cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal_kimiakemasan@yahoo.com
Phone
+6281806885732
Journal Mail Official
jurnal_kimiakemasan@yahoo.com
Editorial Address
Balai Besar Kimia dan Kemasan, Kementerian Perindustrian Jl. Balai Kimia No.1, Pekayon, Pasar Rebo Jakarta Timur 13710 Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kimia dan Kemasan
ISSN : 2088026X     EISSN : 25499424     DOI : http://dx.doi.org/10.24817
Jurnal Kimia dan Kemasan (JKK) publishes original research article related to Applied chemistry including natural product (essential oils, palm oil derivative, natural dye), biopolymer, chemical synthesis, and problems of chemical processes and apparatus; and also packaging material and technology.
Articles 410 Documents
Pengaruh Waktu Pencelupan Proses Electroless Plating Terhadap Pembentukan Lapisan Tembaga Antibakteri Yudha Pratesa; Luthfi Noviardi; Muhammad Fadlilah; Adimas Habib Iqbal; Vika Rizkia
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 40 No. 1 April 2018
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v40i1.3598

Abstract

Penyebaran penyakit oleh bakteri sangat rentan menjadi wabah di rumah sakit dan fasilitas umum melalui kontak secara langsung dan tidak langsung. Kontak secara tidak langsung terjadi  melalui alat perantara seperti jarum suntik, pakaian hingga gagang pintu. Salah satu bagian yang paling sering disentuh orang adalah gagang pintu dan kusen. Saat ini, banyak kusen yang dibuat dari bahan dasar logam aluminium karena harga yang murah, tahan korosi dan ringan. Kusen aluminium umumnya diproses anodisasi untuk memberikan efek warna karena kesukarannya jika dicat secara langsung. Produk anodisasi umumnya berstruktur pori sehingga dapat menjadi tempat ideal tumbuh dan berkoloni bakteri dengan mudah. Pada penelitian dilakukan pembuatan lapisan tembaga yang menutup pori dan mampu memberikan efek racun pada bakteri Escherichia Coli penyebab berbagai macam penyakit. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, waktu electroless plating optimal selama 26 menit yaitu ketebalan antara 8-24 µm. Tembaga berhasil melapisi permukaan material secara merata. Hasil pengujian antibakteri dengan Kirby test menunjukan hasil plating memiliki kemampuan untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Hasil uji ketahanan lapisan terhadap cuaca menggunakan saltspray menunjukan pelapisan selama 26 menit memberikan efek yang terbaik.
Zat Warna Untuk Kulit Maria Maria
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN NO.33 TRIWULAN III 1985/1986
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4939

Abstract

Leather dyestuffs can be divided into the two main classes i.e. naturaland synthetic dyestuffs. Natural dyestuffs, that are obtained from animal or vegetable-matter. Synthetic dyestuffs can be prepared synthetically. The best dyestuffs consist of leather affinity and dyes. If the leather is not reactioned perfectly with dyes who is not suitable, it will be difficulty, for example pale colour, is not good shade, in equal dyestuffs etc.
Pengaruh Radiasi Gamma Terhadap Sifat Mekanik UHMWPE Untuk Tibial Tray Sulistioso Giat Sukaryo; Nurul Laili Arifin; Sudaryo Sudaryo; Sudirman Sudirman
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 34 No. 2 Oktober 2012
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v34i2.1863

Abstract

Dalam ortopedi UHMWPE sering digunakan sebagai bantalan materi (tibial tray) pada sendi lutut buatan. Namun dalam penggunaannya, keausan bahan UHMWPE merupakan salah satu faktor utama yang memperpendek umur pakai sendi lutut buatan sehingga diperlukan metode untuk meningkatkan sifat mekanik UHMWPE. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh radiasi sinar gamma terhadap sifat mekanik dan tingkat keausan dari UHMWPE sehingga dapat memenuhi kualifikasi bahan baku pembuatan tibial tray serta mengetahui dosis optimum yang diperlukan UHMWPE agar diperoleh bahan yang tahan terhadap keausan dan memiliki sifat mekanik yang lebih baik. Pembuatan tibial tray dilakukan dengan metode molding pressure dengan radiasi gamma. Pembuatan film UHMWPE dilakukan dengan hot press pada 170 °C selama 3 menit dan tekanan 200 kg/cm2. Kemudian film tersebut dipanaskan ke dalam furnace pada 128 oC selama 100 menit dan diradiasi dengan irradiator karet alam (IRKA) pada dosis 0 kGy, 50 kGy, 100 kGy, 125 kGy dan 150 kGy. Berdasarkan hasil karakterisasi sifat tibial tray dengan XRD, FT-IR, alat uji tarik, alat uji kekerasan, dan alat uji keausan, dapat disimpulkan bahwa efek radiasi terhadap polimer UHMWPE adalah terbentuknya ikatan silang dan degradasi bahan. Sehingga, semakin tinggi dosis radiasi dihasilkan sifat bahan yang semakin keras serta tahan terhadap aus. Selain itu, dapat diketahui bahwa dosis 100 kGy merupakandosis optimal untuk meningkatkan sifat mekanik bahan. 
Penentuan Umur Simpan Produk Makanan Berlemak Guntarti Supeni
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 2 DESEMBER 2002
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4755

Abstract

Penelitian penentuan umur simpan produk makanan berminyak telah dilakukan di Unit Kemasan BEIK. Produk yang digunakan dalam penelitian adalah keripik tempe dan keripik pisang yang dikemas dengan plastik film polipropilena dengan dua ketebalan yang berbeda yaitu 0, 06 dan 0, 08 mm.. Tiga jenis sistem pengemasan digunakan dalam penelitian ini yaitu kemasan biasa, kemasan vakum dan kemasan atmosfer termodifikasi dengan memasukkan gas nitrogen. Dalam penelitian ini, produk terkemas disimpan di dalam lemari akselerasi (accelerated storage) dan dalam ruang ber AC, masing-masing setiap dua kali dalam satu minggu dan setiap minggu diuji kadar airny ·a hingga produk rusak (sudah tidak layak dikonsumsi). Dari durasi ini dapat dihitung umur simpan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terlihat perbedaan pengaruh yang berarti pada umur simpan dari ketiga sistem pengemasan tersebut. Pengaruh yang berarti terlihat pada perbedaan ketebalan film. Makin tebal film, maka makin lama perkiraan umur simpan produk.
Membran Reverse Osmosa Dalam Proses Desalinasi Air Laut Robiatun Robiatun
Jurnal Kimia dan Kemasan Bulletin Penelitian Vol. 25 No. 3 Desember 2003
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.3277

Abstract

Membran Reverse Osmosa Dalam Proses Desalinasi Air Laut
AKTIVITAS PARTIKEL NANO CaO DARI KULIT Pinctada maxima SEBAGAI ANTIMIKROBA Kendri Wahyuningsih; Lovy Perdani
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 42 No. 1 April 2020
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v42i1.5818

Abstract

Kulit kerang mutiara (Pinctada maxima) mengandung senyawa oksida logam CaO yang berpotensi sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas partikel nano CaO dari kulit kerang mutiara laut (P. maxima) sebagai antimikroba. CaO diperoleh dari hasil kalsinasi kulit kerang mutiara laut (P. maxima) pada suhu 650°C selama 24 jam. Pembuatan partikel nano CaO menggunakan shaker mill dengan kondisi proses penggilingan selama 3 jam, kecepatan kocok shaker mill 750 rpm, rasio berat antara serbuk kulit P. maxima dengan bola-bola penggiling 1:10, diameter bola-bola penggiling 5 mm dan kapasitas volume pengisian jar shaker mill 55%. Karakterisasi partikel nano CaO menggunakan metode analisis X-Ray Fluorescence (XRF), X-Ray Diffraction (XRD), Brunauer Emmett Teller (BET), dan Transmission Electron Microscope (TEM). Metode pengujian aktivitas antimikroba dilakukan menggunakan metode difusi cakram. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kulit kerang P. maxima mengandung senyawa CaO sebesar 93,9%, rata-rata ukuran kristalin partikel CaO 92,66 nm, dan luas permukaan spesifik 16,4 m2/g. Partikel nano CaO mampu menghambat pertumbuhan bakteri gram negatif (S. dysenteriae), bakteri gram positif (S. epidermidis), dan jamur (C. albicans) dengan rata-rata daya hambat secara berurutan sebesar 11,96 mm, 12,77 mm, dan 12,82 mm.
Spesifikasi Kertas Karton Gelombang (KKG) Untuk Nanas Kaleng Wiwik Pudjiastuti
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 4 DESEMBER 1995
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5065

Abstract

Corrugated boxes as secondary packaging can decrease the damage of the primary packaging during transportation process. Experiment has been carried out to determine spesification of corrugated boxes canning pineapple. From physical and transportation test of corrugated board and boxes showed that the spesification of corrugated boxes for canning pineapple were Regular Sloted Container (RSC) type 0201, inner dimension 351 x 175 x 355 mm with corrugated board aimed at "Standar National Indonesia" (SNI) 14 - 1439 - 1989.
Kegiatan BP. Industri Dalam Bidang Packaging BP Idustri BP Idustri
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.8 OKTOBER 1977
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4873

Abstract

Untuk monunjang Pembangunan Nasional,khususnya dalam memenuhi kebutuhan sarana pengemasan dan promo­si untuk pemasaran barang­-barang hasil industri Dalam Negeri, maka pada tanggal 13 Agustus 1977 telah diada­ken Rapat Gabungan Pembentukan Federasi Pengemasan In­donesia yang dihadiri oleh Pimpinan Asosiasi dan perusahaan-perusahaan pengemasan sejenis dengan restu dlan pidato pencerahan dari Bapak Direktur Jendral Aneka Industri & Kerajinan.
Pembuatan Bahan Magnetik Barium Heksaferit (BaFe12O19) Safei Purnama; Patricius Purwanto; Wisnu Adi Ari
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 37 No. 2 Oktober 2015
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v37i2.1818

Abstract

Pembuatan bahan magnetik barium heksaferit (BaFe12O19) telah dilakukan. Bahan magnet ini disintesis dengan menggunakan metode kopresipitasi. Sampel hasil sintesis dikarakterisasi dengan: (i) difraksi sinar-X untuk mengetahui fasa yang terbentuk, (ii) Scanning Electron Microscope (SEM) untuk mengetahui struktur mikro,    (iii) Vibrating Sample Magnetometers (VSM) untuk menentukan sifat magnet bahan, dan LCR-meter untuk mengetahui sifat listrik bahan. Sifat listrik bahan dikarakterisasi dengan memvariasikan suhu dan frekuensi.  Hasil pengukuran sifat listrik menunjukkan bahwa barium heksaferit mempunyai resistivitas tinggi pada suhu ruang dan menunjukkan penurunan resistivitas ketika suhu dinaikan, menyerupai sifat logam, hingga di atas 400°C untuk daerah frekuensi 10-1 Hz sampai dengan 103 Hz. Konduktivitas listrik bahan meningkat pada suhu di atas 500 °C, dimana konduktivitas naik dari 10-6 S/cm hingga sekitar 10-4 S/cm untuk daerah frekuensi 10-1 Hz sampai dengan 105 Hz, sedangkan impedansi bahan turun sejalan dengan bertambahnya suhu, menyerupai resistivitas pada daerah frekuensi 10-1 Hz sampai dengan 103 Hz. Barium heksaferit mempunyai resistivitas rendah dan konduktivitas tinggi pada suhu di atas 500 °C, sehingga untuk aplikasi yang berhubungan dengan sifat listrik, bahan ini baik jika digunakan pada suhu di atas  500 °C.
Indeks JKK Vol.40 No.2 Okt 2018 JKK Editor
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 40 No. 2 Oktober 2018
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v40i2.4323

Abstract


Filter by Year

1976 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 43 No. 2 Oktober 2021 Vol. 43 No. 1 April 2021 Vol. 42 No. 2 Oktober 2020 Vol. 42 No. 1 April 2020 Vol. 41 No. 2 Oktober 2019 Vol. 41 No. 1 April 2019 Vol. 40 No. 2 Oktober 2018 Vol. 40 No. 1 April 2018 Vol. 39 No. 2 Oktober 2017 Vol. 39 No. 1 April 2017 Vol. 38 No. 2 Oktober 2016 Vol. 38 No. 1 April 2016 Vol. 37 No. 2 Oktober 2015 Vol. 37 No. 1 April 2015 Vol. 36 No. 2 Oktober 2014 Vol. 36 No. 1 April 2014 Vol. 35 No. 2 Oktober 2013 Vol. 35 No. 1 April 2013 Vol. 34 No. 2 Oktober 2012 Vol. 34 No. 1 April 2012 Vol. 33 No. 2 Oktober 2011 Vol. 33 No. 1 April 2011 Vol. 32 No. 2 Oktober 2010 Vol. 32 No. 1 April 2010 BULLETIN PENELITIAN VOL. 28 NO. 1 APRIL 2006 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 1 APRIL 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 2 DESEMBER 2004 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 1 APRIL 2004 Bulletin Penelitian Vol. 25 No. 3 Desember 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 2 AGUSTUS 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 1 APRIL 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 2 DESEMBER 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 1 JUNI 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 2 DESEMBER 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 1 JUNI 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 2 DESEMBER 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 1 JUNI 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 3 DESEMBER 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 2 AGUSTUS 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 1 APRIL 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 3 DESEMBER 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 2 AGUSTUS 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 1 APRIL 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 3 DESEMBER 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 2 AGUSTUS 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 1 APRIL 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 3 DESEMBER 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 2 AGUSTUS 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 1 APRIL 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 4 DESEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 3 SEPTEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XV NO. 46 Maret 1991 BULLETIN PENELITIAN NO.45 TRIWULAN III 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.44 TRIWULAN II 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.43 TRIWULAN I 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.38 TRIWULAN IV 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.36 TRIWULAN II 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.35 TRIWULAN I 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.34 TRIWULAN IV 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.33 TRIWULAN III 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.26 TRIWULAN IV 1983/1984 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.15 & 16 JULI & OKTOBER 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.13 & 14 JANUARI & APRIL 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.11 & 12 JULI & OKTOBER 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.10 APRIL 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.9 JANUARI 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.8 OKTOBER 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.7 JULI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.5 JANUARI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.4 OKTOBER 1976 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.3 JULI 1976 More Issue