Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PKM PELATIHAN MODEL PEMBELAJARAN IPA BERBASIS PhET BAGI CALON GURU KIMIA JAYAPURA GUNA PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP SAINS: Pengabdian kepada masyarakat Doloksaribu, Florida; Irwandi Yogo Suaka
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 3 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/abdimandalika.v3i1.524

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membenrikan pelatihan tentang model pembelajaran berbasis Physical Education Technology (PhET) yang merupakan hasil penelitian unggulan universitas. Selain itu, juga untuk mengetahui dampak penerapan pengabdian ini kepada beberapa calon guru kimia dan sains yang ada di Jayapura. Dengan adanya pelatihan diharapkan para calon guru dapat mengembangkan wawasan literasi sains melalui pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi virtual. Sebagaimana diharafkan hasil riset harus dapat diimplementasikan sebagai pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan kebutuhan masyarakat tersebut. Pelaksanaan pengabdian dilaksanakan kepada calon guru, yang selama perkuliahan belum pernah mendapat model pembelajaran berbasis PhET. Berdasarkan hasil observasi pembelajaran, bahwa penggunaan teknologi sudah merupakan sarana yang sangat penting, guna mengantisipasi kendala-kendala pembelajaran offline. Melalui hasil kegiatan pengabdian disimpulkan bahwa pelatihan model pembelajaran berbasis PhET telah dapat meningkatkan kemampuan partisipan dalam mengelola pembelajaran kimia/sains berbasis teknologi virtual PhET, hal ini dapat dilihat dari hasil tanggapan partisipan terhadap pelaksanaan pelatihan menunjukkan tanggapan yang sangat positif.
Peningkatan Pemahaman Konsep Dan Keterampilan Sketsa Kimia Melalui Pelatihan Aplikasi Chemsketch Acd/Lab Bagi Guru-Guru Kimia Florida Doloksaribu; Irwandi Yogo Suaka; Triwiyono; Fridolin Nadap Yoku
Teaching and Learning Journal of Mandalika (Teacher) e- ISSN 2721-9666 Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/teacher.v5i1.2725

Abstract

Pembelajaran kimia sesuatu hal yang abstrak dan konseptual, sehingga banyak peserta didik, bahkan mahasiswa mengalami kesulitan dalam mempelajarinya. Jika kesulitan pembelajaran ini tidak diatasi, maka peserta didik akan terus melewati pembelajaran dengan ketidak pahaman. Sehingga jika suatu ketika peserta didik bertemu dengan pembelajaran kimia, maka konsep dasar akan terus menjadi pertanyaan dalam pikirannya, karena tidak tersimpan di long time memorinya Salah satu pendekatan media teknologi pembelajaran kimia sesuai dengan perkembangan pembelajaran saat ini, sangat mumpuni digunakan oleh guru dalam meningkatkan pemahaman konsep kimia peserta didik. Namun beberapa sekolah-sekolah di Indonesia media konvensional masih dianggap yang paling baik. Apa yang menyebabkan pandanngan tersebut? adalah kurangnya pemahaman guru terhadap pemanfaatan media teknologi tersebut. Media teknologi pembelajaran kimia harus dipahami untuk membantu peningkatan pemahaman konsep kimia yang bersifat penulisan, menggambar, maupun praktek virtual. Dengan demikian pengungkapan pemahaman terhadap keterampilan teknologi chemsketch acd-labs harus dimiliki oleh para peserta didik, mahasiswa, terlebih para guru kimia. Materi kimia banyak diberikan dalam gambar, lambang, ataupun desain. Namun setiap keadaan itu terkandung konsep kimia. Seperti menggambar hidrokarbon, garis satu penghubung mengartikan adanya dua elektron yang bergabung membentuk 1 ikatan tunggal. Dan perlu memberikan gambar yang benar. Bila peserta didik hanya tau memberikan gambar garis, tanpa mengerti maknanya. Maka gambar tersebut tidak ada maknanya dalam dirinya. Berdasarkan pelaksanaan PKM pada konteks desain kimia karbon, maka para guru kimia di Papua telah menerima peningkatan ilmu dalam memahami fungsi teknologi dalam pembelajaran kimia karbon yaitu desain kimia karbon melalu aplikasi Chemskets.
Analisis kecerdasan emosional peserta didik dalam pembelajaran kimia pada emosi sedih, malu, dan cinta kelas xi-1 di sma sentani Lia Agnes Prajawati; Alex A. Lepa; Irwandi Yogo Suaka; Florida Doloksaribu; Irja Sepriyanto Jenmau
Research In Action For Chemistry Education Vol 1 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to analysis the level of emotional intelligence of on the emotions of sadness, shame and love in learning chemistry and the factors that influence the emotional intelligence of students in learning chemistry. Data collection was carried out by taking the final semester exam scores (UAS) of chemistry lessons obtained from the documentation of 30 students of class XI-1 SMA Sentani in the odd semester of the 2023/2024 school year and filling out a questionnaire list consisting of 38 statement items regarding the emotional intelligence of students. The results showed that the value of students' emotional intelligence in chemistry learning was mostly in the sufficient category with an average score of 76.67%. While the percentage of the highest chemistry UAS scores in students in the class is in the less category with a total of 56.67%. Analysis on the level of emotional intelligence found that students of class XI-1 SMA Sentani have emotional intelligence on the emotions of sadness, shame, and love. Judging from the results of the emotional value obtained, namely the emotion of sadness as much as 73.09, the emotion of shame as much as 69.12, and love as much as 64.21. Factors that affect emotional intelligence in learning chemistry consisted of internal factors and external factors. Internal factors consisted of factors of desire/willingness (interest) in learning and intellectual intelligence. External factors are factors of teachers, friends, class conditions, and situations and forms.
Pengaruh Guided Discovery Learning terhadap Keterlibatan Siswa Kelas X pada Materi Pemanasan Global Desika Situmorang; Albaiti; Lusia Narsia Amsad; Florida Doloksaribu; Irwandi Yogo Suaka; irjasepriyanyo jenmau
Research In Action For Chemistry Education Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dan pengaruh keterlibatan siswa melalui penerapan model Guided Discovery Learning terhadap hasil belajar materi fenomena pemanasan global di kelas X-B SMA Negeri 7 Jayapura tahun ajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 33 siswa kelas X-B IPA yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data keterlibatan siswa dikumpulkan melalui angket skala Likert, sedangkan hasil belajar diukur menggunakan tes pilihan ganda. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji korelasi, dan uji pengaruh. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara keterlibatan siswa dalam pembelajaran Guided Discovery Learning dengan hasil belajar siswa. Keterlibatan siswa memberikan pengaruh sebesar 15,29% terhadap hasil belajar, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti kemampuan awal siswa, motivasi belajar, dan lingkungan belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi keterlibatan siswa, maka semakin baik hasil belajar yang dicapai. Oleh karena itu, model Guided Discovery Learning direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan hasil belajar kimia pada materi berbasis isu lingkungan