JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT CAHAYA MANDALIKA (ABDIMANDALIKA)
Jurnal ini memuat khusus tentang Pengabdian kepada Masyarakat baik yang bersekala internasional, nasional, regional, dan lokal. Terbit dua kali setahun yaitu bulan Juni dan Desember.
Articles
24 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 2 No. 1 (2021): Juni"
:
24 Documents
clear
PENGEMBANGAN USAHA KERAJINAN AKAR DI KABUPATEN BANGLI
Putu Indah Hapsari, I Gde Wedana Arjawa, dan Putu Ayu Sita Laksmi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 2 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/abdimandalika.v2i1.374
Sektor pariwisata menjadi sektor andalan perekonomian Bali, sekaligus menjadi barometer bagi kemajuan pariwisata Indonesia. Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang menonjol. Sektor lain yang banyak menunjang kegiatan pariwisata ialah kegiatan industri kerajinan yang keberadaannya tersebar di wilayah Bali salah satunya di Kabupaten Bangli. Usaha kerajinan ini dalam bentuk industri rumah tangga atau usaha mikro kecil menengah (UMKM). Kadek Sudanco adalah contoh pelaku UMKM di Banjar Sribatu Kecamatan Susut Kabupaten Bangli yang bergerak di bidang kerajinan dengan bahan baku dari akar kayu dan bambu. Dalam menjalankan usahanya terbentur pada permasalahan penjualan dimana belum memahami dengan benar cara untuk meningkatan omset penjualan. Disamping itu juga berkeinginan untuk mengekspor produk kerajinannya namun terkendala dengan minimnya pengetahuan tentang tatacara dan prosedur ekspor. Pelaku UMKM menyadari bahwa penggunaan sarana ilmu pengetahuan teknologi (IPTEK) bagi UMKM sangat membantu dalam menjalankan bisnis namun masih kurang memahami cara mempergunakan sarana IPTEK tersebut. Melihat potensi dan kendala yang dimiliki oleh pelaku UMKM diatas, maka sangatlah mungkin apabila perguruan tinggi khususnya Universitas Warmadewa selaku institusi pendidikan ikut berkontribusi didalam memberikan solusi atas permasalahan tersebut. Solusi atas permasalahan tersebut adalah memberi penyuluhan mengenai strategi pemasaran, tatacara dan prosedur ekspor serta penyuluhan mengenai IPTEK bagi UMKM dalam menjalankan bisnis. Proposal ini dibuat dalam rangka untuk memberikan solusi atas permasalahan tersebut.
PELATIHAN STRENGTH AND CONDITIONING ATLET BULU TANGKIS KONI KOTA MATARAM 2021
Soemardiawan, Susi Yundarwati, Intan Primaynati, Ismail Marzuki, dan Titi Laily Hajiriah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 2 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/abdimandalika.v2i1.375
Pelatihan ini perlu dilakukan karena adanya latihan yang belum begitu maksimal, perencanaan dan kematangan dalam melakukan kegiatan latihan baik dari segi materi latihan maupun dari intensitas serta recovery yang diberikan. Tujuan adalah Latihan strength and conditioning dasar tidak hanya baik bagi kebugaran tubuh anda itu mungkin juga membantu anda saat berlatih seni bela diri beberapa latihan beban wajib disesuaikan, yang tergantung apakah anda berlatih untuk kekuatan dan tenaga, atau pengkondisian (conditioning) dan daya tahan tubuh. Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) sebagai lembaga penghasil pelatih maupun pendidik, sekaligus lembaga yang secara terorganisisir melaksanakan kegiatan pengabdian memiliki kewajiban moril untuk melakukan pembinaan dan peningkatan prestasi atlet secara optimal. Untuk itu Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Masyarakat memiliki program abdimas untuk memberikan pelatihan atlet agar cara yang ditempuh untuk mengatasi masalah tersebut dapat teratasi. Target dari kegiatan ini adalah secara bertahap menghasilkan prestasi atlet. Tahap yang dilalui oleh peserta yaitu untuk mengikuti latihan yang diberikan pengabdi mulai dari latihan dasar hingga latihan yang sesuai dengan keunggulan fisik atlet sendiri. Tujuannya esensial adalah memberikan Pelatihan strength and conditioning efektif, efesien dan inovasi, pada atlet bulu tangkis Koni Kota Mataram 2021.
TEKNIK MENGAWASI ANAK DALAM PENGGUNAAN GADGET
Agus Jayadi, Hastuti Diah Ikawati, Zul Awar, Tuti Hastina, dan Sami’un
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 2 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/abdimandalika.v2i1.376
Berkembangnya suatu bangsa tergantung pada generasinya. Saat ini perkembangan teknologi sudah semakain canggih sehingga membutuhkan kewaspadaan terhadap penggunaannya. Sebagai bentuk kewaspadan dan tindakan yang tepat untuk mengoptimalkan dampak negatif yang ditimbulkan oleh teknologi adalah menanamkan pendidikan karakter sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya peran orang tua dalam menjaga anak-anak dalam penggunan gadget (mobile). Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang bagaimana cara mengoptimalkan fitur keamanan pada aplikasi gadget. Manfaat kegiatan ini adalah mengoptimalkan peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gadget pada anak dan mengurangi dampak negatifnya. Oleh karenanya sepesifikasi yang diharapkan dari kegiatan ini adalah orang tua secara utuh dapat meningkatkan kepeduliannya terhadap perkembangan anak-anaknya dan menjaga anak-anaknya dari dampak negatif yang ditimbulkan oleh permainan gadget.
PANDUAN DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN DARING INTERAKTIF BERBASIS KAHOOT SEBAGAI BAHAN PELATIHAN BAGI GURU
Habibi, Baiq Azmi Sukroyanti, Lovy Herayanti, Wirawan Putrayadi, dan Bq. Rina Amalia Safitri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 2 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/abdimandalika.v2i1.377
Salah satu komponen pembelajaran daring yang wajib dimiliki guru adalah komponen penguasaan media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan efektif dan bisa diaplikasikan dalam kelas daring. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah untuk mendesain panduan pembelajaran yang dapat membantu dan memandu guru dalam mengkreasikan media pembelajaran daring yang tepat serta bisa diterapkan ke siswa. Metode yang diterapkan dalam pengabdian ini mengikuti langkah-langkah penyusunan panduan desain pembelajaran kahoot yakni instalasi account setting, input konten, dan release. Produk yang dihasilkan dari kegiatan adalah panduan praktis penggunaan aplikasi pembelajaran daring berbasis kahoot. Platform kahoot ini diharapkan menjadi salah satu alternatif bagi guru dalam menvariasikan penggunaan media pembelajaran interaktif dan bisa diimplementasikan di kelas daring. Kedepannya, panduan ini dapat digunakan sebagai bahan pelatihan untuk membantu guru dalam mencipatkan kegiatan pembelajaran daring yang interaktif dan menyenangkan sehingga siswa mampu mencapai kompetensi pembelajaran yang diinginkan.
PELATIHAN PENYUSUNAN KARYA ILMIAH BEST PRACTICE BAGI GURU
Zul Anwar, Hadi Gunawan Sakti, Rudi Hariawan, Haromain, dan Hastuti Diah Ikawati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 2 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/abdimandalika.v2i1.378
Pengalaman terbaik (Best Practice) pembelajaran guru di sekolah/madrasah dalam mengatasi berbagai masalah pembelajaran yang dihadapi selama melaksanakan tugas sebagai guru dan tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah di satuan pendidikan. Best Practice yang disusun secara ilmiah sebagai karya tulis dapat juga digunakan untuk kenaikan pangkat dan golongan guru, serta akan menginpirasi guru lain dalam mengatasi masalah yang memiliki karakteristik yang sama yang pernah diselesaikan. Akan tetapi masih banyak para guru yang belum terlatih dan terbiasa membuat karya tulis dalam bentuk Best Practice dikarenakan pemahaman yang masih kurang, dan belum dilakukan pelatihan oleh lembaga terkait, maupun memang kurang informasi tentang Best Practice dapat dilombakan di tingkat nasional. Karena itu melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, para tim akan melaksanakan pelatihan dan pendampingan dalam penyusunan karya tulis Best Practice dalam tiga tahapan: (1) membuat FGD/lokakarya untuk memberikan pemahaman tentang konsep best Practice untuk guru, (2) melakukan pelatihan dan pendampingan penyusunan laporan Best Practice, dan (3) melakukan pelatihan dan pendampingan penyusunan dan publikasi artikel best practice. Luaran yang akan dihasilkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah: (1) Laporan pelaksanaan pengabdian masyarakat, (2) Publikasi artikel di jurnal pengabdian masyarakat pada Jurnal Cahaya Mandalika.
PEMBINAAN BAKAT OLAHRAGA PETANQUE MELALUI TURNAMAEN PETANQUE CIRCIUT SERIES UNDIKMA
Andi Gilang Permadi, Muhammad Ridwan Lubis, Andi Anshari Bausad, Arif Yanuar Musrifin, dan Putra M Y
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 2 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/abdimandalika.v2i1.379
Pada pesta olahraga SEA Games Tahun 2011 di Indonesia, Pétanque sudah menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan. Lazimnya cabang olahraga lainnya, petanque di SEA Games dimasukkan dalam kategori olahraga konsentrasi, mempunyai prasyarat tertentu. Petanque sendiri mulai diperkenalkan di NTB khususnya Lombok diawal 2016 disaat salah satu pengurus FOPI mendapat mandat oleh FOPI pusat untuk membentuk kepengurusan di provinsi Nusa Tenggara Barat. Kejuaraan – kejuaraan yang biasanya dilaksnakan secara rutin dan berkala yang dilaksanakan setiap daearah sejak pandemi covid 19 mulai ditiadakan atau bahkan diundur jadwalnya menjadi tidak pasti kapan akan diselenggarakan kemabali. Dari hal inilah para penggiat dan pengamat olahraga petanque NTB ber inisiatif membentuk suatu mini turnamen yang menjadi ajang pembinaan atlit dan sekaligus ajang untuk berprestasi walau harus dilakukan dengan prokes yang ketat karena pandemi covid 19. Kejuaraan yang diselenggarakan dilaksanakan secara bergiliran setiap minggu di klub, sekolah atau kampus yang mempunyai fasilitas lapangan petaanque. Hal ini dilakukan agar atlit tidak merasa jenuh dan tetap bisa mengasah skill walau pertandingan dilakukan sesama teman sendiri. Kejuaraan Petanque Circuit Series UNDIKMA ini hanya mempertandingkan 3 nomor. Yaitu single open, double open dan shooting dengan jumlah keseluruhan peserta 30 orang.
PELATIHAN PEMBUATAN MASKER DAUN KELOR DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN IRT DI DESA MARIA KECAMATAN WAWO KABUPATEN BIMA
Firmansyah Kusumayadi;
Aris Munandar;
Muhsanan
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 2 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/abdimandalika.v2i1.380
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan: (1) memberikan pelatihan pembuatan masker daun kelor bagi Ibu-ibu Rumah tangga di Desa Maria Kecamatan Wawo Kabupaten Bima (2) mengetahui respon ibu-ibu Desa Maria terhadap pelatihan pembuatan masker berbahan dasar daun kelor. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah, demonstrasi, metode tanya jawab dan latihan dalam pembuatan masker daun kelor. Pelatihan ini melibatkan para anggota mahasiswa Kuliah Kerja Nyata yang didampingi oleh dosen pendamping dari Prodi Manajemen dengan peserta para ibu-ibu rumah tangga di Desa Maria. Hasil dari pelatihan pembuatan masker daun kelor yang dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga di Desa Maria adalah (1) hasil evaluasi terhadap masker daun kelor yang dibuat peserta pelatihan secara umum termasuk kategori baik dengan rata-rata keberhasilan 70%, (2) respon dari ibu-ibu rumah tangga terhadap pelaksanaan pelatihan pembuatan masker ini sangat baik, dilihat dari kehadiran mencapai 100% dan mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.
PELATIHAN USAHA JASA KOMPUTER SEBAGAI UPAYA PEMBINAAN PEMUDA KARANG TARUNA DESA KEDIRI LOMBOK BARAT
Restu Wibawa, Muzakir, Farida Fitriani, Wiwien Kurniawati, dan Menik Aryani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 2 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/abdimandalika.v2i1.381
Sasaran kegiatan ialah para pemuda tamatan sekolah menengah atas (SMA) yang tidak melanjutkan pendidikan kejenjang selanjutnya serta tidak memiliki pekerjan/pengangguran. Pemberian keterampilan dan pengarahan pada kegiatan positif bagi pemuda didaerah setempat sangat penting dilakukan karena setelah tamat sekolah banyak dari mereka tidak tahu apa yang harus dikerjakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Disebabkan minimnya keterampilan yang dimiliki menyebabkan banyak diantara mereka menjadi pengangguran dan cenderung berbuat hal-hal yang mengarah pada tindak kejahatan dan kriminal. Kegiatan ini bertujuan untuk:1) menumbuh kembangkan motivasi wirausaha mitra; 2) pelatihan komputer; 3) pembentukan kelompok usaha; 4) perintisan usaha dibidang jasa komputer. Kegiatan ini selama 3 bulan dengan sasaran utama ialah para pemuda yang telah tamat sekolah menengah atas dan tidak berkerja/pengangguran di desa Saba Janapria Kabupaten Lombok Tengah.Prosedur kegiatan meliputikoordinasi rencana kegiatan dengan perangkat desa, sosialisai rencana kegiatan, memberi motivasi dan informasi tentang peluang usaha bidang jasa komputer, menentukan peserta, menyepakati tempat dan waktu kegiatan, persiapan pelatihan, pelatihan intensif,pembentukan kelompok usaha, perintisan dan pendampingan usaha bidang jasa komputer, evaluasi program.
PENGEMBANGAN DAYA TARIK OBJEK WISATA OI FANDA KECAMATAN AMBALAWI KABUPATEN BIMA
Jaenab, Jaenab;
Huda, Nurul;
Fiqkin, Muhammad Ahlul
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 2 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/abdimandalika.v2i1.383
The importance of developing tourism that can support the regional economy in ambalawi Regency is Oi Fanda which is located in ujung harapan hamlet. Nipa Village, ambalawi District, Bima regency. This activity involved real work lecture students from Nipa Village, Ambalwi district, who were accompanied by assistant lecturers from the manegement study program, Pokdarwis and the community of the Ujung Harapan hamlet. Oi Fanda has clean white sand a stretch of coconut which adds to the beauty of a tourist attraction that is currently viral on social media. Many residents from the city of Bima and other area also deliberately visited Oi Fanda. The development is carried out by making directions to tourist attraction locationt, welcome boards, photo spot, lounge chairs, swings, promotions and publications on social media. The development of the Oi Fanda tourist attraction will have an impact on the arrival of visitors to the Oi Fanda tourist attraction, which will increase the income of the Nipa village community. The tourism sector is a sector that has the potential to be developed as a source of regional insight. The development of tourism depends on the visits that come to visit the place. The increase in the number of visits that occur is a reflection of the continued development of tourism to maintain and increase the number of tourist visits.
DISASTER PREPAREDNESS BASED TOURISM IN ANYER, SERANG REGENCY
Marningot Tua Natalis Situmorang
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 2 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/abdimandalika.v2i1.386
The marine and coastal area in Anyer is a marine tourism area that has become a major tourist destination or destination in recent years. After the Mount Anak Krakatau tsunami in December 2018, the number of tourists who came to Anyer and its surroundings decreased considerably. The main cause of the decline in the number of tourists is the lack of safety guarantees if they visit this area, this is due to the lack of information about the early warning system, the lack of knowledge of tourists in disaster management and the absence of infrastructure that becomes a place of protection when a disaster occurs, such as: evacuation routes, shelters etc. The objectives and targets of this Community Service activity are: (1) providing knowledge and understanding and creating a tourist culture that is alert and adaptive to the threat of disaster; (2) reduce vulnerability and increase the capacity of tourists both individually, households and communities in dealing with and dealing with disasters; (3) prepare a draft action plan for disaster risk reduction in the tourism area of Anyer, Serang Regency. This activity uses the personal disaster-based tourism method which is carried out directly at the tourist site. In its implementation, this method begins by introducing tourist locations from the entrance to the exit, and several alternative evacuation routes, and several incidents that have occurred and may occur, lectures - discussions (questions and answers) - then practice directly on the spot. The advantage of this method is that participants can immediately practice what they hear and see, while the disadvantage is that it tends to depend on the extension agent and maybe carrying out the practice is only an obligation as a visitor. The location for the implementation of this service is the tourist area of Anyer, Serang Regency. This Community Service Activity was carried out for tourist visitors in Anyer, Serang Regency in April 2020. From the activities carried out it can be concluded that the capacity of tourists' understanding of disaster preparedness is still lacking, the infrastructure for evacuation has not been effective in the absence of adequate evacuation routes, absence disaster shelter or post, and there is no disaster evacuation indicator / sign.