cover
Contact Name
Bakdal Ginanjar
Contact Email
nuansaindonesia1103@gmail.com
Phone
+6285728052474
Journal Mail Official
nuansaindonesia1103@gmail.com
Editorial Address
Program Studi S-1 Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret Jalan Ir. Sutami 36 A, Kentingan, Surakarta, Jawa Tengah 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Nuansa Indonesia
ISSN : 08536075     EISSN : 27763498     DOI : 10.20961/ni
Nuansa Indonesia adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia. Jurnal ilmiah ini menerbitkan hasil penelitian bahasa, linguistik, sastra, dan filologi, Nuansa Indonesia diterbitkan dua kali setahun, pada bulan Mei dan November. Semua artikel yang diterbitkan telah melalui proses peninjauan oleh peer reviewer.
Articles 49 Documents
DISFEMISME DALAM UNGGAHAN AKUN MEDIA SOSIAL TWITTER @AREAJULID Devi, Ery Kurnia; Ginanjar, Bakdal
Nuansa Indonesia Vol 25, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v25i1.81751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe disfemisme yang digunakan dalam unggahan Twitter @AREAJULID. Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semantik. Data penelitian berupa kalimat-kalimat yang di dalamnya mengandung disfemisme, seperti kata, frasa, klausa, dan kalimat. Sumber data dari penelitian ini adalah unggahan akun Twitter @AREAJULID pada bulan Maret 2020 hingga Juli 2020. Metode penyediaan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik dasar teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode agih dengan teknik lesap dan teknik ganti, selain itu juga menggunakan metode padan dengan teknik PUP. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tipe disfemisme yang ditemukan dalam unggahan akun media sosial Twitter @AREAJULID  berupa 1) ekspresi figuratif (figurative expressions), 2) flipansi (flippancy), 3) pemodelan kembali (remodellings), 4) kliping (clipping), 5) akronim (acronyms), 6) singkatan (abbreviations) , 7) pelepasan (omissions), 8) Satu kata untuk menggantikan kata lain (one for one substitutions), 9) hiperbola (hyperbole), 10) Makna di luar pernyataan (understatement), 11) Istilah yang dipelajari atau jargon teknis (learned terms or technical jargon), 12) kolokial (colloquial), dan 13) pinjaman (borrowing).Kata kunci: disfemisme, semantik, tipe disfemisme, twitter @AREAJULID
TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM ACARA “AYO SEHAT” DI KOMPAS TV Putri S., Hanifah Yulia; Nugroho, Miftah
Nuansa Indonesia Vol 25, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v25i2.81775

Abstract

Tindak tutur direktif merupakan tindak tutur yang memiliki poin penting untuk membuat petutur melakukan sesuatu. Penelitian ini membatasi masalah dengan berfokus pada pengunaan bahasa yang mengandung tindak tutur direktif oleh pembawa acara dan narasumber dalam acara “Ayo Sehat” di Kompas TV. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan penggunaan tindak tutur direktif dalam acara “Ayo Sehat” di Kompas TV. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan pragmatik. Data berbentuk tuturan yang dihasilkan oleh pembawa acara dan narasumber. Data diambil dari video tayangan acara “Ayo Sehat” yang diunggah ke kanal YouTube Kompas TV. Metode pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dan teknik catat. Data dianalisis menggunakan metode kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam acara “Ayo Sehat” di Kompas TV terdapat tujuh macam tindak tutur direktif. Tujuh macam tindak tutur tersebut meliputi menyuruh, menyarankan, meminta, melarang, bertanya, mengizinkan, dan berdoa.Kata kunci: pragmatik, tindak tutur direktif, Ayo Sehat
SIMBOLISME BABI DALAM HIKAYAT RAJA BABI KARYA USUP ABDUL KADIR Wahyuni, Siti Mualim; Wirajaya, Asep Yudha
Nuansa Indonesia Vol 25, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v25i2.81792

Abstract

Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana simbolisasi babi dalam teks Hikayat Raja Babi karya Usup Abdul Kadir. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap makna simbolisasi babi dalam Hikayat Raja Babi. Adapun jenis penelitian ini adalah deskiptif kualitatif. Sementara, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotika yang dikemukakan oleh Charles Sander Peirce. Sumber data dalam penelitian ini adalah naskah Hikayat Raja Babi yang tersimpan di British Library dengan kode naskah Add MS 12393. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan dokumentasi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa hewan babi memiliki nilai manfaat bila dilihat dari fisik berupa lemak, bulu, dan hidung. Ketiga bagian tubuh hewan babi tersebut dimanfaatkan dalam berbagai aspek kehidupan manusia.Kata kunci: Hikayat Raja Babi, semiotika, Charles Sander Peirce, simbolisasi 
MAKNA ISTILAH-ISTILAH POLITIK PADA LIRIK LAGU DALAM ALBUM “PIKIRAN DAN PERJALANAN” BARASUARA: KAJIAN SEMIOTIKA RIFFATERRE Sekareka, Sanggita
Nuansa Indonesia Vol 25, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v25i1.81765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan makna lirik-lirik tiga lagu Barasuara, yakni Masa Mesias Mesias, Haluan, dan Tentukan Arah yang terdapat dalam album Pikiran dan Perjalanan. Jurnal ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan kajian semiotika Riffaterre. Analisis semiotika Riffaterre mencakup empat hal, yakni ketidaklangsungan ekspresi, pembacaan heuristik dan hermeneutik, matriks, dan hipogram atau interteks. Hasil penelitian menunjukan ketidaklangsungan ekspresi meliputi penggantian arti berupa repetisi, asidenton, simbolik, metafora, metonimi, dan eksklamasio. Dalam penyimpangan arti, terdapat unsur ambiguitas, kontradiksi, dan nonsense. Dalam penciptaan arti, terdapat unsur tipografi, enjambemen, dan homolog. Pembacaan heuristik tidak menimbulkan perubahan kata. Pada pembacaan hermeneutik dapat diketahui bahwa ketiga lirik lagu memiliki makna kritik terhadap dunia politik. Tema dan masalah adalah mengenai tradisi buruk dalam ranah politik, keinginan untuk tetap menyatukan tujuan ditengah maraknya unjuk rasa dan tersebarnya berita bohong, dan pentingnya membersihkan pikiran dan hati untuk dapat menentukan pilihan atau arah yang tepat. Hipogram potensialnya adalah kehidupan sosial politik di Indonesia. Hipogram aktual berupa kata, frasa, kalimat dari karya terdahulu.Kata kunci: semiotika Riffaterre, politik, lirik, Barasuara
MAKNA LIRIK LAGU DALAM ALBUM 337 (2018) KARYA ENAU: KAJIAN SEMIOTIK Putri, Melina Rizka Danawidya
Nuansa Indonesia Vol 25, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v25i2.81784

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menemukan makna yang terkandung dalam lirik Krisis Solusi, Horizontal, dan Tanpa Koma. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori semiotik Roland Barthes dengan memaknai tanda-tanda dalam lirik lagu secara denotasi sesuai dengan makna kamus kemudian mendeskripsikan makna konotasi dan metabahasa dengan mempertimbangkan konteks. Data primer dalam penelitian ini berupa kata, frasa, dan atau klausa di setiap bait lagu, sedangkan data sekunder berupa informasi-informasi yang berkaitan dengan lirik lagu tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka yang berkaitan dengan membaca, mengklasifikasikan, dan mencatat. Selanjutnya, data disajikan berupa kata-kata dan hasil penelitian dijelaskan secara deskriptif. Simpulan yang didapat dari hasil penelitian ini adalah makna kritik sosial dari lagu Krisis Solusi dan Horizontal tersebut dibentuk dengan bahasa sindiran atau satire, sedangkan lagu Tanpa Koma ditulis dengan kata-kata yang gamblang. Makna kritikan tersebut merupakan hasil kombinasi dari konotasi-konotasi dan metabahasa yang berkaitan dengan kondisi sosial, budaya, dan politik yang menunjukkan adanya persoalan-persoalan di masyarakat.Kata kunci: Krisis Solusi, Horizontal, Tanpa Koma, semiotik, konotasi
TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM TALK SHOW PAS BUKA PADA KANAL YOUTUBE TRANS 7 OFFICIAL Widowati, Zulfa Nur
Nuansa Indonesia Vol 25, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v25i1.81759

Abstract

Penelitian tentang tindak tutur tidak hanya ditemukan dalam percakapan sehari-hari, tetapi dalam media komunikasi via elektronik dan online berupa talk show. Talk show sebagai media penyampaian dengan tayangan yang memberikan informasi yang sedang booming yang dibungkus dengan hiburan bagi para penonton. Hal inilah yang menjadikan talk show layak untuk dikaji pada kajian tindak tutur. Dalam talk show, banyak terdapat tindak tutur direktif yang digunakan oleh pembawa acara dan narasumber, seperti dalam talk show Pas Buka. Pada penelitian ini dibahas tindak tutur direktif dalam Talk Show Pas Buka pada kanal Youtube Trans 7 Official. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif dalam talk show Pas Buka pada kanal Youtube Trans 7 Official dengan menggunakan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat sebagai metode dan teknik pemerolehan data, kemudian metode analisis data menggunakan metode analisis kontekstual. Data dalam penelitian ini adalah tuturan antara pemain talk show, penonton, dan bintang tamu yang mengandung tindak tutur direktif dalam talk show Pas Buka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk tindak tutur direktif yang ditemukan dalam talk show Pas Buka terdapat tujuh bentuk tindak tutur direktif berupa mempersilakan, meminta, bertanya, melarang, memerintah, mengajak, dan menyarankan.   Kata kunci: tindak tutur, tindak tutur direktif, talk show.
PENGGUNAAN STRATEGI KETIDAKSANTUNAN NEGATIF DALAM KANAL YOUTUBE CURHAT BANG DENNY SUMARGO Ans, A’idah Husna Luthfiyyah; Nugroho, Miftah
Nuansa Indonesia Vol 25, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v25i1.81752

Abstract

Artikel penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang penggunaan strategi ketidaksantunan negatif antara pembawa acara (PA) dan narasumber (N) dalam kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo. Data dalam penelitian ini berupa dialog yang di dalamnya terdapat tuturan yang mengandung bentuk strategi ketidaksantunan negatif dalam kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo. Sumber data yang digunakan yakni lima video dalam kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo. Artikel penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan metode simak menggunakan teknik unduh dan teknik catat. Data dalam artikel penelitian ini dianalisis menggunakan metode analisis kontekstual dan disajikan dengan metode informal. Hasil penelitian penggunaan strategi ketidaksantunan negatif yang ditemukan pada kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo terdiri dari lima substrategi, yaitu (i) menakut-nakuti, (ii) mencemooh atau mengejek orang lain, (iii) menyalahkan orang lain, (iv) meremehkan orang lain, dan (v) melanggar ruang pribadi.Kata kunci: pragmatik, strategi ketidaksantunan negatif, kanal youtube curhat bang denny 
ANALISIS MEDAN MAKNA DAN KOMPONENSIAL PADA NAMA FLORA UNIK Fauziyah, Nurul
Nuansa Indonesia Vol 25, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v25i2.81776

Abstract

Salah satu materi dalam kajian semantik adalah medan makna yang berkaitan erat dengan komponen makna atau makna komponensial. Medan makna sendiri merupakan kajian mengenai kelompok kata yang memiliki hubungan paradigmatis ataupun sintagmatis. Untuk dapat mengetahui perbedaan maupun persamaan dari kelompok leksem yang memiliki hubungan dari analisis medan maknanya tersebut, dapat dilakukan analisis komponensial atau komponen maknanya. Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk menguraikan kelompok nama-nama flora yang memiliki keunikan dengan menggunakan teori medan makna dan analisis komponensial. Untuk melakukan kajian tersebut dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model analisis biner yang ditetapkan oleh para ahli untuk dapat menemukan perbedaan antarleksem dari nama-nama flora unik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 110 data flora unik seluruhnya. Jenis medan makna nama-nama flora unik ini merupakan medan makna kolokasi karena kelompok flora menyesuaikan dengan keunikan nama-namanya yang memiliki hubungan bersifat linear atau sintagmatik. Dalam analisis komponen makna yang dikhususkan untuk 28 nama flora unik kantong semar terdapat beberapa fitur yang digunakan, di antaranya fitur yang terkandung jenis leksem verba, nomina, adjektiva, nama anggota tubuh, sebutan untuk manusia, dan sebutan untuk hewan. Komponen makna ditandai dengan (+) untuk yang mengandung fitur tersebut dan (-) untuk kata yang tidak memiliki fitur tersebut sesuai dengan analisis biner yang digunakan.Kata kunci: medan makna, komponensial, flora unik, semantik 
FAKTA CERITA DALAM NOVEL CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN: TINJAUAN STRUKTURALISME ROBERT STANTON Rahayu, Krisnia; Kurniawan, Bagus
Nuansa Indonesia Vol 25, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v25i1.81766

Abstract

Strukturalisme memfokuskan kajian terhadap unsur-unsur dan hubungan antarunsur dalam karya sastra berdasarkan teks yang berupa narasi. Penelitian ini menjelaskan fakta cerita dalam novel Cantik itu Luka. Penilitian ini dikaji menggunakan teori strukturalisme milik Robert Stanton. Penelitian ini mendeskripsikan fakta cerita melalui analisis pada novel Cantik itu Luka. Data penelitian ini adalah narasi teks yang dalam bentuk formalnya akan berupa kata, kalimat, dan wacana. Data diperoleh dari novel Cantik itu Luka. Fakta cerita dalam novel tersebut berupa alur, karakter, dan latar. Secara umum, alur dalam novel tersebut menggunakan alur campuran, yaitu maju, mundur, dan maju. Karakter utama dalam novel tersebut adalah Dewi Ayu yang berkarakter cerdas, gila, dan pemberani. Sementara itu, latar yang paling sering disebut adalah latar tempat yang berada di Halimunda.Kata kunci: strukturalisme, fakta cerita, Robert Stanton
ANALISIS STRUKTURALISME GENETIK NOVEL LAMPUKI (2011) KARYA ARAFAT NUR Charisma, Fajar Puji; Wati, Rianna
Nuansa Indonesia Vol 25, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v25i2.81786

Abstract

Artikel ini membahas mengenai analisis strukturalisme genetik novel Lampuki karya Arafat Nur. Penelitian ini menggunakan teori Lucien Goldmann. Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana struktur teks dan subjek kolektif dalam novel Lampuki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan struktur teks dan subjek kolektif novel Lampuki karya Arafat Nur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan fokus analisis isi dan naratif dalam novel. Struktur teks dalam novel Lampuki mengkritisi kehidupan sosial masyarakat Aceh masa pascakonflik. Struktur teks memperlihatkan oposisi biner antara kelompok humanisme dan kelompok militerisme. Sebagai seorang wartawan, pengajar, dan sastrawan yang lahir dan besar di Aceh, Arafat Nur merepresentasikan subjek kolektif kelompok intelektual. Arafat Nur mewakili kelompok humanisme memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.Kata kunci: strukturalisme genentik, Lampuki, Arafat Nur