cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
E-jurnal Agro-Industri Indonesia
ISSN : 22523324     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
e-JAII Series is a quad-annual national referred journal with the objectives to disseminate, explore, develop, and elucidate the knowledge of engineering design and technology in agro-industrial development issues, to keep practitioners and researchers informed on current issues and best practices, as well as serving as a platform for the exchange of ideas, knowledge, and expertise among academician, technology researchers and practitioners. e-JAII Series provides an opportunity to share detailed insights from different understandings and practices associated with technology. It provides cross-disciplinary exchange of insights and ideas regarding value and practices for dissemination. e-JAII Series will publish your work to national society of practitioners and researchers with interest in technology design and development from a wide variety of agro-industrial sectors.
Arjuna Subject : -
Articles 31 Documents
PEMANFAATAN BERAS PECAH DAN PENAMBAHAN TEPUNG-TEPUNGAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KERUPUK BERAS Titi Candra Sunarti dan Michael (E-Jurnal Agro-Industri Indonesia)
E-jurnal Agro-Industri Indonesia Vol. 3 No. 1 (2014): E-jurnal Agroindustri Indonesia
Publisher : E-jurnal Agro-Industri Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.876 KB)

Abstract

ABSTRAK Kerupuk beras merupakan salah satu makanan kecil yang populer di Indonesia. Kerupuk beras umumnya dihasilkan dari beras kepala sehingga menyebabkan harga produk yang relatif tinggi. Selain itu, kerupuk beras memiliki tekstur yang kasar sehingga kurang disukai konsumen. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan beras pecah untuk  mensubstitusi beras kepala dalam  pembuatan kerupuk beras dan memformulasi  penambahan tepung-tepungan lokal untuk meningkatkan kualitas kerupuk beras yang dihasilkan. Pada penelitian ini kerupuk beras dibuat dengan mengkombinasikan 2 jenis beras (beras pecah atau beras kepala) dengan 3 jenis tepung- tepungan lokal (sagu, tapioka, atau MOCAF/modified cassava flour). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kandungan pati  (amilopektin),  lemak,  dan protein bahan baku  mempengaruhi karakteristik kerupuk beras. Kerupuk beras dari beras pecah menghasilkan densitas kamba, daya pengembangan, kerenyahan, rasa, dan tekstur yang lebih baik dibandingkan beras kepala. Penambahan sagu pada adonan kerupuk beras menghasilkan karakteristik daya pengembangan, warna, dan tekstur kerupuk beras lebih baik daripada tapioka dan MOCAF. Kerupuk beras hasil kombinasi beras pecah dan sagu menghasilkan karakteristik kerupuk beras terbaik dan disukai konsumen.   Kata kunci : beras pecah, modified cassava flour, kerupuk beras, sagu, tapioka.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI MONOASILGLISEROL OMEGA-3 (MONOESTER OMEGA-3) Sapta Raharja dan Dwi Cahyani (E-Jurnal Agro-Industri Indonesia)
E-jurnal Agro-Industri Indonesia Vol. 3 No. 1 (2014): E-jurnal Agroindustri Indonesia
Publisher : E-jurnal Agro-Industri Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.139 KB)

Abstract

ABSTRAK Omega-3 yang berasal dari minyak ikan, terutama dari minyak ikan lemuru memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Omega-3 adalah asam lemak tak jenuh jamak dengan ikatan rangkap pertama terletak diantara atom karbon nomor tiga dan atom karbon nomor empat yang terdiri dari EPA dan DHA.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memisahkan komponen monoesteromega-3 dengan metode isolasi menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (Thin Layer Chromatography) berdasarkan perbedaan kepolaran dengan pelarut yang digunakan.Hasil isolasi tersebut akan diidentifikasi dengan metode GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometri) dan FTIR (Fourier Transform Infra Red). Metode TLC didapatkan berhasil dengan menggunakan pelarut petroleum benzen 400C. Hasil analisis GC-MS menunjukkan bahwa sampel memiliki asam oktadekatrienoat (ALA) sebesar 3.29%. Minyak ikan sebelum hidrolisis, minyak ikan setelah hidrolisis (monoasilgliserol omega-3), dan hasil isolasi dengan menggunakan metode TLC memiliki gugus fungsi alkana (C-H), Aldehida eter asam karboksilat ester (C-O), Aldehida keton asam karboksilat ester (C=O), alkohol fenol (ikatan hidrogen) (O-H), amina (C-N), dan nitro (-NO2). Ketiga sampel tidak memiliki gugus fungsi alkena (C=C), alkuna (C≡C) dan alkohol fenol (monomer) (O-H).   Kata kunci : FTIR, GC-MS, TLC, Monoester omega-3
OPTIMASI PENGHAMBATAN PENGENDAPAN JUS JAMBU BIJI MERAH DENGAN METODE SONIKASI Sapta Raharja dan Ade Damayanti (E-Jurnal Agro-Industri Indonesia)
E-jurnal Agro-Industri Indonesia Vol. 3 No. 2 (2014): E-Jurnal Agroindustri Indonesia
Publisher : E-jurnal Agro-Industri Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.119 KB)

Abstract

ABSTRAK Jus jambu biji merah merupakan minuman segar yang mempunyai khasiat karena mengandung zat antioksidan. Produk jus atau minuman sari buah jambu biji merah yang beredar di pasaran masih ditemukan adanya pengendapan. Pengendapan tersebut kurang disukai oleh sebagian masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya perbaikan kualitas jus jambu biji merah agar pengendapan dapat dihambat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh waktu sonikasi dan amplitudo terbaik dalam meningkatkan stabilitas suspensi jus jambu biji merah, dan mengetahui penerimaan jus jambu biji merah oleh panelis pada kombinasi waktu sonikasi dan amplitudo terbaik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, kondisi optimum terjadi pada amplitudo 23% dan waktu sonikasi 50 menit dengan ukuran partikel sebesar 298,48 nm, sedangkan sampel tanpa sonikasi sebesar 311,78 nm. Berdasarkan uji organoleptik, tekstur dan penampakan jus jambu biji merah dengan proses sonikasi tidak berbeda signifikan terhadap jus jambu biji merah tanpa sonikasi, sedangkan untuk parameter rasa berbeda secara signifikan. Hasil pengujian stabilitas suspensi menunjukkan bahwa sampel dengan perlakuan sonikasi lebih baik dibanding tanpa sonikasi.   Kata kunci : jus jambu biji merah, pengendapan, sonikasi, optimum, ukuran partikel
USULAN DESAIN MODEL BISNIS LAPIS BOGOR SANGKURIANG Sukardi dan Muhammad Linggar Putra Munggaran (E-Jurnal Agro-Industri Indonesia)
E-jurnal Agro-Industri Indonesia Vol. 3 No. 2 (2014): E-Jurnal Agroindustri Indonesia
Publisher : E-jurnal Agro-Industri Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2369.174 KB)

Abstract

ABSTRAK Model bisnis kanvas digambarkan melalui sembilan blok bangunan dasar yang terdiri dari key partner, key activities, value proposition, customer relationship, customer segment, channels, key resources, cost structure, dan revenue stream. Kesembilan blok tersebut menunjukkan logika bagaimana sebuah perusahaan bermaksud untuk menghasilkan uang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi model bisnis Lapis Bogor Sangkuriang dan membuat alternatif model bisnis yang baru. Data dianalisis dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bisnis Lapis Bogor Sangkuriang yaitu konsep produk oleh-oleh khas Bogor namun belum fokus terhadap segmen pelanggannya. Pembuatan alternatif diusulkan sesuai dengan visi misi perusahaan dan kondisi perusahaan. Alternatif pertama yaitu menerapkan konsep kemitraan. Sementara itu alternatif kedua merupakan gabungan konsep awal dengan konsep penjualan online. Berdasarkan hasil analisis terhadap visi dan misi perusahaan, maka gabungan konsep awal dengan konsep penjualan online merupakan konsep yang sesuai dan cocok untuk diterapkan bila perusahaan telah meningkatkan kapasitas produksinya.   Kata kunci : Lapis Bogor Sangkuriang, Model Bisnis Kanvas, Kemitraan
PENGARUH KONSENTRASI ENZIM DAN WAKTU HIDROLISIS ENZIMATIS TERHADAP MUTU FRUKTO-OLIGOSAKARIDA DARI INULIN UMBI DAHLIA (Dahlia pinnata) Djumali Mangunwidjaja, Mulyorini Rahayuningsih dan Reni Suparwati (E-Jurnal Agro-Industri Indonesia)
E-jurnal Agro-Industri Indonesia Vol. 3 No. 2 (2014): E-Jurnal Agroindustri Indonesia
Publisher : E-jurnal Agro-Industri Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.323 KB)

Abstract

ABSTRAK Frukto-oligosakarida  (FOS) merupakan prebiotik yang dapat diperoleh dengan menghidrolisis inulin. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendapatkan dan menganalisis kadar inulin, mendapatkan enzim inulinase dan mengukur nilai aktivitas enzimnya, serta mendapatkan FOS dan karakterisasinya. Penelitian ini  dilaksanakan  dalam  dua  tahap,  yaitu  penelitian  pendahuluan  dan  penelitian  utama.  Penelitian pendahuluan meliputi analisis proksimat bahan (umbi dahlia, gembili, bonggol pisang, dan turubuk), ekstraksi tepung inulin, pengujian kadar inulin, produksi enzim inulinase kasar dan pengujian aktivitas enzimnya. Penelitian utama meliputi proses hidrolisis tepung inulin menjadi FOS menggunakan enzim inulinase komersial (dosis 1; 2; 3; 5; 7.5; dan 10 U/g) dan inulinase kasar (dosis 1; 2; dan 3 U/g) selama 24 jam serta pengujian karakteristik FOS. Hasil rendemen tepung inulin tertinggi didapatkan dari umbi dahlia sebesar 48.20% dengan kadar   inulin 80.09%. Nilai aktivitas enzim inulinase inulinase kasar yang dihasilkan sebesar 0.76 U/ml. Pada hidrolisis inulin menggunakan inulinase komersial rata-rata produk yang terbentuk sebagian besar adalah fruktosa.   Pada hidrolisis inulin menggunakan inulinase kasar rata-rata produk yang terbentuk sebagian besar adalah FOS.
STABILISASI SLUDGE DARI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) MENGGUNAKAN STARTER BAKTERI INDIGENOUS PADA AEROBIC SLUDGE DIGESTER Titi Candra Sunarti, Suprihatin dan Ramiza Dewaranie Lauda (E-Jurnal Agro-Industri Indonesia)
E-jurnal Agro-Industri Indonesia Vol. 3 No. 2 (2014): E-Jurnal Agroindustri Indonesia
Publisher : E-jurnal Agro-Industri Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.795 KB)

Abstract

ABSTRAK Stabilisasi sludge merupakan proses degradasi komponen organik menjadi senyawa yang lebih sederhana, serta menghilangkan senyawa toksik dan mengeliminasi senyawa volatil yang menimbulkan aroma tidak sedap dengan memanfatkan berbagai macam mikroorganisme. Bakteri proteolitik dan selulolitik merupakan mikroorganisme indigenous yang dominan dan berperan penting dalam degradasi komponen organik pada lumpur aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menangani (menstabilkan) sludge agar dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk dengan menggunakan beberapa isolat bakteri indigenous yang berasal dari limbah cair biologis dari industri pangan sebagai starter cair, serta mengetahui pengaruh lama aerasi selama 30 hari terhadap karakteristik stabilisasi sludge.  Perlakuan yang diberikan terdiri atas tiga macam perlakuan   (1) penambahan starter isolat bakteri indigenous proteolitik, (2) penambahan starter bakteri indigenous selulolitik, dan (3) tanpa penambahan starter sebagai kontrol.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua starter bakteri indigenous mempunyai kemampuan untuk mempercepat degradasi komponen organik yang tinggi, tetapi tidak berpengaruh nyata dalam mempercepat periode proses stabilisasi. Penambahan starter bakteri proteolitik meningkatkan tingkat konversi protein menjadi ammonium, sedangkan penambahan starter bakteri selulolitik mampu meningkatkan penyisihan nilai total suspended solids (TSS), volatile suspended solid (VSS), total COD, dan soluble COD dibandingkan dengan kontrol. Penambahan starter bakteri selulolitik mampu menghasilkan rasio C/N yang lebih tinggi (9.17) dibandingkan dengan perlakuan lainnya (7.12 – 8.97).   Kata kunci:  stabilisasi sludge, komponen organik, starter bakteri indigenous, proteolitik, selulolitik.
PENGEMBANGAN MODEL BISNIS MANISAN CABAI MERAH (Capsicum annum) Indah Yuliasih dan Nabilah Aisyah (E-Jurnal Agro-Industri Indonesia)
E-jurnal Agro-Industri Indonesia Vol. 4 No. 1 (2015): E-Jurnal Agroindustri Indonesia
Publisher : E-jurnal Agro-Industri Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.783 KB)

Abstract

ABSTRACT Candied red chilli (Capsicum annum) is one kind of processed vegetable innovation which added by sugar as natural preservative. The objective of research was to generate product profile and determine the best business model design. Based on the result, candied chillihas moisture content of < 15 %, red-colored, sweet and spicy flavor.  Candied red chilli had already met quality standard of dried candied product based SNI 01-3710-1995. The product was packaged using primary packaging by combination of alumunium foil and PP (poly propilene) plastic. Initial business model was assumed based on sweets vegetables business models in Surabaya and sweets business in Bogor city.The business model changed after development of the best product profile and business model development phase such as problem and solution tests. Product profile development phase changed elements of business model such as key partnership, key activities, key resources and cost structure.Business model development phase changed four elements of business model such as customer segment, value propotions, channels and customer relationship. Final result of iteration changed former concept of the product to be more favored by consumers. Keywords: business model, candied, red chilli
IMPLEMENTASI PERBAIKAN LAYANAN MENGGUNAKAN METODE ANALISIS BERTAHAN (SURVIVAL ANALYSIS) PADA PT MITRA NASIONAL KUALITAS Taufik Djatna dan Ludfi Oki Arifianto (E-Jurnal Agro-Industri Indonesia)
E-jurnal Agro-Industri Indonesia Vol. 4 No. 1 (2015): E-Jurnal Agroindustri Indonesia
Publisher : E-jurnal Agro-Industri Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.774 KB)

Abstract

ABSTRACT Keeping customer satisfaction are important thing to maintain customer loyalty by implementing Customer Relationship Management (CRM). CRM is the main objective to improve customer retention through improved customer satisfaction. Provide appropriate services to gain customer satisfaction. Given appropriate services based on customer ratings of the importance of the level of service variables. In addition, service evaluation is done by applying  the  method  of  survival  analysis,  information  on  the  decline  gets  customer satisfaction based on customer retention. The purpose of this study was to assess the variables that are important to customer service. Then, the implementation needed to build a recovery service is based on the 4P's of marketing aspects of the company. Research at the National Quality Partners, Ltd. Jakarta, show resulting in customers assess the reliability and security attributes of the service is very important variable. Decline in retention rates and survival rates as well as the slope indicates the level of danger that companies need to do a recovery service. recovery services performed by approaching the 4P's of marketing with services variables that are considered important. then be sorted by priority service which should be rectified by the company using the Analysis Hierarchy Process (AHP). Keywords: customer relationship management, survival analysis, service variable, 4P’s of marketing, AHP
PEMBUATAN PAPAN PARTIKEL DARI BUNGKIL JARAK KEPYAR (Ricinus communis L.) DENGAN PERLAKUAN PENDAHULUAN STEAM EXPLOSION Ika Amalia Kartika dan Herdiarti Desti (E-Jurnal Agro-Industri Indonesia)
E-jurnal Agro-Industri Indonesia Vol. 4 No. 1 (2015): E-Jurnal Agroindustri Indonesia
Publisher : E-jurnal Agro-Industri Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.874 KB)

Abstract

ABSTRACT Binderless particleboard production from castor cake meal is developed to overcome the limitation of wood in construction industry and to solve the environmental problem because of emission from urea formaldehide (UF) and phenol formaldehide (PF). The steam explosion method can be used to denaturate the protein of castor cake meal which can increase the mechanical properties of particleboard. Particleboard production was carried out by hot pressing at different temperatures and pressures. This research aimed to determine the effect of pressing temperature and pressure on the physical and mechanical properties of the particleboard, and to obtain the optimum pressing temperature and pressure on particleboard production from castor cake meal. The physical and mechanical properties of particleboards were tested according to JIS A 5908:2003. Generaly, the density and the moisture content of particleboard met JIS A 5908:2003. Statistical analysis showed that pressing temperature affected moisture content, water absorption and MOE whereas pressing pressure affected moisture content and water absorption. The regression analysis showed that the optimum pressing temperature and pressure to produce the particleboard from castor cake meal were respectively 160oC and 160 kgf/cm2 with density of 0.85 g/cm3, moisture content of 5.05%, water absorption of 124.54%, thickness swelling of  20%, MOE 256.65 kgf/cm2 and MOR 4.73 kgf/cm2.   Keywords: Castor cake meal, modulus of rupture, modulus of elasticity, particleboard, steam explosion
PEMBUATAN BINDERLESS PAPAN PARTIKEL DARI BUNGKIL JARAK KEPYAR (Ricinus communis L.) Ika Amalia Kartika, Iddea Qodriaza Kautsar, Farah Fahma (E-Jurnal Agro-Industri Indonesia)
E-jurnal Agro-Industri Indonesia Vol. 4 No. 1 (2015): E-Jurnal Agroindustri Indonesia
Publisher : E-jurnal Agro-Industri Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.48 KB)

Abstract

ABSTRACT Castor cake meal is by-product generated from castor oil industry which contains high protein (38.58%). This research used castor cake meal as raw material for binderless particleboard production. The objective of this research was to determine the effect of pressing temperature and pressure on physical and mechanical properties of particleboard, and to obtain the optimum pressing temperature and pressure for particleboard production. The experimental design used Central Composite Design with variables of temperature (160-180°C) and pressure (160-200 kgf/cm2). Data obtained were analyzed by ANOVA (α = 0.05) and Response Surface Method. The physical and mechanical properties of particleboard were tested based on JIS A 5908:2003. Generally the physical and mechanical properties of particleboard were not accordance to JIS A 5908:2003 except for moisture content. Pressing temperature and pressure affected the physical and mechanical properties of particleboard. The optimum temperature and pressure to produce the particleboard from castor cake meal were respectively 160°C and 200  kgf/cm2 with density of 0.94 g/cm3, moisture content of 5.85%, water absorption for 2 h of 42.9%, water absorption for 24 h of 80.4%, thickness swelling for 2 h of  27.8%, thickness swelling for 24 h of  36.2%, MOE of 2726.9 kgf/cm2 and MOR of 14.9 kgf/cm2. Keywords: Binderless particleboard, castor cake meal MOE, MOR

Page 3 of 4 | Total Record : 31