Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Radiasi Gamma Terhadap Sifat Mekanik UHMWPE Untuk Tibial Tray Sukaryo, Sulistioso Giat; Arifin, Nurul Laili; Sudaryo, Sudaryo; Sudirman, Sudirman
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 34 No. 2 Oktober 2012
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1648.767 KB)

Abstract

Dalam ortopedi UHMWPE sering digunakan sebagai bantalan materi (tibial tray) pada sendi lutut buatan. Namun dalam penggunaannya, keausan bahan UHMWPE merupakan salah satu faktor utama yang memperpendek umur pakai sendi lutut buatan sehingga diperlukan metode untuk meningkatkan sifat mekanik UHMWPE. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh radiasi sinar gamma terhadap sifat mekanik dan tingkat keausan dari UHMWPE sehingga dapat memenuhi kualifikasi bahan baku pembuatan tibial tray serta mengetahui dosis optimum yang diperlukan UHMWPE agar diperoleh bahan yang tahan terhadap keausan dan memiliki sifat mekanik yang lebih baik. Pembuatan tibial tray dilakukan dengan metode molding pressure dengan radiasi gamma. Pembuatan film UHMWPE dilakukan dengan hot press pada 170 °C selama 3 menit dan tekanan 200 kg/cm2. Kemudian film tersebut dipanaskan ke dalam furnace pada 128 oC selama 100 menit dan diradiasi dengan irradiator karet alam (IRKA) pada dosis 0 kGy, 50 kGy, 100 kGy, 125 kGy dan 150 kGy. Berdasarkan hasil karakterisasi sifat tibial tray dengan XRD, FT-IR, alat uji tarik, alat uji kekerasan, dan alat uji keausan, dapat disimpulkan bahwa efek radiasi terhadap polimer UHMWPE adalah terbentuknya ikatan silang dan degradasi bahan. Sehingga, semakin tinggi dosis radiasi dihasilkan sifat bahan yang semakin keras serta tahan terhadap aus. Selain itu, dapat diketahui bahwa dosis 100 kGy merupakandosis optimal untuk meningkatkan sifat mekanik bahan. 
Pengaruh Radiasi Gamma Terhadap Sifat Mekanik UHMWPE Untuk Tibial Tray Sulistioso Giat Sukaryo; Nurul Laili Arifin; Sudaryo Sudaryo; Sudirman Sudirman
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 34 No. 2 Oktober 2012
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v34i2.1863

Abstract

Dalam ortopedi UHMWPE sering digunakan sebagai bantalan materi (tibial tray) pada sendi lutut buatan. Namun dalam penggunaannya, keausan bahan UHMWPE merupakan salah satu faktor utama yang memperpendek umur pakai sendi lutut buatan sehingga diperlukan metode untuk meningkatkan sifat mekanik UHMWPE. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh radiasi sinar gamma terhadap sifat mekanik dan tingkat keausan dari UHMWPE sehingga dapat memenuhi kualifikasi bahan baku pembuatan tibial tray serta mengetahui dosis optimum yang diperlukan UHMWPE agar diperoleh bahan yang tahan terhadap keausan dan memiliki sifat mekanik yang lebih baik. Pembuatan tibial tray dilakukan dengan metode molding pressure dengan radiasi gamma. Pembuatan film UHMWPE dilakukan dengan hot press pada 170 °C selama 3 menit dan tekanan 200 kg/cm2. Kemudian film tersebut dipanaskan ke dalam furnace pada 128 oC selama 100 menit dan diradiasi dengan irradiator karet alam (IRKA) pada dosis 0 kGy, 50 kGy, 100 kGy, 125 kGy dan 150 kGy. Berdasarkan hasil karakterisasi sifat tibial tray dengan XRD, FT-IR, alat uji tarik, alat uji kekerasan, dan alat uji keausan, dapat disimpulkan bahwa efek radiasi terhadap polimer UHMWPE adalah terbentuknya ikatan silang dan degradasi bahan. Sehingga, semakin tinggi dosis radiasi dihasilkan sifat bahan yang semakin keras serta tahan terhadap aus. Selain itu, dapat diketahui bahwa dosis 100 kGy merupakandosis optimal untuk meningkatkan sifat mekanik bahan. 
Pengaruh Radiasi Gamma Terhadap Sifat Mekanik UHMWPE Untuk Tibial Tray Sulistioso Giat Sukaryo; Nurul Laili Arifin; Sudaryo Sudaryo; Sudirman Sudirman
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 34 No. 2 Oktober 2012
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1648.767 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v34i2.1863

Abstract

Dalam ortopedi UHMWPE sering digunakan sebagai bantalan materi (tibial tray) pada sendi lutut buatan. Namun dalam penggunaannya, keausan bahan UHMWPE merupakan salah satu faktor utama yang memperpendek umur pakai sendi lutut buatan sehingga diperlukan metode untuk meningkatkan sifat mekanik UHMWPE. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh radiasi sinar gamma terhadap sifat mekanik dan tingkat keausan dari UHMWPE sehingga dapat memenuhi kualifikasi bahan baku pembuatan tibial tray serta mengetahui dosis optimum yang diperlukan UHMWPE agar diperoleh bahan yang tahan terhadap keausan dan memiliki sifat mekanik yang lebih baik. Pembuatan tibial tray dilakukan dengan metode molding pressure dengan radiasi gamma. Pembuatan film UHMWPE dilakukan dengan hot press pada 170 °C selama 3 menit dan tekanan 200 kg/cm2. Kemudian film tersebut dipanaskan ke dalam furnace pada 128 oC selama 100 menit dan diradiasi dengan irradiator karet alam (IRKA) pada dosis 0 kGy, 50 kGy, 100 kGy, 125 kGy dan 150 kGy. Berdasarkan hasil karakterisasi sifat tibial tray dengan XRD, FT-IR, alat uji tarik, alat uji kekerasan, dan alat uji keausan, dapat disimpulkan bahwa efek radiasi terhadap polimer UHMWPE adalah terbentuknya ikatan silang dan degradasi bahan. Sehingga, semakin tinggi dosis radiasi dihasilkan sifat bahan yang semakin keras serta tahan terhadap aus. Selain itu, dapat diketahui bahwa dosis 100 kGy merupakandosis optimal untuk meningkatkan sifat mekanik bahan. 
Kinerja Mesin Pengupas Serabut Kelapa Politeknik Negeri Batam ditinjau dari Persepsi Pengguna Nurul Laili Arifin; Muhammad Hasan Albana; Jumadi Jumadi
JURNAL INTEGRASI Vol 8 No 1 (2016): Jurnal Integrasi - April 2016
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin pengupas serabut kelapa dibuat dengan tujuan untuk memudahkan pekerjaan manusia dalam mengupas serabut kelapa. Disebabkan tujuan utama dari dibuatnya mesin pengupas serabut ini adalah untuk dimanfaatkan oleh masyarakat maka persepsi dari pengguna perlu diteliti dalam hal kinerja dari mesin pengupas serabut kelapa tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menganalisis data kuesioner yang diberikan pada responden. Sebelum mengisi kuesioner, responden mengoperasikan mesin pengupas serabut kelapa terlebih dahulu kemudian memberikan penilaian terhadap kinerja mesin tersebut. Berdasarkan hasil interpretasi dalam pengukuran skala likert diketahui bahwa persepsi responden yang terdiri dari unsur dosen, laboran dan mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Batam batam terhadap kinerja dari mesin pengupas serabut kelapa tersebut adalah negatif dengan skor interpretasi 58% yang termasuk dalam katagori cukup.
Analisis Pengaruh Heart Rate Variability Dalam Penggunaan Welding Simulator Terhadap Performance Welder Nurul Laili Arifin; Fedia Restu
JURNAL INTEGRASI Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Integrasi - April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/ji.v10i1.693

Abstract

VIMS (Visual Induced Motion Sickness) yang dialami oleh operator alat welding simulator dapat diukur menggunakan HRV (Heart Rate Variability) sebagai penilaian objektif dan SSQ (Simulator Sickness Quesioner) sebagai penilaian subjektif. Pengukuran parameter tersebut dapat mengetahui ada atau tidaknya pengaruh manusia terhadap performance operator simulator welding. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mencari hubungan antara pengaruh heart rate variability dalam penggunaan welding simulator terhadap performance welder. Heart Rate diukur selama simulasi kemudian dianalisis lebih lanjut menggunakan software. Pada penilaian HRV, ternyata heart rate berpengaruh secara signifikan terhadap penggunaan alat welding simulator yaitu (F(2,23) = 3.670, p<0.05). Hasil ini menunjukkan bahwa dalam penggunaan welding simulator dalam jangka waktu yang lama akan berpengaruh pada kestabilan heart rate pada welder. Sedangkan, dari segi performance welder, diketahui posisi vertikal memiliki nilai tertinggi dengan skor 1344,35 yang menunjukkan bahwa posisi vertikal adalah posisi yang paling mudah dikuasai dibandingkan dengan posisi flat 1239,96 dan over head 1181,73.
Pengaruh Holding Time Annealing terhadap Perubahan Mikrostruktur Baja Struktur S690QL dan S235JR Ari Wibowo; Hanifah Widiastuti; Nurul Laili Arifin; Nugroho Pratomo Aryanto
JURNAL INTEGRASI Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Integrasi - April 2021
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/ji.v13i1.2881

Abstract

The S690 and S235JR structural steels are widely used in heavy equipment for the main frame structure. In general, the fabrication processes of heavy equipment involve welding processes that could change the mechanical properties of the materials. Therefore, in the fabrication process involving those steels, a heat treatment process is carried out after welding to modify the mechanical properties. The heat treatment process is conducted mainly to eliminate residual stresses and to reduce brittleness through the annealing process. In this study, annealing was carried out on the two steels to observe the effect of the heat treatment process on the hardness and microstructure of the material. The annealing process was conducted at 760 oC, holding time varied at 2, 4, 6, 8 and 10 hours, and a cooling rate of 20 oC/hour. After the annealing process, observations with a metallurgical microscope were done to see the final microstructure, followed by testing material hardness using the Rockwell B method. The test results showed that the annealing holding time affected the phases and grain size as well as the hardness of the steel S690 and S235JR. The largest grain size is formed with a holding time of 10 hours while the lowest hardness is also obtained at a holding time of 10 hours. Annealing holding time also affects the phase change from fine bainite to ferrite with large grains on S690 and reduces the size of pearlite on S235JR. The test results also show that long holding time has the potential to cause a decarburization effect on steel.
Pengendalian Penularan COVID-19 Melalui Penerapan Non Medical Infant Face Shield (Nomifes) Nidia Yuniarsih; Nurul Laili Arifin; Hanifah Widiastuti; Nugroho Pratomo Ariyanto; Nurul Ulfah; Widodo Widodo; Budi Baharudin; Aulia Fajrin; Muhammad Ismail; Nur Fitria Pujo Leksonowati; Domi Kamsyah; James Siregar; Nurman Pamungkas; Sapto Wiratno Satoto; Mufti Fathonah Muvariz
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam
Publisher : Pusat P2M Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/abdimas polibatam.v3i1.2618

Abstract

Personel Protective Equipment (PPE), as prevention to curb COVID-19 transmission which mainly via droplet, is a mandatory protocol as rising COVID-19 confirmed case. Face shield can protect face from droplet exposure. Besides health care professionals, pregnant women and newborn infants are susceptible population to exposure of SARS-CoV-2. Infant under two years is not recommended to use face mask due to breahing difficulty which can lead to mortality. Therefore, face shield is recommended for infant to give protection from virus transmission. As part of community service, Politeknik Negeri Batam produces Non Medical Infant Face Shield for infant and toddler to curb COVID-19 transmission. The program aims at community health centers (Puskesmas) of Batu Aji, Tanjung Uncang, Sekupang, and Kampong Jabi Nongsa. These partners value highly the community service program in terms of simplicity, clear working instruction, comfortability, recurring sterilization, and product quality. Moreover, high demand of face shield in Puskesmas that use face shield more than three times a day, indicates benefit of the community service in providing PPE for medical treatment at Puskesmas
Profile sketch and Profile nesting on Block B10 of a 108 Meters Tanker Ship Using Aveva Marine Software Nidia Yuniarsih; Guruh Maulana Suhendi; Mufti Fathonah Muvariz; Nurul Laili Arifin; Fedia Restu
INOVTEK POLBENG Vol 12, No 1 (2022): INOVTEK VOL.12 NO.1 2022
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v12i1.2470

Abstract

Profile sketch dan profile nesting merupakan solusi yang ditawarkan sebagai referensi dari proses pemotongan dan pemasangan profil.  Profile sketch dan profile nesting  juga digunakan untuk mengetahui detail dari profil yang akan diproduksi, baik jumlah profil, posisi penempatan profil, hingga jumlah pelat yang dibutuhkan untuk proses pemotongan..  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan  profile sketch dan profile nesting dan jumlah keseluruhan profil dari Blok B10 kapal Tanker. Dari hasil pembuatan profile sketch dan profile nesting, didapatkan jumlah profil sebanyak 369 buah. Dengan jumlah profil FB 47 buah dan profil HP 322 buah. Dari jumlah ini dapat diestimasikan jumlah profil yang kemudian digunakan dalam pembelian pelat oleh pihak industri.
Inspeksi Hasil Sambungan Pengelasan SMAW pada Pembuatan Frame Acid Skid dengan Metode Liquid Penetrant Testing Parlin Jhony Haposan Siagian; Nurul Laili Arifin; Nurul Ulfah; Hanifah Widiastuti
Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA) - June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jatra.v4i1.4014

Abstract

In this era of globalisation, many industrial companies have been built, especially in the chemical field. Chemical industry companies need a tank to store chemicals production result with a framework design that is nice and strong and can be moved easily. The material used is the type of carbon steel (S275JR) using the SMAW welding process at 6G welding position with intermediate currents in 59 A-134A. The type of joint for the frame is butt-joint, fillet joint and lap joint. In order to guarantee the quality of the welding results, the material will be tested in Non-Destructive Testing with the Inspection method using liquid penetrant, the penetrant method is solvent removable with visible sensitivity at a light level intensity of 1000 lux. The welding results are determined based on acceptance criteria in AWS with ASME as a critical reference. If there no defects or discontinuities like liniear and rounded were found in section of pad eye and base frame, then all welding results will be accepted.
Pembangunan Bilik Pelindung Mesin Pembangkit Listrik di Kelurahan Rempang Cate Naufal A Prasetyo; Abulija Maskarai; Ari Wibowo; Asrafi Asrafi; Fedia Restu; Ihsan Saputra; James Siregar; Muhammad Ismail; Nurul Laili Arifin; Nurman Pamungkas; Yogantara Yogantara; Widodo Widodo
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam
Publisher : Pusat P2M Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/abdimaspolibatam.v4i1.3595

Abstract

Peningkatan pertumbuhan penduduk, berkaitan erat dengan terjadinya kepadatan penduduk yang mempengaruhi aktifitas, perkembangan dalam segi ekonomi, sosial, dan pengembangan fasilitas umum, sehingga tingkat kebutuhan air bersih akan meningkat pula. Namun pada kenyataannya kualitas dan kuantitas sumber air berbanding terbalik dengan peningkatan pertumbuhan penduduk, khususnya di daerah pedesaan. Keadaan di lapangan telah menunjukkan bahwa ada banyak daerah di pedesaan yang mengalami kesulitan penyediaan air, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun untuk kegiatan umum. Solusi untuk mengatasi keadaan tersebut dapat memanfaatkan pemakaian pompa air baik yang digerakkan oleh tenaga listrik maupun oleh tenaga surya telah lama dikenal oleh masyarakat desa, tetapi masih banyak masyarakat pedesaan yang belum memilikinya. Salah satu penyebabnya adalah terbatas aliran listrik seperti di Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Kota Batam. Sebagai solusi untuk hal tersebut, dapat digunakan pompa berbasis teknologi water lifting dengan tenaga listrik dari mesin pembangkit portabel. Pada sisi lain, komponen mesin perlu adanya perlindungan dari cuaca. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa rumah mesin berbahan sheet metal yang dapat melindungan mesin sehingga dapat bekerja dengan baik.
Co-Authors Abulija Maskarai Adhe Aryswan Adi Syahputra Purba Adicita, Yosef Annisa Fyona Ari Wibowo Ari Wibowo Ari Wibowo Arif Wahyu Budiarto Asrafi Asrafi Aulia Fajrin Baharudin, Budi Batubara, Ninda Hardina Budi Baharudin Budiman Budiman Butar Butar, Hendra Butar, Hendra Butar Cahyo Budi Nugroho Dewi, Ifti Luthviana Domi Kamsyah Emma Savitri Fajrin, Aulia Fauzun Atabiq Fedia Restu Guruh Maulana Suhendi Hanifah Widiastuti Hendra Saputra Ihsan Saputra Ikram Akrabi Indah, Anjar Irawan, Benny Haddli Irwanto Zarma Putra James Siregar Jumadi Jumadi Kartika Kartika Kristianto, Fesa Putra Lalu Giat Juangsa Putra Mega Gemala Meida Perwira Antartika Meilani Mandhalena Manurung Mohamad Alif Dzulfiqar Mufti Fathonah Muvariz Muhammad Andi Nova Muhammad Hasan Albana Muhammad Ismail Muhammad Ismail Muhammad Nurhidayat Muhammad Syafei Gozali Mutiarani Mutiarani Naufal A Prasetyo Nidia Yuniarsih Ningsih, Tiwi Gustria Nisrina Afifah Novianti Nugroho Pratomo Ariyanto Nugroho Pratomo Aryanto Nur Fitria Pujo Leksonowati Nurman Pamungkas Nurul Ulfah Nurul Ulfah Parlin Jhony Haposan Siagian Putra, Rama Dani Eka Rafi Julio Putra Rahman Hakim Rahman, Muhammad Noval Rivaldo Rimo Rizky Pratama Hudhajanto Rosbandrio, Wowo Roza Puspita Rusdwinanto, Chandra Defta Saiful Akhyar Lubis Sapto Wiratno Satoto Sembiring, Nikolas Setiawan, Oki Siregar, James Sitorus, Mido Ester Sriyanto Sriyanto Sudaryo Sudaryo Sudaryo Sudaryo Sudirman Sudirman Sulistioso Giat Sukaryo Sulistioso Giat Sukaryo, Sulistioso Giat Sumarno . Tian Havwini Widodo Widodo Widodo Widodo Windy Stefani Wowo Rossbandrio Yogantara Yogantara