Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Articles
13 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 3 (2016)"
:
13 Documents
clear
MASALAH PEMBELAJARAN PEMBUKTIAN MATEMATIKA BAGI MAHASISWA DI INDONESIA
Indra Siregar
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (379.75 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v5i3.286
AbstrakPembuktian matematika penting bagi mahasiswa matematika di perguruan tinggi, tetapi banyak mahasiswa matematika di perguruan tinggi Indonesia tidak bisa belajar pembuktian matematikadengan baik. Mereka merasa pembuktian matematika sangat sulit. Penelitian ini difokuskan pada mencari jawaban dari pertanyaan "mengapa mahasiswa matematika Indonesia tidak bisa belajarpembuktian matematika dengan baik?" dan "apa solusinya?". Upaya untuk menjawab pertanyaan ini sudah dilaporkan pada artikel Indra Siregar pada tahun 2015 dengan judul "Pembelajaranpembuktian matematik untuk pemula", tetapi peneliti menemukan beberapa informasi baru berdasarkan data dalam artikel itu. Peneliti menemukan bahwa mahasiswa matematika Indonesiatidak bisa belajar bukti matematis juga tidak hanya disebabkan oleh kemampuan logika matematika yang buruk dan kurangnya buku sumber untuk pemula, tetapi juga kurangnya pengalaman dalam menangani masalah matematika non rutin. Kita memiliki dua jenis solusiuntuk memecahkan masalah ini, yaitu solusi jangka pendek dan solusi jangka panjang.AbstractMathematical proof is important for mathematical student at college, but many mathematical student at Indonesian college can’t learn mathematical proof well. They feel that mathematical proof is so difficult. The research is focused on looking for the answer of the question “ why Indonesian mathematical college student can’t learn mathematical proof well?” and “what is the solution?”. The effort to answer the question have be reported on Indra Siregar’s article in 2015with the title “Mathematical proof learning for beginner”, but the researcher found some new information based on the data in that article. The reseacher found that Indonesian mathematical college student can’t learn mathematical proof well not only caused by bad logical mathematic ability and the lack of sources books for beginner, but the lack of experience on handling nonroutine mathematical problem. We have two kinds of solution to solve the problems, that is shortterm solution and long-term solution.
PENGEMBANGAN LEMBAR AKTIVITAS SISWA BERBASIS MASALAH PADA MATERI GARIS-GARIS ISTIMEWA SEGITIGA DI KELAS VII SMP
Heny Sinaga;
Zulkardi Zulkardi;
M Yusup
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (391.614 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v5i3.281
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan lembar aktivitas siswa berbasis masalah pada materi garis-garis istimewa segitiga di kelas VII SMP yang valid, praktis, dan memiliki efek potensial. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan tahapan meliputi preliminary study dan tahapan formative evaluation (self evaluation, expert review, one-to one, small group, dan field test). Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah kelas VII.8 di SMP Negeri 6 Palembang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar aktivitas siswa berbasis masalah, RPP, dokumen (lembar validasi), dan soal tes. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Pada tahapan expert review dan one-to-one dilakukan untuk melihat validitas lembar aktivitas siswa. Tahapan small group dilakukan untuk melihat kepraktisan. Adapun field test digunakan untuk melihat efek potensial dari lembar aktivitas siswa yang dikembangkan.AbstractThis study aims to produce a student activity sheet based on problem related material special lines triangle in class VII SMP which valid, practical, and have a potential effect. This type of research is development of research includes the preliminary study stages and phases of formative evaluation (self-evaluation, expert review, one-to-one, small group, and a field test). Research subjects in this study were VII.8 class in SMP Negeri 6 Palembang. Instruments used in this research is problem-based student activity sheets, lesson plans, documents (validation sheets), and test questions. Analysis of the data used is descriptive analysis. On the steps of expert reviews and one-to-one is made to see the validity of the student activity sheet. On the steps in small group made to look practicality. The field test is used to look at the potential effects of student activity sheets developed.
ANALISIS PENGARUH DISPOSISI MATEMATIS, KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF, DAN PERSEPSI PADA KREATIVITAS TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS
Ali Mahmudi;
Bagus Ardi Saputro
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (236.435 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v5i3.276
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh persepsi pada kreativitas terhadap kemampuan berpikir kreatif; pengaruh disposisi matematis dan kemampuan berpikir kreatif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Metode statistika yang digunakan adalah analisis jalur. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari persepsi pada kreativitas terhadap kemampuan berpikir kreatif; terdapat pengaruh yang signifikan dari kemampuan berpikir kreatif dan disposisi matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis; terdapat pengaruh tidak langsung dari persepsi pada kreativitas terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis.AbstractThis study aimed to examine the effect on the perception of creativity to the creative thinking abilities; the effect of the disposition of mathematical and creative thinking abilities to mathematical problem solving ability. Statistical method used is path analysis. The test results indicate that there is significant influence of perception on the creativity of the creative thinking abilities; significant influence on the ability to think creatively and mathematical disposition towards mathematical problem solving ability; There are no direct influence on the perception of the creativity of the mathematical problem solving ability.
PEMBELAJARAN DENGAN STRATEGI SEARCH-SOLVE-CREATE-SHARE UNTUK MELATIH KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR MATEMATIKA
Diar Veni Rahayu
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (212.868 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v5i3.287
AbstrakMemiliki keterampilan dasar mengajar yang baik dalam mengajarkan konsep matematika masih menjadi kendala bagi beberapa mahasiswa calon guru matematika, padahal keterampilan tersebut merupakan dasar bagi mereka untuk menjadi calon guru yang profesional.Oleh karena itu diperlukan suatu strategi pembelajaran yang dapat memfasilitasi para mahasiswa calon guru dalam mengembangkan dan menguasai keterampilan dasar mengajar matematika.Pembelajaran dengan strategi search-solve-create-share mampu mengoptimalkan keterampilan dasar mengajar matematika para mahasiswa calon guru. Tahap-tahap pada pembelajaran dengan strategi ini mampu memfasilitasi dan mengembangkan komponen-komponen keterampilan dasar mengajar matematika pada para mahasiswa calon guru.AbstractHaving a good teaching basic skills in teaching mathematical concepts is still an obstacle for some prospective teachers of mathematics, but these skills are the foundation for them to become profesional teachers. Therefore required a learning strategy that can facilitate prospective teachers in developing and master the basic skills taught mathematics. Learning with search-solve-create-share strategies can optimize mathematics teaching basic skills of the prospective teachers. The phases on learning with these strategies were able to facilitate and develop the components of mathematics teaching basic skills for prospective teachers.
INVESTIGASI KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING DAN PROBLEM POSING MATEMATIS MAHASISWA VIA PENDEKATAN REALISTIC
Afriansyah, Ekasatya Aldila
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (325.76 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v5i3.282
AbstrakKemampuan problem solving dan problem posing matematis merupakan kemampuan matematis yang perlu dimiliki oleh mahasiswa. Melalui kedua kemampuan ini, seorang mahasiswa dapat lebih kreatif dalam mengungkapkan ide serta gagasannya dengan cara menghubungkan pengetahuan yang dia peroleh sebelumnya dan mengaitkannya dengan pengetahuan yang dia diperoleh sekarang; serta mampu menuangkan gagasan/ide dalam menyelesaikan persoalan matematis yang dihadapinya. Namun pada kenyataannya, masih banyak mahasiswa yang belum memiliki kedua kemampuan ini, sehingga perlu diadakan perbaikan pembelajaran melalui pendekatan yang tepat. Pada penelitian ini, pendekatan pembelajaran yang dijadikan sebagai solusinya adalah pendekatan Realistic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan problem solving dan problem posing matematik mahasiswa melalui pendekatan Realistic. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa tes diagnostik berupa pre-test dan pos-test, dan angket. Hasil dari penelitian ini, kemampuan problem solving dan problem posing mahasiswa cenderung meningkat. Rekomendasi bagi peneliti lain adalah melakukan penelitian sejenis ini dengan subjek penelitian yang berbeda, seperti mahasiswa calon guru.AbstractMathematical problem solving and problem posing skill are the mathematical skills that need to be owned by students. By having this skill, students can be more creative in expressing ideas by connecting the knowledge that they held previously. But in reality, there are some students who are lack of problem solving skill; therefore it is really important to improve learning through appropriate approach. Realistic approach had been chosen as the learning theory to be applied in the class. This study has the objective to find out whether the use of realistic approach enhances students’ mathematical problem solving and problem posing skills. The research methodology used in this study is a quantitative research. The instrument used diagnostic tests (pre-test and post-test); and questioner. The results of this study, the mathematical problem solving and problem posing skills students tend to increase. Recommendations for other researchers are do the research of mathematical problem solving and problem posing skills in other populations, especially prospective teachers.
PENERAPAN MODEL ACTIVE KNOWLEDGE SHARING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VII DI SMPN 18 PALEMBANG
Eka Fitri Puspa Sari
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (280.713 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v5i3.288
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keaktifan dan hasil belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran Active Knowledge Sharing. Subjek penelitian adalah siswa-siswi SMP N 18 Palembang kelas VII1 yang berjumlah 40 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi untuk mengetahui keaktifan siswa setelah diterapkannya model pembelajaran Active Knowledge Sharing. Berdasarkan analisis data observasi diperoleh nilai rata-rata 13,0 dikategorikan tinggi dalam rentang 4-16. Selanjutnya pengumpulan data menggunakan LKS, PR dan tes akhir dilakukan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran Active Knowledge Sharing. Dari hasil belajar yang telah dianalisis diperoleh rata-rata hasil belajar siswa 75,4.AbstractThis study aims to determine the activity and student learning outcomes after the implementation of Active Knowledge Sharing learning model. The subjects were students of SMP N 18 Palembang VII1 classes totaling 40 people. Collecting data using observation sheet to know the students' activity after the implementation of Active Knowledge Sharing learning model. Based on the analysis of observational data obtained by the average value of 13.0 categorized as high in the range of 4-16. Further data collection using the worksheets, homework and the final test is performed to determine student learning outcomes after the implementation of Active Knowledge Sharing learning model. From the results of the study have been analyzed gained an average of 75.4 students' learning outcomes.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN KOMPUTER PADA MATERI KESEBANGUNAN DI KELAS IX MTS NEGERI 1 PALEMBANG
Veven Hernandes;
Muhammad Isnaini;
Gusmelia Testiana
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (455.345 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v5i3.283
AbstrakPenelitian ini bertujuan menghasilkan bahan ajar matematika dengan menggunakan komputer pada materi kesebangunan untuk sekolah menengah pertama yang memenuhi kriteria valid dan praktis untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran matematika serta agar siswa lebih tertarik belajar pelajaran matematika.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (R & D). Subyek dalam penelitian ini ada dua kelas yaitu siswa kelas IXCyang berjumlah 40 siswa sebagai kelompok besar dan 10 siswa dari 40 siswa kelas IXA sebagai kelompok kecil. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar validasi, angket kepraktisan dan observasi kepraktisan. Berdasarkan hasil validasidari 6 validator diperoleh skor rata-rata sebesar 88,73 yang tergolong kategori sangat valid. Berdasarkan angket kepraktisan pada tahap uji coba produk kelompok kecildiperoleh hasil rata-rata dalam kategori praktisyaitu 89,38 dan rata-rata observasidalam kategori praktis yaitu sebesar 85. Sedangkan pada tahap uji pemakaian kelompok besar diperoleh hasil rata-rata dalam kategori praktis yaitu 85,26 dan rata-rata observasi dalam kategori praktis yaitu sebesar 85,24. Sehingga bahan ajar matematikayang dikembangkan dapat digunakan dalam pembelajaran kesebangunan.AbstractThis study aims to produce a mathematics instructional materials using a computer on the material similarity for junior high school which meet the criteria for a valid and practical use in mathematics learning activities as well as to make students more interested in learning math. The method used in this research is the Research and Development (R & D). Subjects in this studyare two classes,40 students from IXC as a large group and 10 of 40 students from IXA as a small group. Data collection techniques used in this study are validation sheet, questionnaire and practicality observation. Based on the results of the validation of the 6 validators obtained an average score of 88.73 which is classified as a very valid one. Based on the practicality questionnaire of the small group’s test phase obtained a result of 89.38% with the average 92.5% in practical category. Meanwhile in the larger group’s test phase obtained a result of 85.26% with the average 94.32% in practical category. So that the mathematical teaching materials developed can be used in learning similarity.
JENIS KEKELIRUAN AKIBAT MENGHAFAL PROSEDUR RUTIN DALAM MELAKUKAN OPERASI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN PECAHAN
Sri Imelda Edo
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (454.036 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v5i3.278
AbstrakBerdasarkan pengalaman penulis sebelumnya ketika mengajar matakuliah matematika dasar pada jurusan TPH Politani Kupang, mahasiswa selalu mengalami kesulitan dalam operasi bilangan pecahan. Karena itu pada saat proses pembelajaran, pengajar terpaksa harus kembali memberikan penanaman konsep bilangan pecahan. Kondisi ini menarik perhatian penulis untuk mengidentifikasi jenis-jenis kekeliruan mahasiswa baru jurusan TPH Politani Kupang tahun 2015 dalam melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan dan faktor penyebabnya. Proses investigasi ini dilakukan melalui metode penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan wawancara. Hasilnya adalah; 5% mahasiswa langsung menjumlahkan bagian Pembilang dengan pembilang dan Penyebut dengan penyebut dari dua bilangan pecahan yang berbeda penyebut. 3% mahasiswa langsung menjumlahkan penyebut yang berbeda dari dua bilangan pecahan yang pembilangnya sama. 83% mahasiswa menyamakan penyebut dari bilangan pecahan dengan menggunakan KPK tetapi mereka lupa cara merubah pembilang apabila penyebutnya berubah. 5% mahasiswa menyelesaikan soal dengan menggunakan rumus, namun mereka menggunakan rumus operasi perkalian pada operasi pengurangan. Sisahnya 4% mahasiswa menjawab benar dengan cara menyamakan penyebut dengan menggunakan KPK. Sementara hasil wawancara menunjukan bahwa dominan mahasiswa merupakan tamatan SMK dan berasal dari kabupaten yang tersebar diseluruh wilayah propinsi NTT. Mereka hanya mengenal dua cara melakukan operasi pecahan yaitu menyamakan penyebut dengan KPK dan mengunakan rumus. Kedua cara ini memiliki algoritma baku yang harus mereka hafal. Mereka tidak memahami apapun dibalik langkah demi langkah dalam algoritma tersebut. Dengan demikian semua jenis kekeliruan di atas merupakan akibat dari menghafal prosedur rutin yang mereka pelajari pada jenjang pendidikan sebelumnya.AbstractBased on Authors experience when taught basic math course, in general students have found difficulty in operating fractions. Therefore, the goal of this research was to investigate student’s errors and misconception in addition and subtraction of fraction. Research conducted at Aqua Culture Technology, Agriculture industry technology study programs food Crops and horticulture Department of POLITANI Kupang on 2015. New students were the subjects of this study. This process is done through qualitative research methods. Data were collected through written tests and interviews. However, some students can solve formal operation given in common rule without any sense of its concept. The result were; 5% of the students added the numerator and denominator of the fractions directly even the denominators are different, 3% of students equate the numerator of fractions and then add them together. 83% of students equate the denominator of the fractions using least common multiple but they forget how to change the numerator of those fractions when their denominator was changed. 5% of students solved problems using the formula given by teacher, but they failed to remember it well. The rest 4% of students can solve the question correctly. While the interviews results showed that dominant students are graduates from Vocational high School and come from districts that are spread throughout the province of NTT. They only knew two ways in addition and subtraction of fractions i.e. equate denominators of fractions using least common multiple and using formula. Both of them has a standard algorithm that students have to memorized. They do not understand anything about step by step of the algorithm. Thus all kinds of errors was the effect of memorizing the routine procedures they learned in the previous education level.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA
Ari Riswanto
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (312.845 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v5i3.284
AbstrakDalam dunia pendidikan keberhasilan yang maksimal dapat dilakukan dengan membuat berbagai prediksi dan perbaikan terhadap berbagai kekurangan yang ditemui, hal ini akan berimplikasi pada hasil belajar yang didapat oleh peserta didik. penilaian hasil belajar akan menjadi hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran, sehingga merupakan satu hal yang wajib dilakukan dan menjadi tolok ukur proses pendidikan, hal ini akan tercermin salah satunya adalah dari motivasi belajar yang dimiliki oleh peserta didik. Penelitian ini berfokus pada sejauhmana model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualiazation) berpengaruh dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam dunia pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan metode eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan menggunakan 32 mahasiswa sebagai kelompok eksperimen dan 32 mahasiswa lain sebagai kelompok kontrol. Analisis yang dilakukan mulai dari analisis uji validitas, reliabilitas, taraf keusukaran, uji beda dan analisis uji hipotesis. Sedangkan kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan metode pembelajaran tipe TAI, dengan tingkat motivasi belajar mahasiswa yang lebih baik pada materi matematika ekonomi. Adapun saran yang dapat di berikan pada peneliti selanjutnya adalah jika akan menggunakan Model Cooperative Learning metode TAI (Team Assisted Individualiazation) dalam melakukan penelitiannya harus memperhatikan aspek lain seperti aspek psikomotor sehingga hasil penelitian lebih baik dan sempurna.AbstractIn the academic success of the maximum can be done by making predictions and improvements to various deficiencies are found, it will have implications on learning outcomes acquired by learners. assessment of learning outcomes will be very important in the learning process, so that is one thing you must do and the benchmark educational process, this will be reflected one of them is from the motivation to learn owned by learners. This study focuses on the extent of cooperative learning model type TAI (Team Assisted Individualiazation) influence in increasing the motivation of learners in education. This research uses experimental approach with a quasi-experimental methods (quasi experiment) using 32 students as an experimental group and 32 other students as a control group. The analysis is done from the analysis of validity, reliability, level keusukaran, different test and analysis of hypothesis testing. While the conclusion of the study is that there is a difference before and after using the learning methods TAI type, with the level of student motivation to learn the material better in mathematical economics. As for suggestions that can give further research is if it will use the Model Cooperative Learning method of TAI (Team Assisted Individualiazation) in conducting the research should pay attention to other aspects such as psychomotor aspects so that research results better and perfect.
PERKEMBANGAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) DI LPTK BANDUNG RAYA
Yuniawatika Yuniawatika;
Devi Nurul Yuspriyati;
Ibrahim Sani;
Febriyanti Febriyanti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (219.801 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v5i3.279
AbstrakMatematika sangat penting untuk menumbuhkembangkan kemampuan berpikir siswa serta menanamkan pendidikan karakter pada diri siswa sehingga dengan kemampuan itu diharapkan peserta didik mampu bertahan hidup dalam keadaan yang tidak pasti dan kompetitif. Namun sampai saat ini sebagian besar siswa tidak menyukai dan bahkan benci dengan matematika karena mereka merasa matematika adalah sesuatu yang membosankan dan menakutkan. terdapat bukti dengan masalah umum matematika seperti rendahnya rata-rata NEM nasional, rendahnya daya saing di ajang internasional serta rendahnya minat belajar matematika. Banyak upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pakar pendidikan matematika di Indonesia bahkan di negara-negara maju pun melakukan banyak inovasi-inovasi pendidikan khususnya pada matematika. Indonesia sendiri tengah dipopulerkan Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia atau disingkat PMRI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang akan menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari subjek yang diamati. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan metode observasi, metode angket, metode wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini bahwa Perkembangan PMRI di Jawa Barat khususnya Bandung Barat belum berkembang maksimal sesuai yang diharapkan pada saat pertama kali PMRI dikenalkan di Indonesia. Hal ini dapat dilihat hanya beberapa yang menerapkan PMRI itu sendiri di sekolah. Pada saat sekarang ini LPTK-LPTK sudah mulai jarang mengadakan pelatihan/workshop, seminar dan juga penelitian yang bertemakan PMRI. Kemudian ditunjang juga bahwa kurang adanya dukungan dari pemerintah mengenai PMRI. Sehingga, PMRI dalam perkembangannya belum menyebar secara menyeluruh di Bandung Raya.AbstractMath is very important to develop students' thinking skills and instill character education on students with abilities so that learners are expected to survive in an uncertain and competitive . However, to date most of the students do not like and even hate math because math is something they feel boring and intimidating . there is evidence of the general mathematical problems such as low national average NEM , low competitiveness in the international arena as well as the lack of interest in learning mathematics . Many efforts have been made by experts of mathematics education in Indonesia, even in developed countries also do a lot of innovations in education, especially in mathematics . Indonesia is in the midst popularized Realistic Mathematics EducationIndonesia or abbreviated PMRI. The method used in this study is a qualitative research method that will generate descriptive data in the form of words written or spoken of the subject being observed. Data collection techniques used is to use the method of observation , questionnaire , interview, and documentation . The results of this study that PMRI Developments in West Bandung West Java has not been fully developed as expected when first introduced in Indonesia PMRI . It can be seen that only a few PMRI apply themselves in school . At this present time LPTKs - LPTK already begun rarely held pelatiha / workshops , seminars and study also the theme PMRI . Then also supported that the lack of support from the government regarding PMRI . Thus, PMRI in its development as a whole has not spread in Bandung Raya .