cover
Contact Name
Rita Dwi Pratiwi
Contact Email
ritadwipratiwi@wdh.ac.id
Phone
+6289529263441
Journal Mail Official
lppm@wdh.ac.id
Editorial Address
STIKes Widya Dharma Husada Tangerang Jl. Pajajaran No.1, Pamulang Bar., Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15417
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Edu Dharma Journal: Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat
ISSN : 2597890X     EISSN : 26866366     DOI : https://doi.org/10.52031/edj
Core Subject : Health,
Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat is a periodical scientific journal published by the STIKes Widya Dharma Husada Tangerang, with p-ISSN 2597-890X since 2017 and e-ISSN 2686-6366 since 2019. Edu Dharma Journal accepts scientific papers in the form of research reports (original article research papers) with focus and scope including: Nursing Midwifery Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who are interested in Nursing and Midwifery issues. Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat was first published in September 2017 and subsequently published twice a year, in March and September. The Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat is an open access journal. Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Journal began using the Online Journal System (OJS) in 2017.
Articles 148 Documents
PERBANDINGAN ANTARA RENDAM KAKI AIR HANGAT DAN MASASE KAKI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SURADITA KABUPATEN TANGERANG Riris Andriati
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 2, No 1 (2018): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v2i1.28

Abstract

ABSTRAKHipertensi suatu keadaan di mana tekanan darah menjadi meningkat melebihi batas normal karena gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkannya. Tujuan : Untuk mengetahui adakah Perbandingan antara rendam kaki air hangat dan masase kaki terhadap penurunan tekanan darah  penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Suradita Kabupaten Tangerang.Metode penelitian : desain analitik dengan pendekatan Quasy Experimental Design dengan pendekatan  pre dan post test two the group. cara pengambilan data pada penelitian ini dengan cara lembar observasi. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 50 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok I Rendam Kaki Air Hangat dan kelompok II Masase Kaki. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon Rank Test dengan tingkat signifikasi α < 0,05. sedangkan untuk mengetahui perbandingan kedua terapi menggunakan uji Mann Whitney Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : tidak ada perbandingan antara perlakuan rendam kaki air hangat dan Masase Kaki terhadap penurunan tekanan darah, dengan Nilai P value = 0,831.Kata Kunci : Rendam kaki air hangat, Masase kaki, Hipertensi. ABSTRACTHypertension a situation in which blood pressure to rise above normal limits for a on the veins of the who has resulted the supply of oxygen and nutrients carried by obstructed blood to tissues of the body need it. The purpose of this research is to find have comparison between soak the water feet warm and masase the foot against a decrease in blood pressure patients hypertension in the work area of puskesmas suradita kabupaten tangerang. methodology used s a design analytic with the approach quasy experimental design with the approach pre and post test two the group . Way the data on this research by means of sheets of observation .The sample of the in this research was 50 respondents who divided into 2 groups , group I soak the water feet warm and of group II masase feet. Technique analysis data using test wilcoxon rank test with extent of signification α < 0,05. while to know the likeness of the two therapy use the green whitney test. The research results show that: no comparison between treatment soak the water feet warm and masase the foot against a decrease in blood pressure , with the p value = 0,831. Keywords: soak the water feet warm, masase feet, hypertension.
PENGARUH SENAM ERGONOMIS TERHADAP TEKANAN DARAH PRALANSIA (45-59 TAHUN) DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH PUSKESMAS PISANGAN Veri Veri; Tuti Amelia
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 4, No 2 (2020): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v4i2.63

Abstract

ABSTRACTBased on data from Riskesdas in 2013, the prevalence of hypertension in Indonesia with age 45 to 54 years is 35,6% age group 55 to 64 years old 45,9% age group 65 to 74 year equal to 57,6% and group age above 75 years 63.8% hypertension, uric acid disease, rheumatism, diabetes miletus, is the most common health complaints occur in the elderly that is equal to 32.99%. According to the Ministry of Youth and Sports of the Republic of Indonesia, 2010 in Puspa, 2016 Gymnastics is highly recommended for those entering the age of prism (45 years) and aged elderly (65 years and above). Some of the exercises that can be done by elderly who are tera gymnastics, yoga, gymnastics kagel, and ergonomic gymnastics. The purpose of this study was to determine the effect of ergonomic gymnastics on blood pressure on pralansia with hypertension in Puskesmas Ciputat Timur Area Health Center. This study used the Pre-experimental The analysis in this study used Wilcoxon statistical test. The results of the study using the Wilcoxon test showed Pvalue = 0.000, and a decrease in systolic blood pressure during the week of 17.36 mmHg and diastolic 11.17 mmHg. So the conclusion is ergonomic gymnastics affect the decrease in blood pressure in pralansia with hypertension. This research is expected to be a consideration for Puskesmas Ciputat Timur Pusangan to make ergonomic gymnastics as hypertension control program. ABSTRAKBerdasarkan Riskesdas tahun 2013, kejadian hipertensi di Indonesia dengan umur 45 hingga 54 tahun yaitu 35,6% kelompok usia 55 hingga 64 tahun yaitu 45,9% kelompok usia 65 hingga 74 tahun sebesar 57,6% dan kelompok usia diatas 75 tahun yaitu 63,8% hipertensi, penyakit asam urat, rematik, diabetes miletus, merupakan keluhan kesehatan yang paling tertinggi terjadi pada lansia yaitu sebesar 32,99%. Puspa, 2016 Senam untuk mereka yang berusia pralansia (45th) dan usia lansia (> 65th). Diantaranya senam lansia yaitu senam kagel, dan senam ergonomis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam ergonomis terhadap tekanan darah pada pralansia dengan hipertensi di Wilayah Puskesmas Pisangan Ciputat Timur. Desain Penelitian Pra-eksperimental One Group Pretest Posttest. Teknik sampling nya Purposive dengan jumlah sampel 34 responden. Pemberian intervensi selama seminggu sejumlah 3x intervensi. Analisa yang dipakai uji statistik Wilcoxon. Penelitian yang digunakan uji Wilcoxon menunjukkan Pvalue = 0,000, dan terjadi penurunan tekanan darah sistolik selama seminggu yaitu 17,36 mmHg dan diastolik 11,17 mmHg. Kesimpulannya senam ergonomis berpengaruh dalam penurunan tekanan darah pralansia dengan hipertensi. Penelitian ini menjadi pertimbangan Puskesmas Pisangan Ciputat Timur untuk menjadwalkan senam ergonomis sebagai program pengendalian hipertensi..
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI DI PUSKESMAS KAMPUNG SAWAH KOTA TANGERANG SELATAN Ida LIstiana
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 3, No 1 (2019): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v3i1.19

Abstract

ABSTRAK Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi di Puskesmas Kampung Sawah Tangerang Selatan Tahun 2016. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif berdasarkan umur ibu, tingkat pendidikan, pekerjaan dan sumber informasi. Sampel penelitian diambil dengan teknik Non Probability Sampling secara Purposive Sampling. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa kuesioner.  Hasil : Hasil distibusi frekuensi gambaran pengetahuan ibu tentang pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi dapat diketahui bahwa dari 40 responden hampir setengahnya mempunyai pengetahuan cukup tentang pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi yaitu sebanyak 19 responden (47,5%), dalam kategori umur ibu sebagian besar memiliki umur 20-35 tahun sebanyak 34 responden (85%), dalam kategori pendidikan ibu dengan pendidikan lebih dari setengahnya memiliki tingkat pendidikan tinggi (≤SMA) sebanyak 26 responden (65%), dalam kategori pekerjaan pada ibu lebih dari setengahnya adalah tidak bekerja sebanyak 24 responden (60%), dalam kategori sumber informasi lebih dari setengahnya mendapatkan sumber informasi dari nakes sebanyak 24 responden (60%). Diskusi : Dari hasil penelitian yang dilakukan bahwa pengetahuan ibu yang mengimunisasi bayinya yang berkunjung di PKM Kp.Sawah mayoritas memiliki pengetahuan cukup. Kesimpulan : Dengan adanya penelitian ini maka perlu adanya sosialisasi mengenai Imunisasi Dasar Lengkap dengan Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan Setatus kelengkapan imunisasi dasar pada bayi.Kata Kunci          : Imunisasi Dasar, Pengetahuan  ABSTRACTObjective: This study aimed to picture mother's knowledge regarding the provision of complete basic immunization in infants at Puskesmas Kampung Sawah South Tangerang Year 2016. Methods: This study used a descriptive method based on maternal age, education level, employment and resources. Samples were taken by the Non-Probability Sampling technique is purposive sampling. The data used in this research is the primary data in the form of a questionnaire. Results: The frequency distibusi picture mother's knowledge regarding the provision of complete basic immunization in infants can be seen that nearly half of the 40 respondents have enough knowledge about the complete basic immunization in infants as many as 19 respondents (47.5%), in the category of most of the mother's age have a lifespan of 20-35 years as many as 34 respondents (85%), in the category of mother's education with education more than half had a higher education level (≤SMA) of 26 respondents (65%), in the category of work in the mother more than half are not working as many as 24 respondents (60%), in the category of resources more than half of health workers get resources from as many as 24 respondents (60%). Discussion: From the results of research conducted that knowledge of mothers to immunize their babies who visit the PKM Kp.Sawah majority have sufficient knowledge. Conclusion: With this study, it is necessary to complete the socialization of Primary Immunization with the goal of raising the knowledge and setatus completeness of basic immunization in infants. Keywords: Immunization Basics, Knowledge 
PEMBERIAN KOTAK OBAT HARIAN TERHADAP KEPATUHAN MENGKONSUMSI OBAT HIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI Puspita, Ratumas Ratih; Pratiwi, Rita Dwi
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v4i1.48

Abstract

HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KONTRASEPSI DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI PADA AKSEPTOR KB SUNTIK DI BPM BIDAN E PAMULANG Holidah Holidah
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 3, No 2 (2019): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v3i2.8

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang Indonesia sebagai salah satu negara berkembang di dunia terus mengalami peningkatan laju penduduk setiap tahunnya. Hasil estimasi jumlah penduduk pada tahun 2015 tercatat sebanyak 255.461.686 jiwa dari 237.641.326 pada tahun 2010. Menurut Word Health Organization (WHO) angka pengguna kontrasepsi hormonal meningkat signifikan. Cakupan pasangan usia subur hampir 380 juta pasangan menjalankan KB dan 65-75 juta diantaranya terutama di negara berkembang menggunakan kontrasepsi hormonal, dengan pengguna terbanyak adalah kontrasepsi suntik yaitu sebesar 38,5%. Tujuan Penelitian mengetahui adakah hubungan lama pemakaian kontrasepsi dengan gangguan menstruasi pada akseptor KB suntik 3 bulan di BPM Bidan E Pamulang periode Oktober 2018 – Maret 2019. Metode Penelitian menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan Cross sectional, dimana populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB suntik 3 bulan di BPM Bidan E Pamulang yang berjumlah 428 responden dan sampel sejumlah 81 responden. Hasil Penelitian terdapat sebagian kecil yaitu 21.0% responden memakai kontrasepsi dalam jangka singkat dan hampir setengahnya yaitu 40.7% responden memakai kontrasepsi dalam jangka lama, sebagian besar yaitu 80.2% responden mengalami gangguan menstruasi serta terdapat hubungan antara lama pemakaian kontrasepsi dengan gangguan menstruasi pada akseptor KB suntik 3 bulan, dimana pada uji statistik Chi-square didapatkan p value = 0.010 <  0.05 dan nilai OR yaitu 6.382 (95% CI 1.342 – 30.357). Saran akseptor KB diharapkan mencari tahu tentang berbagai hal mengenai kontrasepsi sehingga dapat memilih metode kontrasepsi yang efektif dengan berbagai pertimbangan dan sebaiknya tidak menggunakan kontrasepsi hormonal dalam jangka lama karena semakin lama pemakaian kontrasepsi hormonal akan semakin besar resiko untuk mengalami gangguan menstruasi.Kata Kunci:          Kontrasepsi Hormonal, KB Suntik 3 Bulan, Gangguan Menstruasi ABSTRACTBackground Indonesia as one of the developing countries in the world continues to experience an increase in population rates every year. The results of the estimated population in 2015 were 255,461,686 people from 237,641,326 in 2010. According to the Word Health Organization (WHO) the number of users of hormonal contraception increased significantly. The coverage of couples of childbearing age of nearly 380 million couples runs family planning and 65-75 million of whom are mainly in developing countries using hormonal contraception, with the most users being injection contraception which is 38.5%. Objective was to find out whether there was a long relationship between contraceptive use and menstrual disorders in three months injection family planning acceptors at the Clinic Midwife E Pamulang  period October 2018 - March 2019. Methods used descriptive research with cross sectional approach, where the population in this study was all three months injection family planning acceptor at clinic midwife E Pamulang which amounted to 428 respondents while the sample was 81 respondents. Results were a small number of 21.0% of respondents using contraception in the short term and almost half of them were 40.7% of respondents using long-term contraception, most of which 80.2% of respondents experienced menstrual disorders and there was a relationship between the duration of contraception and menstrual disorders in injection family planning acceptors three months, where in the Chi-square statistical test p value = 0.010 <0.05 and OR value is 6.382 (95% CI 1,342 - 30,357). Suggestions acceptors are expected to find out about varios things about contraception so that they can choose effective cotraception with various consideration and should not use hormonal contraception for a long time because the longer the use of hormonal contraception will be the greater the risk for menstrual disorderKeywords: Hormonal Contraception, Three Months Injection Family Planning, Menstrual Disorders
HUBUNGAN DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SLTP NEGERI 6 YOGYAKARTA Rita Dwi Pratiwi
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 2, No 1 (2018): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v2i1.35

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Pencapaian prestasi belajar siswa pada hakikatnya dipengaruhi dari internal individu yaitu dari kondisi fisik dan psikologis siswa maupun eksternal individu yaitu dari kondisi non sosial dan sosial yang bisa datang dari orang tua. Orang tua adalah salah satu faktor eksternal yang penting dalam kelangsungan pendidikan anaknya melalui pemberian dukungan informasional, instrumental, emosi, penilaian dan penghargaan. Sampai saat ini masih ada kontroversi dalam penelitian mengenai dukungan orang tua dalam pencapaian prestasi belajar. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan dukungan orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas VIII di SLTP Negeri 6 Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah Survey Analytical korelasional non eksperimental dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII di SLTP Negeri 6 Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan metode total sampling. Pengambilan data penelitian dengan kuesioner dukungan orang tua dan dokumentasi nilai rapor siswa. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan orang tua mayoritas tinggi sebanyak 142 siswa (86,6%). Sedangkan prestasi belajar mayoritas cukup sebanyak 86 (52,4%). Hasil analisis bivariat dengan Uji a dengan tingkat kepercayaan 99% dihasilkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,271 dan signifikasi (p) = 0,000. Hal ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara dukungan orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas VIII di SLTP Negeri 6 Yogyakarta. Kesimpulan: Ada hubungan lemah dan positif antara dukungan orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas VIII di SLTP Negeri 6 Yogyakarta.Kata kunci: Dukungan orang tua, prestasi belajar, siswa SMP kelas VIII  ABSTRACTBackground: Academic achievement is the result achieved through the process of learning. Academic achievement of students is basically affected by internal as well external factors of individuals. Internal factor is viewed from physical and psychological condition of students, whereas external factor is viewed from non- social and social condition that may come from parents. Parents belong to external factor that is essential for the continuation of children's education through the support in information, instrument, emotion, evaluation and reward. Until today there are controversies over parental support in academic achievement.Objective: To identify association between parental support and academic achievement of grade VIII students of SLTP Negeri 6 Yogyakarta. Method: This was a non-experimental analytical correlational survey that used quantitative approach and cross sectional design. Samples were students of grade VIII at SLTP Negeri 6 Yogyakarta that fulfilled inclusion and exclusion criteria with total sampling method. Data were obtained through questionnaire of parental support and school report document of students. Result: The result of the study showed that the majority of students (142 students or 86.6%) got parental support and the majority of students (86 students or 52.4%) had academic achievement. The result of bivariate Spearman Rank test at significance 99% showed correlation coefficient (R) was 0.271 and significance was (p)= 0.000. This indicated that there was significant association between parental support and academic achievement of students at grade VIII of SLTP Negeri 6 Yogyakarta. Conclusion: There was weak and positive association between parental support and academic achievement of students at grade VIII of SLTP Negeri 6 Yogyakarta.Keywords: parental support, academic achievement, students at grade VIII of Junior High School
STUDI KUALITATIF PERSEPSI DAN PERILAKU PEKERJA SEKS KOMERSIAL DALAM UPAYA PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL DAN HIV/AIDS DI BOGOR Romlah, Siti Novy; Andriati, Riris; Utama, Mahfuj Putra
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v5i1.92

Abstract

LatarBelakang : Infeksi menular seksual (IMS) dapat meningkatkan risiko terinfeksi Human Immunodefficiency Virus (HIV), oleh karena itu seseorang yang sudah terkena IMS akan lebih mudah tertular HIV terutama pada pekerja seks komersial (PSK). Dari tahun 2014 sampai tahun 2017 di Bogor kasus IMS dan HIV/AIDS lebih banyak disebabkan karena penularan dari PSK yang sudah tertular IMS dan HIV/AIDS. Sepanjang tahun 2017 sampai tahun 2018 Sudah lebih dari 554 penderita HIV/AIDS yang terdata di Bogor. Tujuan : Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan perilaku pekerja seks komersial dalam upaya pencegahan infeksi menular seksual dan HIV/AIDS dengan menggunakan teori Health Belief Model di bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan snowball sampling. Informan utama dalam penelitian ini adalah PSK yang berjumlah 5 orang. Hasil : Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwafaktor pendorong menjalani pekerjaan sebagai PSK adalah karena ekonomi dan liltan hutang, pengetahuan para PSK saat rendah terhadap pencegahan infeksi menular seksual dan HIV/AIDS, keseluruhan PSK menyadari persepsi tentang manfaat upaya mencegahan tapi hanya sedikit melakukan pemeriksaan ke tim medis, persepsi kesadaran diri terhadap IMS dan HIV/AIDS sangat kurang karena para PSK tidak mempermasalahkan konsumen tidak menggunakan kondom saaat behubungan intim. Kesimpulan : Karakteristik PSK, Informan berkisar dari yang paling muda berumur 25 tahun dan yang paling tua berumur 36 tahun, 3 informan bekerja sebagai PSK selama 1 – 6 bulan. Selain dari informan tersebut lama bekerjasebagai PSK selama 2 – 4 tahun, 5 informan berstatus janda, Seluruh informan memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Faktor pendorong para informan menjalani pekerjaan sebagai pekerja seks komersial adalah karena faktor ekonomi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA SMA DI KOTA PONTIANAK Veri Veri
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 2, No 2 (2018): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v2i2.24

Abstract

ABSTRAK Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual baik yang dilakukan sendiri, dengan lawan jenis maupun sesama jenis tanpa adanya ikatan pernikahan. Perilaku seksual dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya : pengetahuan, sikap, teman sebaya, usia pertama kali pacaran, jenis kelamin, frekuensi bertemu pacar, dan media informasi. Tujuan umum penelitian ini mengetahui tingkat pengetahuan remaja tentang faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja  SMA di Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan cross-sectional. Hasil penelitian menunjukan variabel pengetahuan terhadap perilaku seksual (p value : 0,000<0,005), variabel sikap terhadap perilaku seksual (p value : 0,000< 0,005), variabel teman beresiko terhadap perilaku seksual (p value : 0,000<0,000), variabel jenis kelamin terhadap perilaku seksual (p value : 0,0,760 > 0,005), variabel frekuensi bertemu pacar terhadap perilaku seksual (p value : 0,001< 0,005), variabel media informasi terhadap perilaku seksual (p value : 0,930  > 0,005) dan variabel usia pertama kali pacaran terhadap perilaku seksual (p value : 0,202 > 0,005). Hasil penelitian di atas, disimpulkan bahwa faktor pengetahuan, sikap, frekuensi bertemu pacar, teman sebaya memiliki hubungan terhadap perilaku seksual sedangkan usia pertama kali pacaran, jenis kelamin dan media informasi tidak memiliki hubungan terhadap perilaku seksual.  Kata kunci : Perilaku seksual, faktor resiko perilaku seksual   Abstract Sexual behavior is any behavior that is driven by sexual desire either self-inflicted, with the opposite sex or the same sex without marriage. Sexual behavior is influenced by several factors, including : knowledge, attitudes, peers, age of first courtship, sex, frequency of meeting a boyfriend, and media information . The general objective of this research. Knowing the level of knowledge of adolescents about what factors are associated with adolescent sexual behavior of SMA in Pontianak . This study uses an observational analytic cross - sectional design. The results showed knowledge of the sexual behavior variables (p value : 0.000 < 0.005), variable attitudes toward sexual behavior(p value : 0.000 < 0.005), variable Friends risk sexual behavior (p value : 0.000 < 0.000), gender variable sexual behavior (p value : 0,0,760 > 0.005), variable frequency met girlfriend on sexual behavior (p value : 0.001 < 0.005), medium variable information on sexual behavior (p value : 0.930 > 0.005) and variable age of first courtship sexual behavior (p value : 0.202 > 0.005). Results of the above study, it was concluded that the factor of knowledge, attitudes, frequency of meeting a boyfriend, peers have been associated with sexual behavior while the age of first courtship, sex and the media does not have information on the relationship sexual behavior.  Keywords : Sexual behavior , Sexual behavioral factors
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DAN PENERAPAN PENDIDIKAN AGAMA DENGAN KEJADIAN TEMPERTANTRUM PADA ANAK PRA SEKOLAH DI RW 002 DESA BOJONG SEMPU PARUNG BOGOR Uswatun Hasanah; RITA DWI PRATIWI; Farida Farida
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 4, No 2 (2020): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v4i2.59

Abstract

ABSTRACTTempertantrum can be interpreted in a language that is easily tempered. Tempertantrum behavior is followed by behavior such as crying loudly, rolling on the floor, screaming, throwing, hitting, kicking and various other activities. The cause of tempertrums is the obstruction of the desire to get something, the inability of children to express themselves, parenting parents and various other factors that can cause temperament. The purpose of this study was to determine the relationship between mother's level of knowledge and application of religious education with tempertantrum events in preschool children in Bojong Sempu Parung Village, Bogor. Research Methods The type of research used is quantitative research with analytic descriptive research plans with cross-sectional approach. In this study the tool used in this study is a closed questionnaire sheet, to determine the relationship between independent and dependent variables. The sampling technique uses the Total Sampling sample technique but is calculated using the two proportion lemeshow formula using software. The sample in this study amounted to 53 respondents. Research Results Statistical test results using the Chi Square test obtained p-value = 0.002 <a = 0.05 for the Mother's Knowledge Level and obtained p-value = 0.012 <a 0.05 for Religious Education. Then it can be concluded that there is a relationship between the level of mother's knowledge and religious education with the occurrence of tempertantrum in preschool children in Bojong Sempu Parung Village Bogor. From this research it is hoped that it can expand information about tempertantrum with other causes or factors.ABSTRAKSecara bahasa Tempertantrum dapat diartikan dengan perilaku yang mudah marah. Perilaku tempertantrum diikuti oleh tingkah laku seperti menangis dengan keras, berguling dilantai, menjerit, melempar , memukul, menendang dan berbagai kegiatan lainnya. Penyebab dari tempertantrum adalah terhalangnya keinginan untuk mendapatkan sesuatu, ketidakmampuan anak untuk mengungkapkan diri, pola asuh orang tua dan berbagai macam faktor lain yang dapat menyebabkan tempertanrum.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dan penerapan pendidikan agama dengan kejadian tempertantrum pada anak prasekolah Di Desa Bojong Sempu Parung Bogor. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan rencana penelitian dekskriptif analitik dengan pendekatan Cross-Sectional.Pada penelitian ini alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner tertutup, untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan dependen. Tekhnik pengambilan sample menggunakan tekhnik sampel Total Sampling namun dihitung dengan rumus lemshow uji dua proporsi menggunakan software. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 53 responden. Hasil Penelitian Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi Squarediperoleh nilai p-value = 0.002 < a = 0.05 untuk Tingkat Pengetahuan Ibu dan diperoleh nilai p-value = 0.012 < a 0.05 untuk Pendidikan Agama. Maka dapat di simpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dan penerapan pendidikan agama dengan kejadian tempertantrum pada anak prasekolah di Desa Bojong Sempu Parung Bogor. Dari penelitian ini diharapkan dapat memperluas informasi tentang tempertantrum dengan penyebab atau faktor lainnya
GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BALARAJA TANGERANG Putri Handayani Setyaningsih
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 3, No 1 (2019): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v3i1.15

Abstract

 ABSTRAK Latar Belakang, Jumlah kematian ibu di dunia pada tahun 2015 mencapai 303.000 orang dan jumlah kematian ibu akibat komplikasi kehamilan dan persalinan di dunia sebanyak 216/100,000 kelahiran hidup, Secara Epidemiologi, keberhasilan upaya kesehatan ibu diantaranya dapat dilihat dari indikator angka kematiab ibu (AKI) (Kementrian Kesehatan RI, 2016).Tujuan penelitian, ini untuk mengetahui distribusi frekuensi gambaran karakteristik ibu bersalin dengan ketuban pecah dini berdasarkan umur, pendidikan, pekerjaan dan paritas. Rancangan Penelitian, jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Probability Sampling dengan metode Simple Random Sampling dengan jumlah populasi 178 orang dan didapatkan sampe sebanyak 64 orang. Jenis data yang digunakan yaitu data sekunder yaitu berupa data rekam medik di Rumah Sakit Umum Daerah Balaraja . Analisa data, yang digunakan adalah analisa univariat. Hasil penelitian, didapatkan bahwa ibu bersalin yang mengalami ketuban pecah dini sebanyak 178 orang (44,9%), berdasarkan umur sebagian besar terjadi pada wanita berusia 20-35 tahun sebanyak 54 orang (84,38%), berdasarkan pendidikan sebagian besar berpendidikan menengah sebanyak 50 orang (78,13%), berdasarkan pekerjaan lebih dari setengahnya terjadi pada ibu tidak bekerja sebanyak 34 orang (53,12%), berdasarkan paritas setengahnya terjadi pada ibu dengan primipara sebanyak 32 orang (50%). Kesimpulan dan Saran, dengan adanya penelitian ini maka menjadi suatu hal yang penting bagi tenaga kesehatan untuk menyampaikan kepada ibu bersalin tentang kejadian ketuban pecah dini saat ibu masih dalam masa kehamilan. Kata Kunci : Ibu Bersalin; Ketuban Pecah DiniABSTRACTBackground: The number of maternal deaths in the world in 2015 reaches 303,000 people and the number of maternal deaths due to pregnancy and childbirth complications in the world are 216 / 100,000 live births. Epidemiologically, the success of maternal health efforts can be seen from indicator of maternal mortality (AKI) (Ministry of Health, 2016). The purpose of this study was to determine the frequency distribution of the characteristics of maternal mothers with premature rupture of membranes by age, education, occupation and parity. Research design, this type of research is descriptive research. Sampling technique used in this research is Probability Sampling with Simple Random Sampling method with population of 178 people and got until 64 people. Type of data used is secondary data that is in the form of medical record data RSUD Balaraja Hospital. Data analysis, used is univariate analysis. The result of the study found that maternal mothers who experienced premature rupture of membranes as many as 178 people (44.9%), based on age mostly occurred in women aged 20-35 years as many as 54 people (84.38%), based on education mostly educated medium as many as 50 people (78,13%), based on work more than half happened to mother do not work as many as 34 people (53,12%), parity parity half happened to mother with primipara counted 32 people (50%). Conclusions and Suggestions, with this research it becomes an important thing for health workers to convey to the mother about the incidence of membrane rupture early when the mother is still in pregnancy.Keywords: Maternity Mother; Premature rupture of membranes

Page 6 of 15 | Total Record : 148


Filter by Year

2017 2025