cover
Contact Name
Endang Siswati DBA
Contact Email
branchmarck@gmail.com
Phone
+6281325727274
Journal Mail Official
branchmarck@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ahmad Yani Frontage Road Ahmad Yani No.114, Ketintang, Kec. Gayungan, Kota SBY, Jawa Timur 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Benchmark
ISSN : -     EISSN : 27747212     DOI : http://10.46821/benchmark/
Benchmark merupakan jurnal elektronik yang berisikan artikel ilmiah, hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang manajemen. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Bhayangkara Surabaya. Benchmark Terbit secara berkala dengan volume dan jumlah terbit yang luas. Mempromosikan segala karya ilmiah yang dihasilkan dengan pendekatan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (ipteks) berbasis manajemen secara berkelanjutan. Cakupan keilmuan yang didukung adalah lebih kepada konsentrasi ilmu manajemen pemasaran, manajemen keuangan dan manajemen sumber daya manusia serta pemberdayaan pada masyarakat.
Articles 82 Documents
Analisis Risiko Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Nasabah Bank Mandiri KCP Candi untuk Meminimalkan Kredit Macet Firda Audri Maharani; Sutopo Sutopo; Ruchan Sanusi
Benchmark Vol. 6 No. 2: April 2026
Publisher : Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46821/benchmark.v6i2.772

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen risiko kredit pada penyaluran KUR di Bank Mandiri KCP Sidoarjo Candi untuk meminimalkan kredit macet. Latar belakangnya adalah peningkatan penyaluran KUR yang berpotensi menimbulkan risiko kredit bermasalah jika tidak diimbangi pengelolaan risiko yang tepat. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data primer dan sekunder, dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari Petugas Layanan Mikro, Analis Kredit, dan Pengelola Kredit, dengan teknik analisis melalui reduksi, klasifikasi, analisis deskriptif, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen risiko kredit diterapkan melalui tahap identifikasi, pengukuran, pemantauan, danĀ  pengendalian risiko. Penilaian dilakukan sejak awal melalui analisis karakter, kapasitas, kondisi usaha, serta prinsip 5C, kemudian disesuaikan dengan kemampuan angsuran nasabah. Setelah pencairan, risiko dipantau melalui evaluasi pembayaran dan komunikasi rutin, sementara pengendalian dilakukan secara bertahap mulai dari monitoring, pendekatan persuasif, hingga restrukturisasi. Secara umum, penerapan ini dinilai efektif menekan potensi kredit bermasalah pada KUR.
Efisiensi Biaya Ekspor Komoditas Pala Melalui Skema Supply Chain Financing Raja Milyaniza Sari; Esther Kembauw; Johana M.Luhukay
Benchmark Vol. 6 No. 2: April 2026
Publisher : Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46821/benchmark.v6i2.800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Business-to-Business Supply Chain Financing (B2B SCF) dapat mengefisienkan biaya modal kerja dan berapa besar kontribusi B2B SCF terhadap efisiensi biaya modal kerja ekspor komoditas pala dibandingkan dengan praktik tradisional dalam kemitraan antara CV Maenusu Spice (CV MS) dan PT Subur Anugrah Indonesia (PT SAI), dengan menggunakan pendekatan mixed methods desain studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, penelusuran dokumen, serta analisis transaksi ekspor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa B2B SCF mempercepat arus kas pemasok, sehingga menurunkan ketergantungan pada pinjaman berbunga tinggi, dan meningkatkan efisiensi biaya melalui penyederhanaan jalur distribusi ekspor, yang tercermin dari penurunan biaya transportasi, handling, dan penyimpanan, serta risiko kerusakan produk. Kemitraan ini juga memperkuat posisi PT SAI sebagai anchor company, meningkatkan kepastian pasokan dan efisiensi skala ekonomi. Namun, manfaat pembiayaan masih terbatas oleh kesiapan hulu: variasi mutu biji pala dan keterbatasan bahan baku menyebabkan pemenuhan volume ekspor memerlukan waktu relatif panjang. Penelitian menegaskan bahwa integrasi pembiayaan, logistik, dan pengendalian mutu merupakan faktor kunci dalam meningkatkan daya saing ekspor rempah Indonesia.