cover
Contact Name
Hendramawat Aski Safarizki
Contact Email
hendra.mawat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hendra.mawat@gmail.com
Editorial Address
Jl. Letjend Sujono Humardani No.1, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57521
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Komunikasi Dunia Ilmu Sipil (MoDuluS)
ISSN : 27149021     EISSN : 27149013     DOI : -
Core Subject : Engineering,
MoDuluS: Media Komunikasi Dunia Ilmu Sipil merupakan jurnal ilmiah nasional yang dikelola oleh Universitas Veteran Bangun Nusantara. Jurnal ini memiliki scope kajian bidang ilmu sipil atau teknik sipil. MoDuluS terbit berkala 6 bulanan, atau 2 kali dalam setahun, yakni Juni dan Desember.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2020)" : 5 Documents clear
Analisis Kinerja Pelayanan Stasiun Solo Balapan dalam Transportasi Tatanan Baru (New Normal) Rizky Dwi Cahyanto
MoDuluS: Media Komunikasi Dunia Ilmu Sipil Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/modulus.v2i2.1470

Abstract

Stasiun Solo Balapan yang berada di area Karisidenan Surakarta, termasuk stasiun solo balapan dengan tipe A  yang sudah memenuhi standar yang berlaku menurut PM. 48 Tahun 2015. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja pelayanan dan fasilitas yang dianggap penting dalam menentukan kepuasan para penumpang dan pengguna fasilitas di Stasiun Balapan Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No. 48Tahun 2015. Hasil pengujian menunjukkan bahwa hasil uji validitas 30 pertanyaan lebih besardari nilai tabel Product Moment Pearson untuk 100 sampel dengan taraf kesalahan 5% yaitu sebesar 0,1946, sehingga data kuisioner dapat dikategorikan valid. Hasil pengujian Data Realibilitas yang diperoleh menunjukkan bahwa koefisien alpha (Cronbach’s Alpha) kuisioner sebesar 0,743. Hal ini dapat dikategorikan bahwa kuisioner tersebut memiliki reliabilitas yang tinggi karna Cronbach's Alpha (0,743) lebih tinggi dari rtabel (0,1946). Dari hasil analisis kinerja pelayanan yang mengacupada PM. 48 Tahun 2015, dibuktikan dari banyaknya kinerja pelayanan stasiun solo balapan yang telah memenuhi standar. Dari hasil 6 jenis pelayanan yang terdiri dari 19 butir pertanyaan yang telah memenuhi keteria dengan skor antara 1-4 dengan keteria berdasar kansekala liket. Berdasarkan hasil olah data dari 17 pertanyaan dengan skor nilai 4 atau sangat baik dan 2 pertanyaan lainnya dengan skor nilai 3 baik. Dari hasil analisis penelitian yang telah dilaksanakan mendapatkan kesimpulan bahwa kepuasan penumpang terhadap fasilitas yang diberikan oleh Stasiun Solo Balapan dengan skala rata-rata sebesar 3-4 yang berartikinerjanyasudahbaik. Hasil uji reliabilitas menunjukan nilai Cronbach’sAlpha 0,743. Sehingga dinyakan reliabilitas tinggi, derajat hubungan hasil uji korelasi yaitu 0,963 sehingga bias disimpulkan bahwa hubngan antara variable x dan y korelasinya sempurna.
Analisis Perkerasan Kaku Metode AASHTO 1993 Dan Metode AUSTROADS 2012 Terhadap Keekonomisan Biaya Muhammad Abi Hartono; Eva Azhra Latifa
MoDuluS: Media Komunikasi Dunia Ilmu Sipil Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/modulus.v2i2.1473

Abstract

Terdapat banyak metode dalam mendesain tebal perkerasan kaku, diantaranya metode AASHTO 1993 dan metode AUSTROADS 2012. Pemilihan metode perencanaan yang tepat untuk suatu pekerjaan mempunyai peranan penting terkait dengan indikator keberhasilan suatu proyek dalam hal ini konstruksi perkerasan kaku yang memenuhi syarat teknis dan biaya yang ekonomis. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk membandingkan tebal pelat beton dan biaya yang diperlukan konstruksi perkerasan kaku dengan lapisan tanah dasar yang diberi perkuatan dengan penambahan semen dibandingkan dengan lapisan tanah dasar yang diberi lapisan geotekstil. Tujuan penelitian ini adalah : menetukan tebal perkerasan kaku dan memilih biaya yang lebih ekonomis. Tebal pelat beton menggunakan metode AASHTO 1993 dan Austroad 2012 dihitung serta dianalisis biaya yang paling ekonomis dari kombinasi tanah dasar, pondasi atas, serta struktur plat beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apabila menggunakan metode AASHTO 1993 menghasilkan tebal lean concrete 10 cm dan ketebalan pelat beton 27 cm. Sedangkan untuk metode AUSTROADS 2012 menghasilkan tebal lean concrete 10 cm dan ketebalan pelat beton 21 cm. Biaya yang paling murah didapatkan dari kombinasi (Perkerasan AUSTROAD, Tanah Stabilisasi, dan Pondasi Bawah) memerlukan biaya sebesar  Rp.71,394,879,243
Optimalisasi Pemakaian Waste Material Pada Beton Terhadap Kondisi Normal Beton Perbandingan Agung Kristiawan; Slamet Budirahardjo; Putri Anggi Permata Suwandi
MoDuluS: Media Komunikasi Dunia Ilmu Sipil Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/modulus.v2i2.1475

Abstract

Material merupakan salah satu komponen penting dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi dan pemakaiannya harus dikontrol dengan baik sehingga tidak banyak sisa-sisa material yang terbuang dan menumpuk. Untuk minimalisasi sisa material akan menguntungkan  pihak kontraktor dan bisa mengurangi dampak lingkungan. Sisa material konstruksi banyak sekali jenisnya seperti sisa material bata, pasir, split, begesting, dll. Pada pekerjaan plesteran membutuhkan pasir yang sudah diayak sesuai saringan yang dibutuhkan dan akan didapatkan sisa material ayakan pasir yang berbentuk kerikil. Sisa material kerikil dari ayakan pasir apabila tidak digunakan akan menumpuk dan dapat mengganggu pada penempatan material lain apabila lahannya tidak cukup luas. Sisa kerikil dari ayakan pasir tersebut dapat dipakai sebagai agregat kasar pada campuran beton sehingga sisa material tersebut dapat dioptimalkan lagi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik beton dengan mengoptimalisasikan sisa material, dalam hal ini kerikil sisa ayakan pasir sebagai pengganti agregat kasar campuran beton perbandingan 1 PC : 2 PS : 3 KR dengan variasi pengaruh material sisa ayakan pasir terhadap agregat normal beton sebesar 10%, 15%, 20%, 25%, 30%. Dari hasil uji laboratorium, karakteristik umum kuat tekan beton perbandingan 1 PC : 2 PS : 3 KR dengan agregat kasar memakai kerikil sisa ayakan pasir menunjukkan bahwa semakin besar persentase substitusi batu pecah dengan grosok maka kuat tekannya semakin turun. Karakteristik Kuat Tekan Kubus Beton Penambahan Portland Cement (PC) dengan Substitusi Grosok 5% cukup dipengaruhi oleh besarnya penambahan PC, semakin besar persentase penambahan  PC maka kuat tekannya semakin besar.
Pengaruh Penambahan Sampah Organik, Bioaktivator dan Fases Hewan Pada Lubang Resapan Biopori (LRB) Terhadap Infiltrasi dan Permeabilitas Tanah Yayu Sri Wahyuni; Cilda Thesisa Ilmawan Dzinnur; Satria Agung Wibawa
MoDuluS: Media Komunikasi Dunia Ilmu Sipil Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/modulus.v2i2.1472

Abstract

Dengan berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di daerah perkotaan, maka teknologi Lubang Resapan Biopori (LRB) merupakan salah satu teknologi alternatif eco drainage yang dapat diterapkan untuk menanggulangi banjir, membantu mengurangi kekeringan serta mengurangi beban sampah kota. Selain menggunakan sampah organik sebagai media pengisi Lubang Resapan Biopori (LRB) juga digunakan bahan bioaktivator dan fases hewan sebagai bahan campuran. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh sampah organik, bioaktivator dan fases hewan terhadap infiltrasi pada Lubang Resapan Biopori (LRB) serta untuk mengetahui permeabilitas yang terjadi di sekitar LRB pada minggu ke-4. Dari hasil data pengujian, analisa data dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan bahwa sampah organik, bioaktivator dan fases hewan berpengaruh pada peningkatan infiltrasi. Rata-rata peningkatan infiltrasi pada LRB1 (sampah organik) sebesar 6,831cm/detik, LRB2 (sampah organik+fases hewan) sebesar 6,888 cm/detik, LRB3 (sampah organik+bioaktivator) sebesar 7,175 cm/detik. Sampah organik, fases hewan dan bioaktivator juga secara langsung mampu mempengaruhi permeabilitas tanah di sekeliling LRB walaupun tidak terlalu signifikan. Nilai tertinggi permeabilitas terjadi pada blanko-blanko yang terletak dekat dengan LRB, yaitu blanko 1A, 2A dan 3A dengan nilai 0,017681 cm/detik; 0,017582 cm/detik; 0,017979 cm/detik.
Analisis Keselamatan Pengemudi Kendaraan di Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu (Studi Kasus: Perlintasan Desa Pulosari Karanganyar, Perlintasan Desa Jetak Sragen, dan Perlintasan Gemolong Sragen) Jhonatan Oscar Pradana
MoDuluS: Media Komunikasi Dunia Ilmu Sipil Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/modulus.v2i2.1471

Abstract

Kabupaten Karanganyar dan Sragen merupakan kabupaten yang besar di Jawa Tengah, letaknya yang strategis di jalur antar provinsi membuat membuat banyak sekali transportasi dan jalan besar. Salah satunya kereta api dan kendaraan bermotor, terdapat banyak persimpangan antara jalur rel dan jalan umum, termasuk perlintasan Desa Pulosari, perlintasan Desa Jetak dan perlintasan Gemolong. Dilokasi tersebut banyak terjadi kecelakaan antara kendaraan dan kereta api, maka perlu di tingkatkan keselamatan pengemudi kendaraan.  Metode pengambilan data dilakukan penyebaran kuesioner di lokasi penelitian dan perhitungan jarak pandang, dengan kuesioner meliputi standar keamanan rambu dan karakteristik jalan dengan waktu penelitian selama 1 bulan dengan sampel sebanyak 90 responden. Hasil pengolahan data berdasarkan perhitungan jarak pandang perlintasan sebidang antara jalan dengan jalur kereta api dengan kecepatan rencana jalan 60 km/jam dan kecepatan rencana kereta api 60 km/jam, harus diberikan pandangan bebas dari jalan/kendaraan bermotor sejauh 142 meter dari perlintasan dan 165 meter ke arah jalur kereta api. Perlintasan Desa Pulosari terdapat 1 area khusus, perlintasan Desa Jetak 2 area khusus, dan perlintasan Gemolong 4 area khusus yang harus bebas jarak pandang. Hasil Pengujian di 3 lokasi perlintasan standar keamanan untuk rambu kurang memadai apalagi perlintasan tersebut tidak berpalang pintu. Masyarakat sekitar juga menyadari untuk standar keamanan rambu yang kurang memadai berdampak pada keselamatan pengemudi kendaraan saat akan melintas atau saat melintas diperlintasan kereta api tesebut. Serta kondisi karateristik jalan di 3 lokasi perlintasan tersebut masih ada kekurangan antara lain lebar jalan yang sempit, kondisi jalan yang rusak serta kemiringan antara jalan dengan rel mempengaruhi kecelakaan pengemudi kendaraan di lokasi perlintasan tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 5