cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal_kimiakemasan@yahoo.com
Phone
+6281806885732
Journal Mail Official
jurnal_kimiakemasan@yahoo.com
Editorial Address
Balai Besar Kimia dan Kemasan, Kementerian Perindustrian Jl. Balai Kimia No.1, Pekayon, Pasar Rebo Jakarta Timur 13710 Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kimia dan Kemasan
ISSN : 2088026X     EISSN : 25499424     DOI : http://dx.doi.org/10.24817
Jurnal Kimia dan Kemasan (JKK) publishes original research article related to Applied chemistry including natural product (essential oils, palm oil derivative, natural dye), biopolymer, chemical synthesis, and problems of chemical processes and apparatus; and also packaging material and technology.
Articles 410 Documents
Fotodegradasi Fenol Dengan Katalis TiO2 P25 Berpenyangga Batu Apung Agung Sri Hendarsa; Jessica Tanuwijaya; Catur Nitya V.N.; Heri Hermansyah; Slamet Slamet
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 35 No. 1 April 2013
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v35i1.1872

Abstract

Modifikasi fotokatalis TiO2 dengan batu apung sebagai penyangga untuk mendegradasi senyawa fenol telah dilakukan. Batu apung yang sudah mengalami perlakuan awal dilapisi oleh sol TiO2, yang berasal dari prekursor TiO2 P25, dengan menggunakan metode dip coating. Komposit TiO2-batu apung tersebut dikarakterisasi dengan SEM-EDS dan BET, kemudian diaplikasikan untuk mendegradasi fenol dengan menggunakan reaktor batch yang dilengkapi oleh lampu merkuri 250 W. Konsentrasi fenol dianalisis dengan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa penambahan udara pada sistem reaksi dapat meningkatkan kinerja katalis komposit. Pengaruh tersebut lebih nyata pada komposit dengan loading TiO2 rendah (2,5%) yang mencapai sekitar 5 kali lipat. Pada katalis 2,5%TiO2-batu apung, laju alir udara optimal dicapai pada 100 ml/menit, dengan tingkat degradasi terhadap 10 ppm fenol mencapai 100% selama 2,5 jam. Sementara itu pada katalis 25%TiO2-batu apung, waktu yang dibutuhkan untuk degradasi fenol sampai batas baku mutu (0,5 ppm) pada konsentrasi awal fenol 10 ppm, 50 ppm, 100 ppm, dan 1000 ppm masing- masing adalah 3 jam; 5,7 jam; 6,9 jam; dan 16,9 jam. 
Modifikasi Atmosfir Dalam Pengemasan Untuk Daging Segar Triyanto Hadisoemarto
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 1 JUNI 2001
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4785

Abstract

Modified Atmosphere Packaging (MAP) is the enclosure of meat in high gas barrier materials, in which the gaseous environment has been changed especially to maintain the colour of meat and reduce microbiological growth - with the intent of extending shelf life.MAP which has been applied commercially to fresh meat may be devided into two basic techniques, high oxygen MAP and low oxygen MAP. The shelf life and safety of fresh meat in this packaging method is influenced by a number of factors, namely the nature of meat, the gaseous environment inside the package, the nature of the package, the storage temperature, and the packaging process and machinery. 
Karakteristik Mineral Lokal sebagai Katalis Pada Sintesis Poligliserol Banyak Cabang (Hyperbranched Polyglycerol) Dwinna Rahmi; Retno Yunilawati; Arief Riyanto; Chicha Nuraeni
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 39 No. 2 Oktober 2017
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v39i2.3347

Abstract

Poligliserol banyak cabang (Hyperbranched Polyglycerol /HPG) mempunyai struktur unik dan kaya gugus hidroksi sehingga berpotensi untuk diaplikasikan di berbagai bidang. Dalam pembuatan HPG, katalis mempunyai peranan penting dalam pembentukan strukturnya. Mineral dalam bentuk oksida sudah umum digunakan sebagai katalis pada proses kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan mineral lokal yaitu kapur tohor dan dolomit sebagai katalis pada pembuatan HPG. Batuan kapur dan dolomit dipanaskan terlebih dahulu untuk membentuk CaO dan MgO. Pemanasan batuan kapur pada suhu 900 °C sudah menghasilkan CaO dan CaCO3, sedangkan pemanasan dolomit pada suhu 750 °C menghasilkan MgO dan CaCO3. Proses polimerisasi dilakukan pada suhu 250 °C dan waktu proses 5 jam. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan kapur tohor sebagai katalis menghasilkan HPG dengan cabang yang lebih banyak dibandingkan jika menggunakan dolomit. Dari spektrum 13C NMR pada pergeseran kimia 72 ppm sampai dengan 73,5 ppm yang diindikasikan sebagai HPG jenis dendritik mengeluarkan 6 puncak bila menggunakan kapur tohor dan mengeluarkan 1 puncak bila menggunakan dolomit. Spektrum 1H NMR pada pergeseran kimia  3 ppm sampai dengan 4 ppm yang diindikasikan sebagai CH-O mengeluarkan 4 puncak bila menggunakan kapur tohor ataupun dolomit. Penambahan waktu proses sampai 20 jam pada proses polimerisasi dengan katalis kapur tohor menghasilkan 5 puncak spektrum 1H NMR. Bertambahnya jumlah puncak menandakan bertambah banyaknya gugus CH-O, selain itu penambahan waktu proses juga menaikkan jumlah gugus fungsi OH yang keluar pada pergeseran kimia 4,4 ppm sampai dengan 4,7 ppm.
SIFAT MEKANIS DAN FISIS BIOPLASTIK DARI LIMBAH KULIT PISANG: PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI PEMLASTIS Aprilina Purbasari; Anissa Ardanti Wulandari; Fikri Mudzakir Marasabessy
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 42 No. 2 Oktober 2020
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v42i2.5872

Abstract

Pada penelitian ini, limbah kulit pisang dimanfaatkan sebagai bahan baku bioplastik dengan variasi jenis dan konsentrasi pemlastis. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap, yaitu tahap awal pembuatan tepung kulit pisang, dilanjutkan dengan tahap pembuatan bioplastik, dan tahap akhir karakterisasi sifat mekanis dan fisis bioplastik yang dihasilkan. Pada pembuatan bioplastik, pemlastis yang digunakan adalah gliserol dan sorbitol dengan konsentrasi masing-masing 30%; 40%; 50%; 60%; dan 70%. Karakterisasi sifat mekanis dan fisis bioplastik meliputi: kuat tarik, perpanjangan putus, ketebalan, permeasi uap air, biodegradabilitas, dan mikrostruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi pemlastis baik gliserol maupun sorbitol dapat menurunkan kuat tarik serta meningkatkan perpanjangan putus, ketebalan, permeasi uap air, dan biodegradabilitas pada bioplastik yang dihasilkan. Berdasarkan uji mikrostruktur, bioplastik dengan pemlastis gliserol dan pemlastis sorbitol memiliki struktur yang relatif sama. Kondisi optimum pembuatan bioplastik dari tepung kulit pisang baik dengan pemlastis gliserol maupun sorbitol adalah pada konsentrasi pemlastis 40% dengan kuat tarik masing-masing 8,07 MPa dan 8,32 MPa; perpanjangan putus 27,22% dan 23,78%; ketebalan 0,1 mm dan 0,2 mm; permeasi uap air 0,00024 g/m2.s.kPa dan 0,00025 g/m2.s.kPa; dan kehilangan massa pada uji degradabilitas selama 4 minggu sebesar 25,45% dan 21,73%. 
Pengurangan Kadar Racun Pada Pembuangan Pestisida Rusak Rofienda Rofienda; sri pudji Rahayu
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 3 DESEMBER 1996
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5076

Abstract

Unused pesticide either damage pesticide from long term storage or unppropiate storage, it will be a big problem especially when it be disposed, because it will destroy the environment. For that reason, research on detoxification of damage pesticides with active ingredient monocrotophos, chlorpyriphos and profenophos using 10 % and 25 % concentration of sodium hidroxide (NaOH) and 10, 20 and 30 % concentration of lime were conducted.The result of the experiment showed that NaOH with 25 % concentration can decrease the concentration of monocrotophos, chlorpyripos and proferophos 77,5 %, 53,3 % and 91,8 % respectively. While 30 % concentration of lime decreased the concentration of monocrotophos, chlorpyripos and profenopos as 84,2 %; 46 % and 80,8 % respectively. Using of 25 % NaOH gave a better result compared then using 30 % of lime. However, from the economical point of view, lime was better.
Pengaruh Suhu Pengukusan Pada Pengepresan Biji Bunga Matahari Terhadap Rendemen Dan Mutu Minyak Yang dihasilkan (Bagian Pertama) Anang Lukmana
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.10 APRIL 1978
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4891

Abstract

The effect of steaming temperatures of husked sunflower seed on the yield and quality of the oil have been studied using a Iocal varaety "Rembang". The oil was extracted by pressing at 18,00 psi for 10 minutes. The results show that higher steaming temperatures increased the peroxide number, saponfication number and free fatty acid, and decreased the moisture content. The steaming temperature of 95° C produced the optimurn yield and quality.
Pengaruh Waktu Reaksi dan Suhu Pada Proses Ozonasi Terhadap Penurunan Warna, COD dan BOD Air Limbah Industri Tekstil Emmy Ratnawati
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 33 No. 1 April 2011
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v33i1.1836

Abstract

Air limbah industri tekstil pada umumnya bersifat alkali, berbau, berwarna, panas dan mempunyai TSS, BOD dan COD yang tinggi. Oleh karena itu selain berwarna, air limbah industri tekstil mengandung bahan-bahan organik dan logam berat yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Proses ozonasi merupakan metode alternatif untuk mengolah lair limbah industri tekstil terutama untuk menghilangkan warna dasar biru, hitam dan merah yang dengan pengolahan secara kimia dan biologi tidak maksimal dapat dihilangkan. Penelitian dengan proses ozonasi pada air limbah industri tekstil telah dilakukan dengan menggunakan alat ozon generator atau pembangkit ozon dengan sistem corona discharge, flowrate (jumlah aliran sumber gas O2) yang optimal sebesar 3 liter/menit, variabel suhu 30oC, 40oC, 50oC, 60oC, 70oC dan 80oC dengan variabel waktu proses 0 menit, 15 menit, 30 menit, 45 menit dan 60 menit. Kondisi optimum proses ozonasi dicapai pada variabel suhu 50oC dan waktu proses 60 menit dengan hasil uji effluent untuk warna, dapat diturunkan dari 5640 mg/L PtCo menjadi 332 mg/L PtCo atau efisiensi sebesar 94,1%. Selain dapat menghilangkan warna, proses ozonasi dapat menurunkan nilai COD dan BOD air limbah dengan nilai COD dari 780 mg/L menjadi 210 mg/L atau penurunan (removal) sebesar 73,1% dan BOD dari 410 mg/L menjadi 108 mg/L atau penurunan (removal) sebesar 73,6%. Nilai ini masih diatas Baku Mutu Air Limbah yaitu COD 100 mg/L dan BOD 75 mg/L. 
Dampak Negatif Pencemaran Nitrogen Dioksida, Usaha Pencegahan Dan Penanggulangannya Rofienda Rofienda
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 1 APRIL 2004
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4706

Abstract

Nitrogen dioksida (N02) merupakan salah satu polutan udara apabila jumlahnya melewati nilai ambang batas yang ditetapkan. Dalam bentuk polutan, gas N02 akan merusak lingkungan karena rnerupakan salah satu komponen penyebab hujan asam yang akan berakibat pada kerusakanbangunan, keasaman tanah dan lain-lain. Selain itu gas N02 juga berfungsi sebagai perintis jalan pada pembentukan ozon yang merupakan polutan udara yang lain. Pada manusia gas N02 dalam konsentrasi tertentu dapat menyebabkan infeksi paru-paru dan saluran pernafasan.Pencegahan dan penanggulangan polutan N02 ini dapat dilakukan beberapa cara, yaitu dengan menggunakan catalitic converter pada kendaraan, memodifikasi sistem dan proses pembakaran, melakukan proses denitrifikasi pada industri dan menggunakan exhaust fan pada ruangan yang berpotensi menghasilkan N02
Pengaruh pH, Konsentrasi Biosorben, dan Waktu Reaksi terhadap Penurunan Logam Berat Pb dengan Memanfaatkan Limbah Industri Bir dalam Bentuk Pelet sebagai Biosorben Emmy Ratnawati
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 32 No. 2 Oktober 2010
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v32i2.2733

Abstract

Proses biosorpsi dapat dilakukan dengan menggunakan mikroorganisme seperti bakteri, khamir (yeast), dan algae sebagai biosorben. Pada skala industri, biaya pengadaan biomassa mikroorganisme ini secara ekonomi kurang menguntungkan, oleh karena itu limbah biomassa seperti limbah hasil samping fermentasi dari industri bir dapat dimanfaatkan karena harganya murah dan keberadaannya melimpah. Saccharomyces cerevisiae digunakan sebagai ragi dalam pembuatan bir, sehingga dalam limbah yang dihasilkan dari produk samping proses fermentasi bir juga mengandung Saccharomyces cerevisiae. Dalam penelitian ini sludge dari limbah bir dikeringkan dan dibuat pelet, kemudian diaplikasikan sebagai biosorben pada limbah cair sintetis yang mengandung logam berat Pb dengan konsentrasi 10 mg/L dan diteliti pengaruh pH, konsentrasi biosorben dan waktu reaksi terhadap penurunan konsentrasi logam berat Pb tersebut. Rendemen pelet dari limbah bir yang diperoleh adalah sebesar 24 g pelet per liter limbah bir dengan kadar air 9 %. Dari hasil penelitian untuk penentuan kondisi optimum biosorpsi dengan variabel pH, berat (konsentrasi) biosorben dan waktu kontak diperoleh hasil optimum pada pH 9, berat biosorben 0,5 g/500 mL limbah dan waktu kontak 0,5 jam. Dengan kondisi optimum ini dapat menurunkan konsentrasi logam Pb yaitu konsentrasi awal sebesar 10 mg/L menjadi 0,27 mg/L atau pengurangan sebesar 97,3 %. Bila kondisi optimum ini diaplikasikan pada pengolahan limbah di industri dengan proses biosorpsi, maka konsentrasi Pb dalam limbah dapat diturunkan dan memenuhi baku mutu limbah cair (sebesar 0,30 mg/L). 
Pembuatan Komposit Akrilamida-g-Bagas Sebagai Absorben Menggunakan Radiasi Berkas Elektron Akhmad Rasyid Syahputra; Darsono Darsono
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 36 No. 1 April 2014
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v36i1.1900

Abstract

Salah satu limbah padat dari pabrik gula adalah bagas. Sisa penggilingan gula merupakan bagas yang cukup besar sehingga diperlukan proses lebih lanjut agar limbah tersebut tidak merusak lingkungan. Tujuan studi ini adalah membuat absorben dari limbah bagas dan mengamati perubahan sifat fisik dan kimianya. Pembuatan absorben dilakukan dengan menggunakan radiasi mesin berkas elektron. Proses iradiasi dilakukan dengan variasi dosis 15kGy, 30 kGy, 45 kGy dan 60 kGy. Sifat fisik absorben dapat diamati dengan menggunakan hasil persentase fraksi gel. Sifat kimia absorben diamati dari perbedaan spektrum infra merahnya pada saat sebelum dan sesudah ditambahkan monomer. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dosis radiasi yang semakin tinggi pada absorben akan meningkatkan sifat fisik (persentase fraksi gel). Analisis menggunakan spektra Fourier Transform Infra Red (FTIR) menunjukan perbedaan puncak-puncak serapan bagas sebelum dan sesudah ditambahkan monomer. Spektrum Differential Scanning Calorymetry (DSC) komposit hasil iradiasi menunjukkan bahwa iradiasi menyebabkan perubahan titik lebur. 

Filter by Year

1976 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 43 No. 2 Oktober 2021 Vol. 43 No. 1 April 2021 Vol. 42 No. 2 Oktober 2020 Vol. 42 No. 1 April 2020 Vol. 41 No. 2 Oktober 2019 Vol. 41 No. 1 April 2019 Vol. 40 No. 2 Oktober 2018 Vol. 40 No. 1 April 2018 Vol. 39 No. 2 Oktober 2017 Vol. 39 No. 1 April 2017 Vol. 38 No. 2 Oktober 2016 Vol. 38 No. 1 April 2016 Vol. 37 No. 2 Oktober 2015 Vol. 37 No. 1 April 2015 Vol. 36 No. 2 Oktober 2014 Vol. 36 No. 1 April 2014 Vol. 35 No. 2 Oktober 2013 Vol. 35 No. 1 April 2013 Vol. 34 No. 2 Oktober 2012 Vol. 34 No. 1 April 2012 Vol. 33 No. 2 Oktober 2011 Vol. 33 No. 1 April 2011 Vol. 32 No. 2 Oktober 2010 Vol. 32 No. 1 April 2010 BULLETIN PENELITIAN VOL. 28 NO. 1 APRIL 2006 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 1 APRIL 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 2 DESEMBER 2004 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 1 APRIL 2004 Bulletin Penelitian Vol. 25 No. 3 Desember 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 2 AGUSTUS 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 1 APRIL 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 2 DESEMBER 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 1 JUNI 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 2 DESEMBER 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 1 JUNI 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 2 DESEMBER 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 1 JUNI 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 3 DESEMBER 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 2 AGUSTUS 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 1 APRIL 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 3 DESEMBER 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 2 AGUSTUS 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 1 APRIL 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 3 DESEMBER 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 2 AGUSTUS 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 1 APRIL 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 3 DESEMBER 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 2 AGUSTUS 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 1 APRIL 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 4 DESEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 3 SEPTEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XV NO. 46 Maret 1991 BULLETIN PENELITIAN NO.45 TRIWULAN III 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.44 TRIWULAN II 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.43 TRIWULAN I 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.38 TRIWULAN IV 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.36 TRIWULAN II 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.35 TRIWULAN I 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.34 TRIWULAN IV 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.33 TRIWULAN III 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.26 TRIWULAN IV 1983/1984 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.15 & 16 JULI & OKTOBER 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.13 & 14 JANUARI & APRIL 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.11 & 12 JULI & OKTOBER 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.10 APRIL 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.9 JANUARI 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.8 OKTOBER 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.7 JULI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.5 JANUARI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.4 OKTOBER 1976 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.3 JULI 1976 More Issue