cover
Contact Name
Puteri Andika Sari
Contact Email
puteri.andika31@gmail.com
Phone
+6285714178686
Journal Mail Official
puteriandika@ekuitas.ac.id
Editorial Address
Jl. P.H.H. Mustofa No. 31 Bandung 40124 Jawa Barat, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
ISSN : 25282190     EISSN : 27160149     DOI : 10.52250/p3m
Dharma Bhakti Ekuitas adalah jurnal pengabdian kepada masyarakat yang ditertbitkan dan dikelola oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STIE EKUITAS. Jurnal ini diharapkan dapat menjadi alat informasi dan sosialisasi mengenai hasil-hasil pengabdian dari seluruh civitas akademika tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. Artikel yang dimuat dalam Dharma Bhakti Ekuitas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat berbasis penelitian seperti Participatory Action Research, Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset, Riset Berbasis Masyarakat, Pembelajaran Layanan, Pengembangan Masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 199 Documents
Pelatihan Wirausaha Muda Berbasis Karakter: Upaya Mengatasi Pengangguran Melalui Pendekatan Ikigai Triyana Iskandarsyah; Ria Satyarini; Chris Petra Agung; Ignasia Tiffani; Meidila Anggita; Angela Teressia
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/p3m.v10i1.1019

Abstract

Youth unemployment remains a pressing issue in Indonesia, largely due to limited formal job opportunities and the insufficient readiness of graduates to adapt to an increasingly dynamic labor market. This condition calls for an alternative solution through the promotion of entrepreneurship, not merely as a means of economic gain but as a pathway toward value, meaning, and sustainable living. This Community Service Program aimed to cultivate an entrepreneurial mindset rooted in self-reflection and life purpose awareness by strengthening participants’ critical thinking, self-confidence, responsibility, and understanding of the ikigai concept, which covers achieving balance among what one loves, is good at, what society needs, and what can provide income. The program was implemented through a participatory approach involving self-reflection, group discussions, simple business simulations, and interactive lectures. The results revealed strong enthusiasm and engagement from participants, along with improvements in logical reasoning, risk-taking ability, and task discipline. Moreover, the integration of ikigai helped participants discover business directions aligned with their passions and personal values, resulting in more meaningful and sustainable ventures. Overall, this program successfully fostered awareness that entrepreneurship is not merely a solution to unemployment but a way to create a productive, purposeful, and socially valuable life.  Keywords: character development, entrepreneurial mindset, ikigai, unemployment, youth entrepreneurship. Abstrak Tingkat pengangguran di kalangan generasi muda masih menjadi tantangan serius di Indonesia, khususnya akibat keterbatasan lapangan kerja formal dan ketidaksiapan lulusan menghadapi tuntutan dunia kerja yang dinamis. Kondisi ini menuntut adanya alternatif solusi melalui penguatan semangat kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga pada nilai, makna, dan keberlanjutan hidup. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan menumbuhkan pola pikir kewirausahaan (entrepreneurial mindset) yang berakar pada refleksi diri dan kesadaran makna hidup melalui penguatan kemampuan berpikir kritis, rasa percaya diri, tanggung jawab, serta pemahaman konsep ikigai, yakni keseimbangan antara apa yang dicintai, dikuasai, dibutuhkan masyarakat, dan dapat menjadi sumber penghidupan. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui refleksi diri, diskusi kelompok, simulasi bisnis sederhana, dan penyampaian materi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti seluruh rangkaian dengan antusias, menunjukkan peningkatan dalam kemampuan berpikir logis, keberanian mengambil risiko, serta kedisiplinan dalam menyelesaikan tugas. Selain itu, penerapan ikigai membantu peserta menemukan arah usaha yang sesuai dengan passion dan nilai pribadi, sehingga wirausaha yang dijalankan menjadi lebih bermakna dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil menumbuhkan kesadaran baru bahwa kewirausahaan bukan semata jalan keluar dari pengangguran, tetapi juga sarana mewujudkan kehidupan yang produktif, bernilai, dan berkontribusi bagi sesama. Kata kunci: pengembangan karakter, pola pikir kewirausahaan, ikigai, penganggugran, kewirausahaan muda.
Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk Mendukung Fungsi Produksi, Pemasaran, dan Keuangan Bagi Pelaku UMKM Fashion dan Craft Kota Bandung Dian Imanina Burhany; Hendi Rohendi; Sulistia Suwondo; Etti Ernita Sembiring; Arry Irawan; Arif Afriady; Riauli Susilawati Hutapea; Yeti Apriliawati; Neneng Dahtiah; Sugih Sutrisno Putra
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/dbe.v10i1.1020

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are the main drivers and a vital pillar of the Indonesian economy. The fashion and craft MSMEs in Bandung City, which are members of the Koperasi Wirausaha Baru Jawa Barat Sejahtera (WJS), have considerable potential for growth. Market opportunities for these MSMEs are expanding in line with the development of the fashion industry and the growing public interest in fashion. However, their performance in production, marketing, and financial functions is not yet optimal. Meanwhile, the rapid development of information technology has led to the emergence of artificial intelligence (AI), which can assist humans in managing business activities. Therefore, the Community Service (PkM) team from the Accounting Department of Politeknik Negeri Bandung offers a solution by utilizing AI to support the management of production, marketing, and financial functions. The aim of this PkM program is to provide training to enhance the knowledge and skills of fashion and craft MSME participants in Bandung City in the proper use of AI to support production, marketing, and financial functions. The program also includes mentoring to ensure that participants can effectively utilize AI to support these three functions. The training and mentoring activities were conducted over a three-day period. The results show that all activities, including training and mentoring on the use of AI to support marketing, production, and financial functions, were effective. Keywords: artificial intelligence, finance, training, marketing, production   Abstrak  Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan penggerak utama dan pilar vital perekonomian Indonesia. UMKM fashion dan craft di Kota Bandung, yang tergabung dalam Koperasi Wirausaha Baru Jawa Barat Sejahtera (WJS), memiliki potensi pertumbuhan yang cukup besar. Peluang pasar bagi UMKM ini semakin terbuka seiring dengan perkembangan industri fashion dan meningkatnya minat masyarakat terhadap fashion. Namun, kinerja mereka dalam fungsi produksi, pemasaran, dan keuangan belum optimal. Sementara itu, perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mendorong munculnya Artificial Intelligence (AI) yang dapat membantu manusia dalam mengelola kegiatan bisnis. Oleh karena itu, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dari Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bandung menawarkan solusi dengan memanfaatkan AI untuk mendukung pengelolaan fungsi produksi, pemasaran, dan keuangan. Tujuan program PkM ini adalah untuk memberikan pelatihan guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta UMKM fashion dan craft di Kota Bandung dalam pemanfaatan AI yang tepat untuk mendukung fungsi produksi, pemasaran, dan keuangan. Program ini juga mencakup pendampingan untuk memastikan peserta dapat memanfaatkan AI secara efektif guna mendukung ketiga fungsi tersebut. Kegiatan pelatihan dan pendampingan dilakukan selama tiga hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kegiatan, termasuk pelatihan dan pendampingan pemanfaatan AI untuk mendukung fungsi pemasaran, produksi, dan keuangan, berjalan efektif. Kata kunci: artificial intelligence, keuangan, pelatihan, pemsaran, produksi
Peningkatan Pengetahuan Tentang Spiritualitas di Tempat Kerja dan Etika Kerja pada Sekolah Klasikal Terang Nusantara (SETARA) Tongam Sirait; Regi Sanjaya
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/dbe.v10i2.1041

Abstract

In Christian education, teachers and staff serve not only as educators but also as ministers and role models of faith. To respond to the challenges of the times, it is essential for them to continually strengthen spirituality in the workplace and uphold Christian work ethics. Spirituality provides the foundation for service, while work ethics reflect the values of faith. Therefore, Christian educators are called to embody love, faith, and exemplary character in their daily lives, so that teaching and learning become a means of shaping both character and faith in students. Alongside spirituality, work ethics play a vital role in cultivating a healthy Christian school culture. Values such as honesty, responsibility, discipline, and cooperation are expressions of faith manifested in daily actions. Integrity in the field of education not only enhances institutional quality but also provides students with tangible examples for developing holistic character. In this regard, Christian schools particularly Sekolah Klasikal Terang Nusantara (SETARA) must integrate faith into their practices to build education that is relevant, transformative, and rooted in Christ. The implementation of spirituality and work ethics requires renewal to remain responsive to contemporary challenges. Therefore, this Community Service Program (PKM) aims to revitalize understanding of spirituality and work ethics within the academic community of SETARA. Based on the post-PKM evaluation with the school (four months after the program), it was found that the knowledge and performance of the teachers and staff increased by 60% compared to before. Keywords : christian school, work ethics, workplace spirituality. Abstrak Dalam pendidikan Kristen, guru dan staf adalah pendidik sekaligus pelayan dan teladan iman. Untuk menjawab tantangan zaman, penting bagi mereka untuk terus memperkuat spiritualitas di lingkungan pekerjaan dan menjunjung tinggi etika kerja Kristiani. Spiritualitas menjadi dasar dalam melayani dan etika kerja mencerminkan nilai iman. Oleh sebab itu, pendidik Kristen dipanggil untuk menghadirkan kasih, iman, dan keteladanan dalam keseharian, sehingga pembelajaran menjadi sarana pembentukan karakter dan iman siswa. Selain spiritualitas, etika kerja berperan penting dalam membangun budaya sekolah Kristen yang sehat. Nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kerja sama menjadi cerminan iman yang diwujudkan dalam tindakan sehari-hari. Integritas dalam dunia pendidikan bukan hanya meningkatkan kualitas institusi, tetapi juga memberi teladan nyata bagi siswa dalam membangun karakter holistik. Sekolah Kristen dalam hal ini Sekolah Klasikal Terang Nusantara (SETARA) perlu mengintegrasikan iman demi membangun pendidikan yang relevan, transformatif, dan berakar pada Kristus. Implementasi spiritualitas dan etika kerja perlu diperbarui agar tetap relevan dengan tantangan kontemporer. Oleh karena itu, program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan penyegaran wawasan terkait spiritualitas dan etika kerja di lingkungan civitas akademika SETARA. Dari hasil evaluasi pasca PKM dengan pihak sekolah (setelah 4 bulan dari PKM), didapati bahwa pengetahuan dan kinerja para guru dan staf meningkat 60% dibanding sebelumnya. Kata kunci: sekolah kristen, etika kerja, spiritualitas di tempat kerja.
Membangun Komunitas Muslim Digital: Edukasi dan Aplikasi Digitalpreneur dan Pembelajaran Inovatif bagi Guru Madrasah desa Gunung Leutik Allya Roosallyn Assyofa; Nadri Taja; Ulvah Nur’aeni
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/dbe.v10i1.1042

Abstract

Developing the competency of Madrasa teachers is crucial in facing the 21st-century education’s challenges, where the growth of Madrasas needs to be balanced with the quality of their educational services. Teacher performance in the field of teaching still does not meet standards. Inaccurate use of learning models is an obstacle to creating effective learning activities and achieving expected learning outcomes. On the other hand, most madrasa teachers still experience limited fixed income that is insufficient to meet daily living needs. The purpose of this community service project is to raise the proficiency of madrasa teachers in developing innovative learning methods while building digital entrepreneurial capacity (digital preneur). The activity was carried out in Desa Gunung Leutik, Ciparay, Bandung, with partners from the Diniyah Takmiliyah Communication Forum (FKDT), consisting of 30 teachers from 16 madrasas. The implementation method included training, mentoring, and direct practice/workshops on the use of appropriate applications and technology. The results of the activity demonstrated an increase in teacher competencies in applying cooperative learning, problem-based learning, and contextual teaching and learning models. In addition, participants will be able to utilize the Hadith Soft application as a source of teaching materials, develop Muslim entrepreneurial character, understand the basics of business management, and optimize digital media for product marketing. This program has implications for strengthening Madrasa teachers’ dual function as both educators and change agents in digital-based economic empowerment within Madrasa and community. Keywords: community service, digital preneur, innovative learning, madrasa, teacher competencies Abstrak   Pengembangan kompetensi guru madrasah menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan pendidikan abad 21, dimana pertumbuhan madrasah perlu diimbangi dengan kualitas layanan pendidikannya. Kinerja guru dalam bidang pengajaran masih belum memenuhi standar. Ketidaktepatan dalam menggunakan model pembelajaran menjadi kendala dalam menciptakan kegiatan pembelajaran yang efektif dan capaian pembelajaran yang diharapkan. Di sisi lain, sebagian besar guru madrasah masih mengalami keterbatasan penghasilan tetap yang belum mencukupi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tujuan dari proyek pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemahiran guru madrasah dalam mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif sambil membangun kapasitas kewirausahaan digital (digital preneur). Kegiatan dilaksanakan di Desa Gunung Leutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung dengan mitra Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) yang terdiri atas 30 guru dari 16 madrasah. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan, pendampingan, serta praktik langsung/workshop penggunaan aplikasi dan teknologi tepat guna. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan guru dalam mengaplikasikan model pembelajaran cooperative learning, problem-based learning, dan contextual teaching and learning. Selain itu, peserta mampu memanfaatkan aplikasi Hadits Soft sebagai sumber materi ajar, mengembangkan karakter wirausaha muslim, memahami dasar-dasar manajemen usaha, serta mengoptimalkan media digital dalam pemasaran produk. Program ini berimplikasi pada penguatan dwifungsi guru Madrasah sebagai pendidik sekaligus agen perubahan dalam pemberdayaan ekonomi berbasis digital di lingkungan Madrasah dan masyarakat. Kata kunci: pengabdian masyarakat, digitalpreneur, pembelajaran inovatif, madrasah, kompetensi guru
Optimalisasi Rumah Magot untuk Reduksi Sampah Organik dan Peningkatan Produktivitas Berbasis Ekonomi Sirkular Wiendy Puspita Sari; Resanti Lestari; Tri Widiastuty; Chasano Daffansyah; Nessa Deragia Saptiyanto; Alia Reinacaesar; Syafira Ardana; Stefanny
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/dbe.v10i1.1044

Abstract

Cigadung Subdistrict in Bandung City faces a serious household-waste problem, generating around 10 tons per day, of which more than 60% is organic. This community-engagement program aimed to strengthen residents’ capacity to manage organic waste using black soldier fly (BSF) larvae within a circular-economy approach while developing a community-based enterprise model. The program was implemented at Buruan SAE Barokah (RW 04) and Buruan SAE Bumi Lestari (RW 08) through the construction of biopond systems, integration with urban farming, and the delivery of technical and entrepreneurship training. Implementation followed four stages: socialization, biopond technology deployment, training, and periodic mentoring and evaluation. Training covered maggot cultivation, frass processing, business model development, basic financial recording, and marketing strategies. Results indicate improved skills and operational capacity among partner groups, reflected by an increase in maggot production from an average of 4 kg to 8–9 kg per week. The resulting frass was utilized as organic fertilizer to support household-scale urban farming, reinforcing a local value chain and resource circulation. Beyond environmental benefits from diverting organic waste, the program stimulated new economic opportunities through the Magotpreneur Cigadung community. Monitoring used field observations, focused group discussions, and weekly production logs, suggesting that the model is replicable for other neighborhoods and contributes to SDGs 1, 8, 11, and 12. Keywords: organic waste, BSF larvae, circular economy, biopond, urban farming, community empowerment   Abstrak Kelurahan Cigadung, Kota Bandung, menghadapi persoalan serius berupa timbulan sampah rumah tangga sekitar 10 ton per hari, dengan lebih dari 60% berupa sampah organik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas warga dalam mengelola sampah organik berbasis magot (Black Soldier Fly/BSF) melalui pendekatan ekonomi sirkular serta mengembangkan model usaha komunitas. Program dilaksanakan di Buruan SAE Barokah RW 04 dan Buruan SAE Bumi Lestari RW 08 dengan membangun sistem biopond, mengintegrasikannya dengan urban farming, dan menyelenggarakan pelatihan teknis serta kewirausahaan. Implementasi dilakukan dalam empat tahap: sosialisasi, penerapan teknologi biopond, pelatihan, serta pendampingan dan evaluasi berkala. Materi pelatihan mencakup budidaya magot, pengolahan frass, pengembangan model bisnis, pencatatan keuangan sederhana, dan strategi pemasaran. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan dan kapasitas kelompok mitra, yang tercermin dari kenaikan produksi magot dari rata-rata 4 kg menjadi 8–9 kg per minggu. Frass dimanfaatkan sebagai pupuk untuk memperkuat produksi pangan skala rumah tangga, sehingga membangun sirkulasi sumber daya di tingkat lokal. Selain manfaat lingkungan berupa pengurangan sampah organik, program mendorong peluang ekonomi baru melalui komunitas Magotpreneur Cigadung. Evaluasi dilakukan melalui observasi lapangan, diskusi kelompok terarah, dan pencatatan produksi mingguan untuk menilai kesiapan operasional, kedisiplinan pemilahan, serta peluang peningkatan pendapatan. Model ini bersifat replikatif karena memanfaatkan sumber daya lokal dan dapat diadopsi oleh RW lain sebagai strategi pengurangan sampah berbasis komunitas. Kata kunci: sampah organik, magot BSF, ekonomi sirkular, biopond, urban farming, pemberdayaan masyarakat
Greenhouse Hidroponik IoT: Penguatan Kelompok Tani Modern Desa Karangrejo Wujudkan Ketahanan Pangan Mendukung Asta Cita Isfauzi Hadi Nugroho; Mahendra Puji Permana Aji; Risa Helilintar; Beyonda Proudy Sujianto; Sabrina Aulia Firdaus
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/dbe.v10i1.1053

Abstract

The main challenges faced by farmers, particularly in Indonesia, are low productivity due to conventional methods, limited digital literacy, and limited market access. Therefore, this community service program aimed to strengthen the capacity of the Modern Farmers Group in Karangrejo Village, Kandat District, Kediri Regency, through the implementation of an Internet of Things (IoT)-based hydroponic greenhouse as an effort to achieve food security and support the implementation of Asta Cita. This research method used the Participatory Action Research (PAR) approach, actively involving 33 community participants over a four-month duration. The stages included socialization, comprehensive training, technology application, direct mentoring, and evaluation. The technical evaluation results were highly positive. The IoT system, enabling automatic control of temperature, humidity, pH, and precise watering, led to a 40% increase in hydroponic crop productivity and 30% efficiency in water use. Economically, this success resulted in a 40% increase in farmers' average monthly income and a 50% increase in sales volume within eight months. Furthermore, digital-based marketing through websites and social media successfully expanded the market reach and strengthened the “Hidroponik Karangrejo” brand identity. Socially, there was a 78% increase in farmers' digital literacy, the formation of stronger group solidarity, and the creation of new, sustainable job opportunities in the village. This integration of IoT technology has proven effective in enhancing productivity, economic independence, and the sustainability of digital-based agriculture in the region.  Keywords: community empowerment, digital agriculture, food security, hydroponics, internet of things.   Abstrak Permasalahan utama yang dihadapi petani khususnya di Indonesia adalah rendahnya produktivitas akibat metode konvensional, keterbatasan literasi digital, serta akses pasar yang sempit. Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas Kelompok Tani Modern Desa Karangrejo, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri melalui penerapan greenhouse hidroponik berbasis Internet of Things (IoT) sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan dan mendukung pelaksanaan Asta Cita. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan masyarakat secara aktif pada setiap tahapan, meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi dengan keseluruhan durasi kegiatan selama 8 bulan dan diikuti 33 peserta. Hasil evaluasi aspek teknis, penerapan sistem IoT yang memungkinkan pengaturan otomatis terhadap suhu, kelembapan, pH, serta penyiraman tanaman secara presisi menghasilkan peningkatan produktivitas tanaman hidroponik hingga 40% dan efisiensi penggunaan air mencapai 30%. Aspek ekonomi, keberhasilan teknis tersebut berdampak pada peningkatan pendapatan rata-rata petani sebesar 40% per bulan dan volume penjualan naik 50% dalam delapan bulan. Pemasaran berbasis digital melalui situs web dan media sosial turut memperluas jangkauan pasar dan memperkuat identitas merek “Hidroponik Karangrejo”. Aspek sosial, terjadi peningkatan literasi digital petani sebesar 78%, terbentuknya solidaritas kelompok tani yang lebih kuat, serta lahirnya peluang kerja baru di desa yang memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. Kegiatan ini memberikan dampak ekonomi dan sosial melalui terbentuknya solidaritas kelompok tani dan lahirnya peluang kerja baru di desa. Dengan demikian, integrasi teknologi IoT dalam sistem pertanian hidroponik terbukti efektif meningkatkan produktivitas, kemandirian ekonomi, serta keberlanjutan pertanian berbasis digital di pedesaan. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, pertanian digital, ketahanan pangan, hidroponik, internet of  things.
Transformasi Ekonomi Kreatif: Pelatihan Hijab Bouquet dan Perhitungan HPP sebagai Solusi Pemberdayaan Ibu-Ibu di Kalirejo, Lawang Dharmawan Iqbal Akbar; Fathimatus Zahro Fazda Oktavia; Siti Rachmah; Rita Darmayanti; Siti Amerieska
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/dbe.v10i1.1055

Abstract

The welfare level in Kalirejo Lawang Village is still lacking because many women only work as farm laborers or factory workers, and most are just housewives. Even though this area actually has good business potential in the creative economy sector. One of the aspirations of Kalirejo Village is a strong push for the creative economy sector, which is currently considered weak and very lacking. The purpose of this activity is to provide training in creative economy products, hijab bouquets, as a solution to empower mothers in the Kalirejo area. To support business sustainability after acquiring hijab bouquet making skills, it is necessary to provide skills in calculating the cost of production. The methods used are lectures, practice, discussions, questions and answers, and evaluation. The stages carried out include initial exploration with partners, training, and evaluation to improve the level of participants' skills. All participants in this training were very enthusiastic and gave positive responses to this activity. Participants' responses included increasing knowledge about the creative economy, improving skills in new innovative products, providing business ideas, and increasing participants' motivation to become entrepreneurs. The result of this activity is that there is an increase in the skills of mothers in Kalirejo Village in making creative economic products, namely hijab bouquets, compared to before this training activity. Keywords: cost of production, creative economy, hijab bouquet, kalirejo village, mothers   Abstrak Tingkat kesejahteraan di Kelurahan Kalirejo Lawang masih kurang karena banyak ibu-ibu yang hanya bekerja sebagai buruh tani atau buruh pabrik dan sebagian besar hanya menjadi ibu rumah tangga, padahal daerah ini sebenarnya memiliki potensi usaha yang baik di bidang ekonomi kreatif. Salah satu keinginan dari pihak Kelurahan Kalirejo adalah dorongan yang kuat terhadap sektor ekonomi kreatif yang dianggap saat ini masih lemah dan sangat kurang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pelatihan produk ekonomi kreatif hijab bouqet sebagai solusi pemberdayaan ibu-ibu yang ada di wilayah Kalirejo. Untuk mendukung keberlangsungan usaha setelah mendapatkan keterampilan pembuatan hijab bouqet, perlu diberikan kemampuan dalam menghitung harga pokok produksi. Metode yang digunakan adalah ceramah, praktik, diskusi serta tanya jawab dan evaluasi. Tahapan yang dilakukan yaitu penjajakan awal dengan mitra, pelatihan, dan evaluasi terhadap peningkatan level keterampilan peserta. Seluruh peserta pada pelatihan ini sangat antusias dan memberikan respon positif dari kegiatan ini. Respon peserta diantaranya adalah mampu menambah pengetahuan tentang ekonomi kreatif, meningkatkan keterampilan atas produk inovasi baru, memberikan ide usaha dan meningkatkan motivasi para peserta untuk berwirausaha. Hasil dari berjalannya kegiatan ini yaitu terdapat peningkatan keterampilan ibu-ibu di Kelurahan Kalirejo dalam membuat produk ekonomi kreatif hijab bouquet dibandingkan dengan sebelum adanya kegiatan pelatihan ini. Kata kunci: harga pokok produksi, ekonomi kreatif, hijab bouqet, kelurahan kalirejo, ibu-ibu
Penguatan Literasi Membaca Murid SD melalui Cerita Rakyat Kediri untuk Guru Kombel Sekartaji Kecamatan Mojoroto Abdul Aziz Hunaifi; Endang Sri Mujiwati; Alfi Laila; Ita Kurnia; Encil Puspitoningrum; Alvina Venty Vaticasary; Imelda Angelina Wibowo
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/dbe.v10i2.1061

Abstract

This community service activity aims to strengthen the reading literacy of elementary school students through the use of folk tales based on local wisdom in Kediri by teachers from the Sekartaji Learning Community in Mojoroto District, Kediri City. The main problems faced by partners include low student interest in reading, the dominance of conventional learning methods, and limited contextual and interesting reading materials. This program applies a contextual learning approach based on information and communication technology (ICT) through training and assistance in utilizing the Dongeng Nusantara educational portal. The implementation methods include preparation, socialization, technical training, collaborative workshops, as well as monitoring and evaluation. The results of the activity showed an increase in teacher competence of ≥80% in integrating local cultural values into literacy learning. In addition, teachers were able to independently develop story-based learning modules. The outputs of the activity, in the form of literacy modules and a collaborative network between teachers, support the sustainability of the program. This activity contributes to the achievement of Sustainable Development Goal (SDG) number 4 on quality education and the National Research Master Plan in the Social Humanities and Education cluster. The positive impacts include strengthening local cultural identity, increasing students' understanding of moral values, and the potential for replicating the program in other schools in the Kediri region. Keywords: community service, Kediri folk tales, nusantara fairy tale portal, reading literacy, sekartaji learning community Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi membaca siswa sekolah dasar melalui pemanfaatan cerita rakyat berbasis kearifan lokal Kediri pada guru Komunitas Belajar Sekartaji di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Permasalahan utama mitra meliputi rendahnya minat baca siswa, dominasi metode pembelajaran konvensional, serta keterbatasan sumber bacaan yang kontekstual dan menarik. Program ini menerapkan pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) melalui pelatihan dan pendampingan pemanfaatan portal edukasi Dongeng Nusantara. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, sosialisasi, pelatihan teknis, workshop kolaboratif, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi guru sebesar ≥80% dalam mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam pembelajaran literasi. Selain itu, guru mampu mengembangkan modul pembelajaran berbasis cerita rakyat secara mandiri. Luaran kegiatan berupa modul literasi dan jejaring kolaboratif antar-guru mendukung keberlanjutan program. Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4 tentang pendidikan berkualitas dan Rencana Induk Riset Nasional di klaster Sosial Humaniora dan Pendidikan. Dampak positifnya mencakup penguatan identitas budaya lokal, peningkatan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai moral, serta potensi replikasi program di sekolah lain di wilayah Kediri. Kata Kunci: pengabdian masyarakat, cerita rakyat Kediri, portal dongeng nusantara, literasi membaca, komunitas belajar sekartaji.
Penguatan UMKM Desa Berbasis Produk Halal Menuju Desa Mandiri dan Berdampak Muhammad Nur Abdi; Mukminati; Muryani Arsal; Naidah; Saida Said
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/dbe.v10i2.1066

Abstract

This Community Service (PKM) activity was carried out by the Faculty of Economics and Business, Muhammadiyah University of Makassar, at the Balla Barakkaka Ri Galesong Traditional House, Takalar Regency, on October 5–7, 2025. This program aims to increase the capacity and economic independence of village communities by strengthening micro, small, and medium enterprises (MSMEs) based on halal products by utilizing local potential. This activity uses a participatory approach with various methods, including group workshops, Islamic financial literacy training, mapping local economic potential, designing product designs and packaging, and ongoing mentoring. Through collaboration with BTN Syariah and the lecturers of the Faculty of Economics and Business, Muhammadiyah University of Makassar, the community gained an increased understanding of halal principles, access to Islamic capital, and a profit-sharing system without usury. The results of the activity showed a significant increase in Islamic financial literacy, awareness of halal certification, and the competitiveness of local MSMEs. A total of 12 superior village products were proposed for halal certification. In addition, this activity had a positive impact on increasing community income, empowering women and youth, and strengthening local cultural identity. This program is a model for sustainable local economic empowerment and supports the vision of “Independent and Impactful Villages” as a concrete manifestation of higher education’s contribution to community development based on Islamic values ​​and sharia economics. Keywords: community empowerment, MSMEs, halal products, islamic financial literacy, local potential. Abstrak Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar di Rumah Adat Balla Barakkaka Ri Galesong, Kabupaten Takalar, pada tanggal 5–7 Oktober 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis produk halal dengan memanfaatkan potensi lokal. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan berbagai metode, meliputi workshop kelompok, pelatihan literasi keuangan syariah, pemetaan potensi ekonomi lokal, perancangan desain dan kemasan produk, serta pendampingan berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan BTN Syariah dan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar, masyarakat memperoleh peningkatan pemahaman mengenai prinsip halal, akses permodalan syariah, dan sistem bagi hasil tanpa riba. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi keuangan syariah, kesadaran sertifikasi halal, serta daya saing UMKM lokal. Sebanyak 12 produk unggulan desa diusulkan untuk memperoleh sertifikasi halal. Selain itu, kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, pemberdayaan perempuan dan pemuda, serta penguatan identitas budaya lokal. Program ini menjadi model pemberdayaan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan mendukung visi “Desa Mandiri dan Berdampak” sebagai wujud nyata kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan masyarakat berbasis nilai-nilai Islam dan ekonomi syariah. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, UMKM, produk halal, literasi keuangan syariah, potensi lokal.