cover
Contact Name
Rita Dwi Pratiwi
Contact Email
ritadwipratiwi@wdh.ac.id
Phone
+6289529263441
Journal Mail Official
lppm@wdh.ac.id
Editorial Address
STIKes Widya Dharma Husada Tangerang Jl. Pajajaran No.1, Pamulang Bar., Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15417
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Edu Dharma Journal: Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat
ISSN : 2597890X     EISSN : 26866366     DOI : https://doi.org/10.52031/edj
Core Subject : Health,
Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat is a periodical scientific journal published by the STIKes Widya Dharma Husada Tangerang, with p-ISSN 2597-890X since 2017 and e-ISSN 2686-6366 since 2019. Edu Dharma Journal accepts scientific papers in the form of research reports (original article research papers) with focus and scope including: Nursing Midwifery Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who are interested in Nursing and Midwifery issues. Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat was first published in September 2017 and subsequently published twice a year, in March and September. The Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat is an open access journal. Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Journal began using the Online Journal System (OJS) in 2017.
Articles 148 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI TENTANG SEKSUALITAS PADA REMAJA DENGAN PERILAKU SEKS PADA SISWA KELAS XI JURUSAN AKUNTANSI DI SMK SASMITA JAYA 1 PAMULANG Romlah, Siti Novy; Andriati, Riris; Fauziah, Hani
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v4i1.47

Abstract

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP PERAWAT DALAM MEMBERIKAN EDUKASI TERAPI KOMPLEMENTER PADA PASIEN STROKE DI RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN TANGERANG Betty Betty
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 3, No 2 (2019): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v3i2.7

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang Stroke merupakan penyakit terbanyak ketiga setelah penyakit jantung dan kanker, serta merupakan penyakit penyebab kecacatan tertinggi di dunia. angka kematian penderita stroke di Amerika setiap tahunnya adalah 50 – 100 dari 100.000 orang penderita. Hasil Riskesdas Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018 terjadi peningkatan prevalensi stroke dari tahun 2013 hingga 2018 yaitu 7 per mil menjadi 10,9 per mil. Stroke dapat menyebabkan gangguan yang komplek pada tubuh dan konsekuensi negatif bagi pasien yang bertahan hidup. Penanganan pasien dengan gangguan neurologi seperti stroke tidak hanya terfokus pada pengobatan medis kedokteran atau konvensional, namun sudah berkembang pada pengobatan alternatif komplementer/complementary alternative medicine (CAM). Perawat dalam menjalankan tugasnya di tuntut untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan yang kompeten, Keikut sertaan perawat dalam mengaplikasikan terapi alternatif  kepada pasien merupakan suatu bentuk sikap perawat dalam pandangannya terhadap terapi alternatif komplementer. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan dengan sikap perawat dalam memberikan edukasi terapi komplementer pada pasien stroke di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang. Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian cross sectional dan metode sampling yang digunakan adalah total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 60 perawat di ruang perawatan umum Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang. Pengambilan data menggunakan data primer dengan kuesioner pengetahuan dan sikap. Menggunakan uji statistic korelasi dengan analis Spearman Rho. Hasil Penelitian di perolah hasil adanya hubungan pengetahuan dengan sikap perawat dalam memberikan edukasi terapi komplementer pada pasien stroke di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang. Hasil uji statistik di peroleh hasil  p-value = 0,000 < 0,05.Saran diharapkan perawat mampu berkontribusi dan menyikapi terapi komplementer ini dengan positif serta dapat mengintegrasikannya kedalam pelayanan keperawatan.Kata Kunci    : Stroke, Terapi Komplementer, Perawat RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE WITH ATTITUDE OF NURSES TO GIVE COMPLEMENTARY ALTERNATIVE MEDICINE EDUCATION TO STROKE PATIENTS IN TANGERANG DISTRICT GENERAL HOSPITAL ABSTRACKBackground Stoke is the most common disease after cancer and heart diseases, also is the highest disease causing disabillty in the world dead rate for stroke patients in America every years is 50-100 from 100.000 suffers. Riskesdas Kementrian Kesehatan Republik Indonesia result in 2018 an increase in prevalence from 2013 till in 2018 is 7 per mile occars 10,9 per mile. Stroke can cause complex disorder of the body and negative conseavences for patient who survive . Treatment of patients in neurological disorder such as stroke nor only focused in medical medicine or convencional, but it has developed in complementary alternative medicine (CAM). Nurses in out their duties are required to have knowledge and skill that competenst, the participation of nurses in applying of complementary alternative medicine for patient is a from of nurses attitude in his view of complementary alternative medicine. Research purpose to identification relationship between knowledge and nurses’ attitudes to giving complementary alternative medicine education for stroke patients in general hospital district of kabupaten tangerang. Research metods using primary data with a knowledge questionnaire and attitude, using the statistical test with spearman rho analysis. Research result obtained the result of relationshipbetween knowledge and attitudes nurses to giving complementary alternative medicine education for stroke patients in general hospital district of kabupaten Tangerang. Statictical result is obtained the result p-value = 0,000 < 0,05. Suggestions nurses’s are expected to be able contribute and respond this complementary alternative medicine with positive and can integrate into nursing services. Keywords :Stroke, Complementary Alternative Medicine, Nurses
UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL DAUN KUBIS (Brassica Oleracea var Capitata L) DENGAN METODE Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Nur Hasanah
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 2, No 1 (2018): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v2i1.34

Abstract

ABSTRAKDaun Kubis (Brassica Oleracea var Capitata L) merupakan salah satu tumbuhan obat yang tumbuh di Indonesia. Daun ini mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin, fenolik, triterpenoid, steroid dan alkaloid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui toksisitas ekstrak daun Kubis (Brassica Oleracea var Capitata L), menentukan fraksi yang memiliki nilai toksisitas paling tinggi, dan mengidentifikasi senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak daun Kubis (Brassica Oleracea var Capitata L). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Penelitian ini menggunakan hewan uji larva Artemia salina Leach yang dibagi dalam 6 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 10 ekor, dengan replikasi 2 kali tiap kelompok. Konsentrasi ektrak daun Kubis (Brassica Oleracea var Capitata L) yang digunakan yaitu 50ppm, 100 ppm, 200 ppm, 400 ppm, 600, dan 1000ppm dan dilakukan partisi ekstrak dengan pelarut etanol, n-Heksan, dan Etil Asetat. Pengamatan terhadap larva yang mati dilakukan 24 jam setelah pemberian ekstrak. Berdasarkan data, LC50 ekstrak daun Kubis (Brassica Oleracea var Capitata L) ditentukan dengan analisis probit. Hasil dari analisis probit menunjukkan LC50 fase Etanol menunjukkan nilai 131 ppm, fase n-Heksan menunjukan nilai LC50 457 ppm, dan fase Etil Asetat memiliki nilai LC50 457 ppm. Hasil itu menunjukan bahwa semua fase ekstrak daun Kubis (Brassica Oleracea var Capitata L)  mempunyai potensi toksik, hal ini ditunjukkan dengan harga LC50 > 1000 ppm.Kata Kunci: Toksisitas, ekstrak daun Kubis (Brassica Oleracea var Capitata L), Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). ABSTRACTBrassica Oleracea var Capitata L is one kind of medical plant in Indonesia. The leaves contains flavonoids, saponins, tannin, phenolics, triterpenoids, steroid and alkaloids. The aims of the research is determine the lethal toxicity value of Brassica Oleracea var capitata L, determine the fraction that has the highest toxicity value, and identify the chemical compounds contained in the leaf extract Brassica Oleracea var Capitata L. The method used in this research is Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. This research use larva Artemia salina Leach that devided into 5 groups. Each group consist of 10 larva with two replications. Brassica Oleracea var Capitata L concentration used are 50 ppm, 100 ppm, 200 ppm, 400 ppm, 600 ppm, and 1000 ppm and done extract partition with ethanol, n-Hexane, and Ethyl Acetate. Observations were made during 24 hours of Artemia salina Leach mortality.  Based on the data, LC50 Brassica Oleracea var Capitata L determined by probity analysis. The result of probity analysis shows ethanol extract is 131 ppm, LC50 n-Hexaneextract is 457 ppm, and Ethyl Acetate extract is LC50 457 ppm. The result indicates all extract having toxic value. In this case indicates with LC50 > 1000 ppm.Keywords: Toxicity, Brassica Oleracea var Capitata L , Brine  
PENGARUH PENDIDIKAN HAND HYGIENE TERHADAP PERILAKU CUCI TANGAN ENAM TAHAP PADA KELUARGA PASIEN DI UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT dr. SITANALA TANGERANG Ayuningtyas, Gita; Ekawati, Nita; Puspitasari, Rahma
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v5i1.91

Abstract

Infeksi nosokomial mengacu pada infeksi yang terjadi ketika pasien dirawat di rumah sakit atau fasilitas medis lain, dan infeksi ini tidak tersedia saat masuk. Setiap pasien rumah sakit berisiko terkena infeksi yang didapat di rumah sakit. Keluarga pasien dapat menjadi perantara yang dapat menyebarkan infeksi. Cuci tangan merupakan cara efektif untuk memutus rantai infeksi. Kesalahan untuk melakukan cuci tangan dengan benar dapat dianggap sebagai penyebab utama terjadinya infeksi nosokomial di sarana kesehatan. Pemberian edukasi cuci tangan kepada keluarga pasien harus dilakukan oleh seluruh civitas rumah sakit. Peningkatan pemahaman keluarga pasien tentang cuci tanagn enam tahap dapat berpengaruh terhadap perilaku mencuci tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui impak pendidikan cuci tangan terhadap konduite mencuci tangan enam tahap pada famili pasien. Metode penelitian memakai ancangan kuantitatif dengan memakai pola cross sectional yang dilakukan kepada 198 responden memakai kuesioner dan observasi. Hasil penelitian didapatkan mayoritas usia responden 36-45 tahun (41%), jenis kelamin wanita 110 (56%), pendidikan pada jenjang SMA sebanyak 77 (39%), dan pengalaman terhadap edukasi cuci tangan menyatakan 90% responden pernah terpapar. Dari uji chi-square dapat disimpulkan bahwa pendidikan cuci tangan berpengaruh signifikan terhadap perilaku cuci tangan enam tahap keluarga pasien (p value = 0,046). Saran yang dapat diberikan yaitu perawat perlu meningkatkan pemberian edukasi cuci tangan enam tahap pada keluarga pasien secara konsisten dan berkesinambungan
PENGARUH PEMBERIAN JUS BUNCIS TERHADAP PENURUNAN Ratumas Ratih Puspita
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 2, No 2 (2018): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v2i2.23

Abstract

ABSTRAK Diabetes mellitus merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dalam tubuh melebihi nilai normal (hiperglikemia). Menurut data dari World Health Organization (WHO) tahun 2014, terdapat 422 juta orang penderita DM di Dunia. Berdasarkan data dari IDF, di Indonesia terdapat 10 juta orang yang menderita diabetes melitus pada usia dewasa. Tingginya kasus penderita DM harus ada upaya penanggulangan, salah satu caranya menggunakan jus buncis yang mengandung β-sitosterol dan stigmasterol yang berfungsi sebagai pemacu insulin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buncis terhadap penurunan kadar glukosa darah pada penderita DM tipe 2 di wilayah kerja puskesmas jurang mangu pondok aren kota Tangerang selatan tahun 2018. Penelitian ini bersifat kuantitatif yang menggunakan metode preeksperimen dengan desain penelitian One Group Pretest Posttest di wilayah kerja puskesmas jurang mangu pondok aren kota Tangerang selatan. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 12 responden dengan menggunakan teknik pengambilan data purposive sampling. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat pengukur kadar glukosa darah (Eassy Touch), lembar checklist, dan lembar observasi. Dari hasil penelitian diperoleh 11 responden (91.7%) mengalami hiperglikemia dan 1 responden (8.3%) normal. Hasil uji statistic diperoleh bahwa adanya penurunan kadar glukosa darah dengan nilai (ρ-value= 0.002, α: 0.05) maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara jus buncis dengan penurunan kadar glukosa darah. Dari hasil penelitian ini diharapkan institusi pendidikan dapat menyebarluaskan informasi tentang jus buncis untuk meminimalkan kadar glukosa darah pada penderita DM khususnya tipe 2 sekaligus sebagai solusi dalam penerapan praktek mandiri perawat sebagai pemberi pelayanan keperawatan di masyarakat maupun di rumah sakit Kata kunci           : Jus Buncis, DM tipe 2 ABSTRACTDiabetes mellitus is a metabolism disorder characterized by abnormally large quantities of excess glucose in blood (hyperglycemia). According to the World Health Organization (WHO) in 2014 stated that 244 million people are DM patient, in indonesia, there are 10 million adult people are having this condition. Because of the high rate of DM patient, there must be treatment effort by using bean juice contained β-sitosterol and stigmasterol as insulin booster. The purpose of this research is to know the influence of giving beanjuice towards reduction quantities of glucose in DM patient type 2 in Puskesmas region of Jurang mangu Pondok Aren, South Tangerang 2018. This research is analysisis quantitative using pre-experiment research methodology with one group protest research design in the workfield of Puskesmas Jurang Mangu Pondok Aren, South Tangerang.  All samples are 12 respondences using purposive sampling technique for retrievaling data. This research uses blood sugar glucose converter (easy touch), ceklist sheet, and observation sheet. From the result of study is known that 11 respondences (91,7%) have hyperglycemia and 1 respondence (8,3%) is normal. The statistic result is obtained that there is glucose level reduction in blood in the amount of () , so it can be concluded that there is significant influence between bean juice towards glucose level reduction. From this result research is hoped that education institution can disseminate the information about this juice  to minimize the level of blood glucose  particularly in DM patient type 2 and become a solution to apply  nurse independent practicume as a nursing provider service in society and hospital.Keywords             : Bean Juice, DM type 2
STUDI LITERATUR FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DEPRESI POST PARTUM Ikada Septi Arimurti; RITA DWI PRATIWI; Amanda Rischa Ramadhina
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 4, No 2 (2020): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v4i2.53

Abstract

ABSTRACTBackground Depression is one of the most common mental problems or disorders in society. The world population of people with depression is 322 million. Southeast Asia and the Western Pacific Region are among the regions that have the largest number of people suffering from depression, nearly half of the world's depressed population. In Southeast Asia, the prevalence rate of depression is 27%, Indonesia itself has a depression prevalence of 3.7% or is below India which ranks first with a prevalence rate of 4.5%. The purpose of this research is to identify factors that may affect the incidence of postpartum depression, resulting in immediate postpartum depression depression. The method of writing this literature study USES the study of books and research journals. The Result are connections that affect economic status, husband support, family support, education, work, function, childbirth,hormonal factors, psychosocial background to the incidencee of Postpartum Depression. Conclusion that a study of literature obtained from various literature provides a number of factors that may result in postpartum depression include the age, economic status, husband support, family support, education, work, parity and childbirth performed by the mother. Suggestion that researchers hope to follow is to examine more variables that have never been or rarely examined, such as the length of a marriage, the quality of postpartum sleep, the distance from previous pregnancies, home/home conditions, and previous history of psychological disorders that enable readers to receive references from more recent sources and that readers also get the latest information.ABSTRAKPendahuluan Salah satu gangguan atau pemasalahan kesehatan jiwa yang paling banyak dialami oleh masyarakat didunia adalah depresi. Didunia populasi orang yang mengidap depresi adalah sebanyak 322 juta jiwa. Wilayah Asia Tenggara dan Wilayah Pasifik Barat termasuk wilayah yang memiliki jumlah penduduk mengidap depresi terbanyak, hamper setengah dari jumlah penduduk depresi dunia. Di Asia Tenggara tingkat prevalensi depresi sebesar 27%, Indonesia sendiri memiliki prevalensi depresi sebesar 3,7% atau berada dibawah India yang menempati urutan pertama dengan tingkat prevalensi sebesar 4,5%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kejadian depresi postpartum, sehingga dapat dilakukan penangan depresi postpartum dengan segera. Metode penulisan studi literatur ini menggunakan cara telaah buku dan jurnal – jurnal penelitian. Hasil terdapat hubungan yang mempengaruhi antara status ekonomi, dukungan suami, dukungan keluarga, pendidikan, pekerjaan, paritas, jenis persalinan, faktor hormonal, latar belakang psikososial dan fisik dengan kejadian Depresi Postpartum Kesimpulan penulisan studi literatur yang didapatkan dari berbagai literatur ada beberapa macam faktor yang dapat mengakibatkan terjadinya depresi postpartum diantaranya adalah usia, status ekonomi, dukungan suami, dukungan keluarga, pendidikan, pekerjaan, paritas dan jenis persalinan yang dilakukan oleh ibu tersebut. Saran yang diharapkan untuk peneliti selanjutnya agar lebih banyak meneliti variabel yang belum pernah atau jarang diteliti, seperti lamanya pernikahan, kualitas tidur ibu postpartum, jarak dari kehamilan sebelumnya, keadaan rumah/ tempat tinggal, dan riwayat gangguan psikologis sebelumnya sehingga para pembaca mendapatkan referensi dari berbagai sumber yang lebih terbaru sehingga para pembaca pun mendapatkan informasi yang terbaru.
HUBUNGAN KEBIASAAN MENGGOSOK GIGI DENGAN TIMBULNYA KARIES GIGI ANAK USIA SEKOLAH KELAS 4 SDN PUSPIPTEK TANGERANG SELATAN Gita Ayuningtyas
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 3, No 1 (2019): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v3i1.14

Abstract

ABSTRAKKaries gigi merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami oleh sebagian masyarakat indonesia. Penyakit ini merupakan masalah yang rentan dihadapi oleh anak usia sekolah. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan menggosok gigi dengan timbulnya karies gigi anak usia sekolah kelas 4 SDN PUSPIPTEK Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini bersifat kuantitatif. Metode penelitian: yang digunakan adalah desain analitik dengan pendekatan Cross Sectional, cara pengambilan data pada penelitian ini dengan cara kuesioner dan observasi. Hasil penelitian: kebiasaan menggosok gigi anak usia sekolah di SDN PUSPIPTEK Kota Tangerang Selatan dalam kategori buruk sebanyak 36 (49,3%) responden dari 73 responden yang dijadikan sampel. Dan timbulnya karies gigi anak usia sekolah kelas 4 di SDN PUSPIPTEK Kota Tangerang Selatan dalam kategori yang mengalami karies gigi sebanyak 27 (37,0%) responden dari 73 responden yang dijadikan sampel. Hasil analisis hubungan kebiasaan menggosok gigi dengan timbulnya karies gigi. Chi-square diperoleh nilai P-Value= 0,879. Kesimpulannya: dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang signifikan pada kebiasaan menggosok gigi dengan timbulnya karies gigi anak usia sekolah kelas 4 SDN PUSPIPTEK Kota Tangerang Selatan. Karies gigi yang dialami sebagian siswa/i mungkin lebih disebabkan karena pola makan mereka yang tidak baik, banyak makan makanan yang manis seperti: cokelat atau permen. Saran: diharapkan kepada siswa-siswi supaya rajin menggosok gigi minimal 2 kali sehari, terutama sehabis makan-makan yang manis. Kata Kunci : Kebiasaan Menggosok Gigi, Timbulnya Karies GigiABSTRACTDental caries is one of the many health problems experienced by some people of Indonesia. This disease is a problem susceptible to school-aged children. Maintenance of oral health is an attempt to prevent this disease. Purpose: This research is to know the correlation of tooth brushing habit with the incidence of dental caries of 4th graders of SDN PUSPIPTEK South Tangerang. This research is quantitative. Research method: used is an analytical design with Cross Sectional approach, how to collect data in this research by means of questionnaire and observation. Result of research: habit of brushing teeth of school age children in SDN PUSPIPTEK in bad category counted 36 (49,3%) respondents from 73 respondents who made the sample. And the incidence of dental caries of 4th graders at SDN PUSPIPTEK in the category of dental caries as much as 27 (37,0%) of respondents from 73 respondents who made the sample. Result of analysis of habitual relationship of brushing teeth with incidence of dental caries. Chi-square obtained value of P-Value = 0.879. In conclusion: from this research there is no significant correlation to the habit of brushing teeth with the incidence of dental caries of 4th graders of SDN PUSPIPTEK South Tangerang. Dental caries experienced by some students may be due to their poor diet, eating lots of sweet foods such as chocolate or candy. Suggestion: expected to the students to be diligent to brush your teeth at least 2 times a day, especially after a sweet meal Keywords: Dental Brushing, Incidence of Dental caries
HUBUNGAN DUKUNGAN TEMPAT KERJA DENGAN PEMBERIAN ASI SAMPAI USIA 2 TAHUN PADA BATITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAMULANG Holidah, Holidah; Kasumawati, Frida; Marsiwi, Andini Restu; Mustakim, Amirul
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v4i1.43

Abstract

HUBUNGAN ANTARA PERAN KELUARGA SEBAGAI PENGAWAS MINUM OBAT (PMO) DENGAN TINGKAT KEPATUHAN PASIEN TB PARU TERHADAP PROGRAM PENGOBATAN DI WILAYAH PUSKESMAS SERPONG 1 KOTA TANGERANG SELATAN Dewi Fitriani; Gita Ayuningtyas
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 3, No 2 (2019): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v3i2.3

Abstract

ABSTRAKPada tahun 2014, TB telah membunuh 1,5 juta orang, WHO memperkirakan terdapat 9,6 juta kasus TB pada tahun 2014 namun hanya 6 juta kasus yang terlaporkan, artinya terdapat 3,6 juta kasus yang tidak terdiagnosis atau tidak terlaporkan. Sementara itu, 58% kasus TB dunia diantaranya terdapat di Asia Tenggara dan Pasifik Barat. Indonesia menempati posisi terbesar kedua kasus TB setelah India 23% yaitu sebesar 10%. Tingginya kegagalan/ketidakpatuhan program pengobatan juga disebabkan oleh rendahnya pengetahuan pasien tentang lamanya waktu pengobatan, banyaknya obat yang harus diminum, efek samping dari obat TB, hilangnya tanda dan gejala klinis sebelum akhir pengobatan, serta kurangnya dukungan dan motivasi dari keluarga selama pasien menjalani pengobatan. Dampaknya pasien menjadi lebih lama menjalani program, resiko penularan semakin besar, resisten terhadap obat. Keberhasilan dari konversi BTA sangat ditentukan oleh pengobatan secara teratur. Tujuan penelitian : untuk mengetahui hubungan antara peran keluarga sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) dengan tingkat kepatuhan pasien TB Paru terhadap program pengobatan di Wilayah Puskesmas Serpong 1 Kota Tangerang Selatan. Metode penelitian : menggunakan desain deskriptif analatik dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel berjumlah 120 orang, pengambilan sampel menggunakan cara Total  Sampling dan pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian : diperoleh adanya hubungan antara peran keluarga sebagai pengawas minum obat dengan tingkat kepatuhan pasien TB Paru terhadap program pengobatan di wilayah puskesmas Serpong 1 Tangerang Selatan (p=0,001) Ha diterima. Kesimpulan: adanya hubungan antara peran keluarga sebagai pengawas minum obat dengan tingkat kepatuhan pasien TB Paru terhadap program pengobatan di wilayah puskesmas Serpong 1 Tangerang Selatan.Kata Kunci :  Pengawas Minum Obat (PMO), Tingkat Kepatuhan Pasien,Tuberkulosis paru RELATIONSHIP BETWEEN THE FAMILY AS A DRUG SUPERVISOR (PMO) AND THE LEVEL OF COMPLIANCE IN LUNG TB PATIENTS TO TREATMENT PROGRAM IN THE REGENCY OF SERPONG 1 PUBLIC HEALTH CENTER SOUTH OF TANGERANG ABSTRACTIn 2014, TB killed 1.5 million people, WHO estimated that there were 9.6 million TB cases in 2014 but only 6 million cases were reported, meaning there were 3.6 million cases that were undiagnosed or unreported. Meanwhile, 58% of the world's TB cases are found in Southeast Asia and the Western Pacific. Indonesia occupies the second largest position of TB cases after India 23% which is equal to 10%.The high failure / noncompliance of the treatment program is also caused by the lack of patient knowledge about the length of time of treatment, the number of drugs to be taken, the side effects of TB drugs, loss of clinical signs and symptoms before the end of treatment and lack of support and motivation from the family while the patient is undergoing treatment. The impact is the patient becomes longer undergoing the program, the risk of transmission is greater, drug resistant. The success of AFB conversion is largely determined by regular treatment. The purpose of this study : to determine the relationship between the role of the family as a Drug Supervisor (PMO) with the level of compliance of pulmonary TB patients with treatment programs in the Serpong 1 Puskesmas 1 South Tangerang City. Research methods: using analytical descriptive design with cross sectional approach, the number of samples totaling 120 people, sampling using Total Sampling and data collection using questionnaires and interviews. The results of the study: the relationship between the role of the family as the supervisor of taking medication with the level of compliance of pulmonary TB patients to the treatment program in the area of Serpong 1 South Tangerang Health Center (p = 0.001]. Conclusion : there is a relationship between the role of the family as a supervisor taking medication with the level of compliance of pulmonary TB patients with treatment programs in the area of Serpong 1 South Tangerang.Keywords: Supervisor to Take Medication (PMO), Patient Compliance Level, Pulmonary Tuberculosis
HUBUNGAN ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA PUSKESMAS DENGAN KINERJA PEGAWAI DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT DI PUSKESMAS SETU KOTA TANGERANG SELATAN Veri, Veri; Pratiwi, Rita Dwi; Ginting, Samaria Herawati
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v5i1.96

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara gaya kepemimpinan kepala puskesmas dengan kinerja pegawai dalam memberikan pelayanan. Kinerja ialah hasil kerja yang dapat dicapai seseorang dalam suatu organisasi sesuai wewenang dan tanggung jawabnya mencapai tujuan organisasi. Jumah sampel 35 orang pegawai Puskesmas Setu Kota Tangerang Selatan dan 35 orang pasien yang berobat ke Puskesmas setu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang menggunakan data primer( Kuesoner) dan memakai metode penelitian cross sectional dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Dari Hasil penelitian diperoleh memiliki gaya kepemimpinan demokratis responde 21( 60%) dengan kinerja baik 15responden(49 %) Hasil Uji statistic diperoleh nilai ( Pvalue= 0,013,α;0,05) maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan kepala puskesmas dengan kinerja pegawai. Saran dari hasil penelitian ini diharapakan puskesmas dapat meningkatka pelayanan kepada masyarakat sehingga masyarakat

Page 5 of 15 | Total Record : 148


Filter by Year

2017 2025