cover
Contact Name
Bakdal Ginanjar
Contact Email
nuansaindonesia1103@gmail.com
Phone
+6285728052474
Journal Mail Official
nuansaindonesia1103@gmail.com
Editorial Address
Program Studi S-1 Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret Jalan Ir. Sutami 36 A, Kentingan, Surakarta, Jawa Tengah 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Nuansa Indonesia
ISSN : 08536075     EISSN : 27763498     DOI : 10.20961/ni
Nuansa Indonesia adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia. Jurnal ilmiah ini menerbitkan hasil penelitian bahasa, linguistik, sastra, dan filologi, Nuansa Indonesia diterbitkan dua kali setahun, pada bulan Mei dan November. Semua artikel yang diterbitkan telah melalui proses peninjauan oleh peer reviewer.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 24, No 1 (2022)" : 10 Documents clear
SALURAN PERSEBARAN TEKS HIKAYAT ABU SAMAH DI NUSANTARA MELALUI PERDAGANGAN DAN POLITIK: SUNTINGAN TEKS DISERTAI KAJIAN DIFUSI KEBUDAYAAN Aisyah Umi Khalsum
Nuansa Indonesia Vol 24, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v24i1.71386

Abstract

Abstrak Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) bagaimanakah suntingan teks Hikayat Abu Samah (HAS); (2) saluran-saluran apa saja yang dapat menyebabkan teks Hikayat Abu Samah dapat menyebar dari Timur Tengah ke Nusantara. Tujuan penelitian ini untuk (1) menghadirkan suntingan teks Hikayat Abu Samah yang baik dan benar; (2) mendeskripsikan saluran persebaran teks HAS di Nusantara dengan menggunakan kajian difusi kebudayaan. Penelitian ini menggunakan metode diakronik deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah naskah Hikayat Abu Samah dengan kode Malayo-Polynesien 65 koleksi Bibliotheque National de France. Metode penyuntingan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode standar. Teknik pemerolehan data dalam penelitian ini adalah dengan mengunduh bentuk digital teks Hikayat Abu Samah dalam format pdf pada laman resmi Bibliotheque National de France. Data penelitian melalui teknik pustaka. Teknik pengolahan data penelitian meliputi tahap deskripsi, tahap analisis, dan tahap evaluasi. Kritik teks terhadap Hikayat Abu Samah menunjukkan terdapat kesalahan salin tulis dan ketidakkonsistenan penulisan yang meliputi lakuna, adisi, subtitusi, diktografi, dan ketidakkonsistenan. Selain itu, terdapat variasi dalam kosakata bahasa Melayu. Analisis difusi kebudayaan terhadap teks Hikayat Abu Samah menghasilkan simpulan bahwa teks HAS berasal dari Arab dengan judul Qishash Abu Samah yang menyebar ke Nusantara melalui saluran perdagangan dan politik pada kurun waktu abad ke-18. Kata kunci: Hikayat Abu Samah, suntingan, difusi kebudayaan, diakronik, Abu Samah
ANALISIS WACANA KRITIS NOVEL LAYAR TERKEMBANG KARYA SUTAN TAKDIR ALISJAHBANA Diah Pramesti
Nuansa Indonesia Vol 24, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v24i1.71381

Abstract

Abstrak Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimanakah representasi perempuan modern dalam novel Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisjahbana. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan representasi perempuan modern dalam novel Layar Terkembang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata dan kalimat yang di dalamnya terdapat pilihan kosakata atau diksi, metafora, proses tindakan, dan koherensi yang menampilkan pemikiran modern dalam novel. Sumber data penelitian ini adalah novel Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisjahbana. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Teknik analisis data melalui metode padan. Kemudian, dilanjutkan dengan teknik lanjutan, yaitu dengan daya pilah referensial. Simpulan dari penelitian ini adalah novel Layar Terkembang menggunakan kata eksperensial untuk mengangkat sebuah sikap perempuan baru, menggunakan kata ekspresi untuk mengungkap penilaian terhadap perempuan modern yang ditampilkan dalam novel Layar terkembang. Penggunaan metafora untuk menampilkan citra positif terhadap perempuan baru. Dalam tata kalimat, proses material berupa aktor manusia, proses mental menggunakan sensor manusia dengan manusia yang menampilkan persepsi Tuti yang menolak pertunangannya dengan Hambali serta proses perilaku yang ditampilkan oleh perempuan baru. Kata kunci: novel, ideologi, Norman Fairclough
ISTILAH-ISTILAH DALAM UPACARA DUKUTAN DI NGLURAH, KECAMATAN TAWANGMANGU, KABUPATEN KARANGANYAR: KAJIAN ETNOLINGUISTIK Adityaputra Dewantara
Nuansa Indonesia Vol 24, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v24i1.71387

Abstract

Abstrak Permasalahan penelitian ini adalah bagaimanakah makna leksikal dan makna kultural istilahistilah yang digunakan dalam upacara Dukutan yang terdapat di Nglurah, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Upacara Dukutan merupakan adat istiadat masyarakat Nglurah yang memakanai sebagai ritual bersihdan pengucapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Upacara Dukutan dilakukan selama enam lapan sekali, dimana tiap lapannya sama dengan 35 hari. Upacara ini kurang lebih dilakukan tiap 7 bulan sekali. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsian makna istilah-istilah dalam upacara Dukutan yang terdapat di Nglurah, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Jenis penelitian ini kualitatif bersifat deskriptif. Lokasi penelitian ini terletak di Nglurah, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data tulis dan lisan. Data dalam penelitian ini berupa istilah-istilah yang terdapat dalam upacara Dukutan yang meliputi istilah-istilah peralatan yang digunakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik catat dan teknik rekam. Selain metode simak, digunakan pula metode kerja sama dengan informan (teknik wawancara) yang terpilih sesuai dengan beberapa kriteria. Klasifikasi data pada penelitian ini berdasarkan bentuk satuan lingual yaitu kata dan frasa. Analisis menggunakan metode padan dengan teknik dasar translasional di mana informan yang berasal dari bahasa lain (Jawa). Penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini peneliti juga menemukan adanya keterkaitan dengan konteks sosial budaya dan sejarah yang berkembang di Nglurah sehingga istilah-istilah tersebut mengandung nilai kultural masyarakat pemiliknya. Kata kunci: etnolinguistik, dukutan, makna leksikal, makna kultural
KELISANAN DALAM NOVEL SEMAR MENCARI RAGA KARYA SINDHUNATA Mohammad Angga Saputro
Nuansa Indonesia Vol 24, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v24i1.71382

Abstract

Abstrak Kehadiran sastra tulis tidak serta merta meninggalkan aspek kelisanan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aspek atau ciri kelisanan dalam novel Semar Mencari Raga karya Sindhunata. Teori yang digunakan adalah teori kelisanan Walter J. Ong. Objek kajian yang digunakan adalah aspek kelisanan dalam novel Semar Mencari Raga karya Sindhunata. Data penelitian berupa bahasa dalam novel Semar Mencari Raga karya Sindhunata. Metode yang digunakan adalah baca dan catat. Hasil yang diperoleh adalah adanya aspek atau ciri lisan dalam novel Semar Mencari Raga karya Sindhunata yang meliputi aditif alih-alih subordinatif, agregatif alih-alih analitis, berlebih-lebihan, konservatif atau tradisional, dekat dengan kehidupan manusia sehari-sehari, bernada agonistik, empatis dan partisipatif: alih-alih berjarak secara objektif, bergantung situasi alih-alih abstrak. Hal tersebut menunjukkan masih adanya fenomena kelisanan dalam karya sastra berupa novel yang merupakan produk budaya tulis. Hal tersebut menandai hidupnya konsep kelisanan di dalam budaya tulis atau budaya yang telah mengenal tulisan. Dengan kata lain, masih didapati aspek kelisanan dalam sastra tulis. Kata kunci: kelisanan, novel, sastra, Semar Mencari Raga
PERBANDINGAN TEMA DAN MOTIF CERITA PADA SYAIR BUJANG PEREMPUAN DAN ROMEO AND JULIET Rigita Cahyani
Nuansa Indonesia Vol 24, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v24i1.71383

Abstract

Abstrak Syair Bujang Perempuan dan Romeo and Juliet merupakan salah satu di antara banyakanya karya sastra yang memiliki kemiripan. Kedua karya sastra tersebut berasal dari waktu dan tempat yang berbeda. Syair Bujang Perempuan dan Romeo and Juliet memiliki persamaan tema dan motif cerita. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan perbandingan kedua karya sastra tersebut yang tidak memiliki hubungan pengaruh-mempengaruhi. Analisis dilakukan menggunakan kajian sastra bandingan. Hasil penelitian berupa kedua teks memiliki persamaan dan perbedaan pada buah pikiran, gambaran perwatakan, alur cerita, episode, latar, dan ungkapan-ungkapan. Hasil akhir penelitian juga menyinggung tentang kisah cinta pada pernikahan dalam Syair Bujang Perempuan dan Romeo and Juliet yang masih relevan dan terjadi di kehidupan masa kini. Kata kunci: Syair Bujang Perempuan, tema, motif cerita, sastra bandingan
MEDAN LEKSIKAL NOMINA BAHASA INDONESIA BERKOMPONEN MAKNA +AKSESORI +MANUSIA +LAKI-LAKI Affan Luthfi Fahmi Hakim
Nuansa Indonesia Vol 24, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v24i1.71378

Abstract

Abstrak Tulisan ini menelaah bagaimana komponen makna dalam medan leksikal berkomponen (+AKSESORI +MANUSIA +LAKI-LAKI) dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini berfokus untuk mencari hubungan antareksem, baik yang dekat, sedang, atau jauh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa leksem yang berkomponen makna (+AKSESORI +MANUSIA +LAKI-LAKI) dan sumber data bersal dari Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V, baik daring maupun luring. Pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik pustaka dan teknik simak dan catat. Selanjutnya, data dianlisis menggunakan metode analisis komponensial Wedhawati (2005) dan dites menggunakan kalimat diagnostik but-test (Cruse, 1986). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa leksem yang berkomponen makna (+AKSESORI +MANUSIA +LAKI-LAKI) terdapat 32 leksem. Leksem tersebut terkodifikasi ke dalam lima dimensi makna yang terbagi dalam 26 komponen makna yang menunjukkan persamaan atau perbedaan semantis antarleksem. Kata kunci: semantik, medan leksikal, komponen makna, leksem
SATUAN LINGUAL -NYA DALAM GRAMATIKA BAHASA INDONESIA Nurul Azizah; F.X. Sawardi
Nuansa Indonesia Vol 24, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v24i1.71384

Abstract

Abstrak Satuan lingual -nya dalam bahasa Indonesia secara umum dipahami sebagai pronomina persona ketiga. Namun, ternyata tidak semua satuan lingual -nya adalah pronomina persona ketiga. Penelitian ini bertujuan mengelompokkan satuan lingual -nya dalam bahasa Indonesia dan merumuskan perilaku sintaktik dari masing-masing kelompok. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satuan lingual -nya terbagi ke dalam dua kelompok, yakni satuan lingual -nya sebagai pronomina persona ketiga dan bukan sebagai pronomina persona ketiga. Kelompok pertama terbagi ke dalam dua jenis, yaitu satuan lingual -nya sebagai pronomina dan -nya sebagai anafora/refleksif. Kelompok kedua dibedakan dalam tiga jenis, yakni pemarkah nomina, pemarkah genitif, serta -nya pada (se-) + (-nya) dan (se-) + (reduplikasi) + (-nya). Semua pengelompokan tersebut memiliki persebaran pada fungsi subjek, objek, dan keterangan/oblik kecuali -nya sebagai anafor yang tidak dapat berada pada fungsi subjek, dan -nya pada (se-) + (-nya) dan (se-) + (reduplikasi) + (-nya) yang hanya dapat berada pada fungsi keterangan/oblik. Kata kunci: satuan lingual -nya, teori pengikatan, sintaksis
REPRESENTASI IDEOLOGI EDITORIAL KORAN KOMPAS DAN MEDIA INDONESIA TENTANG NORMAL BARU MASA PANDEMI COVID-19 Shifa Parama Dita Adzani
Nuansa Indonesia Vol 24, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v24i1.71379

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi representasi ideologi yang termuat dalam teks editorial tentang wacana normal baru masa pandemi Covid-19. Penelitian ini berbasis wacana kritis dan berjenis kualitatif deskriptif. Data berupa kata, frasa, kalimat, dan paragraf yang termuat dalam teks editorial dan diperoleh dari koran Kompas dan Media Indonesia. Penyediaan data dilakukan dengan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Selanjutnya, analisis data dilakukan dengan metode pendekatan analisis wacana kritis Teun A. van Dijk berupa analisis makna lokal, analisis struktur formal, analisis skema wacana global dan lokal, analisis realisasi linguistik, dan analisis konteks. Hasil analisis data menunjukkan bahwa representasi ideologi yang ditampilkan Kompas pada wacana editorial normal baru ini dapat ditinjau dari penggunaan bentuk kalimat, kata ganti, koherensi, praanggapan, dan metafora. Sementara itu, Media Indonesia menampilkan hal yang sama dengan Kompas kecuali praanggapan. Kompas menunjukkan ketidaksetujuan pada pemerintah sebagai pemangku kebijakan dalam wacana editorial normal baru, tetapi menunjukkan objektivitas mengenai kebijakan normal baru. Oleh karena itu, Kompas merepresentasikan objektivisme. Di sisi lain, Media Indonesia cenderung mendukung pemerintah dalam upaya penerapan normal baru di masa pandemi Covid-19, terlebih didasarkan pada alasan pemulihan ekonomi. Tendensi tersebut merepresentasikan idealisme. Kata kunci: analisis wacana kritis, representasi ideologi, normal baru, editorial
PENGUASAAN BUNYI-BUNYI VELAR [K], [G], [Ŋ] OLEH PENYANDANG TUNARUNGU DI SLB-B PAWESTRI KARANGANYAR Wulandari Wulandari
Nuansa Indonesia Vol 24, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v24i1.71385

Abstract

Abstrak Penelitian ini berupa penguasaan ketiga bunyi velar [k], [g], dan [ŋ] bahasa Indonesia oleh tiga siswa tunarungu di SLB-B Pawestri Karanganyar. Bunyi-bunyi tersebut dipilih karena siswa tunarungu memperoleh pembelajaran bahasa dari penglihatan terhadap gerakan artikulator. Gerakan artikulator pada bunyi [k], [g], dan [ŋ] berdasarkan letak artikulasi terdapat di dalam rongga mulut sehingga tidak terlihat secara jelas oleh penyandang tunarungu. Ketiga siswa tunarungu diminta menirukan kata-kata yang mengandung bunyi-bunyi velar [k], [g], dan [ŋ] berdasarkan distribusi fonem yaitu pada awal, tengah, dan akhir kata. Penelitian ini berfokus pada realisasi bunyi velar yang mengalami perubahan berupa pergeseran bunyi. Tujuan penelitian ini untuk mendeksripsikan pergeseran bunyi yang direalisasikan oleh penyandang tunarungu pada bunyi-bunyi velar. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian berupa sebagian besar bunyi tidak dapat ditirukan dengan tepat. Penguasaan bunyi oleh penyandang tunarungu mengalami pergeseran bunyi yang dikelompokkan menjadi tiga: pertama, bunyi-bunyi velar tersebut masih termasuk bunyi velar tetapi bergeser ke bunyi velar yang lain; kedua, bunyi velar tersebut bergeser ke bunyi laringal; ketiga, bunyi velar tersebut tidak dapat dibunyikan atau mengalami pelesapan. Kata kunci: Psikolinguistik, tunarungu, penguasaan bunyi, pergeseran bunyi
ANALISIS WACANA KRITIS DALAM KOLOM OPINI IDNTIMES “KESEHATAN MENTAL: STIGMA, GLORIFIKASI, SELF DIAGNOSIS” Mutiara Nur Shafira Aryandhini
Nuansa Indonesia Vol 24, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v24i1.71380

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis wacana kritis dari opini “Kesehatan Mental: Stigma, Glorifikasi, Self Diagnosis” yang dipublikasikan di laman IDN Times. Permasalahan yang dibahas yakni struktur teks yang mengandung tiga bentuk, dimulai dari struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Metode penyediaan data menggunakan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Metode penelitian yang digunakan ialah metode padan dengan alat penentu referensial. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa struktur teks wacana “Kesehatan Mental: Stigma, Glorifikasi, Self Diagnosis” dapat dikonstruksikan dengan teori Teun A. van Dijk berupa segi tematik, skematik, semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris. Tematik atau topik utama yang ditemukan dalam wacana tersebut ialah mengenai kesehatan mental. Dari bentuk skematik, wacana yang diteliti memiliki skema yang runtut, dimulai dari pendahuluan, inti, dan penutup. Semantik yakni makna yang dikonstruksikan dengan menggunakan latar, detil, maksud, dan praanggapan. Dari segi sintaksis teks wacana tersebut memiliki bentuk kalimat, koherensi, dan kata ganti yang disesuaikan dengan konteks penulis. Sementara stilistik, penulis menunjukkan pilihan kata yang dapat memperlihatkan ideologinya. Terakhir, untuk retoris, penulis memberikan penekanan-penekanan yang bersifat penting bagi teks tersebut. Kata kunci: analisis wacana kritis, Teun A. van Dijk, kesehatan mental

Page 1 of 1 | Total Record : 10