JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT CAHAYA MANDALIKA (ABDIMANDALIKA)
Jurnal ini memuat khusus tentang Pengabdian kepada Masyarakat baik yang bersekala internasional, nasional, regional, dan lokal. Terbit dua kali setahun yaitu bulan Juni dan Desember.
Articles
32 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 3 No. 1 (2022): Juni"
:
32 Documents
clear
PKM PELATIHAN MODEL PEMBELAJARAN IPA BERBASIS PhET BAGI CALON GURU KIMIA JAYAPURA GUNA PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP SAINS: Pengabdian kepada masyarakat
Doloksaribu, Florida;
Irwandi Yogo Suaka
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 3 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/abdimandalika.v3i1.524
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membenrikan pelatihan tentang model pembelajaran berbasis Physical Education Technology (PhET) yang merupakan hasil penelitian unggulan universitas. Selain itu, juga untuk mengetahui dampak penerapan pengabdian ini kepada beberapa calon guru kimia dan sains yang ada di Jayapura. Dengan adanya pelatihan diharapkan para calon guru dapat mengembangkan wawasan literasi sains melalui pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi virtual. Sebagaimana diharafkan hasil riset harus dapat diimplementasikan sebagai pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan kebutuhan masyarakat tersebut. Pelaksanaan pengabdian dilaksanakan kepada calon guru, yang selama perkuliahan belum pernah mendapat model pembelajaran berbasis PhET. Berdasarkan hasil observasi pembelajaran, bahwa penggunaan teknologi sudah merupakan sarana yang sangat penting, guna mengantisipasi kendala-kendala pembelajaran offline. Melalui hasil kegiatan pengabdian disimpulkan bahwa pelatihan model pembelajaran berbasis PhET telah dapat meningkatkan kemampuan partisipan dalam mengelola pembelajaran kimia/sains berbasis teknologi virtual PhET, hal ini dapat dilihat dari hasil tanggapan partisipan terhadap pelaksanaan pelatihan menunjukkan tanggapan yang sangat positif.
PENYULUHAN PEMANFAATAN INTERNET YANG BAIK DAN AMAN BAGI ANAK
Ni Made Sulastri, Herlina, Dewi Rayani, dan Farida Herna Astuti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 3 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/abdimandalika.v3i1.715
The development of technology in the form of the internet in the online learning period has brought many changes. The internet changes face-to-face learning into online learning, the internaet also makes it easier for children to find school assignments. However, the ability of children to use the internet in a good and safe way is still relatively low, especially for children in Bug-bug village, Lingsar sub-district which is located far from urban areas and the lack of attention from parents in supervising children in using the internet, parents' routines are also an obstacle in supervision of internet use in children. Most children can freely surf in cyberspace and carry out their online activities without supervision. Therefore, counseling activities on the use of the internet that are good and safe for children really need to be done to inform, provide knowledge and provide awareness for children about how to use the internet in a wise way so that in the future their academic abilities and knowledge of the world of education and information will increase. With this community service activity, it is hoped that children will be able to use the internet wisely and be able to provide information to parents about how to support good activities for children in wise and safe internet use from an early age. So the results of this community service activity form a good personality for children who are able to use technology, the internet wisely and can compete intellectually and have good behavior.
PENYULUHAN SLOW DEEP BREATHING UNTUK MENURUNKAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPUNG DALAM
Debby Silvia Dewi dan Aulia Asman
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 3 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/abdimandalika.v3i1.716
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipertensi lansia adalah menggunakan metode non farmakologis. Terapi non farmakologis yang dilakukan untuk membantu menurunkan tekanan darah adalah terapi Slow Deep Breathing (SDB). Program kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas hidup lansia yang menderita penyakit hipertensi adalah penyuluhan kesehatan tentang hipertensi dan terapi Slow Deep Breathing untuk menurunkan tekanan darah. Kegiatan penyuluhan di Puskesmas Kampung Dalam dilakukan secara bertahap mulai dari persiapan sampai evaluasi. Setelah dilaksanakan penyuluhan kesehatan tentang hipertensi dan terapi Slow Deep Breathing didapatkan peningkatan pengetahuan lansia tentang penyakit hipertensi dari 25% (sangat kurang pengetahuan) meningkat menjadi 60% (memiliki pengetahuan baik) serta adanya peningkatkan pengetahuan lansia tentang manfaat slow deep breathing untuk menurunkan hipertensi dari 0% (sangat kurang pengetahuan) meningkat menjadi 80% (memiliki pengetahuaan sangat baik). Semua lansia yang menderita hipertensi telah mendapatkan penyuluhan kesehatan tentang hipertensi dan terapi Slow Deep Breathing untuk menurunkan hipertensi.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN TEKHNIK DASAR PERMAINAN OLAHRAGA PETANQUE DI SMAN 4 MATARAM
Andi Gilang Permadi dan Muhammad Ridwan Lubis
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 3 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/abdimandalika.v3i1.717
Sosialisasi yang dilakukan untuk memperkenalkan olahraga Petanque ini lebih banyak kepada sekolah – sekolah yang tujuannya sekaligus untuk menyaring atlit berbakat yang nantinya bisa mewakili daerah bahkan provinsi di level nasional. Salah satu sekolah yang menjadi tempat sosialisasi olahraga Petanque di kota mataram adalah di SMAN 4 Mataram. SMAN 4 Mataram merupakan salah satu sekolah favorit yang berada di Mataram tepatnya di Pagutan, kelurahan Pagutan. 1. Memberikan pengetahuan dan penjelasan tentang peraturan permainan dan teknik dasar olahraga petanque secara sistematis bagi siswa SMAN 4 Mataram, metode yang digunakan: ceramah dan tanya jawab. 2. Memperkenalkan aturan permainan dan teknik dasar olahraga petanque bagi siswa SMAN 4 Mataram, metode yang digunakan demonstrasi atau praktek.3. Menyediakan alat dan perlengkapan untuk melakukan praktek kepada siswa SMAN 4 Mataram untuk melakukan gerakan demontrasi. kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di SMAN 4 Mataram terlihat antusias siswa yang sangat tinggi untuk lebih mengetahui olahraga Petanque ini, walau pada saat sosialisasi terbatas oleh waktu yang sangat singkat. Penjelasan dan pemaparan sekaligus praktek membuat siswa lebih mudah memahami tentang olahraga petanque. Dengan lahan yang terbatas saat melakukan sosialisasi tidak menjadi hambatan yang sangat berarti karena olahraga ini bisa dimainkan di tanah, pasir hingga lapangan rumput. Pada saat sebelum melakukan praktek kita memberikan penjelasan secara singkat mengenai peraturan permainan yang berkaitan dengan skor atau poin di dalam permainan olahraga petanque.
PELATIHAN PENGGUNAAN PETA BERBENTUK ANIMASI TERHADAP GURU DI MADRASAH MTs. LEPAK
Hadi Gunawan Sakti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 3 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/abdimandalika.v3i1.718
Dalam proses pembelajaran yang terjadi di MTs. NW Lepak hasil belajar siswa berkurang salah satu faktor yang mempengaruhi adalah guru di MTs. NW Lepak kurang memanfaatkan media sebagai alat bantu dalam menyampaikan materi pembelajaran dan guru hanya menggunakan metode ceramah saja sehingga siswa cederung pasif dan cepat bosan dalam mengikuti pembelajaran di kelas dan proses pembelajaran seringkali dijumpai adanya siswa yang kurang berpartisipasi aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Siswa cenderung pasif dan tidak serius dalam belajar sehingga siswa tidak paham dengan materi pembelajaran yang dipelajari. Untuk mengurangi hal itu dibutuhkan keterampilan dari guru tentang bagaimana memanfaatkan media pembelajaran sebagai sarana pendukung kegiatan pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru di dalam mengembangkan media sebagai alat untuk menyampaikan meteri pembelajaran, sehingga diharapkan melalui kegiatan ini dapat menjadikan proses pembentuk kepribadian siswa yang lebih baik dengan melalui penggunaan media pembelajaran berupa Peta berbentuk animasi. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi koordinasi kegiatan, persiapan alat, dan bahan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian, kegiatan ini disambut dengan antusias dan termotivasi dalam melaksanakan kegiatan tersebut, dari hasil prakteknya dapat di tarik kesimpulan bahwa 85% peserta sosialisasi telah mampu menggunakan multimedia dengan baik.
PELATIHAN SPEAKING MELALUI STORY TELLING BAGI SISWA SMPN 3 GUNUNGSARI
Tri Setianingsih, Siti Syafi’atul Qomariyah, Bq. Zuhrotun Nafisah, I Made Permadi Utama, dan Terasne
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 3 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/abdimandalika.v3i1.719
Speaking atau berbicara Bahasa Inggris merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai siswa dalam belajar Bahasa Inggris, tak terkecuali di SMPN 3 Gunungsari. Kebanyakan para siswa ini tidak memiliki rasa percaya diri atau bisa dibilang pemalu, tidak hapal kosakata (vocabulary), dan belum bisa spelling dan pronunciation (ejaan dan pelafalan dalam Bahasa Inggris). Hal yang perlu dipahami juga kemungkinan siswa kurang paham dan kurang tertarik dengan metode belajar mengajar yang digunakan oleh para guru Bahasa Inggris yang ada. Mengetahui hal itu tim kami dari prodi Bahasa Inggris Fakultas Budaya, Manajemen dan bisnis bertujuan mengadakan pengabdian pelatihan speaking melalui storytelling bagi siswa SMPN 3 Gunungsari. Dari hasil pre tes didapatkan 90% siswa kelas 2 belum bisa spelling, pronunciation dan kurang penguasaan vocabularynya. Dari Evaluasi proses respon siswa terhadap pelatihan ini masuk kategori baik hal ini terlihat dari data grafik yang menunjukan bahwa: 1. Persiapan pelatihan peserta menjawab dengan baik 80% dan 20% cukup; 2. Pelaksanaan peserta menjawab 85% baik 15% cukup, 3. Aspek kompetensi Pemateri 90% baik, 10% cukup, 4. Materi pelatihan, peserta menjawab 90% baik, 10% cukup. Dari evaluasi hasil dapat dikatakan bahwa materi spelling pada hari pertama 95% materi diserap dengan baik dan 85% dapat dilaksanakan dengan baik. Pada hari kedua materi pronunciation 85% bisa dihapalkan dengan baik, dan 80% bisa dipraktikan. Pada hari ketiga materi vocabulary Bahasa Inggris 90% bisa diserap dengan baik, dan 85% bisa dipraktikan secara langsung. Pada hari keempat pembuatan storytelling 90% materi diserap dengan baik dan 85% siswa bisa mempraktekannya. Dengn demikian dapat dikatakan engbdian tim kami berjalan sukses dan lncar dengan adanya kenaikan kemampuansiswa dalam praktek dan psikisnya mereka menjadi lebih berani speaking di depan kelas.
PELATIHAN PEMANFAATAN BARANG BEKAS MENJADI KERAJINAN TANGAN UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI KREATIF DI KELURAHAN SARAE
Sri Ernawati, Muhammad Yusuf, Herry Nurdin, dan Jumharis
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 3 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/abdimandalika.v3i1.722
Garbage is a problem that is quite difficult to handle in Indonesia, converting used goods into reusable goods can help reduce environmental pollution. Creativity in the use of used goods into handicrafts is a good enough solution to turn waste into useful items again, and even have a selling value. The purpose of this service is to provide training to the community, especially teenagers, to be creative in one of the new economic concepts that intensifies information and creativity and Human Resources (HR) as the most important production factor. Products produced from the creative economy are products that have characteristics, are unique, and are different from others. This community service activity is included in one of the work programs for Real Work Lectures (KKN) located in the Sarae village, Rasanae Barat sub-district, Bima City in 2020. The stages in this training activity are Program Socialization, Creative Class, Utilization of handicrafts and Evaluation. The result of this training activity is that the community, especially teenagers, develop their creativity and utilize that creativity to support the family economy and the environmental impact can be overcome.
PELATIHAN MENGGAMBAR UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DALAM UPAYA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS DI BIMBEL BUAH HATI MATARAM
Erna Fitiatun, Baiq Susdiana Febriyanti, dan Farida Ariany
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 3 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/abdimandalika.v3i1.741
Pengabdian ini dilatar belakangi hasil pengamatan dan pengalaman bahwa kemampuan motorik halus pada anak berkebutuhan khusus di Bimbel Buah Hati Mataram masih sangat perlu dilatih, dengan keterbatasan yang dimiliki anak berkebutuhan khusus sehingga perlu mendapatkan stimulasi dalam upaya mendukung tercapainya perkembangan secara maksimal. Dimana perkembangan motorik halus adalah salah satu bagian dari tahapan perkembangan selain perkembangan-perkembangan lain yang diharapkan dapat terstimulasi juga.
PENTINGNYA SIKAP DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR BAGI SISWA
Ani Endriani, Nurul Iman, dan Sarilah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 3 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/abdimandalika.v3i1.750
Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk membekali pengetahuan siswa tentang pentingnya sikap disiplin, dan tanggung jawab belajar. Harapan dari kegiatan pengabdian ini adalah dengan informasi yang diperoleh agar siswa lebih menyadari tentang pentingnya kedisiplinan disekolah dan tanggung jawab belajar di sekolah, sehingga sekolah yang kedisiplinannya dan tanggung jawab belajarnya baik, maka kegiatan belajar akan berlangsung dengan tertib, teratur dan terarah, menjadikan kualitas pendidikan menjadi bagus. Merujuk pada tujuan tersebut, maka metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah menggunakan sistem ceramah serta diskusi terbuka dalam menyampaikan materi, ini dapat memperlancar kegiatan pengabdian dan siswa lebih leluasa untuk bertanya tentang berbagai hal yang berhubungan dengan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab belajar. Sasaran kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah siswa MA Nurul Ishlah NW Beleka, Lombok Tengah. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah menjadikan siswa lebih tertib serta teratur dalam menjalankan tugasnya, dan mengerti serta menyadari bahwa kedisiplinan serta tanggung jawab belajar itu sangat penting bagi masa depannya kelak, karena dapat membangun kepribadian siswa yang kokoh serta bisa diharapkan berguna bagi masa depannya.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENGHAFAL AL-QUR’AN BAGI SANTRI TPQ AS-SHAULATIYYAH DUSUN TANAK MIRA DESA WANASABA LAUQ LOMBK TIMUR
Hully, Lale Yaqutunnafis, Bq. Salqiah, Nurul Iman, dan Bq. Sarlita Kartiani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 3 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36312/abdimandalika.v3i1.779
Al-qur’an merupakan kitab suci dan pedoman hidup yang tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Membumikan dan membudayakan membaca dan menghafal al-qur’an menjadi sebuah keniscayaan dan harus dimulai sejak sedini mungkin, agar mereka terampil dan tidak buta huruf dalam memahami isi kandungan al-qur’an. Hal ini penting dilakukan mengingat masih banyaknya santri (anak) yang tidak bisa membaca al-qur’an. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tim pengabdian merasan sangat penting untuk menggelar penyuluhan peningkatan kemampuan membaca dan tahfiz al-Qur’an (menghafal al-qur’an) bagi santri TPQ As-Shaulatiyyah Dusun Tanak Mira Desa Wanasaba Lauq Lombok Timur. Fokus kegiatan ini yakni peningkatan kemampuan membaca dan tahfiz al-Qur’an (menghafal al-qur’an) bagi santri TPQ As-Shaulatiyyah Dusun Tanak Mira Desa Wanasab. Adapun jumlah peserta yaitu 30 orang santri. Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan para santri/siswa dalam membaca dan menghafal al-Qur’an dengan tartil, Meningkatnya kemampuan santri dalam membaca dan mengahafal al-qur’an dengan metode 3T+1M, dan meningkatnya semangat belajar menghafal al-qur’an sesuai dengan kaedah dan tajwid serta terciptanya komunikasi dan kerjasama antara TPQ As-Shaulatiyyah Dusun Tanak Mira dengan tim pengabdian serta masyarakat sekitarpun ikut merasa teredukasi sehingga semakin terdorong dalam meningkatkan kemampuan anak-anaknya dalam membaca al-qur’an.