cover
Contact Name
Bakdal Ginanjar
Contact Email
nuansaindonesia1103@gmail.com
Phone
+6285728052474
Journal Mail Official
nuansaindonesia1103@gmail.com
Editorial Address
Program Studi S-1 Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret Jalan Ir. Sutami 36 A, Kentingan, Surakarta, Jawa Tengah 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Nuansa Indonesia
ISSN : 08536075     EISSN : 27763498     DOI : 10.20961/ni
Nuansa Indonesia adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia. Jurnal ilmiah ini menerbitkan hasil penelitian bahasa, linguistik, sastra, dan filologi, Nuansa Indonesia diterbitkan dua kali setahun, pada bulan Mei dan November. Semua artikel yang diterbitkan telah melalui proses peninjauan oleh peer reviewer.
Articles 83 Documents
STRATEGI KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA DALAM FILM TELEVISI (FTV) INDONESIA Shalsabilla Kurnia Putri
Nuansa Indonesia Vol 23, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v23i1.55914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi ketidaksantunan yang terdapat dalam FTV Indonesia. Data penelitian ini berupa dialog tokoh di FTV yang di dalamnya mengandung strategi ketidaksantunan. Sumber data dalam penelitian ini diambil dari lima judul film televisi (FTV) yang diproduksi oleh MD Entertaiment, yaitu (i) Asmara Lewat Udara, (ii) Bos Jutek VS OB Kece, (iii) Cinta Lewat Tangga Darurat, (iv) Peyek Mini Rasa Cinta, dan (v) Lapangan Parkir di Hatimu yang diambil dari kanal Youtube MD Entertaiment yang diproduksi oleh MD Entertaiment yang telah diunggah di kanal Youtube MD Entertaiment. Analisis data didasarkan pada teori strategi ketidaksantunan yang dicetuskan oleh Jonathan Culpeper. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan strategi ketidaksantunan yang ditemukan dalam FTV Indonesia adalah (i) strategi ketidaksantunan secara langsung, (ii) strategi ketidaksantunan positif, (iii) strategi ketidaksantunan negatif, dan (iv) sarkasme atau kesantunan semu.Kata kunci: FTV Indonesia; ketidaksantunan; strategi ketidaksantunan
ANALISIS INTERTEKSTUAL HIKAYAT ANAK SAUDAGAR MENJADI RAJA Siti Nafi’ah Nur Halimah
Nuansa Indonesia Vol 23, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v23i1.55921

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan intertekstual antara teks Hikayat Anak Saudagar Menjadi Raja; Talut, Daud, dan Jalut; Kisah Nabi Sam’un a.s.; dan Kisah Nabi Sulaiman a.s. Intertekstual dapat mengungkap hubungan bermakna antara satu teks dengan teks yang terlahir setelahnya. Metode analisis yang digunakan adalah metode kualitatif bersifat deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan hubungan keempat teks, yakni 1) perwatakan tokoh utama Qithmir dengan Talut, Nabi Sam’un a.s., dan Nabi Sulaiman a.s.; 2) motif jin; 3) motif menikah; 4) motif kekuatan hilang; dan 5) motif batu. Hubungan intertekstual tersebut mengungkap adanya kemungkinan penulis dari teks Hikayat Anak Saudagar Menjadi Raja menyerap beberapa unsur dari ketiga teks yang lahir sebelumnya. Unsur tersebut diambil dari teks terdahulu yang kemudian disesuaikan dengan kondisi sosial budaya masyarakat di kala itu. Hal ini bertujuan agar teks dapat diterima oleh masyarakat sekitar. Teks dianggap gambaran atau cerminan keadaan masyarakat di masa itu.Kata kunci: analisis intertekstual; Hikayat Anak Saudagar Menjadi Raja; Kisah Nabi Sulaiman a.s;, Kisah Nabi Sam’un a.s.; Kisah Jalut, Talut, dan Daud
RESPONS KETIDAKSANTUNAN DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI Obellia Insani
Nuansa Indonesia Vol 23, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v23i1.55915

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan respons ketidaksantunan berbahasa yang digunakan oleh tokoh-tokoh fiksi dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Data penelitian ini berupa tuturan yang mengandung respons ketidaksantunan dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari yang diterbitkan ulang pada bulan Oktober tahun 2019. Analisis data mengacu pada teori respons ketidaksantunan Culpeper. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa respons ketidaksantunan yang ditemukan dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk meliputi 1) respons ofensif, 2) respons defensif, 3) menerima, dan 4) respons diam. Respons ketidaksantunan yang paling sering digunakan oleh para tokoh adalah respons defensif.Kata Kunci: ketidaksantunan; respons; Ronggeng Dukuh Paruk
KOMBINASI AFIKS ME- DAN -KAN DALAM BAHASA INDONESIA BERDASARKAN PERSPEKTIF DERIVASIONAL DAN INFLEKSIONAL Andarini Prihapsari
Nuansa Indonesia Vol 23, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v23i2.56508

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan pola proses pembentukan kombinasi afiks me- dan - kan berdasarkan perspektif derivasional dan infleksional. Jenis penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Metode dan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu metode simak dan teknik catat. Metode dan teknik analisis data yaitu metode agih dan teknik lesap dan teknik perluas. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini yaitu kombinasi afiks medan -kan dapat membentuk kata verba dan adjektiva dengan pola me- + D + -kan. Kombinasi afiks medan -kan dalam membentuk verba derivasional diperoleh dengan tipe proses V → V, N → V, A → V, Adv. → V, Num. → V, dan Kat. Fatis → V; serta verba infleksional diperoleh dengan tipe proses V → V. Selain itu, kombinasi afiks me- dan -kan dalam membentuk adjektiva derivasional diperoleh dengan tipe proses A → A, N → A, dan V → A.Kata kunci: derivasional; infleksional; kombinasi afiks; morfologi
CITRA PEREMPUAN DALAM KONSEP IDEAL PADA HIKAYAT PUTRI SALAMAH Wulan Alfiani
Nuansa Indonesia Vol 23, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v23i2.56514

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah Citra seorang istri yang sempurna dalam Hikayat Putri Salamah. Penelitian ini bertujuan untuk menghadirkan citra seorang istri sempurna dalam teks Hikayat Putri Salamah. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah teks Hikayat Putri Salamah dengan kode Schoemann V44 koleksi Staatsbibliothek zu Berlin. Schoemann merupakan naskah bunga rampai dengan teks Hikayat Putri Salamah sebagai judul teks pertama. Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui teknik pustaka. Teknik pengolahan data penelitian dilakukan melalui tahap deskripsi, tahap analisis, dan tahap evaluasi. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa citra perempuan sebagai konsep ideal dalam hikayat tidak memiliki citra berdasarkan aspek fisik. Citra perempuan sebagai konsep ideal berdasarkan aspek psikis dicitrakan memiliki akhlak yang baik, citra Penyabar, citra sopan dan lembut saat bicara, serta citra memiliki rasa malu.Kata kunci: citra; Hikayat Putri Salamah; perempuan
METAFORA DI KOLOM KOMENTAR AKUN INSTAGRAM @JOKOWI Yuli Kristianingsih
Nuansa Indonesia Vol 23, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v23i2.56509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis metafora di kolom komentar akun instagram @jokowi. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan semantik. Data dalam penelitian ini yaitu kata, frasa, klausa dan kalimat di kolom komentar akun instagram @jokowi yang mengandung metafora. Sumber data dalam penelitian ini adalah komentar di kolom komentar akun instagram @jokowi selama satu bulan sebelum pemilu, yaitu 13 Maret sampai dengan 13 April 2019. Metode penyediaan data menggunakan metode simak dengan tangkap layar dan teknik catat. Analisis data menggunakan metode agih dan metode padan. Pada metode agih, teknik dasar yang digunakan adalah teknik bagi unsur langsung (BUL) dengan teknik lanjutan yaitu teknik ganti. Pada metode padan, teknik dasar yang digunakan adalah teknik pilah unsur penentu (PUP) dengan teknik lanjutan yaitu teknik hubung banding menyamakan hal pokok (HBSP). Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat sembilan jenis metafora, yaitu BEING, COSMOS, ENERGY, SUBSTANCE, TERRESTRIAL, OBJECT, LIVING, ANIMATE, dan HUMAN.Kata kunci: jenis metafora; Jokowi; Instagram; semantik
KELISANAN DALAM NOVEL SEMAR MENCARI RAGA KARYA SINDHUNATA Mohammad Angga Saputro
Nuansa Indonesia Vol 23, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v23i2.56510

Abstract

Kehadiran sastra tulis tidak serta merta meninggalkan aspek kelisanan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aspek atau ciri kelisanan dalam novel Semar Mencari Raga karya Sindhunata. Teori yang digunakan adalah teori kelisanan Walter J. Ong. Objek kajian yang digunakan adalah aspek kelisanan dalam novel Semar Mencari Raga karya Sindhunata. Data penelitian berupa bahasa dalam novel novel Semar Mencari Raga karya Sindhunata. Metode yang digunakan adalah baca dan catat. Hasil yang diperoleh adalah adanya aspek atau ciri lisan dalam novel Semar Mencari Raga karya Sindhunata yang meliputi aditif alih-alih subordinatif, agregatif alih-alih analitis, berlebih-lebihan, konservatif atau tradisional, dekat dengan kehidupan manusia sehari-sehari, bernada agonistik, empatis dan partisipatif, alih-alih berjarak secara objektif, bergantung situasi alih-alih abstrak. Hal tersebut menunjukkan masih adanya fenomena kelisanan dalam karya sastra berupa novel yang merupakan produk budaya tulis. Hal tersebut menandai hidupnya konsep kelisanan di dalam budaya tulis atau budaya yang telah mengenal tulisan serta masih didapati aspek kelisanan dalam sastra tulis.Kata kunci: kelisanan; novel; sastra; Semar Mencari Raga
PENGAMBANGAN MAKSIM DALAM ACARA APA KABAR INDONESIA MALAM TV ONE Chrisnatama Tangguh Prasetyo
Nuansa Indonesia Vol 23, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v23i2.56505

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena mengambangkan maksim yang digunakan oleh narasumber dalam talk show “Apa Kabar Indonesia Malam TV One”. Data penelitian ini berupa dialog yang mengandung pengambangan maksim yang dituturkan oleh narasumber dalam acara “Apa Kabar Indonesia Malam TV One”. Sumber data dalam penelitian ini adalah tayangan acara “Apa Kabar Indonesia Malam TV One” edisi 2 April 2020, 6 April 2020, 7 April 2020, dan 12 April 2020. Analisis data didasarkan pada teori ketidakpatuhan prinsip kerja sama Grice. Temuan yang didapat adalah ketidakpatuhan berupa mengambangkan maksim (flouting a maxim). Pengambangan maksim yang ditemukan adalah mengambangkan maksim kuantitas, hubungan, dan maksim cara.Kata kunci: implikatur; pengembangan maksim; prinsip kerja sama
KETIDAKSADARAN BASKARA PUTRA DALAM “DEHIDRASI”: KAJIAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD Putri Fatin Afifah
Nuansa Indonesia Vol 23, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v23i2.56511

Abstract

Psikoanalisis menegaskan adanya pemikiran bawah sadar. Ketidaksadaran itu ditekan untuk waktu yang lama dan penekanan ini menimbulkan kesalahan-kesalahan yang memiliki makna. Ketidaksadaran yang dialami pengarang adalah bentuk dari pengalaman-pengalamannya yang terpendam, sebelum pada akhirnya diungkapkan. Ketidaksadaran yang dialami pengarang dapat dikaji melalui bahasa pada karya-karyanya. Baskara Putra adalah salah satu musisi di Indonesia. Melalui karya-karyanya, Baskara secara tidak langsung mengungkapkan apa yang ada di dalam pikirannya. Ketidaksadaran pengarang tersebut dikaji menggunakan kajian Psikoanalisis Sigmund Freud. Permasalahan yang dibahas pada penelitian ini adalah bentuk kondensasi, pengalihan, dan simbolisasi yang muncul melalui bahasa dalam karya Baskara Putra. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kondensasi, pengalihan, dan simbolisasi yang muncul melalui bahasa dalam karya Baskara Putra. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Objek material dalam penelitian ini adalah lagu “Dehidrasi” karya Baskara Putra dan objek formal dalam penelitian ini adalah ketidaksadaran pengarang. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa ketidaksadaran pengarang muncul melalui metafora kebebasan, metonimi hidup, dan metafora kesombongan, serta Baskara Putra mengalami kecemasan atau kegelisahan dalam hidupnya.Kata Kunci: kecemasan; ketidaksadaran pengarang; Psikoanalisis Sigmund Freud
BENTUK DISFEMISME DALAM KOLOM KOMENTAR VIDEO TRENDING YOUTUBE PASCA PEMILIHAN UMUM 2019 Aini Nahdlia Puspita
Nuansa Indonesia Vol 23, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v23i2.56506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk disfemisme dalam kolom komentar video trending YouTube pasca pemilihan umum 2019. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, klausa maupun kalimat yang mengandung disfemisme pada kolom komentar video trending YouTube. Metode penyediaan data penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan berupa metode agih dengan teknik bagi unsur langsung (BUL) dilanjutkan dengan teknik lesap dan teknik ganti serta metode padan referensial yang dilanjutkan dengan menggunakan teknik pilah unsur penentu (PUP). Penyajian hasil analisis data yang digunakan adalah metode penyajian informal. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulakan bahwa terdapat dua belas bentuk disfemisme berdasarkan tipe disfemisme yang ditemukan pada penelitian ini, yaitu bentuk hiperbola, satu kata menggantikan kata lain, ekspresi figuratif, flipansi, pemodelan kembali, jargon, metafora, kolokial, kliping, pelesapan, sebagian untuk keseluruhan, dan akronim.Kata kunci: disfemisme; pemilu; YouTube