cover
Contact Name
Irfan
Contact Email
jurnal.eeict@gmail.com
Phone
+6281522777633
Journal Mail Official
jurnal.eeict@gmail.com
Editorial Address
KAMPUS UNISKA M A B BANJARMASIN Jl. Adhyaksa No. 2 Kayutangi Banjarmasin Kalimantan Selatan 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication)
ISSN : 26544296     EISSN : 26152169     DOI : -
Jurnal EEICT fokus pada bidang teknik elektro rekayasa pemrosesan sinyal, listrik (listrik), elektronik, instrumentasi & kontrol, telekomunikasi, komputasi dan informatika.
Articles 95 Documents
ANALISA PEMANFAATAN TERMOELEKTRIK SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK Fahrin Ilham
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v4i1.4566

Abstract

Thermo Electric cooler (TEC)/Peltier adalah komponen elektronika yang menggunakan efek Peltier untuk membuat aliran panas (Heat Flux) pada sambungan (junction) antara dua jenis material yang berbeda. Komponen ini bekerja sebagai pompa panas aktif dalam bentuk padat yang memindahkan panas dari satu sisi ke sisi permukaan lainnya yang berseberangan, dengan konsumsi energi elektris tergantung pada arah aliran arus listrik. Penelitian ini dilakukan beberapa pengukuran yaitu pengukuran suhu panas, pengukuran suhu dingin, tegangan terbuka, tegangan berbeban, arus, serta daya. Hasil penelitian pada setiap pengujian sistem sisi dingin pada modul peltier juga mengalami kenaikan suhu, di sebabkan karena pengaruh sisi heatsink pada sisi panas sangat mendekati heatsink pada sisi dingin sehingga suhu  disisi dingin mendekati suhu di sisi panas dan air yang dimasukan dalam wadah menjadi panas juga. Kata Kunci: Thermo Electric Cooler, Heat Flux, Energi Elektris
Modul Step Up Untuk Modem Indihome Menggunakan Arduino Nano Dan Sensor Arus Ina219 Vherda Rifqi Pranata
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v2i2.4432

Abstract

Semenjak menggunakan aplikasi my indihome, teknisi sering mengalami kendala saat pengaktifan modem indihome. Pada skripsi ini, penulis akan membuat alat untuk mempercepat instalasi indihome di rumah pelanggan dengan kabel step up menggunakan Arduino Nano. Alat ini digunakan sebagai pengganti power supply atau adaptor yang harus dihubungan ke sumber listrik. Karena proses instalasi pemasangan indihome yang harus memakan banyak waktu dan jarak yang jauh, maka alat ini dibuat agar waktu yang digunakan teknisi saat mengaktifkan modem bisa bersamaan dengan selesainya instalasi pemasangan dirumah pelanggan dan alat yang dibuat dapat membaca arus dan tegangan untuk modem dengan cara menaikan tegangan dari inputan power bank dari 5V ke 12V sesuai dengan kebutuhan tegangan dari modem. Sensor INA219 akan membaca apakah tegangan dan arus apakah akan sesuai dengan tegangan yang dibutuhan modem. Keluaran 5V dari power Bank kemudian akan dinaikan oleh modul step up ke 12V. Hasil keluaran tegangan dan arus dari alat tersebut akandi baca oleh sensor untuk menampilkan hasil keluaran dari tegangan dan arus dari modul tersebut. Sehingga dapat dilihat oleh teknisi bahwa tegangan tersebut sesuai dengan kebutuhan modem yang akan di pasang.  Kata Kunci: Powerbank, Arduino Nano, Sensor Arus INA219, LCD
OPTIMALISASI SOLAR CELL MENGGUNAKAN UMPAN BALIK LAMPU moethia faridha; ani meiliani noor hafizah; ayu novia lisdawati
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v2i2.2451

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada saat ini menjadi energi terbarukan alternatif yang paling digemari pada saat ini. PLTS merupakan pembangkit yang menggunakan solar sel atau panel surya untuk mendapatkan energi matahari. Indonesia merupakan daerah khatulistiwa, daerah tropis yang selalu mendapatkan sinar matahari dari jam 06.00-17.00. Tetapi kenyataannya jam efektif solar sel tidak seperti itu hal tersebut, dikarenakan posisi pagi atau senja mempengaruhi penerimaan solar sel begitu pula sudut kemiringan cahaya matahari, kondisi berawan, dan mendung. Bahkan pada saat malam hari solar sel sama sekali tidak mendapatkan energi.Dalam penelitian ini, peneliti akan memberikan umpan balik cahaya agar pada saat malam hari dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi ke solar sel agar mendapatkan energi walaupun bukan jam efektif. Caranya memberikan umpan balik berupa lampu LED, lampu LHE dan lampu pijar. Lampu yang digunakan terlebih dahulu dicari lumen yang hampir mendekati dengan daya (P) yang berbeda. Dari tiga jenis lampu tersebut akan diukur tegangan dan arusnya disisi output inverter.Tujuan dari penelitian ini mengidentifikasi pengukuran tegangan (v), arus listrik (I), daya listrik (P) dan intensitas cahaya pada solar sel dengan umpan balik lampu LED, LHE dan pijar melalui inverter serta menganalisa pengukuran tegangan (v), arus listrik (I), daya listrik (P) dan intensitas cahaya pada solar sel dengan umpan balik lampu LED, LHE dan pijar melalui inverterDari hasil pengukuran lampu LHE, LED dan lampi pijar, Intensitas cahaya tegangan, arus dan daya yang dihasilkan yang sangat berpengaruh terhadap kinerja panel surya adalah lampu LHE dibandingkan lampu LED dan pijarl ini disebabkan karena cahaya lampu LHE lebih fokus terarah sedangkan lampu pijar lebih banyak dikonversi ke panas dibandingkan cahaya. Hasil pengukuran yang didapat untuk tegangan paling besar Dari Lampu LHE 7,30 Volt masih di bawah nilai dari hasil penyinaran matahari sebesar 12 v.Kata Kunci   : Solar sell, optimalisasi, lhe, led pijar
KAJIAN PENGEMBANGAN LISTRIK ALTERNATIF (ANGIN) saiful karim
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v1i2.1880

Abstract

Beberapa tahun terakhir ini, masalah listrik menjadi polemik yang berkepanjangan dan telah memunculkan multi implikasi yang sangat komplek di berbagai aspek kehidupan, antara lain : keuangan, ekonomi sosial, budaya, politik, dan lain-lain.Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa listrik telah menjadi bagian yang sangat penting bagi umat manusia. Oleh karenanya tak berlebihan bahwa listrik bisa dikatakan sebagai salah satu kebutuhan utama bagi penunjang dan pemenuhan kebutuhan hidup umat manusia.Untuk posisi Kabupaten Kotabaru secara geografis terletak di sisi tenggara Propinsi Kalimantan Selatan dengan titik koordinat diantara 2,20’ – 4,56’ Lintang Selatan dan 115,29’ – 116,30’ Bujur Timur dengan ibukota Kabupaten Kotabaru.Pemanfaatan energi angin merupakan pemanfaatan energi terbarukan yang paling berkembang saat ini. Berdasarkan data dari WWEA (Word Wind Energy Association), sampai dengan tahun 2007 perkiraan energi listrik dihasilkan oleh turbin angin mencapai 93,85 GigaWatt, menghasilkan lebih dari 1% dari total kelistrikan secara global. Amerika, Spanyol, dan Cina merupakan negara terdepan dalam pemanfaatan energi angin. Diharapkan pada tahun 2010 total kapasitas pembangkit listrik tenaga angin secara global mencapai 170 GigaWatt. Keyword :  listrik , Energi alternatif, Angin
PENERAPAN PENGGUNAAN BUILDING AUTOMATION SYSTEM UNTUK PENGOPERASIAN CHILLERDI BANDARA SYAMSUDIN NOOR Teguh Prianto
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v4i1.4545

Abstract

Semakin tinggi tingkat industri dan perusahaan semakin besar pula tingkat kebutuhan tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan energinya. Terutama energi listrik pada mesin pendingin seperti Chiller,sehingga upaya penghematan energi listrik yang dapat berpengaruh ke biaya listrik yang digunakan. Pada dasarnya pengoperasian Chiller di Bandara Syamsudin Noor masih dilakukan dengan cara manual yang harus ada operator ke lokasi untuk menyalakan dan mematikan sesuai jam yang ditentukan, dengan banyaknya peralatan yang di harus dioperasikan dan keterbatasan SDM. untuk mengatasi masalah di lapangan sehingga menerapkan Building Automation System untuk pengoperasian Chiller. bertujuan Mengetahui pengaruh penggunaan Bulding Automation System terhadap konsumsi energi listrik dan biaya operasional yang  digunakan pengoprasian Chiller yang mempunyai beberapa cara pengoperasian yaitu secara manual,Schedule link dan Sequencing. Metode yang digunakan adalah dimulai dari pengumpulan data peralatan, pengukuran peralatan yang dapat diaplikasikan dengan BAS, membuat Wiring Diagram pada BAS, melakukan simulasi pengoperasian dengan program Schedule link. Salah satu upaya dapat menghemat energi listrik dan biaya operasional,  penerapan Building Automation System untuk mengoperasikan Chiller dan monitoring  terdapat penurunan pengunaan energi listrik sebesar 2,484 Kwh jika di konversikan ke rupiah terdapat penurunan biaya sebesar Rp 2.713.632 Melihat penurunan Konsumsi energi listrik dan biaya listrik yang digunakan untuk pengoperasian Chiller menggunakan Building Atomation System sangat menguntungkan bagi perusahaan dan lebih efesien dalam pekerjaan pengoperasian Chiller. Kata Kunci : Chiller, Building Automation System, Direct Digital Control
ANALISIS PENGHITUNGAN PEMAKAIAN ENERGI LAMPU LED PADA RUMAH TINGGAL TIPE 45 SELAMA SEBULAN Moethia Faridha
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 1, No 1 (2018): EEICT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v1i1.1417

Abstract

Pencabutan subsidi ini tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang tarif tenaga listrik PT PLN (Persero) mengatur penerapan tarif non subsidi bagi rumah tangga daya 900 VA yang mampu secara ekonomi. Penelitian dengan judul Analisa Perhitungan Pemakaian Daya Lampu LED Pada Rumah Tinggal Tipe 45 dilakukan untuk membantu masyarakat dengan tipe rumah 45 kebanyakan pelanggan PT. PLN 900 VA. Bahwa penghematan listrik dapat dilakukan dengan mengunakan jenis lampu LED, dimana lampu led memiliki kapasitas daya kecil tetapi memiliki intensitas cahaya yang besar dibandingkan lampu lain yang ada di pasaran.Rumusan masalah dari penelitian bagaimana mengidentifikasi dan menganalisa pemakaian energi listrik ( w ) yang diperlukan dalam waktu 1 (satu) bulan untuk rumah tinggal tipe 45 menggunakan lampu LED. Untuk data variable bebasnya adalah menentukan daya lampu led, menentukan jumlah titik lampu,  percobaan energi yang terpakai selama 12 jam, perhitungan energi yang terpakai selama 1 Bulan. Dan variable terikat dalam penelitian ini adalah perhitungan energi yang terpakai selama 1 Bulan.Setelah dilakukan pengukuran untuk lampu led dengan daya 10 watt 1150 lumen, 18 watt 2000 lumen, dan 23 watt 3000 lumen, dimana masing – masing dari lampu tersebut dikenakan perlakuan 12 jam untuk mengetahui daya yang terpakai menggunakan alat ukut watt meter.Energi terpakai selama 12 jam sebesar 1.872 Kwh, biaya yang dikeluarkan perbulannya dikalikan dengan TDL Rp. 1.450,- sebesar Rp. 2.714,-. Sehingga biaya yang dikeluarkan selama satu bulan didapat sebesar Rp. 81.432,-.Sehingga dengan biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp. 81.432,-. Sangat membantu bagi masyarakat dengan daya 900 VA non subsidi.
Analisa Sistem Distribusi 20 KV Pada Sistem Grid PLTD Bakau – Gi Kerang ilham febry sudi pratama; moethia faridha
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v3i2.4273

Abstract

Sistem yang digunakan PLTD Bakau yaitu sistem isolated yang masih menggunakan mesin diesel untuk mencukupi kebutuhan listrik di daerah Bakau. Namun dikarenakan semakin tahun semakin mahal Biaya Pokok Produksi (BPP) maka PT PLN (Persero) mulai memikirkan penghematan BPP dengan cara membangun Jaringan SUTM baru untuk di Interkoneksikan dengan GI terdekat dalam hal ini GI yang terdekat dari PLTD Bakau adalah GI Kerang, sehingga dilakukan pembangunan Jaringan SUTM baru untuk interkoneksi dengan GI Kerang. Pada saat pembangunan SUTM baru tersebut, perlu diperhatikan Losses daya dan tegangan ujung dihasilkan jika sudah interkoneksi dengan GI Kerang. Rugi – rugi daya atau Losses adalah energi yang terbuang selama perjalanan dari sumber menuju ke pelanggan. Semakin rendah nilai losses suatu jaringan maka jaringan tersebut dinyatakan handal dan bisa menyuplai pelanggan tanpa ada keluhan redup di pelanggan. Sehingga PLN selalu memperhatikan tegangan ujung yang ada sekarang, dan juga menjalankan program untuk menonaktifkan mesin diesel. Sehingga diharapkan suplai GI tersebut membuat tegangan menjadi lebih baik ketimbang suplai dari mesin diesel.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa sistem distribusi 20 kv pada sistem grid PLTD Bakau – GI Kerang analisa sistem distribusi 20 Kv dengan simulasi ETAP 12.6. Metode penelitian ini adalah metode untuk menganalisa losses yang dihasilkan.Dengan cara Analisis Simulasi ETAP 12.6 dan Analisis Ekonomi untuk Grid PLTD Bakau – GI Kerang ada beberapa hasil yang didapat yaitu untuk analisis dengan  ETAP 12.6 mendapatkan hasil losses tegangan menurun jika disupply dengan GI dan losses daya meningkat. Dan hasil losses daya mengalami peningkatan sebesar 157,4 Kw dikarenakan beban Grogot dan Panjang jaringan grogot namun untuk losses tegangan mengalami penurunan sebesar 272,7  jika di supply dengan GI. Dari Analisis Ekonomi, mengalami keuntungan jika interkoneksi dengan Sistem Kaltim karena sudah tidak memakai mesin diesel lagi Kata Kunci : Interkoneksi, Losses, ETAP 12.6
ANALISA PUTARAN PADA HASIL RANCANG BANGUN GENERATOR MAGNET PERMANEN TIPE FLUKS RADIAL sobar ihsan
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v2i1.2172

Abstract

Penelitian ini menggunakan spul motor bekas dengan rotor 12 buah kumparan lilitan sebagai perancangan generaor magnet permanen fluks radial jumlah lilitan 4800 lilitan menggunakan diameneter kawat 0,06 mm dengan pengujian menggunakan motor DC 1/16 Hp dengan berbagai variasi rpm dari 100-500 rpm. Generator rancangan ini pada pengujian dengan menggunakan motor DC kecepatan terendah 105 rpm dan tercepat 504 rpm adalah 5 volt dan 25volt. Sedangkan pada hasil perhitungan mendapat 5.5 volt dan 26.8 dengan persentasi 9.65 % dengan hasil jumlah rata-rata pengukuran 14.6 volt dan perhitungan 16.16 volt. Daya pada pengujian dengan hasil terkecil 80 mW dan terbesar 1323 mW sedangkan data perhitungan terkecil 88 mW dan terbesar 1420.4 mW dengan persentasi 9.98 % dengan jumlah rata-rata pengujian 600 mW dan perhitungan 659.2 mW Kata kunci : Putaran, Generator, Fluks Radial
ANALISA DAN PERANCANGAN LIMBAH PLASTIK SAMPAH POLYETHYLENE TEREPHTHALATE UNTUK MENGHASILKAN BAHAN BAKAR ALTERNATIF Jainal Arifin; Sobar Ihsan
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 1, No 1 (2018): EEICT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v1i1.1422

Abstract

Plastik adalah senyawa polimer alkena dengan bentuk molekul sangat besar. Istilah plastik, menurut pengertian kimia, mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Molekul plastik terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa atau nilai ekonominya.Alternatif lain penanganan sampah plastik yang saat ini banyak diteliti dan dikembangkan adalah mengkonversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. Cara ini hanya mengubah sampah plastik langsung menjadi plastik lagi. Dengan cara ini dua permasalahan penting bisa diatasi, yaitu bahaya menumpuknya sampah plastik dan diperolehnya kembali bahan bakar minyak yang merupakan salah satu baha baku plastik. Teknologi untuk mengkonversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak yaitu dengan proses cracking (perekahan).Dari grafik dapat diketahui hasil pembakaran limbah plastik dengan suhu pemanasan 230oC dapat menghasilkan residu padat 3240 gram, suhu 250oC dapat menghasilkan 3192 gram, suhu 270oC dapat menghasilkan residu padat 2842 gram, suhu pemanasan 290oC dapat menghasilkan residu padat 2711 gram, dan suhu pemanasan 310oC dapat menghasilkan residu padat 2602 gram. Dari kedua grafik di atas dapat dilihat dan disimpulkan bahwa temperatur atau suhu sangat mempengaruhi produk yang dihasilkan karena apabila suhu makin tinggi nilai konstanta dekomposisi termal makin besar akibatnya laju destilasi bertambah dan konversi naik.
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN SUHU EVAPORATOR TERHADAP KINERJA KOMPRESOR AC INVERTER Fahriza Mayrullah
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v3i1.4534

Abstract

Teknologi inverter yang diaplikasikan pada air conditioner menggunakan motor bldc 3 phasa sebagai penggerak kompresor. Motor BLDC 3 phasa dikemudikan oleh IPM (intelligent power module) dan mikrokontroller. Pada saat AC inverter dihidupkan, sesaat mikrokontroller akan membaca input data dari sensor-sensor temperatur, tekanan refrigeran, kemudian mencari posisi rotor untuk melakukan komutasi elektrik. Rentang pengkondisian suhu adalah 16oC – 30oC. Jika target suhu (TS) yang dipilih lebih rendah dari suhu aktual evaporator (SE), maka motor kompresor akan berputar maksimal. Setelah AC on dan SE sudah lebih rendah dari TS maka putaran kecepatan motor kompresor akan pelan. Variasi kecepatan ini menyebabkan energi (E) yang digunakan juga berubah-ubah. Penulis tertarik untuk melakukan penelitian pengaruh perubahan suhu evaporator (PSE) terhadap kinerja kompresor (COP dan EER). Penelitian akan dilakukan selama 2 jam dengan pengambilan data per 15 menit.  Tujuan dari penelitian ini yang pertama adalah mengidentifikasikan PSE dan kinerja kompresor (COP dan EER) kemudian yang kedua adalah mengetahui PSE dan pengaruhnya terhadap kinerja kompresor (COP dan EER) selama 2 jam. PSE adalah nilai suhu akhir evaporator dikurangi dengan nilai suhu awal evaporator. COP (coefficient of performance) atau koefisien prestasi adalah salah satu indeks dari kinerja kompresor berdasarkan kerja kompresor. Dimana semakin tinggi nilai COP maka kinerja kompresor semakin baik. EER (Energy Efficiency Ratio) merupakan rasio perbandingan antara energi yang digunakan dengan beban pendingan (cooling load) atau dikenal juga kW/ton. Semakin tinggi nilai EER maka efisiensi dari kompresor semakin tinggi. Jadi semakin tinggi nilai COP dan EER maka kinerja kompresor semakin baik. Dari hasil pengukuran dan perhitungan didapatkan untuk nilai terendah PSE= -7,2 menghasilkan nilai COP dan EER tertinggi yaitu, COP=22,27 dan EER=76,00. Pada bagian kesimpulan didapatkan analisa bahwa semakin kecil perubahan suhu evaporator (PSE) maka kinerja kompresor AC inverter semakin baik. kata kunci : ac, inverter, evaporator, kinerja, kompresor

Page 3 of 10 | Total Record : 95