cover
Contact Name
Asef Kurniyawan Hardjana
Contact Email
publikasidiptero@gmail.com
Phone
+62811582318
Journal Mail Official
publikasidiptero@gmail.com
Editorial Address
Jalan A. Wahab Syahrani No.68, Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
ISSN : 24605875     EISSN : 24605883     DOI : https://doi.org/10.20886/jped
Core Subject : Agriculture,
Silvikultur; Jasa Lingkungan (Nilai Hutan); Biometrik Hutan; Pengolahan Hasil Hutan; Keteknikan dan Pemanenan Hutan; Hasil Hutan Bukan Kayu; Perlindungan Hutan; Konservasi Sumberdaya Hutan; Perhutanan Sosial, Ekonomi dan Kebijakan; Ekologi Tumbuhan dan Biomassa Hutan; Mikrobiologi dan Bioteknologi; Hama dan Penyakit Hutan; Anatomi Kayu; Hidrologi dan Konservasi Tanah Hutan; Dendrologi, Fitogeografi dan Arsitektur Pohon; Fisiologi Tumbuhan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 173 Documents
Eksplorasi Jenis-Jenis Dipterokarpa Potensial di Kalimantan Tengah Agus Wahyudi; Amiril Saridan
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2017.3.1.23-32

Abstract

Kalimantan merupakan pusat sebaran ratusan jenis dipterokarpa yang 60% diantaranya endemik. Banyaknya jenis yang terdapat dalam suku dipterokarpa dan kurangnya koleksi herbarium sangat menyulitkan dalam identifikasi sampai tingkat jenis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis dipterokarpa yang terdapat di areal IUPHHK-HA PT. Erna Djuliawati Kalimantan Tengah dengan cara mengumpulkan spesimen herbarium dan mengidentifikasi jenis-jenis tersebut melalui kegiatan eksplorasi. Berdasarkan hasil eksplorasi teridentifikasi sebanyak 36 jenis dipterokarpa dari 102 spesimen herbarium yang terdiri dari 4 marga yaitu Dipterocarpus (4 jenis), Hopea (3 jenis), Shorea (28 jenis) dan Vatica (1 jenis). Shorea, yang lebih dikenal nama meranti, merupakan marga paling dominan dan paling banyak dimanfaatkan dalam perdagangan kayu. Kegiatan eksplorasi ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang sebaran jenis dipterokarpa untuk mendukung kegiatan konservasi jenis dipterokarpa di masa mendatang.
PENDUGAAN STOK KARBON KELOMPOK JENIS TEGAKAN BERDASARKAN TIPE POTENSI HUTAN DI KAWASAN HUTAN LINDUNG SUNGAI WAIN Asef Kurniyawan Hardjana; Rahimahyuni Fatmi Noor'an; Iwan Setiawan Tumakaka; Ahmad Rojikin
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2012.6.2.85-96

Abstract

Kawasan hutan lindung Sungai Wain memiliki potensi yang sangat besar dalam menyimpan cadangan karbon, dibandingkan kawasan hutan sekunder maupun kawasan penggunaan lain di sekitar kawasan hutan lindung Sungai Wain karena pada kawasan tersebut telah terjadi gangguan terhadap tegakan dan vegetasinya. Gangguan tersebut dapat menyebabkan menurunnya potensi biomassa yang berindikasi langsung terhadap kemampuan kawasan tersebut dalam menyimpan karbon. Tujuan penelitian ini adalah sebagai salah satu upaya untuk memberikan tambahan informasi mengenai potensi cadangan stok karbon kelompok jenis tegakan yang tersimpan di kawasan hutan lindung Sungai Wain berdasarkan tipe potensi hutannya. Penelitian ini menggunakan citra landsat sebagai penafsiran potensi biomassa, sedangkan sebagai pembanding atau kontrol digunakan metode pengecekan lapangan dengan membuat plot-plot sampel berukuran 30 m x 30 m pada setiap tipe potensi hutan dengan 3 ulangan tiap lokasi, kemudian data diolah dengan persamaan allometrik yang relevan. Kawasan hutan lindung Sungai Wain berdasarkan tipe potensi hutan memiliki cadangan karbon sebesar 39,88 ton C/ha. Berdasarkan kelompok jenis tegakan dipterokarpa memiliki cadangan karbon berkisar antara 0,94 - 3,91 ton C/ha, sedangkan pada non dipterokarpa berkisar antara 10,37 - 12,37 ton C/ha. 
KAJIAN EKOLOGI Parashorea malaanonan MERR DI HUTAN PENELITIAN LABANAN KABUPATEN BERAU, KALIMANTAN TIMUR Muhammad Fajri; Amiril Saridan
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2012.6.2.141-154

Abstract

Parashorea malaanonan (Blco) Merr. merupakan salah satu spesies dari famili dipterokarpa dari marga Parashorea yang sudah terancam punah. Parashorea malaanonan (Blco) Merr. sudah masuk dalam daftar IUCN dengan status critically endangered, sehingga perlu dilakukan suatu penelitian mengenai kondisi ekologinya di hutan alam agar ke depannya jenis ini memiliki data yang lengkap tidak hanya data taksonomi dan penyebarannya, tapi juga informasi mengenai kondisi ekologi habitatnya, sehingga informasi mengenai jenis ini cukup lengkap. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengumpulan data dan informasi mengenai kondisi ekologi Parashorea malaanonan (Blco) Merr. di hutan Penelitian Labanan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pembuatan Plot dengan menggunakan rancangan purposive sampling dengan luas 1 hektar (100 m x 100 m) yang dibagi dalam 25 petak ukur dengan ukuran 20 m x 20 m. Pengambilan data ekologi berupa : a. Data sifat fisik tanah; b. Data sifat kimia tanah; c. Data iklim mikro; d. Data topografi. Analisis data menggunakan analisis vegetasi, berupa asosiasi jenis dan koefisien asosiasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Parashorea malaanonan (Blco) Merr. memiliki nilai penting jenis yang kecil, sifat fisik tanah yang relatif bagus baik bulk density, porositas tanah, kadar air tanah dan tekstur tanahnya, sifat kimia yang tidak terlalu bagus (pH asam,unsur makro dan mikro cukup rendah), iklim mikro dengan suhu sedang, kelembaban udara tinggi dan intensitas cahaya rendah. 
Analisis Finansial Usaha Pengembangan Jenis Dipterokarpa Dengan Sistem Tebang Pilih Tanam Indonesia Tien Wahyuni; Susana Yuni Indriyanti
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2015.1.1.41-54

Abstract

Untuk mendukung upaya penanaman jenis Dipterokarpa, diperlukan penelitian tentang analisis kelayakan finansial pengembangan usaha tanaman jenis Dipterokarpa. Penelitian ini dilaksanakan pada dua perusahaan yaitu PT. Suka Jaya Makmur dan PT. Adimitra Lestari dengan mengetahui komponen-komponen kegiatan yang meliputi kegiatan pengadaan bibit, penyiapan lahan, penanaman, tahapan pemeliharaan dan pemanenan. Hasil analisis finansial di kedua perusahaan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan usaha tanaman jenis Dipterokarpa memberikan harapan keuntungan atau layak diusahakan pada tingkat suku bunga riil 6,78% dengan hasil NPV = 0, BCR = 1 dan IRR = suku bunga yang digunakan, tetapi tidak layak untuk kenaikan suku bunga 14%. Analisa sensitivitas yang dilakukan menunjukkan bahwa hanya PT. Adimitra Lestari yang cukup kuat menghadapi perubahan dalam hal kenaikan suku bunga moderat 8%, tetapi nilai BCR-nya hanya sedikit di atas satu yang berarti sangat rentan dan beresiko terhadap kerugian. Sementara menghadapi perubahan dalam hal penurunan hasil pendapatan sebesar 30% kedua perusahaan tidak cukup kuat karena tidak memenuhi ketiga kriteria yang dipakai.
KONDISI TEGAKAN MERANTI TEMBAGA (Shorea leprosula) DI KAWASAN BEKAS KEBAKARAN SAMBOJA, KALIMANTAN TIMUR Ayi Suyana; Abdurachman Abdurachman
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 5, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2011.5.1.47-58

Abstract

Kegiatan merehabilitasi hutan bekas terbakar baik ringan, sedang maupun berat pada suatu tempat perlu dilakukan melalui usaha penanaman dengan berbagai jenis tanaman terutama jenis asli setempat. Penelitian ini dilaksanakan pada areal hutan bekas terbakar berat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi tegakan Meranti Tembaga (Shorea leprosula) yang ditanam pada areal bekas terbakar berat pada umur 13 tahun. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa  struktur tegakan memiliki bentuk Genta atau kurva Normal. Nilai rataan riap sebesar 1.26 cm pertahun untuk diameter dan 1.27 m pertahun untuk tinggi. Pohon dapat dikatakan cukup ramping dengan rataan nisbah tinggi dengan diameter sebesar 105.48. 
Perbandingan Model Kerusakan Tegakan Tinggal di Hutan Alam Dipterocarp Untuk Mendukung Mekanisme REDD Plus Yonky Indrajaya
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2015.1.2.89-98

Abstract

Pembangunan model kerusakan tegakan tinggal akibat kegiatan pembalakan hutan alam dilakukan untuk mengetahui pengaruh pohon ditebang terhadap kerusakan yang terjadi. Beberapa model kerusakan tegakan tinggal antara lain: (1) kerusakan tetap dan tidak terpengaruh oleh jumlah pohon ditebang, (2) kerusakan tegakan tinggal dipengaruhi oleh jumlah pohon yang ditebang dengan proporsi kerusakan sama untuk semua kelas diameter, dan (3) matriks kerusakan, dimana proporsi kerusakan tegakan tinggal dipengaruhi oleh jumlah pohon ditebang dan berbeda tingkat kerusakannya untuk tiap kelas diameter. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis model-model kerusakan tegakan tinggal dan pengaruhnya terhadap pengelolaan hutan khususnya cadangan karbon hutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pembangunan model matriks kerusakan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) model 1 memberikan hasil yang overestimate terhadap kerusakan yang terjadi pada teknik pembalakan CL, (2) model 2 memberikan hasil yang underestimate terhadap kerusakan tegakan tinggal pada teknik pembalakan konvensional (CL), dan (3)  model 3 memberikan gambaran yang lebih nyata akan proporsi kerusakan yang terjadi akibat kegiatan pembalakan.
Pengaruh Pemeliharaan Terhadap Pertumbuhan Tanaman dan Permudaan Alam Dalam Uji Efektivitas Silvikultur Tebang Rumpang Sudin Panjaitan
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2016.2.1.41-48

Abstract

Tebang rumpang merupakan salah satu sistem silvikultur alternatif yang berlandaskan pemudaan alam dan unit perlakuan tegakan terkecil berupa rumpang-rumpang yang tersusun dalam unit jalan sarad. Sistem tersebut belum teruji secara menyeluruh, diantaranya dalam hal pemeliharaan tegakan muda di dalam rumpang. Penelitian dilakukan di KHDTK Kintap, Kalimantan Selatan, dengan tujuan mengetahui pengaruh interaksi pemeliharaan antara lebar pembebasan pohon dengan lama waktu pembebasan terhadap pertumbuhan tanaman Shorea leprosula, anakan alam S. parvistipulata, dan Croton graffithii di dalam rumpang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh interaksi  pemeliharaan antara lebar pembebasan dengan waktu pembebasan terhadap pertumbuhan tanaman dan permudaan alam di dalam rumpang secara statistik tidak  nyata. Demikian juga pengaruh tunggal dari lebar pembebasan dan prekuensi pembebasan terhadap pertumbuan tinggi, diameter batang dan tajuk secara statistik tidak  nyata. Dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan khususnya pembebasan tanaman dari gulma tidak mempengaruhi pertumbuhan permudaan. Pertumbuhan tersebut mungkin lebih dipengaruhi oleh kesuburan tanah, intensitas cahaya, temperatur, dan kelembaban di dalam lingkungan rumpang. Kegiatan pemeliharaan 24 bulan setelah rumpang dibuat tidak disarankan.
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KOKANG (Lepisanthes amoena) SEBAGAI TABIR SURYA; EKSPLORASI KEARIFAN LOKAL KALIMANTAN TIMUR Husnul Warnida; Henny Nurhasnawati
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2017.3.2.57-62

Abstract

Paparan sinar ultraviolet (UV) matahari yang kuat secara terus menerus dapat menyebabkan eritema, sunburn, penuaan dini dan kanker kulit. Diperlukan kosmetik tabir surya untuk melindungi kulit dari dampak buruk sinar UV. Secara empiris, daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) digunakan oleh etnik Kutai, etnik Dayak Tunjung, dan etnik Dayak Benuaq di Kalimantan Timur sebagai kosmetik dan obat untuk penyakit kulit. Daun kokang diolah menjadi bedak dingin (pupur) dan digunakan untuk melindungi kulit selama bekerja di ladang di bawah terik matahari. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas ekstrak etanol daun kokang sebagai tabir surya dengan metode spektrofotometri. Daun kokang diekstraksi dengan etanol 95% kemudian dilakukan pengukuran nilai SPF secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang antara 290-320. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kokang pada konsentrasi 700 ppm memiliki nilai SPF 50 termasuk kategori very high protection.
Kajian Tempat Tumbuh 3 Jenis Meranti Komersil di Sangkima, Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur Nilam Sari; Rizki Maharani
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2016.2.2.83-94

Abstract

Dilandasi oleh kebutuhan bahan baku kayu pertukangan yang terus meningkat, maka dilakukan penelitian mengenai kajian tempat tumbuh tiga jenis Meranti komersil, yaitu: Shorea smithiana, Shorea johorensis dan Shorea leprosula. Kajian ini diharapkan dapat menyediakan informasi tentang persyaratan tempat tumbuh ideal bagi jenis-jenis tersebut untuk penanamannya di hutan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis yang menjadi target memiliki INP yang cukup dominan dari jenis lainnya dan tumbuh pada kelas kelerengan yang sesuai dengan habitatnya pada hutan alam. Jenis Shorea smithiana tumbuh tanpa adanya keterkaitan atau saling mempengaruhi dengan jenis lain. Kedua jenis lainnya, Shorea johorensis dan Shorea leprosula hidupnya cenderung merugikan satu dengan lainnya atau mempunyai respon adaptasi yang berbeda dengan lingkungannya sebagai akibat dari kompetisi dalam hal cahaya, nutrisi, ruang tumbuh dan kebutuhan lainnya. Di sisi lain, hasil analisa tanah tempat tumbuh memperlihatkan sifat fisik tanah dan kimia tanah yang cukup baik, serta perubahan iklim mikro rata-rata (suhu udara sedang, kelembaban tinggi dengan intensitas cahaya yang rendah sampai dengan sedang).
EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN MAHANG (Macaranga triloba) SEBAGAI OBAT ANTI-ACNE Husnul Warnida; Dewi Mustika; Supomo Supomo; Yullia Sukawaty
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2018.4.1.9-18

Abstract

Peradangan acne (jerawat) disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Pengobatan jerawat biasanya menggunakan antibiotika tetapi penggunaan antibiotika jangka panjang dapat menimbulkan resistensi, Untuk mengurangi resistensi pada bakteri dilakukan pencarian alternatif antibiotika dari bahan alam, yaitu daun mahang (Macaranga triloba (Thunb.) Mull.Arg). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat, KHM (Kadar Hambat Minimum) dan KBM (Kadar Bunuh Minimum) dari ekstrak etanol daun mahang muda terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Simplisia daun mahang muda diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Konsentrasi ekstrak yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2,5%, 5%, 10% dan 20% dengan kontrol positif klindamisin 0,1% dan kontrol negatif menggunakan DMSO. Pengujian dilakukan dengan metode difusi cakram. Data pengujian aktivitas antibakteri ekstrak daun mahang muda dianalisis secara statistik dengan metode uji one way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun mahang muda dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Daya hambat terbesar terhadap bakteri Propionibacterium acnes pada konsentrasi 20% dengan diameter daya hambat rata-rata 5,54 mm. Nilai KHM dan KBM dari ekstrak etanol daun mahang muda adalah 25 mg/mL.

Page 10 of 18 | Total Record : 173


Filter by Year

2007 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 8, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 8, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 7, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 6, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 5, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 5, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 4, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 3, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Dipterokarpa More Issue