cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 33 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA FEAR OF MISSING OUT (FOMO) DENGAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL PADA GENERASI Z Novendra, Ilham; Sarajar, Dewita Karema
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.6110

Abstract

This study aims to determine the relationship between Fear of Missing Out (FoMO) and the intensity of social media use in Generation Z. The method used is a quantitative research method with a correlational design to determine the relationship between FoMO (independent variable) and the Intensity of Social Media Use in Generation Z (dependent variable). The sampling technique applied is nonprobability sampling with the sampling technique method used is purposive sampling. The subjects in this study were Generation Z individuals aged 18–27 years who actively use social media for at least more than three hours per day, with a total of 104 respondents. The data collection method used a questionnaire with a Likert scale with four answer options. Data analysis was carried out using the Spearman's rho correlation method via SPSS version 21.0. The results of the correlation test showed a coefficient value of 0.796 with a significance of 0.000, indicating a very strong and positive relationship between FoMO and the intensity of social media use. This finding indicates that the higher the level of FoMO, the higher the intensity of social media use. ABSTRAK     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Fear of Missing Out (FoMO) dan intensitas penggunaan media sosial pada Generasi Z. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan desain korelasional guna mengetahui hubungan antara FoMO (variabel independent) dengan Intensitas Penggunaan Media Sosial pada  Generasi Z (variabel dependent). Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah nonprobability sampling dengan metode teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling Subjek dalam penelitian ini adalah individu Generasi Z berusia 18–27 tahun yang aktif menggunakan media sosial minimal lebih dari tiga jam per hari, dengan jumlah responden sebanyak 104 orang. Metode pengambilan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert dengan empat opsi pilihan jawaban. Analisis data dilakukan menggunakan metode korelasi Spearman’s rho melalui SPSS versi 21.0. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,796 dengan signifikansi 0,000, menandakan adanya hubungan yang sangat kuat dan positif antara FoMO dan intensitas penggunaan media sosial. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat FoMO, semakin tinggi pula intensitas penggunaan media sosial.
PERAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (MSDM) “SISTEM REKRUTMEN, SELEKSI, KOMPETENSI DAN PELATIHAN” TERHADAP KEUNGGULAN KOMPETITIF Anwar, Chairul; Bunga, Sri; Repal, Joni; Harahap, Amin
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.6111

Abstract

In the era of globalization and increasingly fierce business competition, organizations are required to manage their human resources strategically to achieve competitive advantage. This study aims to analyze the role of recruitment, selection, competency development, and training systems within Human Resource Management (HRM) in enhancing organizational competitiveness. The research method used is a literature review with a descriptive and exploratory approach, analyzing ten relevant scientific articles from both national and international journals. The findings indicate that an effective, objective, and competency-based recruitment and selection system helps organizations acquire suitable candidates aligned with their values and needs. Furthermore, structured and continuous training and competency development significantly improve employee productivity, loyalty, and adaptability. These findings are supported by various national and international studies consistently showing a positive correlation between effective HRM practices and increased organizational competitiveness. An integrated HRM strategy not only enhances individual performance but also creates organizational value that is difficult for competitors to replicate. Therefore, recruitment, selection, training, and competency development systems should not merely be seen as administrative functions, but as strategic investments that play a vital role in achieving long-term competitive advantage. This study provides theoretical and practical contributions for organizations in designing adaptive and result-oriented HRM policies and practices. ABSTRAK Dalam era globalisasi dan persaingan bisnis yang semakin kompetitif, organisasi dituntut untuk mengelola sumber daya manusianya secara strategis guna mencapai keunggulan kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sistem rekrutmen, seleksi, pengembangan kompetensi, dan pelatihan dalam manajemen sumber daya manusia (MSDM) terhadap pencapaian keunggulan kompetitif organisasi. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif dan eksploratif terhadap sepuluh artikel ilmiah dari jurnal nasional dan internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem rekrutmen dan seleksi yang efektif, objektif, dan berbasis kompetensi mampu menjaring kandidat yang tepat sesuai kebutuhan organisasi. Selanjutnya, pelatihan yang berkelanjutan serta pengembangan kompetensi yang terstruktur terbukti meningkatkan produktivitas, loyalitas, dan adaptabilitas karyawan. Temuan ini diperkuat oleh berbagai penelitian, baik nasional maupun internasional, yang secara konsisten menunjukkan adanya korelasi positif antara praktik MSDM yang efektif dan peningkatan daya saing perusahaan. Strategi MSDM yang terintegrasi tidak hanya meningkatkan kinerja individu, tetapi juga menciptakan nilai tambah organisasi yang sulit ditiru pesaing. Oleh karena itu, sistem rekrutmen, seleksi, pelatihan, dan pengembangan kompetensi bukan sekadar fungsi administratif, melainkan merupakan investasi strategis yang berperan penting dalam pencapaian keunggulan kompetitif jangka panjang. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi organisasi dalam merancang kebijakan dan implementasi MSDM yang adaptif dan berorientasi hasil.
KOPI DALAM KONTEKS KEARIFAN LOKAL: SIMBOLISME DAN NILAI BUDAYA MASYARAKAT ACEH Chairiyani, Rina Patriana
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.6134

Abstract

Coffee and Acehnese society are two inseparable entities. Coffee has become an integral part of the social and cultural life of the local community. This study aims to reveal the meaning of coffee in the context of local wisdom in Acehnese society through a qualitative approach using descriptive analysis methods. Data collection was conducted through a systematic literature review, including a review of textbooks, academic journals, and previous studies relevant to the research topic. The data obtained were then analyzed in depth to identify the philosophical values embedded in Aceh's coffee traditions. The results of the study show that coffee in Acehnese society is not merely a beverage (kuphi/kopi), but also encompasses the practices of serving and consuming it (jeumpet kuphi/ngopi) as well as the social spaces where these interactions take place (keude kuphi/kedai kopi). These three dimensions reflect the local wisdom of Acehnese society, which emphasizes traditional values, hospitality, friendliness, and social solidarity. These findings reinforce the argument that coffee is not merely a commodity but also a medium that strengthens social cohesion and cultural identity in the daily lives of Acehnese society. ABSTRAK Kopi dan masyarakat Aceh merupakan dua entitas yang tidak terpisahkan. Kopi telah menjadi bagian integral dalam kehidupan sosial-budaya masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna kopi dalam konteks kearifan lokal masyarakat Aceh melalui pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui tinjauan literatur sistematis yang mencakup studi pustaka terhadap buku-buku teks, jurnal akademik, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan topik kajian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara mendalam untuk mengidentifikasi nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam tradisi kopi Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kopi dalam masyarakat Aceh tidak sekadar berfungsi sebagai minuman (kuphi/kopi), melainkan juga mencakup praktik penyajian dan konsumsinya (jeumpet kuphi/ngopi) serta ruang sosial tempat interaksi tersebut berlangsung (keude kuphi/kedai kopi). Ketiga dimensi ini merefleksikan kearifan lokal masyarakat Aceh yang mengedepankan nilai-nilai tradisi, kedermawanan (hospitality), keramahan (friendliness), dan solidaritas sosial (social solidarity). Temuan ini memperkuat argumen bahwa kopi bukan hanya sebagai komoditas, melainkan juga sebagai medium yang memperkuat kohesi sosial dan identitas kultural masyarakat Aceh dalam kehidupan sehari-hari.

Page 4 of 4 | Total Record : 33