cover
Contact Name
Bakdal Ginanjar
Contact Email
nuansaindonesia1103@gmail.com
Phone
+6285728052474
Journal Mail Official
nuansaindonesia1103@gmail.com
Editorial Address
Program Studi S-1 Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret Jalan Ir. Sutami 36 A, Kentingan, Surakarta, Jawa Tengah 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Nuansa Indonesia
ISSN : 08536075     EISSN : 27763498     DOI : 10.20961/ni
Nuansa Indonesia adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia. Jurnal ilmiah ini menerbitkan hasil penelitian bahasa, linguistik, sastra, dan filologi, Nuansa Indonesia diterbitkan dua kali setahun, pada bulan Mei dan November. Semua artikel yang diterbitkan telah melalui proses peninjauan oleh peer reviewer.
Articles 83 Documents
PENGUASAAN BUNYI-BUNYI VELAR [K], [G], [Ŋ] OLEH PENYANDANG TUNARUNGU DI SLB-B PAWESTRI KARANGANYAR Wulandari Wulandari
Nuansa Indonesia Vol 24, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v24i1.71385

Abstract

Abstrak Penelitian ini berupa penguasaan ketiga bunyi velar [k], [g], dan [ŋ] bahasa Indonesia oleh tiga siswa tunarungu di SLB-B Pawestri Karanganyar. Bunyi-bunyi tersebut dipilih karena siswa tunarungu memperoleh pembelajaran bahasa dari penglihatan terhadap gerakan artikulator. Gerakan artikulator pada bunyi [k], [g], dan [ŋ] berdasarkan letak artikulasi terdapat di dalam rongga mulut sehingga tidak terlihat secara jelas oleh penyandang tunarungu. Ketiga siswa tunarungu diminta menirukan kata-kata yang mengandung bunyi-bunyi velar [k], [g], dan [ŋ] berdasarkan distribusi fonem yaitu pada awal, tengah, dan akhir kata. Penelitian ini berfokus pada realisasi bunyi velar yang mengalami perubahan berupa pergeseran bunyi. Tujuan penelitian ini untuk mendeksripsikan pergeseran bunyi yang direalisasikan oleh penyandang tunarungu pada bunyi-bunyi velar. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian berupa sebagian besar bunyi tidak dapat ditirukan dengan tepat. Penguasaan bunyi oleh penyandang tunarungu mengalami pergeseran bunyi yang dikelompokkan menjadi tiga: pertama, bunyi-bunyi velar tersebut masih termasuk bunyi velar tetapi bergeser ke bunyi velar yang lain; kedua, bunyi velar tersebut bergeser ke bunyi laringal; ketiga, bunyi velar tersebut tidak dapat dibunyikan atau mengalami pelesapan. Kata kunci: Psikolinguistik, tunarungu, penguasaan bunyi, pergeseran bunyi
ANALISIS WACANA KRITIS DALAM KOLOM OPINI IDNTIMES “KESEHATAN MENTAL: STIGMA, GLORIFIKASI, SELF DIAGNOSIS” Mutiara Nur Shafira Aryandhini
Nuansa Indonesia Vol 24, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v24i1.71380

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis wacana kritis dari opini “Kesehatan Mental: Stigma, Glorifikasi, Self Diagnosis” yang dipublikasikan di laman IDN Times. Permasalahan yang dibahas yakni struktur teks yang mengandung tiga bentuk, dimulai dari struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Metode penyediaan data menggunakan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Metode penelitian yang digunakan ialah metode padan dengan alat penentu referensial. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa struktur teks wacana “Kesehatan Mental: Stigma, Glorifikasi, Self Diagnosis” dapat dikonstruksikan dengan teori Teun A. van Dijk berupa segi tematik, skematik, semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris. Tematik atau topik utama yang ditemukan dalam wacana tersebut ialah mengenai kesehatan mental. Dari bentuk skematik, wacana yang diteliti memiliki skema yang runtut, dimulai dari pendahuluan, inti, dan penutup. Semantik yakni makna yang dikonstruksikan dengan menggunakan latar, detil, maksud, dan praanggapan. Dari segi sintaksis teks wacana tersebut memiliki bentuk kalimat, koherensi, dan kata ganti yang disesuaikan dengan konteks penulis. Sementara stilistik, penulis menunjukkan pilihan kata yang dapat memperlihatkan ideologinya. Terakhir, untuk retoris, penulis memberikan penekanan-penekanan yang bersifat penting bagi teks tersebut. Kata kunci: analisis wacana kritis, Teun A. van Dijk, kesehatan mental
REPRESENTASI PERTOBATAN EKOLOGI PADA LAGU-LAGU RAHASIA BAND: SUATU TINJAUAN EKOKRITIK Mahmud Zulfikar Rachman
Nuansa Indonesia Vol 24, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v24i2.71400

Abstract

Ekokritik merupakan telaah atas relasi antara sastra dan lingkungan hidup yang mempertanyakan sebab kerusakan alam akibat pembangunan yang dilakukan oleh manusia demi kepentingan ekonomi dan politik. Telaah tersebut sekaligus meninjau perspektif keterlibatan dan komitmen sastra dalam mencegah perusakan alam lebih lanjut oleh manusia. Penelitian ini bertujuan membuktikan bagaimana sastra mampu menjadi cermin pertobatan ekologi dalam arus besar produksi kebudayaan. Pembuktian tersebut ditempuh melalui penelusuran bentuk kritik ekologi yang menjadi manifesto artistik lagu-lagu Rahasia Band. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dalam bentuk deskripsi interpretasi data. Pemilihan lagu-lagu Rahasia Band diseleksi berdasarkan purposive sampling. Setelah diseleksi berdasarkan purposive sampling yang berkaitan erat dengan permasalahan ekologi dan sikap nyata sastra sebagai media kritik atas perusakan lingkungan hidup, terpilihlah tiga lagu Rahasia Band yang dijadikan objek penelitian. Pertama adalah lagu yang berjudul Nalar Elite Negeri Ini (2015), kedua Panggilan Tanah Air (2017), dan ketiga Pengusiran Pribumi secara Halus (2018). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa lagu-lagu Rahasia Band telah merepresentasikan dengan baik fakta-fakta objektif kerusakan lingkungan hidup yang pelik. Pembangunan yang bercorak kapitalistik bukan hanya melahirkan praktik manipulatif pembangunan, tetapi turut pula melanggengkan kemiskinan sistemik yang menimpa masyarakat.Kata kunci: Ekokritik, lingkungan hidup, produksi kebudayaan, representasi, krisis ekologi