cover
Contact Name
I Gde Adi Suryawan Wangiyana
Contact Email
jurnalsilvasamalas@gmail.com
Phone
+6281907005728
Journal Mail Official
jurnalsilvasamalas@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Silva Samalas: Journal of Forestry and Plant Science
ISSN : 26216779     EISSN : 27767175     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Silva Samalas intended as a medium for communication between researchers about their work. This journal accepted scientific papers on various topics including forestry, agriculture, botany, and environmental science. Jurnal Silva Samalas also accepted various types of scientific paper including research paper, systematic reviews, and short communication.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018" : 8 Documents clear
POTENSI DAN PENGEMBANGAN OBYEK WISATA SARAE NDUHA DI DESA SORI TATANGA KECAMATAN PEKAT KABUPATEN DOMPU M. Ardian Dwi Putra; Kemas Usman; Mareta Karlin Bonita
Jurnal Silva Samalas Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v1i2.3643

Abstract

Keberadaan obyek wisata alam Sarae Nduha tidak bisa dipungkiri oleh tiap wisatawan yang berkunjung karena memiliki panorama yang indah dan eksotis. Berdasarkan survei awal yang dilakukan peneliti bahwa obyek wisata alam Sarae Nduha masih belum berkembang karena kurangnya fasilitas sarana dan prasarana penunjang wisata serta  kurangnya promosi yang dilakukan agar menarik minat pengunjung. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi dan pengembangan obyek wisata Sarae Nduha. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan metode studi literatur, observasi, wawancara dan Dokumentasi dalam pengumpulan data. Analisis SWOT digunakan untuk menetapkan strategi pengembangan objek wisata ini kedepannya. Berdasarkan hasil analisis SWOT dalam rangka mengetahui potensi dan  pengembangan obyek wisata Sarae Nduha, Pembangunan pada sarana dan prasarana penunjang wisata pada obyek wisata Sarae Nduha perlu diperioritaskan karena potensi obyek wisata Sarae Nduha sangat bagus untuk dikembangkan dengan syarat diperbaiki akses jalan yang rusak dan penambahan fasilitas seperti tempat duduk dan atraksi wisata. Pembangunan pada sarana dan prasarana penunjang wisata pada obyek wisata Sarae Nduha perlu diperioritaskan. Sebagai tambahan, beberapa hal perlu diperhatikan antara lain: 1) Pembangunan harus melibatkan masyarakat karena masyarakat adalah patner terdekat pemerintah dalam mengsukseskan pembangunan wisata. 2) Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, promosi harus terus dilakukan. 3) Merealisasikan apa yang telah didapat dari proses analisis SWOT pada penelitian ini
STUDI PENGELOLAAN EKOWISATA BERBASIS MASYARAKAT ADAT DI DESA SENARU KECAMATAN BAYAN KABUPATEN LOMBOK UTARA Deny Rachmansyah; Wahyu Yuniati Nizar
Jurnal Silva Samalas Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v1i2.3639

Abstract

Ekowisata berbasis masyarakat merupakan usaha ekowisata yang menitik beratkan peran aktif komunikasi. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan adalah keikutsertaan masyarakat baik dalam bentuk peryataan maupun kegiatan. keikutsertaan tersebut terbentuk sebagai akibat terjadinya interaksi sosial antara individu atau kelompok masyarakat di dalam pembangunan. Partisispasi masyarakat dalam berbagai bentuk seperti partisipasi dalam pembuatan keputusan, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi kegiatan serta pemanfaatan hasil pembangunan.Hasil penelitian menunjukan bahwa peran serta masyarakat dalam pengelolaan objek wisata Air Terjun  Sendang Gila sangat tinggi, dikarenakan tingkat peran serta masyarakat baik pada saat rapat perencanaan, operasionalisasi serta pengawasan objek wisata Air Terjun  Sendang Gila dinilai sangat aktif, disebabkan karena objek wisata Air Terjun  Sendang Gila dimanafaatkan masyarakat selain untuk menambah pendapatan desa juga untuk menambah penghasilan masyarakat. Hal ini yang menyebabkan masyarakat berperan aktif dalam pengelolaan objek wisata Air Terjun  Sendang Gila baik dalam rapat perencanaan, menata atau mendisain kawasan objek wisata, pembangunan Infrastruktur serta pengawasan - pengawasan yang menyangkut objek wisata.
YIELDS OF SHALLOT (Allium ascalonicum L.) UNDER VARIOUS BULB SIZES, DOSES OF BOKASHI AND NIROGEN FERTILIZERS Janu Rahmaningsih; Wayan Wangiyana
Jurnal Silva Samalas Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v1i2.3644

Abstract

Pemupukan nitrogen dan bokashi terutama pada umbi bibit berukuran kecil merupakan salah satu usaha untuk menekan biaya dan meningkatkan produksi bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan bokashi dan nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada berbagai ukuran umbi bibit. Percobaan dilaksanakan dalam rumah plastik dari bulan Juni sampai sampai Agustus 2015 di Praya (Lombok Tengah), yang ditata dengan Rancangan Acak Lengkap, dengan 3 faktor perlakuan, yaitu ukuran umbi bibit (U1= 2,5-3,5 g, U2= 6-7 g, dan U3= 9,5-10,5 g), dosis pupuk bokashi (B0= tanpa bokashi, B1= 10 ton/ha, B2= 20 ton/ha, dan B3= 30 ton/ha), dan dosis pupuk nitrogen (N1= 140 dan N2= 190 kg/ha). Dengan demikian terdapat 24 kombinasi perlakuan, yang dibuat dalam 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antar ketiga faktor perlakuan dalam mempengaruhi hasil umbi bawang merah. Walaupun ukuran umbi bibit tidak berpengaruh nyata terhadap bobot hasil umbi kering, namun analisis regresi menunjukkan semakin besar ukuran umbi bibit yang ditanam, semakin tinggi berat umbi yang dihasilkan. Pupuk bokashi dapat meningkatkan produktivitas bawang merah dengan hasil tertinggi (12,36 g/pot) diperoleh pada dosis tertinggi (30 ton/ha), sedangkan penggunaan pupuk nitrogen lebih baik pada dosis 140 daripada 190 kg/ha N.
POTENSI INDEKS DAN KEANEKARAGAMAN HAYATI AIR TERJUN NCONA DI DESA RANGGO KECAMATAN PAJO KABUPATEN DOMPU Jumratul Akbar; Sad Kurniati Wanitaningsih
Jurnal Silva Samalas Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v1i2.3640

Abstract

Air terjun Ncona adalah salah satu kawasan yang menjanjikan sebagai sektor pariwisata dan menjadi terobosan untuk meningkatkan pendapatan daerah tersebut. Ketinggian air terjunNcona kurang lebih 20 meter dan memiliki pemandangan yangsangat indah dan masih sangat terjaga kealamiannya.Selain itu akses ke lokasiobyek wisata ini cukup baik walau pengunjung perlu berjalan kaki untuk melewatijalan setapak melewati sawah perkebunan masyarakat sekitar.Obyek wisata airterjun Ncona ini masih sangatjarang diketahui keberadaannya namun sangat berpotensi untuk menggerakkanperekonomian masyarakat sekitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Untuk pengumpulan data primer dan data sekunder,Teknik pengambilan data untuk penempatan jalur dilakukan streep sampling with randon star.Dengan intensitas sampling 50% dari 1 hektar luas Kawasan sehingga petak contoh yang di ambil adalah 13 petak.Sedangkan untuk analisis data indeks keanekaragaman krebs Hasil penelitian menunjukan bahwa Potensi indeks keanekaragaman jenis vegetasi seperti tingkat pohon 13,Tingkat tiang 12,Tingkat pancang 10 dan Tingkat anakan 09.Disekitar air terjun ncona pada keanekaragaman jenis vegetasi masih sedang dimana hasil dari tingkat pohon 2,48.dan untuk tingkat tiang 2,29.dan tingkat pancang 2,13 dan semai 2,08.Tentu hal ini terjadi karena keaslian hutan masih terjaga dan sangat potensial untuk di kembangkan menjadi destinasi wisata dengan keindahan air terjun serta yang kaya akan keanekaragaman jenis vegetasi.
IDENTIFIKASI JENIS VEGETASI DAN POLA AGROFORESTRY DI HUTAN RAKYAT DESA JURIT BARU KECAMATAN PRINGGASELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Sintiya Putri Ikhwan; Raden Roro Narwastu Dwi Rita
Jurnal Silva Samalas Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v1i2.3641

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan disekitar Hutan Rakyat Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan, yaitu pada bulan April sampai bulan Mei tahun 2018. Penempatan jalur dilakukan dengan streep sampling with random start, dimana untuk menentukan jalur pertama ditentukan secara acak sedangkan jalur berikutnya dilakukan secara sistematik dengan jarak antar jalur 50 m. Jalur yang dibuat petak dengan ukuran 20 x 20 m. Jumlah pemilik kawasan Hutan Rakyat Desa Jurit Baru sekitar 315 orang, dengan luas keseluruhan Hutan Rakyak Desa Jurit baru yaitu 274.01 ha, untuk sampling plot 10% sehingga diperoleh 32 orang pemilik Hutan Rakyat, sehingga jumlah plot yang digunakan adalah sebanyak 32 plot. Dikawasan Hutan Rakyat Desa Jurit Baru terdapat 27 jenis vegetasi dan 15 jenis tumbuhan bawah. Sebagian besar yang dimanfaatkan bagian kayunya yaitu sebagai kayu bakar. Indeks nilai penting untuk tingkat pohon terbanyak adalah Kelapa (Cocos Nucifera) 63.66. Untuk Indeks nilai penting tingkat tiang terbanyak adalah Jati putih (Gmelina arborea) 58.93. Untuk indeks nilai penting tingkat pancang terbanyak adalah pisang (Musa paradisiae) 41.01. Sedangkan untuk tingkat semai indeks nilai penting terbanyak adalah Mahoni (Swietenia Macrophylla) 72.74 dan Tumbuhan bawah yang memiliki jumlah individu terbanyak adalah Nanas (Ananas comosus) 979 buah. Pada hutan rakyat Desa Jurit Baru Kecamatan Pringgasela pola tanam agroforestry yang diterapkan oleh masyarakat sekitar sebagian besarnya menggunakan pola agroforestry pembatas dengan jumlah 13 lahan, pola agroforestry campuran jumlahnya 13 lahan dan yang menggunakan pola agroforestry baris 6 lahan. Dari total lahan yang di amati berjumlah 32 lahan
IDENTIFIKASI JENIS DAN PEMANFAATAN BAMBU DI DESA REMBITAN KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK TENGAH Lembusora Lembusora; Yulia Ratnaningsih
Jurnal Silva Samalas Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v1i2.3642

Abstract

Masyarakat desa Rambitan telah lama memanfaatkan tanaman bambu yang tumbuh disekitar wilayah mereka. Akan tetapi sebagian warga masyarakat Desa Rembitan masih ada yang belum mengetahui seberapa banyak jenis serta pemanfaatan dari bambu tersebut. oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi jenis dan pemanfaatan bambu di desa Rambitan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Data yang digunakan meliputi data primer dan sekunder. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Snowball sampling. Ditemukan 8 jenis bambu di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, jenis bambu tersebut yaitu : bambu petung (Dendrocalamus asper) , bambu ampel (Bambusa vulgaris), bambu tamiang (Schizostachyum brachycladum), bambu kuning  (Bambusa vulgaris schard ), bambu tali (Gigantochloa apus),  bambu tutul (Bambusa maculata),  bambu tulup (Bambusa multiplex), dan bambu duri (Bambusa blumeana ). Masyarakat Desa Rembitan memanfaatkan bambu untuk pagar, berugak/ lasah, tiang antena, bahan bangunan, staiger, tangga, kandang sapi, kandang ayam, bethek, kurungan ayam, lantai dinding, hiasan rumah, mengambil rebungnya sebagai sayuran dan memanfaatkan daunya sebagai pembungkus nasi, sebagai alat pencuci panci dan digunakan untuk pemotongan hewan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut terdapat 3 (tiga) pola pemasaran bambu yaitu: pengambil dan pengguna langsung, pengepul atau pedagang bambu dan pembeli atau pengguna bambu.
BIOETHANOL PRODUCTION FROM RICE STRAW BY SINGLE STEP FERMENTATION USING CO-CULTURE CLOSTRIDIUM THERMOPHILIC: A REVIEW I Gde Adi Suryawan Wangiyana
Jurnal Silva Samalas Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v1i2.3672

Abstract

Bioethanol is a future renewable energy for gasoline substitution. Market need for bioethanol has been increased significantly in a decade. That will lead to unbalance between bioethanol supply and bioethanol demand if bioethanol production only come from starch and sugar source (first generation of bioethanol). Using lignocellulose waste (second generation of bioethanol) which abundand in Indonesia is one of good solution for this problem. Rice Straw production in Indonesia approximately 103.57 million ton in a year which make it is the most abundant lignocellulosa waste in this country. Optimizing bioethanol production using rice straw need two adjustment step. First step is adjustment in pre-treatment which important to breakdown insoluble lignin from the waste. Second step is selecting bioconvertion agent that has ability to carry single step fermentation process. Thermophilic clostridium is one of best bioconvertion agent for this process which has several advantage compare to others bioconvertion agent. This will lead to increase of bioethanol production to balance between bioethanol supplay and bioethanol demand.
PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU DALAM PERSAINGAN DENGAN TEKI DAN RUMPUT BELULANG DI TANAH STERIL DAN NON STERIL Harmaeni Harmaeni; Wayan Wangiyana
Jurnal Silva Samalas Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v1i2.3637

Abstract

This study aimed to determine the effect of competition with nutsedge and Eleucine grasses in autoclave sterilized and non-sterililized soil on growth and yield of mungbean. The experiment was carried out in the glasshouse of the Faculty of Agriculture, University of Mataram, from January to March 2015, arranged in a Completely Randomized Design (CRD), testing 3 treatment factors namely; two soil conditions (autoclave sterilized and non-sterilized), two types of weeds (nutsedge and Eleucine), and weed populations (0, 2 and 4 clumps / polybag), each of which was replicated 3 times, so there were 36 experimental units for each series. The experiment was made in 2 series; first series for measurement of plant dry weight at 6 weeks after seeding, and the second series was for measurement of mungbean seed yield. The results indicated that the three treatment factors affected growth and yield of mungbean. Growth of the mungbean plants was better in the non-sterilized soil compared with in sterilized soil. In terms of weed competition, Eleucine grass was more severe in suppressing growth and yield of mungbean compared with nutsedge grass, whereas of weed population, the treatment without (0) weeds resulted in much better growth of mungbean plants than the treatments of 2 or 4 weeds per polybag

Page 1 of 1 | Total Record : 8