cover
Contact Name
I Gde Dharma Atmaja
Contact Email
sangkareangmataram@gmail.com
Phone
+62818361014
Journal Mail Official
sangkareangmataram@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A, Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Published by Sangkareang Mataram
ISSN : 23559292     EISSN : 27752127     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019" : 16 Documents clear
KARATERISTIK LIMBAH PEMANENAN DAN INDUSTRI HASIL HUTAN KAYU SERTA ALTERNATIF PEMANFAATANNYA Febriana Tri Wulandari
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara ekonomi terjadinya limbah hasil hutan disebabkan adanya konsep bagian kayu marginal dan sub marginal. Konsep kayu marginal adalah bagian kayu yang bila dipungut atau diolah akan kerugian bagi pengusahanya. Apabila kayu itu dipungut akan menghasilkan nilai penjualan yang sama dengan biaya yang dikeluarkan. Sedangkan konsep kayu sub marginal adalah nilai jualnya jauh lebih rendah dari biaya yang dikeluarkan. Karena adanya kedua konsep tersebut maka pengusaha banyak meninggalkan limbah dilokasi pemanenan dan industri hasil hutan kayu. Berdasarkan hal tersebut maka perlu solusi untuk memberikan nilai ekonomis pada limbah pemanenan dan industri kayu dengan memberikan alternative pemanfaatannya menjadi produk yang memberikan nilai jual atau nilai ekonomis dan membantu pemerintah dalam mengurangi limbah hasil hutan. Tujuan dari penulisan makalah ini untuk memberikan gambaran jenis-jenis limbah pemanenan dan industri kayu serta memberikan alternative pemanfaatannya sebagai produk hasil hutan yang memberi manfaat secara ekonomis. Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini dengan menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu menyajikan suatu gambaran terperinci atas suatu situasi khusus (Silalahi,2009). Sumber data diperoleh dari pustaka atau literature yang berhubungan dengan limbah dan pengalaman penulis dilapangan. Berdasarkan uraian makalah maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : (1).Jumlah limbah pemanenan dan limbah industri hasil hutan kayu sekitar 50% lebih, (2). Limbah pemanenan hasil hutan kayu dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pengolahan kayu, seperti industri papan partikel, papan serat, papan blok, papan sambung, pulp dan kertas, industri arang kayu dan sumber energi pada tungku boiler untuk menghasilkan listrik, (3).Limbah industri hasil hutan kayu dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar, briket arang, arang aktif, inti papan blok, papan laminasi, kompos, soil condition, papan partikel dan sambungan venir inti, atau venir belakang kayu lapis, bahan pembuatan alat olahraga dan sebagai bahan baku pulp dan kertas.
PEMETAAN TINGKAT RESIKO KEKUMUHAN DI KELURAHAN TIWUGALIH KECAMATAN PRAYA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Indah Arry Pratama; Ni Putu Ety Lismaya Dewi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kota sangat dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan penduduknya. Dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk ini maka semakin tinggi pula kebutuhan lahan diperkotaan. Oleh karena itu, tingkat kepadatan di kawasan perkotaan cenderung lebih tinggi dari pada dikawasan rural karena tingkat aktivitas penduduk diperkotaan yang cenderung lebih tinggi. Perkembangan daerah urban mengubah lahan dengan tutupan vegetasi menjadi permukaan yang kedap air dengan kapasitas penyimpanan air yang kecil atau tidak ada sama sekali. Aktivitas yang paling dominan terhadap penggunaan lahan adalah aktivitas bertempat tinggal (pemukiman). Aktivitas ini memakan lebih dari 50% dari total lahan yang ada, sehingga sekarang banyak bermunculan kawasan pemukiman dengan konsep vertikal untuk mengurangi permasalahan akan keterbatasan lahan pemukiman. Sebagai daerah yang sedang berkembang Kelurahan Tiwugalih tentu akan menghadapi permasalahan yang umum dijumpai oleh wilayah kota/perkotaan, yaitu munculnya kawasan permukiman kumuh. Penelitian ini dilakukan dalam Tiga (3) Tahap, yaitu Identifikasi Risiko, Pembuatan Peta Risiko, Mitigasi Risiko. Berdasarkan hasil pemetaan potensi risiko permukiman kumuh Kelurahan Tiwugalihberada pada Tingkat Kekumuhan Berat, dan pemetaaan potensi risiko diharapkan pola penanganan tingkat kekumuhan dilakukan Pemukiman kembali atau Peremajaan. Program penanganan risiko dari tingkat kekumuhan yang ada dilakukan dengan perbaikan jalan lingkungan, pembangunan drainase, dan penanganan air limbah setempat.
KAJIAN MENGENAI GARIS SEMPADAN BANGUNAN KORIDOR JALAN DR SUDJONO- JALAN ARYA BANJAR GETAS Eliza Ruwaidah
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan tata ruang Kota Mataram yang terus berlangsung hingga saat ini, tentunya diarahkan berdasarkan Perda Kota Mataram Nomor 12 tahun 2016 tentang RTRW Kota Mataram tahun 2011-2031, namun pada kenyataan lapangan, pemanfaatan ruang yang sejak awal kemungkinan besar belum sesuai dengan peraturan tersebut, sehingga hal ini tentunya menimbulkan konflik pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan tata ruang.Pemanfaatan ruang Kota Mataram pada umumnya berfungsi sebagai matra pengembangan berbagai kawasan perumahan, perkantoran, perdagangan dan jasa serta fungsi lainnya, dan intensitas perubahan fungsi kawasan terjadi baik dari kawasan non terbangun (sawah) menjadi kawasan terbangun (perumahan) ataupun perubahan fungsi kawasan perumahan pada lokasi strategis atau koridor jalan utama kota menjadi kawasan dengan fungsi yang lebih ekonomi yakni sebagai kawasan perdagangan dan jasa.Dalam rangka menyelaraskan pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka sangat diperlukan penyediaan bidang/areal pada kanan – kiri sumbu jalan yang digunakan untuk memberikan jarak antara bangunan dengan derah milik jalan. Permasalahan yang sering terjadi, pembangunan yang dilakukan oleh masyarakat, swastaseringkali tidak memperhatikan aturan garis sempadan bangunan yang disebabkan antara lain: kurangnya pemahaman dan pengetahuan tentang aturan sempadan jalan, lahan yang digunakan untuk sempadan bangunan berada dalam sertifikat lahan pemilik bangunan sehingga pemilik lahan berkepentingan membangun sesuai dengan haknya,tidak seragamnya luas kapling serta pembangunan yang dilakukan secara individu, dan tanpa melalui prosedur perijinan serta jenis dan intensitas bangunan yang beragam. Berdasarkan ketentuan garis sempadan Jalan Arteri Primer pada Koridor Jalan Dr Sudjono-Jalan Arya Banjar Getas sepanjang 30 meter pada kanan – kiri jalan, Garis Sempadan Jalan pada sisi Utara-Timur Jalan Dr Sudjono dimulai melewati persimpangan Jalan Gajah Mada sampai persimpangan Sultan Kaharudin Berdasarkan hasil analisa garis sempadan bangunan pada umumnya belum sesuai dengan dengan arahan tata ruang. Garis Sempadan Jalan pada sisi selatan Jalan Arya Banjar Getas dimulai dari pangkal sebalah barat persimpangan Jalan Sultan Kaharudin hingga Jalan Energi. Berdasarkan analisa keseuaian garis sempadan bangunan eksisiting terhadap rencana tata ruang pada umumnya garis sempadan bangunan belum sesuai dengan arahan tata ruang untuk semua jenis kegiatan. Secara umum belum sesuaianya Garis Sempadan Bangunan (GSB) yang berkembang di koridor Jalan Dr Sudjono - Jalan Arya Banjar Getasbaik disis kanan – kiri jalan terhadap ketentuan Garis Sempadan Bangunan berdasarkan RTRW Kota Mataram dimana ketentuan GSB Koridor Jalan Dr Sudjono - Jalan Arya Banjar Getasselebar 25 meter yang termasuk dalam fungsi jalan Kolektor Primer.Masih terdapat potensi lahan non terbangun yang akan berubah fungsi di Koridor Jalan Jend. Jalan Dr Sudjono - Jalan Arya Banjar Getas, dimana dalam pengajuan ijin pemanfaatan ruangnya agar sesuai dengan ketentuan GSB dan ketentuan lainnya berdasarkan rencana tata ruang. Tata guna lahan yang berkembang pada koridor Jalan Jalan Dr Sudjono - Jalan Arya Banjar Getas, telah sesuai dengan rencana pola ruang RTRW Kota Mataram.
ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR INDIFIDU TERHADAP KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA LAS. DI PT.PAL INDONESIA Baiq Fathin Ayu Rakhmawati
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. PAL is one of International-standard shipyards in Indonesia. PT.PAL uses sophisticated technology so it can compete internationally. Many works are needed to make one ship. Welding is one of the works that commonly done in the process of making ship but it has high risk of accident. One of the reasons that cause accident during welding process is the negligence in the use of proper personal protective equipment based on the operational standard of PT. PAL Indonesia. The research was a quantitative research with cross sectional approach. This research used observation method by observing the use of personal protective equipment during the welding process. The variables used in this research were the characteristics of the workers (age, working period, working status, education, and knowledge).The subjects of the research were 72 weld workers. Data were collected by observing directly using check list table cased on the standard operating system that used in PT. PAL Indonesia. The results showed that knowledge the determining factors with 0,02, it means that workers with little knowledge to violate the rule to use the personal protective equipment than the ones with knowledge.
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE DENGAN PENDEKATAN OPEN-ENDED Bq Malikah Hr; Musmiratul Uyun
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan literasi matematikasiswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu (quasi-eksperimental) dengan onegroup pretest-posttest design. Lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Masbagik Lombok Timur. Penelitian dilaksanakan dari bulan April sampai dengan Juli 2019. Adapun sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI MIPA 3 yang terdiri dari 34 siswa. Data dari hasil penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan uji hipotesis yaitu paired sampel t-test. Dari uji hipotesis penelitian, dihasilkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan literasi matematika siswa sebelum dan setelah penerapanmodel pembelajaran learning cycle dengan pendekatan open-ended. Berdasarkan rerata marginal dari hasil tes kemampuan literasi matematika siswa, diperoleh rerata pretest yaitu 40,24 dan rerata posttest yaitu 67,65. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran learning cycle dengan pendekatan open-ended dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PENGEMBANGAN GEDUNG PDAM GIRI MENANG Teddy Hartawan
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan PDAM Giri Menang yang sebelumnya dikenal dengan nama PDAM Kabupaten Lombok Barat lalu menjadi PDAM Giri Menang Mataram diawali dengan pembagunan Sistem Penyediaan Air Bersih di Kota Mataram pada tahun 1973 oleh Direktorat Teknik Penyehatan Departemen Pekerjaan Umum yang dibiayai dari APBN dan Buyers Credit dari Australia. Berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jendral Cipta Karya Departemen PU No : 2/9/KPTS/CK/76 tanggal 20 Desember 1976 dibentuk Badan Pengelola Air Minum (BPAM) dengan jangkauan pelayanan untuk Kecamatan Cakranegara, diperluas tahun 1978/1979 untuk Kecamatan Mataram dan Kecamatan Ampenan tahun 1979/1980. Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Cipta Karya Dept. PU No. 37/9/KPTS/CK/1981 tanggal 1 April 1981 BPAM Mataram berubah menjadi BPAM Lombok Barat. Untuk Mengantisipasi rencana penyerahan aset yang dikelola oleh PDAM kepada Pemerintah Daerah tahun 1980 Bupati Lombok Barat bersama DPRD Tk. II Lombok Barat menetapkan PERDA Nomor 6 tentang pendirian PDAM Kabupaten Lombok Barat. Baru pada tahun 1986 sarana prasarana serta fasilitas air bersih dikelola oleh BPAM resmi seluruhnya diserahkan oleh Menteri PU kepada Bupati Lombok Barat melaui SK Gubernur NTB Nomor 166/KPTS/1986 tanggal 26 April 1986. Pada tahun 1988 Perda Nomor 6 tahun 1980 dirubah dan disempurnakan dengan Perda Nomor 1 Tahun 1988 tentang pendirian PDAM Kabupaten Lombok Barat. Berdasrkan UU Nomor 4 tahun 1993 tanggal 26 Juli 1993 tentang pembentukan Kota Mataram, tonggak sejarah awal berpisahnya Kabupaten Lombok Barat dengan Kota Mataram sekaligus konsekuensi pembagian aset. Menyadari dan berpedoman pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 1993, disepakati kepemilikan PDAM secara bersama oleh kedua Pemerintahan dengan ditandatanganinya Surat Keputusan Bersama Bupati Lombok Barat dan Walikota Mataram Nomor 45 Taun 1998/3/KPPS/1998 dengan promosi pembagian 65% untuk Kabupaten Lombok Barat dan 35% untuk Kota Mataram. Sejarah akan mencatat PDAM Menang Mataram yang pertama di Indonesia dimiliki oleh dua Pemerintahan. Kemudian berdasarkan Perda Kabupaten Lombok Barat Nomor 4 Tahun 2012 nama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Menang Mataram berubah nama menjadi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang. Perencanaan pengembangan gedung kantor PDAM Giri Menang merupakan sebuah langkah untuk mengkaji kondisi bangunan gedung kantor PDAM Giri Menang dalam rangka pengembangan gedung kantor PDAM Giri Menang untuk antisipasi perkembangan 5 tahun ke depan. Maksud dari Perencanaan Pengembangan Gedung Kantor PDAM Giri Menang ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan pemerintah PDAM Giri Menang dalam melaksanakan pembangunan daerah melalui peningkatan pelayanan terhadap masyarakat dan konsumen pada khususnya. Tujuan Pekerjaan mengkaji kelayakan bangunan Gedung Kantor PDAM Giri Menang yang ada untuk 5 tahun ke depan dan perencanaan pengembangannya. Desain pengembangan bangunan gedung PDAM Giri Menang mempertimbangkan beberapa aspek yaitu : 1). Aspek arsitektural yang meliputi perancangan tapak, tata ruang dan building performance. 2). Aspek struktural yang meliputi system struktur dan bahan pelingkup struktur serta 3).Aspek utilitas yang meliputi semua system utilitas pendukung fungsi bangunan.

Page 2 of 2 | Total Record : 16