cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2017)" : 15 Documents clear
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN SELF-CONFIDENCE SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CYCLE 7E Teni Sritresna
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.577 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i3.330

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil penelitian-penelitian terdahulu yang menunjukkan masih rendahnya kemampuan komunikasi matematis dan self-confidence siswa dalam belajar matematika. Learning Cycle 7E merupakan salah satu model pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan self-confidence siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan self-confidence siswa yang mendapatkan model pembelajaran learning cycle 7E dengan yang mendapatkan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan populasi siswa di salah satu SMP di Kabupaten Garut. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupas tes kemampuan komunikasi matematis dan skala sikap self-confidence siswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan self-confidence siswa yang mendapatkan model pembelajaran learning cycle 7E lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. AbstractThis research is motivated by the results of previous studies which indicates the low ability of mathematical communication and self-confidence of students in learning mathematics. Learning Cycle 7E is one of the learning model that is expected to improve the ability of mathematical communication and self-confidence of students. The purpose of this study to determine the improvement of mathematical communication skills and self-confidence of students who get learning model of learning cycle 7E with which get the conventional learning model. This research is a quasi-experiment research with student population in one of junior high school in Garut. Sampling is done by using purposive sampling technique. The instrument used in this study examined the ability of mathematical communication and the scale of student self-confidence attitude. The result of data analysis shows that the improvement of mathematical communication ability and self-confidence of students who get the learning model of learning cycle 7E is better than students who get conventional learning.
EKSPLOITASI KESALAHAN KONSEP TEORI GRAF DALAM PERKULIAHAN MATEMATIKA DISKRIT MENGGUNAKAN METODE GAME "TANTANGAN BERHADIAH POINT" Dian Mardiani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.254 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i3.325

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesalahan konsep teori graf apa saja yang dapat terjadi ketika game “tantangan berhadiah point” diterapkan dalam perkuliahan matematika diskrit dengan tema sejarah dan teori graf. Subjek penelitian dari penelitian ini adalah kelas 2B Prodi Pendidikan Matematika tahun ajaran 2016/2017 berjumlah 34 mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Hasil analisa data penelitian ini, ditemukan ada tujuh jenis kesalahan yang terjadi. Mahasiswa salah  mengingat dalam menulis nama tokoh sejarah atau nama tempat dalam sejarah graf sebanyak 68%, kemudian 35% mahasiswa salah dalam menulis simbol derajat dari suatu simpul, 18% salah dalam memahami konsep derajat suatu simpul pada graf, 18% salah dalam memahami konsep sisi dan simpul pada graf, 15% mahasiswa salah dalam proses berhitung, 3% salah dalam mengingat informasi, 24% mahasiswa  salah memahami konsep derajat dari graf yang mengandung loop. Dari survey diperoleh 88% mahasiswa memberikan pendapat positif terhadap game ini, walaupun hanya 9% yang berhasil menjawab sempurna semua soal tes. Kesimpulannya game ini tidak menjamin efektifitas perkuliahan namun memberikan suasana belajar yang lebih positif. AbstractThe purpose of this study is to find out mistakes in learning Graph theory while applying the concept with games “Challenge made point” in Diskrit Math lecturing with theme: Story and Graph Theory. Subjects of this study are 34 students of Math Program class 2B year 2017-2018. This descriptive study found that there are seven mistakes occurred. Some students were false to remember in writing the name of Math expert or the name of history place of Graph theory about 68%, meanwhile 35% students were false to write symbol degree concept from a knot of Graph, 15% students were false in counting process, 3% students were false to remember information, and 24 % students were false to understand degree concept of Graph had loop. Meanwhile, from survey, it found that 88% students gave positive response toward this game, although only 9% student’s success to answer the test perfectly. The main point is, this game didn’t ensure effective lecturing, but it made more positive atmosphere while teaching and learning process.
LINTASAN PEMBELAJARAN PECAHAN MENGGUNAKAN MATEMATIKA REALISTIK KONTEKS PERMAINAN TRADISIONAL SIKI DOKA Sri Imelda Edo; Damianus Dao Samo
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.016 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i3.320

Abstract

AbstrakMateri pecahan merupakan salah satu materi matematika yang rumit. Kerumitan pecahan tidak saja dialami oleh siswa, tetapi juga mahasiswa dan guru. Penyebabnya adalah penguasaan konsep pecahan yang rendah. Karena guru pada jenjang pendidikan Dasar memperkenalkan pecahan dengan metode ceramah dan langsung memberi contoh soal kemudian siswa mengerjakan soal latihan. Guru mengajarkan algoritma rutin dalam mengerjakan soal, Edo. I.S (2016). Metode ini dipraktekan secara turun temurun. Karena itu siswa merasa jenuh dan tidak tertarik belajar. Elly Risman (2008) mengatakan bahwa,” Ada tiga cara penyampaian yang efektif bagi anak, yakni dengan bermain, bernyanyi, dan bercerita. Sementara Pendekatan pembelajaran yang berlandaskan pada filosofi bahwa matematika merupakan aktivitas Insani adalah pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik. Karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana desain pembelajaran pecahan dengan menggunakan pendekatan Matematika Realistik Konteks Permainan Siki Doka (taplak). Adapun metode penelitian yang digunakan adalah Desain Riset yang dilaksanakan di SDN. Angkasa Kupang dan SDK. Kristen Tunas Bangsa Kupang pada siswa kelas III. Hasilnya adalah siswa sangat antusias dan menikmati seluruh aktivitas pembelajaran karena mereka belajar melalui kegiatan bermain, menggambar, mewarnai, menggunting dan menyusun kertas origami yang berwarna warni. Siswa bukan saja telah memahami konsep pecahan sederhana, membandingkan pecahan sederhana, dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan pecahan sederhana tetapi juga mereka sudah terlibat dalam aktivitas yang berhubungan dengan konsep penjumlahan dan kelipatan pecahan.Kata Kunci: Pembelajaran Pecahan, Konsep Pecahan, Perbandingan Pecahan, Pembelajaran pecahan dengan RME, pembelajaran pecahan conteks permainan tradisional.AbstractFraction is one of hard subject of mathematics. Fractional complexity is not only experienced by students, but also students and teachers. They found difficulty to solve any mathematics problems related to fractions due to weak of fraction concept and disspointed learning method. Because teachers in elementary taught them using lecture method through routin algorthm. Teacher began the lessons by given short explanation, then some routin example provided on students’ text book. In the end of the lessons students did some exercise, Edo.I. S (2016). Therefore, students bored to follow all of learning process. Whereas Elly Risman (2008) said that there are three effective ways to teach children i.e. by playing, singing and storytelling. While Mathematics learning approach which assume that mathematics as human activity is Realistics Mathematics Education (RME). Therefore, this study aimed to design simple fraction learning trajectory using RME approach through traditional game namely siki Doka as a context. The Research method used in this research is Design Research which conducted in SDN Angkasa Kupang and SDK. Tunas Bangsa Kupang in the third grade students. The result showed that students were very enthusiastic and enjoy all the learning activities because they learned while playing, drawing, Coloring, cutting and arrange colorful origami paper. Students not only understand the concept of simple fractions, compare simple fractions, and solve problems related to simple fractions as well they are already involved in the activities to found the concept of fractional addition and its multiples.Keyword: Fractional Learning, Concepts of Fraction, comparing fraction, Fractional Learning using RME approach, fraction learning using traditional game.
PENGEMBANGAN WEBSITE PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Mangelep, Navel Oktaviandy
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.087 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i3.331

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lingkungan belajar matematika berbasis internet khususnya bagi siswa SMP yang diwujudkan lewat pengembangan website pembelajaran matematika realistik yang valid, praktis, dan efektif. Namun pada artikel ini pembahasan difokuskan pada kevalidan dan kepraktisan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan dengan tipe penelitian formatif yang meliputi tahap analisis, pendesaian dan evaluasi formatif. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, walk through, tes, observasi, dan wawancara. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif. Kevalidan dipenuhi berdasarkan validasi pakar secara kualitatif dari aspek konten, konstruk, dan bahasa. Kriteria praktis dipenuhi apabila memenuhi dua hal yaitu; (1) para pakar menyatakan bahwa apa yang dikembangakan dapat diterapkan, dan (2) kenyataan menunjukkan bahwa apa yang dikembangkan tersebut dapat diterapkan. Hasil yang diperoleh adalah telah dihasilkan prototipe website pembelajaran matematika yang valid dan praktis. AbstractThis study aims to develop an internet-based mathematics learning environment, especially for junior high school students who realized through the development of realistic mathematics learning website that is valid, practical, and effective. But in this article the discussion is focused on validity and practicality. The method used in this study is development research method with type of formative research covering phase of analysis, developing and formative evaluation. Techniques of collecting data in the form of documentation, walk through, tests, observations, and interviews. The data analysis technique used is descriptive qualitative. Validity fulfilled qualitatively by the validator. Practical criteria are met if they fulfill two things; (1) the experts state that what is developed can be applied, and (2) the reality shows that what is developed is applicable. The result obtained is a prototype of a valid and practical mathematics learning website
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MEMBELAJARKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMP Marzuki Ahmad; Seri Asmaidah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.431 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i3.326

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk prangkat Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) yang dapat membelajarkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Aktivitas Siswa (LAS), Buku Pegangan Guru (BPG) dan Buku Siswa (BS) pada materi himpunan untuk siswa kelas VII SMP. Selain itu dikembangkan Juga instrumen tes Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika (KPMM). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan (development research) dengan model 4D Thiagarajan, dkk. (1974) yang meliputi tahap pendefenisian (define), tahap perencanaan (design), tahap pengembangan (develop) dan tahap penyebaran (disseminate). Tahapan pengembangan yang dilakukan menerapkan ujicoba produk. Proses tahap pengembangan yang dilakukan melibatkan sampel penelitian yaitu siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tambangan sebagai proses uji keterbacaan/simulasi dan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tambangan sebagai kelas ujicoba lapangan. Data dikumpulkan melalui dokumen dan tes. Penelitian yang dilakukan memberikan kesimpulan bahwa dihasilkan produk perangkat pembelajaran matematika realistik yang baik/valid untuk topik himpunan untuk siswa kelas VII SMP. AbstractThe aims of the study are to produce the Realistic Mathematics Education (RME) device to teach of students’ problem solving ability on Mathematics to the Junior High School. Education device development consists of Lesson Plan, Students Activity sheet, Teachers’ Book, and Students’ Book on set matter to the seventh grade students. In the other hand, instrument of problem solving ability was developed. This study is research and development on Four-D Thiagarajan et.al (1974) consists of define, design, develop and disseminate. Steps of development consists test of product. The sample of study   is the seventh grade students of SMP Negeri 2 Tambangan as the simulation test and the SMP Negeri 1 Tambangan as the test. The data is collected through document and test. The result of the study is produced the good and valid Realistic Mathematics Education (RME) device on set matter to teach the seventh grade students.
MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA DOMAT Imas Komariah; Rostina Sundayana
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.729 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i3.321

Abstract

AbstrakSebagian besar siswa SMP menganggap bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit dipelajari dan membosankan. Salah satu penyebabnya adalah karena matematika bersifat abstrak serta pemilihan metode pembelajaran yang kurang tepat. Hal ini menjadi tantangan bagi para guru matematika untuk dapat menggunakan media pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif belajar matematika, sehingga para siswa merasa senang belajar matematika. Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan media permainan DOMAT dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IX-A SMP Negeri 2 Tarogong Kidul. Adapun hasil penelitian ini adalah pada siklus I belum menunjukkan tercapainya indikator keberhasilan yang ditetapkan, yaitu jumlah siswa yang aktif sebanya 75% (27 orang). Artinya, pelaksanaan tindakan pada siklus pertama belum berhasil dan harus dilanjutkan ke siklus berikutnya dengan perbaikan tindakan yang dianggap menjadi penyebab ketidakberhasilan. Pada siklus II sudah menunjukkan tercapainya indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan, yaitu jumlah siswa yang aktif pada setiap pertemuan 75%. Artinya, pelaksanaan tindakan pada siklus II sudah berhasil. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan media permainan domat merupakan salah satu cara atau strategi untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika.Kata Kunci: Aktivitas belajar, Domino Matematika.AbstractMost junior high school students consider that math is a difficult subject to learn and bore. One reason is that mathematics is abstract and the choice of less precise learning method. It is a challenge for math teachers to be able to use instructional media that can involve students actively learning math, so that students feel happy learning math. The purpose of this classroom action research is to find out whether the use of DOMAT game media can improve the learning activity of grade IX-A students of SMP Negeri 2 Tarogong Kidul. The results of this study is that in cycle I has not shown the achievement of the established success indicators, ie the number of active students sebanya 75% (27 people). That is, the implementation of the action in the first cycle has not been successful and should proceed to the next cycle with the improvement of the action considered to be the cause of the unsuccessfulness. In the second cycle has shown the achievement of a predetermined success indicator, ie the number of students who are active at each meeting 75%. That is, the implementation of action in cycle II has been successful. Thus it can be concluded that the use of domat game media is one way or strategy to increase student activity in learning mathematics.Keyword: Learning Activities, Domino Mathematics.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA ANTARA YANG MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN INSIDE-OUTSIDE-CIRCLE DENGAN KONVENSIONAL Reni Nuraeni; Irena Puji Luritawaty
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.716 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i3.332

Abstract

AbstrakPemahaman merupakan aspek fundamental serta kemampuan dasar untuk mencapai kemampuan matematis lainnya yang lebih tinggi. Setiap pembelajaran harus menyertakan hal pokok dari pemahaman. Untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis harus difasilitasi oleh pembelajaran yang diberikan oleh guru, salah satunya adalah pembelajaran Inside-Outside-Circle. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah perbandingan kemampuan pemahaman matematis siswa antara yang menggunakan pembelajaran Inside-Outside-Circle dengan konvensional. Adapun populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IX di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) swasta di kabupaten Garut. Sedangkan sampelnya yaitu siswa kelas IX B dan IX C di sekolah tersebut. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal uraian yang diujikan pada saat pretest dan posttest. Data hasil tes tersebut kemudian dikenakan beberapa uji statistik yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan terakhir uji-t. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemahaman matematis siswa yang menggunakan pembelajaran Inside-Outside-Circle lebih baik daripada konvensional. AbstractUnderstanding is a fundamental aspect as well as a basic ability to achieve other higher mathematical abilities. Every lesson should include the essentials of understanding. To improve the ability of mathematical understanding must be facilitated by the learning provided by the teacher, one of them is the Inside-Outside-Circle learning. This study aims to examine the comparison of students' mathematical comprehension skills between those using the conventional Inside-Outside-Circle learning. The population used in this study is the students of class IX in one of the private Madrasah Tsanawiyah (MTs) in Garut district. While the sample is the students of class IX B and IX C at the school. The instrument used in this study is a description of the tested test at the time of pretest and posttest. Data test results are then subjected to several statistical tests namely normality test, homogeneity test, and last t-test. Based on data analysis, it can be concluded that students' mathematical understanding ability using Inside-Outside-Circle learning is better than conventional.
KEMAMPUAN PENALARAN ANALOGIS SANTRI DALAM GEOMETRI: PENELITIAN KUALITATIF DI SEBUAH PONDOK PESANTREN Sendi Ramdhani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.448 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i3.327

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kemampuan penalaran analogis santri dalam geometri dan mengidentifikasi kesulitan dan hambatan mereka. Penulis mendeskripsikan bagaimana kemampuan analogis dalam pemahaman konsep geometri, kemampuan penalaran analogis dalam teorema dan sifat, dan kemampunan penalaran analogis dalam masalah geometri. Penelitian ini merupakan bagian dari pengembangan bahan ajar geometri untuk meningkatkan kemampuan penalaran analogis santri. Adapun metode penelitiannya menggunakan penelitian kualitatif dalam materi teorema Pythagoras, aturan kosinus, dan teorema garis tinggi segitiga yang melibatkan 80 santri di sebuah Pondok Pesantren di Bandung, Indonesia. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa kemampuan penalaran analogis santri berada di kategori rendah dan cukup. Berdasarkan hasil tes dan wawancara menunjukkan santri kesulitan menuliskan persamaan Pythagoras berdasarkan gambar segitiga siku-siku dalam berbagai konteks, menuliskan persamaan kosinus berdasarkan definisi verbal dan gambar, melukis segitiga siku-siku berdasarkan persamaan Pythagoras, melakukan penalaran analogis antara teorema Pythagoras dan aturan kosinus, dan melakukan penalaran analogis berdasarkan teorema. Rekomendasi dari penelitian ini berupa kesulitan-kesulitan dan kelemahan-kelemahan santri dalam kemampuan penalaran analogis yang akan menjadi landasan untuk mengembangan bahan ajar geometri. AbstractThis study aims to investigate the analogical reasoning ability of santri in geometry and identify their difficulties and constraints. The author describes how analogical reasoning in understanding the concepts of geometry, analogical reasoning in theorems and properties, and the use of analogical reasoning in geometry problems. This research is part of the development of geometry teaching materials to improve the analogical reasoning ability of santri. The research method uses qualitative research in the material of Pythagoras theorem, the law of cosine, and triangle altitude theorem that involves 80 santri at a Pondok Pesantren in Bandung, Indonesia. The results of this study found that the santri's analogical reasoning abilities were in the low and sufficient category. Based on the results of the tests and interviews it is difficult for students to write Pythagoras equations based on right triangle images in various contexts, writing cosine equations based on verbal definitions and drawings, painting right triangles based on Pythagoras equations, analogical reasoning between Pythagorean theorem and cosine rules; doing analogical reasoning based on the theorem. The recommendation of this research is the difficulties and weaknesses of santri in analogical reasoning ability that will be the basis for developing geometry teaching materials.
INTEGRASI NILAI-NILAI KARAKTER MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Iyam Maryati; Nanang Priatna
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.403 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i3.322

Abstract

AbstrakPendidikan karakter merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran yang mengarah kepada pembentukan karakter peserta didik dengan menitiberatkan pada keteladanan, pembiasaan, dan penciptaan lingkungan yaang kondusif . Bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter matematika seperti jujur, demokrasi, bertanggungjawab, mandiri, disiplin, kerja keras, kreatif, dan rasa ingin tahu. Nilai-nilai karakter yang dikembangkan dalam pembelajaran matematika tetap harus berlandaskan pada nilai-nilai universal. Pengintegrasian nilai-nilai pendidikan karakter dapat ditempuh dengan langkah-langkah : a) Menggunakan nilai-nilai budaya dan karakter yang memperlihatkan keterkaitan antara Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar dengan nilai dan indikator untuk menentukan nilai yang akan dikembangkan; b) Mencantumkan nilai-nilai budaya dan karakter itu ke dalam silabus; c) Mencantumkan nilai-nilai yang sudah tertera pada silabus ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran; d) Mengembangkan proses pembelajaran peserta didik secara aktif yang memungkinkan peserta didik memiliki kesempatan melakukan internalisasi nilai dan menunjukkannya dalam perilaku yang sesuai; e) Memberikan bantuan kepada peserta didik, baik yang mengalami kesulitan untuk menginternalisasi nilai maupun untuk menunjukkannya dalam perilaku. Oleh karena itu diharapkan setiap peserta didik mampu menginternalisasikan nilai-nilai tersebut ke dalam tingkah laku kehidupan sehari-hari melalui proses pembelajaran, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Pembelajaran yang dapat menginternalisasikan nilai-nilai tersebut adalah pembelajaran kontekstual yang membantu guru dalam memotivasi siswa untuk mengaitkan pengetahuan yang dipelajarinya dengan kehidupan sehari-hari. Karakter apa sajakah yang dapat dikembangkan pada mata pelajaran matematika?. Dan model pembelajaran apa yang dapat diterapkan untuk mengembangkan karakter matematika?. Dengan menggunakan metode penelusuran literatur, artikel ini menyajikan tentang integrasi nilai-nilai karakter dalam mata pelajaran matematika melalui model pembelajaran kontekstual.Kata Kunci: Nilai-Nilai karakteristik Matematika, Pembelajaran Kontekstual.AbstractCharacter education is an effort to improve the quality of process and learning outcomes that lead to the formation of the character of learners by focusing on exemplary, habituation, and the creation of a conducive environment. Aims to inculcate the values of mathematical characters such as honest, democratic, responsible, independent, disciplined, hard work, creative, and curiosity. The character values developed in mathematics learning must still be based on universal values. Integrating character education values can be pursued by the following steps: a) Using cultural values and characters that show the linkage between Core Competence and Basic Competence with values and indicators to determine the value to be developed; b) Include the cultural and character values into the syllabus; c) Include the values listed in the syllabus into the Lesson Plans; d) Develop an active learning process of learners that enable learners to have opportunities to internalize values and demonstrate them in appropriate behaviors; e) Provide assistance to learners, whether it is difficult to internalize the value or to show it in behavior. Therefore it is expected that every student can internalize these values into the behavior of everyday life through the learning process, both in the classroom and outside the classroom. Learning that can internalize these values is contextual learning that helps teachers in motivating students to relate knowledge learned to everyday life. What are the characteristics that can be developed on math subjects ?. And what learning model can be applied to develop math character ?. Using the literature search method, this article presents the integration of character values in mathematics subjects through a contextual learning model.Keyword: Values of Mathematical Characteristics, Contextual Learning.
PERSEPSI SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN PECAHAN DI SEKOLAH DASAR M. Yusuf Setia Wardana; Aries Tika Damayani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.184 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i3.333

Abstract

AbstrakBelajar harus dimulai dengan pengenalan masalah atau dengan meningkatkan masalah yang lebih nyata dengan menghubungkan pembelajaran ke kehidupan sehari-hari. Inilah yang mendorong peneliti untuk mengidentifikasi persepsi siswa sekolah dasar dalam mempelajari pecahan di sekolah dasar. Sehingga dosen dapat membekali keterampilan mengajar materi pecahan yang harus dimiliki oleh seorang guru di sekolah dasar. Tujuan jangka panjang dari penelitian ini adalah merancang buku teks dimana ada bahan pecahan untuk siswa sekolah dasar. Tujuan khususnya penelitian ini akan digunakan sebagai bahan dalam bahan ajar Pendidikan Matematika I. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Periset menggunakan metode wawancara, tes, observasi dan dokumentasi untuk mengumpulkan data untuk mengidentifikasi persepsi siswa sekolah dasar tentang pembelajaran pecahan. Setelah mendapatkan hasilnya, data dianalisis dengan cara mengurangi data, menyajikan data, dan meringkas data. AbstractLearning should begin with the introduction of problems or by raising more real problems by linking learning to everyday life. This is what encourages researchers to identify the perceptions of elementary school students in studying fractions in primary schools. So the lecturer can equip the skills of teaching the fractional material that should be owned by a teacher in primary school. The long-term goal of this research is to design textbooks in which there is fractional material for elementary school students. Target in particular of this research will be used as an ingredient in teaching materials of Mathematics Education I. The method that will be used in this research is qualitative research. Researchers used interview, test, observation and documentation methods to collect data to identify primary school students' perceptions of fractional learning. After getting the results, the data is analyzed by reducing the data, presenting the data, and summarizing the data.

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol 12, No 1 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue