cover
Contact Name
Yulius Tiranda
Contact Email
yuliustiranda@ikestmp.ac.id
Phone
+6281994854458
Journal Mail Official
penelitianikestmp@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani 13 Ulu, Plaju, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Masker Medika
ISSN : 23018631     EISSN : 26548658     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Inovatif (LP2MI) IKesT Muhammadiyah Palembang ini berfokus pada kajian keperawatan (Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Kritis, Keperawatan Komunitas dan Manajemen Keperawatan) , Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Neonatus, Bayi dan Anak, Kesehatan Reproduksi), Kesehatan Lingkungan, fisioterapi dan Tekhnik Laboratorium Medik. Jurnal Masker Medika terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan bulan desember yang dipublikasikan dalam terbitan cetak dan elektronik.
Articles 765 Documents
PENGARUH KEGIATAN MERAJUT TERHADAP HIPERTENSI PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA TERATAI PALEMBANG Trilia Trilia
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Proses penuaan mengakibatkan perubahan fisik, psikologis, sosial dan kultural, terjadi penurunan elastisitas dinding oarta dan penurunan pengatur irama inheren jantung akan menyebabkan terjadinya hipertensi. Dampak jangka panjang hipertensi adalah gagal jantung, stroke dan serangan jantung. Salah satu terapi komplementer pada penderita hipertensi yang dapat menurunkan aktivitas saraf simpatis terhadap jantung. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh kegiatan merajut terhadap hipertensi pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang. Metode Penelitian : Menggunakan desain Pre Ekspereimental dengan one group pre test-post test design. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 12 responden. Hasil : diketahui rata-rata tekanan darah sistol sebelum merajut sebesar 155,00 mmHg dan diastole sebesar 100,00 mmHg, sedangkan rata-rata tekanan darah sistol sesudah merajut 130 mmHg dan diastole sebesar 80,00 mmHg. Standar deviasi systole 9,045 mmHg dan diastole 2,887 mmHg. Hasil: uji statistic menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test didapatkan pvalue = 0,002, berarti ada perbedaan tekanan darah lansia sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan merajut. Simpulan : terdapat pengaruh kegiatan merajut terhadap ratarata tekanan darah lansia di Panti sosial tresna Werdha Teratai Palembang. Background: Elderly people tend to experience health problems caused by a decrease in body function due to the aging process. The aging process is a process that results in changes including physical, psychological, social and cultural changes. One of the physical changes with age such as decreased elasticity of the oarta wall and decreased inherent heart rhythm control will cause hypertension. The prevalence of hypertension in Indonesia is 26.5%. The longterm effects of hypertension are heart failure, stroke due to rupture of blood vessels in the brain and heart attacks due to coronary artery rupture. One of the complementary therapies in patients with hypertension is to do knitting activities. Knitting is a technique of meditation or relaxation, which can reduce sympathetic nerve activity that can have a positive impact on the heart. Objective: To determine the effect of knitting activities on the blood pressure of elderly with hypertension at Tresna Werdha Teratai Social Institution in Palembang. Methods: Using the Pre-Operational design with one group pre-test-post test design. The sampling technique uses purposive sampling with a total of 12 respondents. Results: the average systolic blood pressure before knitting was 155.00 mmHg and diastole was 100.00 mmHg, while the mean systolic blood pressure after knitting was 130 mmHg and diastole was 80.00 mmHg. Standard deviation of systole is 9,045 mmHg and diastole of 2,887 mmHg. The statistical test results using the Wilcoxon Signed Ranks Test obtained pvalue = 0.002, meaning there is a difference in the blood pressure of the elderly before and after knitting activities. Conclusion: there is an influence of knitting activities on the average blood pressure of the elderly in Palembang's Anti-social Lotus Werdha Lotus.
ANALISIS KEPUASAN STAKEHOLDER TERHADAP KINERJA PERAWAT LULUSAN PRODI D III KEPERAWATAN Renny Triwijayanti; Annisa Rahmania
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Persepsi user terhadap kinerja lulusan merupakan tolak ukur untuk meningkatkan kualitan pendidikan, yang pada akhirnya akan membentuk kepuasan user. Tujuan penelitian: Untuk Mengetahui Analisis Kepuasan Stakeholder terhadap kinerja lulusan Prodi D III Keperawatan. Metode Penelitian: Rancangan penelitian berdasarkan tujuan penelitiannya adalah dekriptif untuk melihat evaluasi studi. Penelitian ini dengan pendekatan cross sectional berdasarkan cara pengumpulan data penelitian ini merupakan penelitian survei karena pengumpulan datanya menggunakan kuesioner, penelitian ini tidak melakukan perlakuan, tetapi meneliti keadaan yang sudah ada. Hasil Penelitian: hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kepuasan stakeholder terhadap kinerja lulusan Prodi D III Keperawatan yang dibuktikan dengan nilai p value 0,025 yang memiliki nilai sig < 0,05. Kesimpulan: Persepsi stakeholder terhadap kinerja perawat lulusan Prodi D III Keperawatan dalam kategori yang sangat baik. Background: User perceptions of graduate performance is a benchmark to improve the quality of education, which in turn will shape user satisfaction. Research Objectives: The aim of this study is to know stakeholder satisfaction analysis of the d nursing study program diploma graduates. Research Methods: The research design based on the research objectives is descriptive to see the evaluation of the study. This study with a cross sectional approach based on the way the data was collected was a survey research because the data collection used a questionnaire, this study did not conduct treatment, but examined the existing conditions. Research Results: the results showed that there was a relationship between stakeholder satisfaction with the performance of Nursing Study Program D III graduates as evidenced by the p value of 0.007 which had a sig value < 0.05. Conclusion: Stakeholders' perceptions of the performance of nurses graduating from D III Nursing Program in the excellent category.
UPAYA PENCEGAHAN TERJADINYA PRE EKLAMSI DI BIDAN PRAKTEK MANDIRI (BPM) “MALIAH” PALEMBANG TAHUN 2017 Dewi Suryanti
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Di Sumatera Selatan, angka kematian ibu melahirkan masih tinggi. Pada tahun 2006 tercatat 424 per 100.000 kelahiran, jauh di atas angka kematian ibu melahirkan di Indonesia.Terjadinya pre-eklampsi dapat dicegah untuk tidak menjadi lebih berat. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan melaksanakan pemeriksaan kehamilan minimal empat 4 kali secara teratur sesuai pedoman pemeriksaan kehamilan.Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan terhadap 6 orang ibu Hamil yang melakukan pemeriksaan di Bidan Praktek Mandiri “MALIAH” didapatkan bahwa ibu hamil setempat jarang melakukan pemeriksaan langsung kehamilan berdasarkan ketentuan yang telah di beritahukan ke Ibu Hamil. Tujuan penelitian: untuk mengetahui perilaku dalam upaya pencegahan preeklamsia di Bidan Praktik Mandiri (BPM) “Maliah” Palembang tahun 2017. Metode Penelitian: ini menggunakan desain penelitian kuantitatif survey analitik dengan pendekatan Cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah semua Ibu Hamil dan Ibu Bersalin. Sampel penelitian yaitu Ibu Hamil dan Ibu bersalin dengan kriteria inklusi dan ekslusi. yaitu Ibu Hamil dengan usia kehamilan TM II, Ibu pasca persalinan yang pernah mengalami preeklamsi dan bersedia menjadi responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan (ρ = 0,032), sikap (ρ = 0,049), dan tindakan (ρ = 0,003) dengan perilaku pencegahan preeklamsia. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan tindakan dengan perilaku pencegahan preeklamsia di BPM Maliah Palembang. In South Sumatra, maternal mortality rates are still high. In 2006 there were 424 per 100,000 births, far above the maternal mortality rate in Indonesia. The occurrence of pre-eclampsia can be prevented from becoming more severe. These efforts can be carried out by carrying out a minimum of four pregnancy examinations four times regularly according to the guidelines for antenatal care. Based on a preliminary study conducted on 6 pregnant women who conduct an examination at the Independent Practice Midwife "MALIAH" found that local pregnant women rarely conduct direct pregnancy checks based on provisions that have been notified to Pregnant Women. This study aims to determine the behavior in efforts to prevent preeclampsia in the Midwife Practices of "Maliah" Palembang in 2017. This study uses a quantitative analytic survey research design with a cross sectional study approach. The population of this research is all pregnant women and maternity mothers. The research sample is pregnant women and maternity with inclusion and exclusion criteria. namely pregnant women with TM II gestational age, postpartum mothers who have experienced preeclampsia and are willing to be respondents. The exclusion criteria were pregnant women TM I and TM II and were willing to become respondents. Data collection method is done by interview using a structured questionnaire. Data analysis was performed with the chi square test using the level of significance (level of significance) α = 5%. This research was conducted in January to February 2018 at BPM Maliah Palembang. Palembang. The results of this study indicate that there is a relationship of knowledge (ρ = 0.032), attitudes (ρ = 0.049), and actions (ρ = 0.003) with preeclampsia prevention behavior. The conclusion of this study is that there is a relationship between knowledge, attitudes and actions with preeclampsia prevention behavior at BPM Maliah Palembang.
UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK DARI TUMBUHAN TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria) ASAL KABUPATEN OGAN KOMERING ULU Apria Wilinda Sumantri
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal. Pengobatan kanker selain menggunakan obat kimia, juga dapat menggunakan agen phytotherapeutic, yaitu obat herbal standar yang terdiri dari bahan aktif yang berasal dari bagian tanaman. Beberapa penelitian mengatakan bahwa temu putih (Curcuma zedoaria) merupakan salah satu tumbuhan berkhasiat yang dapat diolah menjadi obat herbal. Kandungan senyawa kimia pada kunyit putih mengandung banyak manfaat seperti antikanker, antifungal, antiamebic, larvasida, antimikroba, antioksidan, antiplasmodial, antialergi, dan analgetik. Hasil: Hasil skrining fitokimia terhadap serbuk simplisia dan ekstrak etanol tumbuhan temu putih (Curcuma zedoaria) asal Kabupaten OKU mengandung senyawa aktif golongan flavonoid, tanin dan saponin. Tumbuhan sarang semut ini memiliki potensi aktivitas sitotoksik yang tinggi dengan nilai LC50 < 1000 ppm, yaitu dengan nilai LC50 sebesar 22,86 ppm terhadap ekstrak etanol temu putih (Curcuma zedoaria). Kesimpulan: temu putih mengandung senyawa kimia kurkuminoid, RIP (Ribosome Inacting Protein), isocurcumenol, demothxycurcumin, bisdemothxycurcumin, epicurzerenone, curdione, dan ethyl p- methoxycinnamate yang berfungsi menonaktifkan perkembangan sel kanker dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu, kunyit putih juga mengandung senyawa kimia seperti curzerenone, zedoaron, minyak atsiri, diferuloylmethan, flavonoid, kurkumin, trimethoxyflavone, tetramethoxyflavone, tetrahydrodemethoxycurcumin, dihydrocurcumin, dan polifenol yang bermanfaat secara farmakologis. Bagkground: Cancer is a disease caused by the growth of body tissue cells that are not normal. Treatment of cancer other than using chemical drugs, also can use phytotherapeutic agent, that is a standard herbal consist of active subtances derived from plant parts. Some studies suggest that white turmeric (Curcuma zedoaria) is one of the herbs that can be processed into herbal medicine. Result: The results of phytochemical screening for simplicia powder and ethanol extract of Curcuma zedoaria from OKU Regency contain active compounds of flavonoids, tannins and saponins. This ant nest plant has a high potential for cytotoxic activity with an LC50 value <1000 ppm, ie with an LC50 value of 22.86 ppm for ethanol extract of Curcuma zedoaria. The chemical subtances on white turmeric contains a lot of benefits such as anticancer, antifungal, antiamebic, larvicides, antimicrobial, antioxidant, antiplasmodial, hypoallergenic, and analgesics. Conclution: that white turmeric contains chemical subtances like curcuminoid, RIP (Ribosome Inacting Protein), isocurcumenol, demothxycurcumin, bisdemothxycurcumin, epicurzerenone, curdione, and ethyl p-methoxycinnamate which serves to disable the development of cancer cells and inhibits the growth of cancer cells. In addition, white turmeric also contains chemical subtances such as curzerenone, zedoaron, essential oils, diferuloylmethan, flavonoids, curcumin, trimethoxyflavone, tetramethoxyflavone, tetrahydrodemethoxycurcumin, dihydrocurcumin, and polyphenols as pharmacological benefits.
HUBUNGAN ANTARA LAMANYA TIRAH BARING DENGAN KEJADIAN DEEP VENOUS THROMBOSIS PADA PASIEN STROKE Sukron Sukron
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu dari tiga besar penyebab kematian di dunia diantara penyakit-penyakit berbahaya lainnya seperti kanker dan jantung. permasalahan atau komplikasi pada pasien stroke yaitu adanya abnormalitas tonus (hipotonus) pada manisfestasinya penderita akan mengalami kelemahan pada satu sisi anggota tubuhnya sehingga dapat menyebabkan terjadinya deep venous thrombosis/DVT. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lamanya tirah baring dengan kejadian deep venous thrombosis/DVT pada pasien stroke di ruang penyakit dalam Pada Pasien Stroke Di RS. Muhammadiyah Palembang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei analitik observasional melalui pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien stroke yang di rawat di Ruang penyakit dalam RS. Muhammadiyah Palembang dengan sampel 30 pasien. 1 Mei sampai dengan 30 Juli 2019. Teknik pengambilan sampel adalah non probability sampling dan dilakukan dengan accidental sampling. Data yang diperoleh dalam penelitian ini diolah dengan menggunakan statistik uji mann whithey dengan tingkat kepercayaan (pvalue = 0,05). Hasil: Rata-rata lamanya tirah baring 8,57 hari, median 7,00 hari, standar deviasi 6,218 hari. Tirah baring tercepat tercepat 1 hari dan terlama 30 hari. Dari hasil estimilasi interval diyakini 95% rata-rata lamanya tirah baring antara 6,24-10,89 hari. Jumlah responden yang mengalami kejadian deep venous thrombosis/DVT lebih rendah (16,7%) dibandingkan responden yang tidak mengalami deep venous thrombosis/DVT (83,3%). Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara lamanya tirah baring dengan kejadian deep venous thrombosis/DVT (pvalue=0,001). Peneliti menyarankan kepada perawat untuk lebih memperhatikan agar dilakukannya mobilisasi secara rutin pada pasien stroke yang tirah baringnya lama minimal setiap 1-2 jam untuk menghindari resiko terjadinya deep venous thrombosis/DVT. Background: Stroke is one of the three leading causes of death worldwide among other dangerous diseases such as cancer and heart disease. Problems or complications in stroke patients with abnormal tone in patients will have weakness on one side of his body that can cause deep vein thrombosis / DVT. Objective : This study aims to determine the relationship between duration of bed rest with the incidence of deep venous thrombosis / DVT in stroke patients at Muhammadiyah Hospital. Method: Methods in this study used survey methods of analytic approach to cross-sectional observational. The population in this study was all stroke patients admitted at Muhammadiyah Hospital with a sample of 30 patients. The research was conducted at 1 May to 30 July 2019. Sampling technique is a non-probability sampling and sampling conducted by coincidence. Data obtained in this study is processed using a statistical test with a confidence level man whithey test (P value = 0.05). Result:The study found the average duration of 8.57 days of rest in bed, which averaged 7.00 days, standard deviation of 6.218 days. The fast bedrest was one day and longest was 30. From the 95% interval estimation believe that the average length of between 6.24 to 10.89 days bedrest. The number of respondents who experienced incidence of deep venous thrombosis / DVT lower (16.7%) than respondents who did not experience deep venous thrombosis / DVT (83.3%). Conclusion: Based on the results of statistical tests indicate that there is a relationship between duration of bed rest with the incidence of deep venous thrombosis / DVT (p value = 0.001). The researchers suggested to the nurse for more attention to the mobilization routinely performed in patients with stroke who his lay long sleep at least every 1-2 hours to avoid the risk of deep venous thrombosis / DVT.
HUBUNGAN ANEMIA, KEHAMILAN GANDA, DAN LETAK SUNGSANG DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI PADA IBU BERSALIN DI RUMAH SAKIT PUSRI PALEMBANG TAHUN 2018 Dwi Nopiandari; Vifsi Agustina Handiniati
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketuban pecah dini adalah keadaan pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan. Salah satu penyebab kematian ibu adalah infeksi yang dapat disebabkan oleh Ketuban Pecah Dini (KPD). Menurut WHO angka kejadian KPD didunia mencapai 12,3 % dari total persalinan.. Sebagian besar KPD terjadi di negara berkembang ASIA. Berdasarkan data yang diperoleh dari Rumah Sakit Pusri Palembang tahun 2018 ada 125 orang (7,71%) yang mengalami KPD. Tujuan penelitian ini diketahui hubungan Anemia, Kehamilan Ganda, dan Letak Sungsang secara simultan maupun parsial dengan Kejadian KPD pada Ibu Bersalin di Rumah Sakit Pusri Palembang tahun 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di Rumah Sakit Pusri Palembang tahun 2018 yang tercatat di rekam medik berjumlah 1620 orang, dengan total sampel 95 responden. Uji statistik yang digunakan adalah chi square. Hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan yang bermakna anemia dengan kejadian KPD diperoleh p value 0,000 < α = 0,05, tidak ada hubungan bermakna kehamilan ganda dengan kejadian KPD diperoleh p value 0,648 > α = 0,05, ada hubungan bermakna letak sungsang dengan kejadian KPD diperoleh p value 0,016 < α = 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan anemia dan letak sungsang dengan kejadian KPD di Rumah Sakit Pusri Palembang Tahun 2018 dan tdak ada hubungan kehamilan ganda dengan kejadian KPD di Rumah Sakit Pusri Palembang Tahun 2018. Hasil penelitian ini diharapkan bagi petugas kesehatan untuk dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan, dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya tentang Kejadian KPD. Premature Rupture of Membrane (PROM) is the condition which occurs before labour and the infection from which can be fatal. It occurs in 12,3 % from all deliveries in the world (data from WHO) and most of which are in Asia. Based on Data from Pusri Hospital Palembang in 2018, 125 (7.71%) people experienced PROM. This study aims at finding out the relationship between anemia, multiple gestation pregnancy, breech position; and premature rupture of membrane cases at Pusri Hospital Palembang in 2018. It is an analytical cross-sectional survey study with 95 respondents which were taken from the population of 1620 women in labour at Pusri Hospital in 2018. The data were analyzed using chi-square test. The resultsshow that (1) there was a significant correlation between anemia and PROM (p value 0.000), (2) there was no significant correlation betweean multiple gestation pregnancy and PROM (p value 0.6), and (3) there was a significant correlation between breech position and PROM (p value 0,016). It is concluded that there was a relationship between anemia and breech position and PROM and there was no relationship between multiple gestation pregnancy and PROM. It is suggested that the results can be take into consideration in taking decision of health service improvement.
QUALITY OF LIFE PASIEN DIABETES MELLITUS DENGAN ULKUS DIABETIKUM QUALITY OF LIFE DIABETIC PATIENTS WITH FOOT ULCERS Anggi Pratiwi
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kejadian diabetes mellitus meningkat setiap tahunnya baik dinegara maju maupun dinegara berkembang. angka kejadian Diabetes Mellitus di Indonesia pada tahun 2017 menduduki peringkat ke-6 di dunia sebanyak 10,3 juta jiwa. Ulkus diabetik diperkirakan terjadi pada sekitar 15% individu yang mengalami DM. Ulkus diabetik mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Metodologi : Penelitian deskriptif dengan menggunakan desain cross sectional study. Dilaksanakan tanggal 22 September-12 Oktober 2019 di wilayah kerja kelurahan Rawa Buaya Jakarta Barat. Jumlah sampel 31 ditentukan dengan conscecutive sampling. Variable yang akan diteliti meliputi data demografi responden dan kualitas hidup. Kuesioner penelitian terbagi menjadi 2 yaitu kuesiober data demografi dan SF-36. Analisis data yang digunakan analisis univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil : Distribusi frekuensi quality of life : dimensi fisik responden diabetes mellitus dengan ulkus diabetikum untuk kategori baik sebanyak 42%, sedangkan untuk quality of life dimensi mental untuk kategori baik sebanyak 35.5% di wilayah kerja kelurahan Rawa Buaya Jakarta Barat Simpulan : menurunnya kualitas hidup pada pasien diabetes mellitus dengan ulkus diabetikum dikarenakan keterbatasan dalam melakukan aktivitas, disabilitas, dan juga nyeri akibat ulkus. The incidence of diabetes mellitus is increasing every year in both developed and developing countries. In Indonesia the incidence of Diabetes Mellitus in 2017 ranks 6th in the world of 10.3 million. Diabetic ulcers are estimated to occur in about 15% of individuals who have DM. Diabetic ulcers affect the quality of life of sufferers. Method : Descriptive research using a cross sectional study design. Held on September 22-October 12, 2019 in the working area of West Jakarta's Rawa Buaya sub-district. The number of samples 31 was determined by consecutive sampling. Variables to be examined include respondent demographic data and quality of life. The research questionnaire was divided into 2 namely demographic data questionnaire and SF-36. Data analysis used univariate analysis and presented in the form of frequency distributions. Results: Frequency distribution of quality of life: physical dimensions of diabetic mellitus respondents with diabetic ulcers in the good category by 42%, while for quality of life the mental dimension for the good category was 35.5% in the working area of West Jakarta's Rawa Buaya sub-district. Conclusion: Declining quality of life in diabetic mellitus patients with diabetic ulcers due to limitations in activity, disability, and also pain due to ulcers.
HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT PUSRI PALEMBANG TAHUN 2019 Chearli Camerica Selviana
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dokumentasi keperawatan adalah bukti pencatatan dan pelaporan yang dimiliki perawat dalam catatan perawatan yang berguna untuk kepentingan pasien, perawat dan tim kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan dasar data yang akurat dan lengkap secara tertulis sebagai tanggungjawab perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi perawat dengan pelaksanaan dokumentasi asuhan keperawatan di Rumah Sakit Pusri Palembang tahun 2019. Desain penelitian ini merupakan penelitian observasi analitik dengen pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pusri Palembang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu pengambilan semua anggota populasi untuk dijadikan sampel, jadi sampel penelitian ini sebanyak 69 orang dengan cara wawancara dan pengisian kuesioner. Hasil analisis univariat diketahui responden dengan pelaksanaan dokumentasi asuhan keperawatan baik sebanyak 55 responden (79,7%) dan responden motivasi tinggi sebanyak 52 responden (75,4%). Hasil analisis bivariat diperoleh hasil (p value = 0,032 < α 0,05) yang berarti ada hubungan motivasi perawat dengan pelaksanaan dokumentasi asuhan keperawatan. Diharapkan dapat menjadi masukan dan sumber informasi bagi rumah sakit Pusri Palembang terkait dengan kinerja perawat, sehingga membantu pihak rumah sakit dalam menyusun satu kebijakan dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan kinerja. Professional nursing services based on science have a methodology or nursing process approach to achieve nursing goals. As a process, the nursing process has the following steps: assessment, diagnosis, planning, implementation, and evaluation of nursing. Nurses generally do not like documentation because it is considered to complicated, diverse, and time-consuming. Motivation theory based on the hierarchy of needs put forward by Abraham Maslow states that human needs are tiered from physiological, safety, social, esteem, and selfactualization. This study aimed to find out the relationship between nurse motivation and the implementation of nursing care documentation in pusri hospital of palembang in 2019. This study used analytical observation method with cross sectional approach. The population in this study was all nurses(69 people) in in-patient room of the hospital. The number of samples was 69 taken using total sampling technique. The results of the univariate analysis showed that 55 respondents (79.7%) had good implementation of nursing care documentation and 52 respondents (75.4) had high motivation. The results of the bivariate analysis showed that there was a relationship between nurse motivation and the implementation of nursing care documentation with p value of 0.032<a 0.05. The results of this study are expected to be and input and source of information for the hospital related to nurse performance, this helping the hospital in formulating a policy in an effort to improve its performance.
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KETERATURAN BEROBAT PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS LABUHAN MARINGGAI LAMPUNG TIMUR TAHUN 2018 Dian Utama Pratiwi Putri
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TBC adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan Mycobacterium Tuberculosis, kasus TBC di Puskesmas Labuhan Maringgai tahun 2016-2018 sebanyak 311. Pada tahun 2016 jumlah pasien TBC yang harus menjalani pengobatan dari awal akibat tidak teratur dalam berobat sebanyak 3 orang, sedangkan di tahun 2017 menjadi 7 orang atau mengalami peningkatan sebesar 57,14%. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dimensi mutu pelayanan kesehatan dengan keteraturan berobat penderita TBC di Puskesmas Labuhan Maringgai. Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif Analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien penderita TBC positif yang menjalani pengobatan yang tercatat di Puskesmas Labuhan Maringgai pada bulan Oktober 2017- April 2018 sebanyak 82 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan cara random sampling,sehingga didapatkan sampel sebesar 68 orang. Analisis data dalam penelitian ini adalah Analisis Univariat dan Bivariat. Uji statistik yang digunakan untuk membuktikan hipotesis adalah kai kuadrat (chi-Square) dengan α = 0,05. Berdasarkan penelitian ini dapat diketahui bahwa p value ≤ 0,05, yang artinya, ada hubungan yang bermakna antara mutu pelayanan dengan dimensi kehandalan, responsiveness, jaminan, bukti langsung dan empati dengan keteraturan berobat di Puskesmas Labuhan Maringgai Lampung Timur. Dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa faktor yang paling besar hubungannya dengan keteraturan berobat penderita TBC di Puskesmas Labuhan Maringgai tahun 2018 adalah dimensi Jaminan yaitu OR 5,100 dengan nilai confidence interval 1,125-23,117. Tuberculosis is a contagious infectious disease caused by Mycobacterium Tuberculosis, TB cases in Puskesmas Labuhan Maringgai in 2016-2018 were 311. In 2016 the number of TB patients who had to undergo treatment from the beginning due to irregular treatment in 3 people, while in 2017 it became 3 7 people or an increase of 57.14%. This study aims to determine the relationship between the dimensions of the quality of health services with the regularity of TB patient treatment at the Labuhan Maringgai Health Center.This research uses descriptive analytic approach with cross sectional design. The population in this study were patients with positive tuberculosis who underwent treatment recorded at the Labuhan Maringgai Puskesmas in October 2017-April 2018 as many as 82 people. Sampling in this study using a random sampling system, so that a sample of 68 people was obtained. Data analysis in this research is Univariate and Bivariate Analysis. The statistical test used to prove the hypothesis is the square (chi-square) with α = 0.05.Based on this study it can be seen that the p value ≤ 0.05, which means, there is a significant relationship between service quality with the dimensions of reliability, responsiveness, assurance, direct evidence and empathy with regular treatment at the Labuhan Maringgai Public Health Center, East Lampung. In this study, it can be seen that the most significant factor related to the regularity of TB patients at the Labuhan Maringgai Health Center in 2018 is the Guarantee dimension, namely OR 5,100 with a confidence interval of 1,125-23,117.
PENGARUH SELF TAPPING TERHADAP PENURUNAN DISMENOREA PRIMER PADA MAHASISWI PSIK STIKES MUHAMMADIYAH PALEMBANG Yuniza Yuniza; Fitri Wahyuni Wulandari; Siti Romadoni
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: disminorea merupakan kondisi medis berupa nyeri yang dirasakan saat menstruasi. Gejala disminorea berupa nyeri yang muncul secara terus menerus, kram yang menjalar kebagian belakang. Disminorea sering terjadi pada wanita dengan usia produktif, faktor yang dapat memicu disminorea yaitu usia menarche, lamanya menstruasi, riwayat keluarga. Disminorea merupakan masalah yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti terhambatnya aktivitas belajar pada mahasiswi. Penangan disminorea dapat ditangani secara non farmakologi diantaranya self tapping. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self tapping terhadap penurunan disminorea pada mahasiswi PSIK STIKes Muhammadiyah Palembang. Metode: jenis penelitian pre eksperimental one group pre-post test yang dilakukan pada bulan mei, dengan jumlah sample 18 responden yang memenuhi syarat inklusi, teknik pengambilan sample yaitu purposive sampling. Skala nyeri responden diukur sebelum melakukan self tapping dan diukur kembali sesudah melakukan self tapping selama 15 menit. Skala ukur nyeri menggunakan Numerical Rating Scale (NRS), analisa data menggunakan uji paired sample T-test. Hasil: uji statistik menunjukan nilai mean sebelum 5,17 dan nilai mean sesudah 3,56 pValue: 0,00 (p≤0,05). Kesimpulan: dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara self tapping terhadap penurunan disminorea pada mahasiswi PSIK STIKes Muhammadiyah Palembang. Sehingga self tapping dapat digunakan sebagai alternatif terapi non farmakologi untuk menurunkan disminorea. Background: Dysminorrhea is a medical condition in the form of pain felt during menstruation. Symptoms of dysminorrhea in the form of pain that appears continuously, cramps that spread to the back. Dysminorrhea often occurs in women of childbearing age, factors that can trigger dysminorrhoea are age of menarche, duration of menstruation, family history. Dysminorrhea is a problem that can interfere with daily activities such as inhibition of learning activities in college students. Dysminorrhea handlers can be handled non-pharmacologically including self tapping. Objective: this study aims to determine the effect of self-tapping on decreasing dysminorea in the PSIK STIKes Muhammadiyah Palembang students. Method: the type of pre experimental one group pre-post test research conducted in May, with a sample of 18 respondents who met the inclusion requirements, the sampling technique was purposive sampling. The respondent's pain scale was measured before self-tapping and measured again after self-tapping for 15 minutes. Pain measurement scale using Numerical Rating Scale (NRS), data analysis using paired sample T-test. Results: statistical tests showed the mean value before 5.17 and the mean value after 3.56 pValue: 0.00 (p≤0.05). Conclusion: from these results it can be concluded that there is an influence between self tapping on the decrease in dysminorea in the students of PSIK STIKes Muhammadiyah Palembang. So self-tapping can be used as an alternative to non-pharmacological therapy to reduce dysminorea.