunci: pemasaran digital, digitalisasi, ritel modern, UMKM, operasional.
Pengembangan Literasi Keuangan dan Sistem Manajemen Berbasis Digital Menuju Sustainable SMEs pada Usaha Cheesestick Savouree Kasim, Erlynda Yuniarti
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/p3m.v9i1.883

Abstract

The COVID-19 pandemic significantly impacted the development of MSMEs in Indonesia. However, there are signs of recovery offering hope. The government has made various efforts to support MSMEs, where financial literacy and the implementation of digital-based management have become essential factors for their business sustainability. MSMEs need to adapt by utilizing information technology, joining online markets, differentiating products, and innovating to survive the crisis. The main challenges faced by MSMEs include a lack of management skills, adequate human resources (HR), and limited capital. Financial literacy plays a crucial role in enhancing MSMEs' ability to manage their businesses, particularly in risk management and digital business development. Cheesestick Savouree is an example of an MSME facing these challenges. Although this business has good market potential, its growth has been hindered by a lack of financial literacy and the adoption of digital-based management systems. To support business sustainability, the implementation of environmentally friendly production processes becomes a relevant solution. The development of green MSMEs, which leverage technocommercial opportunities and innovative business models, can also provide a competitive advantage for this business. This community service program aims to improve financial literacy and the application of digital technology for the Cheesestick Savouree MSME. The method used includes financial literacy training, covering personal and business financial management, as well as socializing the use of simple online accounting applications. Additionally, the service team will provide training in digital marketing through social media and marketplaces. To support sustainability, counseling on green business concepts and the introduction of eco-friendly packaging will be conducted. Periodic evaluations will be carried out to measure the implementation of technology and sustainability in business operations. Through this approach, it is expected that the Cheesestick Savouree business will grow sustainably. Keywords: Digital management, financial literacy, sustainability. Abstrak Pandemi COVID-19 berdampak signifikan terhadap perkembangan UMKM di Indonesia. Meskipun demikian, terdapat tanda-tanda pemulihan yang memberikan harapan. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung UMKM, di mana literasi keuangan dan penerapan manajemen berbasis digital menjadi faktor penting untuk keberlanjutan bisnis mereka. UMKM perlu beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi informasi, bergabung dengan pasar online, membedakan produk, serta berinovasi untuk bertahan di tengah krisis. Tantangan utama yang dihadapi UMKM mencakup kurangnya keterampilan manajemen, sumber daya manusia (SDM) yang memadai, dan keterbatasan modal. Literasi keuangan memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan UMKM untuk mengelola bisnis, termasuk dalam penanganan risiko dan pengembangan bisnis digital. Usaha Cheesestick Savouree adalah contoh UMKM yang menghadapi tantangan tersebut. Meskipun usaha ini memiliki potensi pasar yang baik, perkembangannya terhambat oleh kurangnya literasi keuangan dan adopsi sistem manajemen berbasis digital. Guna mendukung keberlanjutan bisnis, penerapan proses produksi yang ramah lingkungan menjadi salah satu solusi yang relevan. Pengembangan UMKM hijau, yang memanfaatkan peluang teknokomersial dan model bisnis yang inovatif, juga dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi usaha ini. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan penerapan teknologi digital pada UMKM Cheesestick Savouree. Metode yang digunakan adalah pelatihan literasi keuangan, yang mencakup manajemen keuangan pribadi dan bisnis, serta sosialisasi penggunaan aplikasi akuntansi sederhana berbasis digital. Selain itu, tim pengabdi akan memberikan pelatihan pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace. Untuk mendukung keberlanjutan, akan dilakukan penyuluhan tentang konsep green business serta pengenalan kemasan ramah lingkungan. Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk mengukur penerapan teknologi dan keberlanjutan dalam operasional usaha. Dengan pendekatan ini, diharapkan usaha Cheesestick Savouree dapat berkembang secara berkelanjutan. Kata kunci: Manajemen digital, literasi keuangan, sustainability.
Peningkatan Kapasitas dan Kebertahanan untuk para Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah pada Kelompok Program Binaan FIFGROUP Deti, Regina; Iskandarsyah, Triyana; Tiffani, Ignasia; Anggita, Meidila; Septina, Nina; Widyartono, Agustinus; Pramudito, Farhan
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/p3m.v9i1.884

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) have consistently demonstrated their resilience and ability to navigate economic downturns, as evidenced by their pivotal role during the COVID-19 pandemic and the 1998 economic crisis. However, the SMERU Research Institute's 2023 report highlights several obstacles hindering MSMEs' capacity development. These include a reluctance to step out of their comfort zones and challenges in accessing appropriate capital sources. Moreover, limited business management knowledge and understanding of regulatory requirements, such as tax compliance and product certification, pose significant barriers to MSME growth and competitiveness. To address these challenges, the Sustaining Competitive and Responsible Enterprise (SCORE) program, in collaboration with SCORE FLS and FIFGROUP, has implemented comprehensive training and mentoring initiatives. These programs aim to enhance the capacity building of MSMEs by focusing on both technical skills and strategic development. For MSMEs receiving revolving funds, financial literacy training is integrated to complement the overall capacity-building efforts. By equipping MSMEs with the necessary skills and resources, these initiatives seek to empower them to compete effectively in the global market and adapt to evolving economic conditions. This strategic approach is expected to contribute significantly to the overall resilience and growth of the MSME sector, fostering a more inclusive and dynamic economy. Keywords: Capacity building, competitive, life skills, sustainability. Abstrak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah membuktikan diri sebagai pilar utama perekonomian Indonesia. Ketahanan UMKM terlihat jelas saat menghadapi krisis moneter 1998 dan pandemi COVID-19. Namun, di balik ketangguhannya, UMKM juga menghadapi sejumlah tantangan yang menghambat pertumbuhan dan pengembangannya. Salah satu kendala utama adalah minimnya motivasi pelaku UMKM untuk berinovasi dan meningkatkan kapasitas usahanya. Kecenderungan untuk mempertahankan kondisi yang sudah ada dan terbatasnya akses terhadap sumber pendanaan menjadi hambatan signifikan. Selain itu, kurangnya pengetahuan manajemen bisnis, ketidakpahaman terhadap regulasi, serta kesulitan memenuhi standar kualitas produk untuk memasuki pasar ekspor juga menjadi tantangan tersendiri. Untuk mengatasi tantangan tersebut, program Sustaining Competitive and Responsible Enterprise (SCORE) hadir sebagai solusi yang komprehensif. Dilaksanakan oleh SCORE FLS dan FIFGROUP, program ini menawarkan pelatihan dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM dalam berbagai aspek. Fokus utama program SCORE adalah pada pengembangan strategi bisnis yang efektif, penguatan tata kelola perusahaan, serta peningkatan keterampilan teknis para pelaku UMKM. Dengan pendekatan yang holistik, SCORE berupaya memberikan bekal yang lengkap bagi UMKM, mulai dari pengetahuan bisnis hingga keterampilan manajerial. Pelatihan yang diberikan tidak hanya mencakup aspek teknis, tetapi juga pengembangan soft skills seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi yang sangat penting dalam dunia bisnis yang dinamis. Program SCORE diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi pertumbuhan dan pengembangan UMKM di Indonesia. Dengan meningkatkan kapasitas UMKM, diharapkan sektor ini dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional, menciptakan lapangan kerja baru, dan mengurangi ketimpangan. Kata kunci: capacity building, kompetitif, keterampilan hidup, keberlanjutan.
Desain Model Performance Prism untuk Pengukuran Kinerja Bengkel R2D Speed Project Bandung Puryati, Dwi; Herawati, Dara Fauzia; Ramadhan, Ilham
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/p3m.v9i1.887

Abstract

The significant growth in the number of MSMEs has an impact on tight business competition. MSMEs must be able to improve the quality of management through improving strategies to maintain their existence. MSMEs must be able to measure their business performance with a performance measurement model that is appropriate for them to ensure the sustainability of their business. With good performance, MSMEs are expected to contribute to the national economy. The service partner, the R2D Speed Project workshop, has been measuring performance through financial indicators, namely by calculating operating profit every certain period. From a financial perspective, the performance of the R2D Speed Project workshop has shown improvement over time, but there are several internal and external obstacles related to satisfaction. As a business engaged in services, customer satisfaction, employee satisfaction, and other interested parties are very important. Therefore, an integrated performance measurement model is needed. The Performance Prism Model is an integrated performance measurement model that considers all stakeholders, both internal and external. The result of the service is the Performance Prism performance measurement model for partners. In the model, partners also determine what strategies are implemented to meet the expectations of all stakeholders, owners, suppliers, employees, customers, and the community. By implementing the Performance Prism model, partners can better measure performance and satisfy all stakeholders, so that the sustainability of their business is guaranteed. Keywords: performance, performance prism, sustainability. Abstrak Seiring dengan pertumbuhan jumlah UMKM yang cukup signifikan berdampak pada ketatnya persaingan bisnis. UMKM harus dapat meningkatkan kualitas manajemen pengelolaan melalui perbaikan strategi untuk mempertahankan eksiitensinya. UMKM harus mampu mengukur kinerja usahanya dengan model pengukuran kinerja yang sesuai bagi UMKM agar dapat menjamin keberlanjutan usahanya. Dengan kinerja yang baik, UMKM diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam perekonomian nasional. Mitra pengabdian, bengkel R2D Speed Project, selama ini melakukan pengukuran kinerja melalui indikator keuangan yaitu dengan menghitung laba usaha setiap periode tertentu. Dari perspektif keuangan, kinerja bengkel R2D Speed Project sudah menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu, namun ada beberapa kendala internal dan eksternal yang berhubungan dengan kepuasan. Sebagai usaha yang bergerak di bidang jasa layanan, kepuasan konsumen, kepuasan karyawan dan pihak lainnya yang berkepentingan merupakan hal yang sangat penting. Oleh karenanya diperlukan adanya model pengukuran kinerja yang terintegrasi. Performance Prism Model merupakan model pengukuran kinerja yang terintegrasi dengan memperhatikan semua pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal. Hasil pengabdian adalah model pengukuran kinerja Performance Prism untuk mitra. Dalam model tersebut, mitra juga menentukan strategi apa yang diterapkan untuk memenuhi harapan semua pemangku kepentingan, baik pemilik, supplier, karyawan, pelanggan maupun masyarakat. Dengan menerapkan model Performance Prism mitra dapat mengukur kinerja dengan lebih baik dan memuaskan semua pihak berkepentingan, sehingga keberlanjutan usahanya terjamin. Kata kunci: Kinerja, performance prism, keberlanjutan.
Penguatan Kapasitas Pengelolaan Keuangan melalui Pelatihan Akuntansi Sederhana bagi Pelaku UMKM di Kecamatan Tanjungkerta, Sumedang Kurniawan, Gatot Iwan; Homan, Hery Syaerul
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/p3m.v9i1.899

Abstract

This community service program aims to improve the financial literacy and accounting management skills of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Tanjungkerta District, Sumedang Regency. MSMEs in this region have a significant role in supporting the local economy but face challenges in implementing efficient and systematic financial management practices. The program is comprehensively designed, covering stages ranging from in-depth needs analysis through surveys and interviews to the preparation of basic accounting-based training modules. The training was carried out in the form of a face-to-face session equipped with a simulation of simple financial recording and reporting according to the needs of local MSMEs. To assess the effectiveness of training, Kirkpatrick's four-level evaluation model was applied, covering aspects of reaction, learning, behavior change, and long-term outcomes. The results of the program showed a significant increase in participants' understanding, which was shown through the comparison of pre-test and post-test scores. The participants reported that the knowledge gained was very relevant and could be applied directly in their business activities, especially in recording daily transactions and preparing financial statements. In addition to increasing participants' insights, this training also motivates them to apply the skills gained in managing business finances daily, to improve operational efficiency and long-term financial resilience. Overall, this service activity has a significant positive impact in strengthening the financial management capacity of MSMEs in rural areas, while also showing that simple accounting training can be an effective strategy in helping MSMEs overcome the limitations of financial knowledge that they often face. Keywords: Accounting training, financial literacy, financial management, MSMEs. Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan keterampilan manajemen akuntansi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang. UMKM di wilayah ini memiliki peran signifikan dalam mendukung perekonomian lokal, namun menghadapi tantangan dalam menerapkan praktik pengelolaan keuangan yang efisien dan sistematis. Program ini dirancang secara komprehensif, mencakup tahapan mulai dari analisis kebutuhan yang mendalam melalui survei dan wawancara hingga penyusunan modul pelatihan berbasis akuntansi dasar. Pelatihan dilakukan dalam bentuk sesi tatap muka yang dilengkapi dengan simulasi pencatatan dan pelaporan keuangan sederhana sesuai kebutuhan UMKM setempat. Untuk menilai efektivitas pelatihan, model evaluasi empat tingkat Kirkpatrick diterapkan, mencakup aspek reaksi, pembelajaran, perubahan perilaku, dan hasil jangka panjang. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman peserta secara signifikan, yang ditunjukkan melalui perbandingan skor pre-test dan post-test. Para peserta melaporkan bahwa pengetahuan yang diperoleh sangat relevan dan dapat diaplikasikan langsung dalam aktivitas bisnis mereka, khususnya dalam pencatatan transaksi harian dan penyusunan laporan keuangan. Selain meningkatkan wawasan peserta, pelatihan ini juga memotivasi mereka untuk menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam mengelola keuangan bisnis sehari-hari, sehingga dapat meningkatkan efisiensi operasional dan ketahanan finansial jangka panjang. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif yang signifikan dalam memperkuat kapasitas manajemen keuangan UMKM di wilayah pedesaan, sekaligus menunjukkan bahwa pelatihan akuntansi sederhana dapat menjadi strategi yang efektif dalam membantu UMKM mengatasi keterbatasan pengetahuan keuangan yang sering mereka hadapi. Kata kunci: pelatihan akuntansi, literasi keuangan, pengelolaan keuangan, UMKM.
Sosialisasi Pelaksanaan Kewajiban Perpajakan Sebagai Upaya Membangun Negeri Melalui Kesadaran Membayar Pajak UMKM Kota Cimahi Larasati, Anissa Yuniar; Hartika, Wiwi; Binekas, Bani; Sastradipraja, Usman; Purwanto, Purwanto
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/p3m.v9i2.897

Abstract

Community service is one of the essential pillars in the development of Micro, Small, and Medium Enterprises (UMKM) in Indonesia. This community service activity is organized with the primary aim of enhancing compliance and awareness among UMKM in fulfilling their tax obligations. UMKM play a strategic role in Indonesia's economy; however, many UMKM operators lack an understanding of taxation aspects, resulting in low tax compliance rates. This activity was conducted through outreach, training, and interactive discussions with several UMKM in the Cipageran, Cimahi. The material presented included the socialization of tax regulations for UMKM, assistance in obtaining Taxpayer Identification Numbers (NPWP) for individuals, and explanations regarding the facilities under Government Regulation No. 55 of 2022. Additionally, participants were provided with information about tax incentives available to UMKM. The results of this activity indicate an increase in knowledge and awareness among UMKM operators regarding their tax obligations, as well as motivation to comply more diligently with applicable tax regulations. In this community service initiative, sampling opportunities were taken using a probability method that provides equal chances for every component of the population. The sampling technique employed for this community service program was area sampling (cluster sampling), based on the region where the community service program was conducted. This initiative involved 19 UMKM located in the Cipageran, Cimahi. The results of this community service initiative conclude that there has been a significant improvement in the understanding of relevant tax regulations for Micro, Small, and Medium Enterprises (UMKM) in Cipageran Subdistrict, Cimahi City. It is hoped that this activity can contribute to improving tax compliance among UMKM and strengthening the local economy. Keywords: Government Regulation No. 55 of 2022, MSME’s, NPWP. Abstrak Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu pilar penting dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terselenggarakan dengan tujuan utama mampu meningkatkan kepatuhan dan kesadaran UMKM dalam memenuhi kewajiban perpajakan. UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, namun masih banyak pelaku UMKM yang kurang memahami aspek perpajakan, yang mengakibatkan rendahnya tingkat kepatuhan pajak. Kegiatan ini dilaksanakan melalui penyuluhan, pelatihan, dan diskusi terstruktur dengan beberapa UMKM di daerah Cipageran, Cimahi. Materi yang disampaikan sosialisasi peraturan perpajakan bagi UMKM, pendampingan pembuatan NPWP bagi orang pribadi dan penjelasan terkait fasilitas Peraturan Pemerintah No. 55 tahun 2022. Selain itu, peserta juga diberikan informasi tentang insentif pajak yang dapat diperoleh UMKM. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran pelaku UMKM tentang kewajiban perpajakan serta motivasi untuk lebih patuh terhadap ketentuan perpajakan yang berlaku. Dalam pengabdian masyarakat ini, peluang pengambilan sampel menggunakan metode probability yang memberikan peluang yang sama kepada setiap komponen populasi. Selanjutnya penetapan Teknik sampling pada program pengabdian masyarakat ini menggunakan sampling area (cluster), sehingga penetapannya menurut daerah tempat dilakukannya program pengabdian masyarakat. Pada pengabdian masyarakat ini dikuti oleh 19 UMKM yang berada pada kelurahan Cipageran Kota Cimahi. Hasil dari pengabdian Masyarakat ini, disimpulkan bahwa adanya peningkatan pemahaman yang cukup signifikan terhadap peraturan perpajakan yang relevan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Cipageran, Kota Cimahi. Diharapkan, kegiatan ini dapat berkontribusi pada peningkatan kepatuhan pajak UMKM serta penguatan ekonomi lokal.
Edukasi Penggunaan Tensimeter Digital pada Pemeriksaan Tekanan Darah dengan Status Gizi pada Lansia Kelurahan Angke, Jakarta Barat Yohana; Meiyanti; Margo, Eveline; Atika Faradilla, Meutia; Xavierees, Endrico; Kurniasari
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/p3m.v9i2.950

Abstract

Abstract The prevalence of hypertension accompanied by obesity is increasing.  This not only happens in developed countries, but is also a problem in developing countries. Hypertension with obesity presents new problems in the management of hypertension.  Medical therapy alone is not enough, there must be intervention to reduce and control blood pressure, lose weight and change lifestyle. The aim of this service is to increase public awareness of high blood pressure and obesity so that it can reduce morbidity and death rates due to complications of high blood pressure. This service is carried out by checking participants' blood pressure, Body Mass Index, education and teaching participants how to use a blood pressure monitor independently at home to control blood pressure. There were 50 service participants who attended. The age range of participants is 40 to 75 years with the average age of service participants being 2.75 years. There were 35 female participants while there were 15 male participants. There were 33 participants diagnosed with high blood pressure, while 17 people with normal blood pressure. Participants diagnosed with hypertension based on JNC 8 were 66%, divided into grade 1, 72.2%, and grade 2, 27.27%. Participants' body mass index was categorized as normal at 24% and obese and/or overweight at 76%. The correlation between blood pressure and obesity was found to be significant (p<0.05). The conclusion that there was a higher rate of participants with hypertension than normal and there was a significant relationship between the risk of hypertension and obesity. Keyword: Blood Pressure, Hypertension, Obese, Body Mass Index, Elderly.   ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Abstrak Hipertensi adalah penyakit degeneratif yang bersifat kronis yang mengenai pembuluh darah. Kasus hipertensi yang dipengaruhi oleh obesitas terus meningkat, tidak hanya di negara maju, tetapi juga menjadi perhatian serius di negara berkembang. Kondisi ini memerlukan strategi baru dalam pengelolaan hipertensi. Pengobatan dengan obat-obatan saja tidak memadai, diperlukan intervensi yang lebih luas untuk mengendalikan tekanan darah, menurunkan berat badan, dan mengubah gaya hidup.Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan perubahan perilaku, sikap dan pencegahan terhadap tekanan darah tinggi dan obesitas sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat komplikasi tekanan darah tinggi. Pengabdian ini dilakukan dengan cara memeriksa tekanan darah peserta, Indeks Massa Tubuh, edukasi serta mengajarkan peserta cara penggunaan tensimeter secara mandiri dirumah untuk mengontrol tekanan darah. Peserta pengabdian yang hadir berjumlah 50 orang. Jangkauan usia peserta adalah 40 hingga 75 tahun dengan peserta lanjut usia berjumlah 42 orang.  Rerata usia peserta pengabdian ini adalah 62,75 tahun. Peserta perempuan berjumlah 35 orang sedangkan peserta laki-laki berjumlah 15 orang. Peserta yang terdiagnosa tekanan darah tinggi berjumlah 33 orang sedangkan yang normal berjumlah 17 orang. Peserta yang terdiagnosis hipertensi berdasarkan Joint National Committee (JNC) 8 sebesar 66% terbagi menjadi grade 1 sebanyak 72,2% dan grade 2 sebanyak 27,27%. Indeks massa tubuh peserta dikategorikan normal sebesar 24% dan obesitas dan atau berat badan lebih sebesar 76%. Analisa statistik untuk menentukan korelasi antara tekanan darah menggunakan software JASP 0.19.3. Data tekanan darah dan indeks massa tubuh berdistribusi normal dan menggunakan uji Pearson dengan nilai kemaknaan (p<0,05). Kesimpulan didapatkan bahwa jumlah peserta dengan hipertensi lebih tinggi dibandingkan normal dan terdapat korelasi signifikan antara risiko terjadinya hipertensi dengan normal dan terdapat korelasi signifikan antara risiko terjadinya hipertensi dengan obesitas.    Kata kunci: Tekanan darah, Hipertensi, Obesitas, Indeks Massa Tubuh, Lanjut Usia.