cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2023)" : 7 Documents clear
TRANSISI KURIKULUM DI INDONESI BERAKIBAT BAGI PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PELAYANAN MAHASISWA DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG TUTUT SUGIARTI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v3i2.2210

Abstract

This study aims to see and find out the effects of the transition from the 2013 curriculum to an independent curriculum in guidance and counseling services in the Faculties/Study Programs. This research was conducted using the Literature Review and Survey method, in which researchers reviewed various written articles, documents and files related to the Implementation of the 2013 Curriculum and the Independent Curriculum as well as unstructured interviews based on research topics regarding the Implementation of the 2013 Curriculum and the Independent Curriculum in Counseling Guidance services in the Faculty/Study Program. The results found that there are still problems experienced by counseling lecturers in the implementation of guidance and counseling services in the Study Programs in the 2013 Curriculum and the Independent Curriculum. The author is assigned as a Learning Technique Developer (PTP) at the Faculty of Psychology and has observed the implementation of the Independent Curriculum through student counseling guidance services, as a form of building the psychological well-being character of students with subject lecturers. In addition, collaborating with parents of students to participate in carrying out the role of guidance and counseling lecturers in building student character, because of the various positive impacts for guidance and counseling, through student character creation services, including improving and helping student achievement. Some students have difficulties in learning and understanding learning material, and require more attention from lecturers with personal guidance and counseling specifically for students, so that they can improve their academic achievement. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melihat dan mengetahui akibat transisi kurikulum 2013 menjadi kurikum merdeka dalam pelayanan bimbingan dan konseling di Fakultas/Program Study. Penelitian ini dilakukan dengan metode Literature Review dan Survey, dimana peneli melakukan review terhadap berbagai tulisan artikel, dokumen, dan file yang terkait dengan Impelentasi Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka serta Wawancara tidak terstuktur berdasarkan topik penelitian mengenai Pelaksanan kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka dalam layanan Bimbingan Konseling di Fakultas/Program Study. Hasilnya menemukan bahwa masih ada permasalahan yang dialami oleh Dosen BK dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di Program Studi dalam Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka. Penulis bertugas sebagai Pengembang Teknik Pembelajaran (PTP) pada Fakultas Psikologi telah mencermati adanya implementasi Kurikulum Merdeka melalui layanan bimbingan konseling mahasiswa, sebagai wujud pembinaan karakter kesejahteraan psikologi mahasiswa dengan dosen mata kuliah. Selain itu, berkolaborasi dengan orang tua mahasiswa agar ikut menjalankan peranan dosen bimbingan dan konseling dalam pembentukan karakter mahasiswa, sebab berbagai dampak positif untuk bimbingan dan konseling, melalui layanan wujud karakter mahasiswa, di antaranya meningkatkan dan membantu prestasi mahasiswanya. Beberapa mahasiswa ada kesulitan dalam belajar dan memahami materi pembelajaran, serta membutuhkan perhatian lebih dari dosen dengan adanya bimbingan dan konseling pribadi khusus mahasiswa, sehingga bisa meningkatkan prestasi perkuliahannya.
ANALISIS CERITA HIKAYAT SI MISKIN MENGGUNAKAN MODEL TEUN A VAN DIJK SRI RAHAYU RACHMAN
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v3i2.2211

Abstract

This study aims to describe the form of text structure, social context, and social cognition about criticality in the story of "the poor". The choice of folklore to be the research subject was motivated by the researcher's desire to find out the meaning contained in the folktale in the form of the Hikayat Si Miskin in Indonesian language textbooks for grade X. The research approach used in this study was qualitative. Meanwhile, the type of research used in this research is the study of documents or texts. The research data is in the form of written data in the form of sentences containing text structure, social cognition, and social context in folklore in class X Indonesian language text books. , et al. published by the 2016 revised edition of the Ministry of Culture and Education. The data collection technique in this study used library research. Meanwhile, data analysis techniques in this study process data and prepare data for analysis, read holistic data, analyze in more detail, apply a coding process to describe themes, show how these descriptions and themes will be written in narratives or qualitative reports and final data interpretation. The results of the study provide information that the microstructure discusses the elements of the saga of the poor, that is, it has a background, details, and intentions that are practically understood by the reader. The author also uses sentence forms and pronouns according to Indonesian spelling (ebi). Another element in the micro structure is stylistics or figurative language. Complete with the choice of language, words, sentence forms, and metaphors that or many use archaic words. In terms of social cognition, the communicator, in this case the author of the story, seems to want to give a moral message about never giving up, no matter what path of life God Almighty has given us. In terms of the social context, the writer concludes that this story is designed as an idea which serves as the author's message or message to the reader, which is about never giving up. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan buat menggambarkan bentuk struktur teks, konteks sosial, serta kognisi sosial tentang krtitis pada cerita warga  “si miskin”. Pemilihan cerita masyarakat menjadi subjek penelitian dilatar belakangi adanya keinginan peneliti guna mengetahui makna yang terkandung dalam cerita masyarakat berupa Hikayat Si Miskin pada buku teks bahasa Indonesia kelas X. Pendekatan penelitian yang dipergunakan pada penelitian ini adalah kualitatif. Sedangkan, jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini studi dokumen atau teks. Data penelitian ini berupa data tulis yang berbentuk kalimat yang mengandung struktur teks, kognisi sosial, dan  konteks sosial di cerita rakyat pada kitab   teks bahasa Indonesia kelas X. asal data dalam penelitian ini berupa cerita masyarakat pada kitab   teks Bahasa serta Sastra Indonesia Kelas X karangan Suherli, dkk. terbitan Kementrian Kebudayaan dan  Pendidikan edisi revisi tahun 2016.  Teknik pengumpulan data pada penelitian ini memakai studi kepustakaan. Sedangkan, teknik analisis data pada penelitian ini mengolah data dan  mempersiapkan data buat di analisis, membaca holistik data, menganalisis lebih detail, menerapkan proses coding buat mendeskripsikan tema-tema, menunjukkan bagaimana pelukisan serta tema-tema ini akan ditulis pada narasi atau laporan kualitatif serta terakhir interpretasi data. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa struktur mikro membahas elemen-elemen hikayat si miskin yaitu mempunyai latar, detil, serta maksud yang praktis dipahami oleh pembaca. Pengarang juga menggunakan bentuk kalimat dan  istilah ganti sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia (ebi). Elemen lainnya dalam struktur mikro merupakan stilistik atau gaya bahasa. Lengkap dengan pemilihan bahasa, kata, bentuk kalimat, serta metafora yang atau poly menggunakan kata-kata arkais. Dari segi kognisi sosialnya, komunikator dalam hal ini pengarang cerita tampak ingin memberikan pesan moral tentang pantang menyerah apapun jalan kehidupan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa  kepada kita. Dari segi konteks sosial, penulis berkesimpulan bahwa cerita ini dirancang sebagai suatu gagasan yang sebagai pesan atau amanat pengarang bagi pembacanya, yakni tentang pantang menyerah.
EVALUASI PENGELOLAAN PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 1 MALINAU AGUSTONI PUJIANTO
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v3i2.2227

Abstract

The research objective is to provide recommendations regarding teacher competence which includes context, input, process, and product in the management of learning. The research was conducted at SMA Negeri 1 Malinau. The research method used is evaluation using the CIPP model (Context, Input, Process, Product) with observational data collection techniques, document review, and interviews. Data analysis used a quantitative descriptive analysis technique. The results of the study revealed that the evaluation of the context component, namely the school environment reached 81.25%, the availability of learning facilities and infrastructure reached 82.92%. Evaluation of the input component shows that teacher characteristics reach 86.11%, and teacher learning administration reaches 81.67%. The process component shows that learning planning reaches 85.19%, learning implementation reaches 81.67%, learning evaluation reaches 82.75%, while the product component shows an achievement of 82.16%. ABSTRAKTujuan penelitian adalah memberi rekomendasi berkenaan dengan kompetensi guru yang meliputi konteks, input, proses, dan produk dalam pengelolaan pembelajaran. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Malinau. Metode penelitian yang digunakan adalah evaluasi dengan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) dengan teknik pengumpulan data observasi, telaah dokumen, dan wawancara. Analisis data menggunakan teknik analisa deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa evaluasi komponen konteks yaitu lingkungan sekolah mencapai 81,25%, ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran mencapai 82,92%. Evaluasi komponen input menunjukkan bahwa karakteristik guru mencapai 86,11%, dan administrasi pembelajaran guru mencapai 81,67%. Pada komponen proses menunjukkan perencanaan pembelajaran mencapai 85,19%, pelaksanaan pembelajaran mencapai 81,67%, evaluasi pembelajaran mencapai 82,75%, sedangkan komponen produk menunjukkan pencapaian sebesar 82,16%.
KAJIAN STRUKTURAL DAN NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL GURU AINI KARYA ANDREA HIRATA MOHAMAD ARI; NURHADI NURHADI; ESTI SWATIKA SARI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v3i2.2228

Abstract

This study aims to describe the Structure and Educational Values in the novel Guru Aini by Andrea Hirata. This research uses a qualitative descriptive research type. The subject of this research is the novel Guru Aini by Andrea Hirata in 2020. The results of the research show that (1) the intrinsic structure of the novel Guru Aini by Andrea Hirata in 2020 is: (a) the theme is the struggle of women in achieving their goals; (b) the characters and characterizations consist of the main characters, namely Desi and Aini, the characterizations of women who are strong and never give up until their wishes are achieved, and additional characters, namely Runding, the characterizations who are pessimistic, Ayah Desi, the characterizations are humorous, Ibu Desi, the character has a big heart, letting her daughter go to pursue her dreams. - Her goal, Aini's father is a child-loving character, Aini's character is responsible for supporting the family and Laila is a loyal friend; (c) The plot is forward plot: (d) The setting consists of the setting, namely the library, village house, lecture hall, class, official residence, and Aini's house; the time setting consists of morning, afternoon and evening; (e) third person's point of view as an observer. This novel tells about the lives of two figures who fight for education. the struggle of a Mathematics Teacher, namely Teacher Desi. This Desi teacher insisted on becoming a math teacher, her goal was very noble, namely to educate this nation from long ignorance. The journey of a Desi Teacher is not easy to become a Desi Teacher who is seen as a Great and eccentric teacher. This research is focused on knowing the educational values contained in the Novel Guru Aini by Andrea Hirata. The results of this study are that the educational values contained in the Novel Guru Aini by Andrea Hirata include the values of religious education, the values of moral education, the values of social education, and the values of cultural education. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Struktur dan Nilai-nilai Pendidikan dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah novel Guru Aini karya Andrea Hirata tahun 2020. Hasil penelitian menunjukan sebagi(1) struktur intrinsik novel Guru Aini karya Andrea Hirata tahun 2020 yaitu: (a) tema yaitu Perjuangan wanita dalam meengapai cita - cita; (b) tokoh dan penokohan terdiri dari tokoh utama yaitu Desi dan Aini penokohannya wanita yang tegar dan pantang menyerah sampai tercapainya keinginannya, dan tokoh tambahan yaitu Runding penokohannya yang pesimis, Ayah Desi penokohannya yang humoris, Ibu Desi penokohannya berjiwa besar melepaskan putrinya pergi mengejar cita- citanya, Ayah Aini penokohannya penyayang anak, Ibu Aini penokohannya bertanggung jawab menghidupi keluarga dan Laila penokohannya setia kawan; (c) Alurnya yaitu alur maju: (d) Latar terdiri dari latar tempat yaitu perpustakaan, rumah desi, tempat kuliah, kelas, rumah dinas, dan rumah Aini; latar waktu terdiri dari pagi, siang sore dan malam hari; (e) sudut pandang persona tiga sebagai pengamat. Novel ini menceritakan tentang kehidupan Kedua tokoh yang memperjuangkan pendidikan. perjuangan seorang Guru Matematika, yaitu Guru Desi. Guru Desi ini bersikeras ingin menjadi guru matematika, tujuannya sangat mulia yaitu ingin mencerdaskan bangsa ini dari kebodohan yang panjang. Perjalanan Guru Desi tidaklah mudah untuk menjadi Guru Desi yang dipandang sebagai guru Hebat dan eksentrik. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Novel Guru Aini Karya Andrea Hirata. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Novel Guru Aini karya Andrea Hirata seperti nilai pendidikan religius, nilai pendidikan moral, nilai pendidikan sosial, dan nilai pendidikan budaya.
ANALISIS WACANA KRITIS MODEL TEUN A. VAN DIJK PADA PIDATO PRESIDEN DI KTT KE-42 ASEAN SYAFRI BIN SAKKA; NURHADI NURHADI; ESTI SWASTIKA SARI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v3i2.2237

Abstract

This study aims to provide an explanation in a text that is studied by a person or group with the aim of disclosing the interests of certain parties. The method used in this study is a qualitative descriptive method with analysis of crisis discourse by Teun A. Van Djik. The Van Djik model of critical discourse analysis is divided into three dimensions, namely the text dimension, the social cognition dimension, and the social context dimension. The results of the research show that the dimensions of the text in the critical discourse analysis model of Teun A. Van Djik are divided into macro structures, super structures and micro structures. In each discourse structure, there are several elements found in the discourse of the president's speech at the 42nd ASEAN Summit. The macro structure is found in the topic/theme elements contained in the president's speech. In the super structure, schema elements are found in the form of a series of opinions that are arranged and arranged, such as introduction, content, and closing. Micro structure is divided into semantics, syntax, stylistics, and rhetoric. Semantic elements include background and detail elements, while syntax includes sentence forms, coherence, and pronouns. Stylistic elements are found in lexicon or word selection, while rhetorical elements are only found in expression elements. Social cognition is influenced by three elements, namely knowledge, opinion and attitude, and the last is ideology. The social context dimension was found to influence the discourse of the president's speech at the 42nd ASEAN Summit which was reinforced by news quotes from newspapers and other media. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memberi penjelasan dalam teks yang dikaji oleh seseorang atau kelompok yang memiliki tujuan untuk mengungkap kepentingan dari pihak tertentu. Metode yang digunaka pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan analisis wacana krisis oleh Teun A. Van Djik. Analisis wacana kristis model Van Djik terbagi atas tiga dimensi yaitu dimensi teks, dimensi kognisi sosial, dan dimensi konteks sosial. Hasil dari penelitian menunjukkan Dimensi teks pada analisis wacana kritis model Teun A. Van djik terbagi atas Struktur makro, super struktur, dan struktur micro. Setiap struktur wacana terdapat beberapa elemen yang ditemukan pada wacana pidato presiden di KTT ke 42 ASEAN. Struktur makro ditemukan elemen topik/tema yang terdapat pada pidato presiden. Super struktur ditemukan elemen skema berupa rangkaian pendapat yang disusun dan dirangkai, seperti pendahuluan, isi, dan penutup. Struktur micro terbagi atas semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris. Elemen semantik terdapat unsur latar dan detil, sintaksis terdapat unsur bentuk kalimat, koherensi, dan kata ganti. Elemen stilistik terdapat unsur leksikon atau pemilihan kata, sedangkan elemen retoris hanya ditemukan unsur ekspresi. Kognisi sosial dipengaruhi oleh tiga elemen yaitu pengetahuan, opini dan sikap, dan yang terakhir adalah ideologi. Dimensi konteks sosial ditemukan pengaruh wacana pidato presiden di KTT ke 42 ASEAN yang dikuatkan oleh kutipan berita dari surat kabar dan media lainnya.
PERANAN IBADAH KONTEKSTUAL BAGI PERTUMBUHAN ROHANI REMAJA DI GEREJA KRISTEN JAWA BATURETNO THERESIA INSANI GUSTI; JUSTIN NIAGA SIMAN JUNTAK
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v3i2.2243

Abstract

Every Christian in order to live the work of God's grace is generally expressed by the form of worship. In addition to the work of worship can be done with other things like praying, praising and otherwise, but the essence of this appeal is not only formality but to establish intimate relationship with the transcendent in a theological reflection. The church has a role to provide spiritual service to build and improve someone's religiusity, and every church certainly has a difference in the way in particular in theology of so that the model of worship between one church with another church has a difference with each reflection charge. One of the "consumers" in the worship is the teenager, they are with all sorts of background even motivation in worship will certainly assess a martyrity. They will wake up if the worship is in accordance with their expectations, therefore to accommodate their expectations then church critic thinking to provide non-monotonous services, full of VALUE and contextual. Through this writing the author wants to see the teenage and their spiritual growth through the role of the church in particular in a contextual worship. ABSTRAKSetiap umat kristen dalam rangka untuk menghayati karya anugrah Allah umumnya diekspresikan dengan wujud ibadah. Selain penghayatan ibadah dapat dilakukan dengan hal lain seperti berdoa, memuji dan lainya, namun esensi dari penghayatan ini bukan hanya semata formalitas melainkan menjalin relasi intim dengan sang transenden dalam sebuah refleksi teologis. Gereja memiliki peranan untuk memberikan pelayanan spiritual untuk membangun dan meningkatkan religiusitas seseorang, dan setiap gereja tentu memiliki perbedaan cara khususnya dalam penghayatan teologi sehingga model peribadahan antara satu gereja dengan gereja yang lain memiliki perbedaan dengan muatan refleksi masing-masing. Salah satu “konsumen” dalam peribadahan adalah jemaat remaja, mereka dengan segala macam latar belakang bahkan motivasi dalam beribadah tentu akan menilai sebuah peribadahan. Mereka akan terbangun jika peribadahan sesuai dengan harapan setiap mereka, oleh sebab itu untuk mengakomodir harapan mereka lantas gereja berfikir kritis untuk memberikan pelayanan yang tidak monoton, penuh dengan value dan kontekstual. Melalui tulisan ini penulis ingin melihat penghayatan remaja dan pertumbuhan rohani mereka melalui peranan gereja khususnya dalam sebuah peribadahan kontekstual.
EFEKTIFITAS PELATIHAN MATERI KESIAPSIAGAAN BELA NEGARA DALAM MENINGKATKAN RASA NASIONALISME PASCA LATSAR CPNS DI BALAI BESAR PELATIHAN MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN PERTANIAN (BBPMKP) KEMENTERIAN PERTANIAN RI VIERA RESTUANI ADIA
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v3i2.2244

Abstract

As stated in Law Number 5 of 2014 Concerning State Civil Apparatus and Government Regulation Number 11 it is explained that Candidates for Civil Servants (CPNS) must undergo basic training or are called latsar. Latsar aims to build integrity, morals, honesty, enthusiasm and motivation for nationalism and nationalism as well as superior and responsible personal character. One of the learning materials in the background is about State Defense readiness. Through state defense preparedness material, it is hoped that it can support the duties and functions of ASN as mandated by law, namely as executors of public policy, public servants, and glue and unifier of the nation. This research is to find out to what extent state defense preparedness material can build a sense of nationalism after attending the CPNS background because in fact every individual/society has a different level of awareness of defending the country, so it can be said that defending the country is a dynamic awareness. In the state defense preparedness training subject, the authors are interested in conducting an analysis related to the effectiveness of implementing the learning of the state defense preparedness training subject in fostering a sense of nationalism from the perspective of participants in carrying out post-CPNS post-graduation activities. This study used a survey method and data collection was carried out by distributing questionnaires to 32 respondents as a sample. The results of the data obtained show that the implementation of learning is carried out effectively. ABSTRAKSebagaimana tertuang dalam Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 dijelaskan bahwa Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) wajib menjalani latihan dasar atau disebut latsar. Latsar bertujuan untuk membangun integritas, moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan serta karakter pribadi yang unggul dan bertanggungjawab. Materi pembelajaran dalam latsar salah satunya tentang kesiapsiaaan Bela Negara. Melalui materi kesiapsiagaan bela negara diharapkan dapat mendukung tugas dan fungsi ASN sebagaimana diamanatkan undang undang yaitu sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa. Penelitian ini untuk mengetahui sejauhmana materi kesiapsiagaan bela negara dapat membangun rasa nasionalisme selepas mengikuti latsar CPNS karena sejatinya setiap individu/masyarakat memiliki tingkat kesadaran bela negara yang berbeda-beda, sehingga dapat dikatakan bahwa bela negara merupakan sebuah kesadaran yang bersifat dinamis. Di dalam mata pelatihan kesiapsiagaan bela negara, penulis tertarik untuk melakukan analisis terkait efektivitas pelaksanaan pembelajaran mata pelatihan Kesiapsiagaan belanegara dalam menumbuhkan rasa nasionalisme dilihat dari sudut pandang peserta dalam melaksanakan kegiatan pasca latsar CPNS. Penelitian ini menggunakan metode survey dan pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner secara kepada 32 orang responden sebagai sampel. Hasil data diperoleh memperlihatkan pelaksanaan pembelajaran terlaksana dengan efektif.

Page 1 of 1 | Total Record : 7