cover
Contact Name
I Gde Dharma Atmaja
Contact Email
sangkareangmataram@gmail.com
Phone
+62818361014
Journal Mail Official
sangkareangmataram@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A, Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Published by Sangkareang Mataram
ISSN : 23559292     EISSN : 27752127     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2019): Desember 2019" : 14 Documents clear
APLIKASI GAYA BERAT MIKRO 4-DIMENSI UNTUK MONITORING PERKEMBANGAN DEFORMASI DI AREA TERDAMPAK DAN LUAR TERDAMPAK LUAPAN LUMPUR SIDOARJO – JAWA TIMUR Gusti Ayu Esty Windhari
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 4 (2019): Desember 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lumpur Sidoarjo (LUSI), adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas tepatnya di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Tenggelamnya lahan pemukiman dan pabrik-pabrik industri ternyata belum cukup untuk menghentikan aktifitas lumpur panas yang saat ini menjadi perhatian sehubungan dengan dampaknya terhadap kondisi geologi daerah Porong yang mengalami perubahan struktur (deformasi). Survey geofisika menggunakan metode gaya berat mikro 4-D merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk memantau perkembangan deformasi yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melokalisasi daerah yang mengalami deformasi serta mengetahui perkembangannya dengan melihat perubahan massa persatuan luas yang dikenal dengan rapat massa yang didapat berdasarkan pengukuran akan perubahan nilai gaya berat yang dilakukan berulang secara periodik. Data hasil pengukuran yang telah dikoreksi menghasilkan nilai rapat massa yang mengalami perubahan signifikan dibeberapa tempat seperti di daerah Siring Barat dan Porong bagian selatan, sehingga daerah ini dapat dikelompokkan ke dalam daerah berzona lemah dengan perubahan nilai densitas < 0 mGal
DAMPAK VARIASI LAJU UDARA PEMANASAN OVEN TEMBAKAU TERHADAP JUMLAH KONSUMSI BAHAN BAKAR ALTERNATIF BIJI JARAK Ahamad Multazam; Alpiana Hidayatulloh
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 4 (2019): Desember 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laju udara pengopenan tembakau merupakan suatu hal yang dibutuhkan dalam proses pengopenan tembakau lombok(tembakau oven) dalam hal konsumsi bahan bakar. Laju udara pada proses pengopenan tembakau berdampak langsung terhadap kenaikan suhu udara didalam open tembakau dan konsumsi bahan bakar, tentu perlu dilakukan penelitian pengaruh laju udara pemanasan oven tembakau terhadap konsumsi bahan bakar alternatif biji jarak dengan tujuan membuktikan apakah variasi laju udara pengopenan tembakau tersebut penting atau tidak yang nantinya dibuktikan dengan jumlah konsumsi bahan bakar dan hasil krosok. Penelitian dilakukan secara experiment dengan pola variasi laju udar pengeringan. Dari hasil penelitian membuktikan bahwa pariasi laju udara pengeringan berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar dengan melakukan penyamaan waktu pembakaran. Pengaruh yang sangat nampak dibuktikan oleh jumlah konsumsi bahan bakar yaitu laju pengeringan dengan laju nol menghabiskan bahan bakar 22 kg. Laju pengeringan dengan laju 50 cm menghabiskan bahan bakar 39 kg dan laju pengeringan dengan laju 100 cm menghabiskan bahan bakar 31 kg. Jika dilihat dari lambat atau cepatnya kenaikan suhu pengopenan ternyata laju pengopenan dengan jarak 50 cm memilki tingkat kenaikan suhu paling cepat dan kenaikan suhu paling lambat adalah pola suhu dengan laju nol.
PENGARUH PEMBERIAN ASTAXANTHIN TERHADAP MORFOLOGI DAN MOTILITAS SPERMATOZOA MENCIT JANTAN DEWASA (Mus musculus) YANG DIBERIKAN PELATIHAN FISIK BERLEBIH Kardi; Iwan Desimal
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 4 (2019): Desember 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan fisik berlebih dapat menyebabkan timbulnya stress oksidatif, dimana stress oksidatif merupakan faktor utama penyebab infertilitas pada pria. Stress oksidatif ini disebabkan oleh adanya peningkatan ROS (Reactive Oxygen Spesies) yang akan mengakibatkan terjadinya aglutinasi sperma sehingga dapat mempengaruhi morfologi dan motilitas sperma. Produksi ROS dapat meningkat pada pria yang sering melakukan pelatihan fisik berlebih dan berada di lingkungan dengan polusi tinggi.Astaxanthin sebagai antioksidan memegang peranan yang sangat penting sebagai protektor spermatozoa terhadap ROS. Pemberian Astaxanthin diharapkan dapat mengatasi stress oksidatif yang dapat menimbulkan infertilitas pada pria. Dalam hal ini peneliti menggunakan pelatihan fisik berlebih sebagai oksidan yang dapat memicu terjadinya stress oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Astaxanthin terhadap morfologi dan motilitas spermatozoa yang diberi pelatihan fisik berlebih. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan posttest only control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah mencit jantan dewasa (Mus musculus) dengan kriteria : sehat, berat badan 20-22 gram, dan umur 2-3 bulan. Secara random, 33 ekor mencit dibagi 3 kelompok yaitu 11 ekor mencit kelompok kontrol, 11 ekor mencit kelompok perlakuan 1 yang diberi pelatihan fisik berlebih dan injeksi aquades 0,2 ml, 11 ekor mencit kelompok perlakuan 2 yang diberi pelatihan fisik berlebih dan Astaxanthin 0,01 mg yang dilarutkan dalam 0,5 ml aquades steril secara oral selama 35 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan motilitas spermatozoa mencit secara bermakna (P<0,05) pada kelompok perlakuan 2 setelah pemberian glutathion, dimana rerata motilitas spermatozoa kelompok kontrol adalah 33,90±8,66, rerata motilitas kelompok perlakuan I adalah 20,45±3,23, dan rerata motilitas kelompok perlakuan II adalah 24,63±5,22. Sedangkan rerata morfologi sperma normal pada kelompok kontrol adalah 52,36±6,29, rerata morfologi kelompok perlakuan I adalah 40,63±6,45, dan rerata morfologi kelompok perlakuan II adalah 50,18±4,37. Analisis kemaknaan dengan uji One Way Anova menunjukkan bahwa nilai F = 12,77 dan nilai p = 0,001. Hal ini berarti bahwa rerata morfologi spermatozoa pada ketiga kelompok sesudah diberikan perlakuan berbeda bermakna (p<0,05). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian Astaxantin pada mencit jantan dewasa yang diberi pelatihan fisik berlebih dapat meningkatkan morfologi dan motilitas spermatozoa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai dasar penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pengaruh astaxantin terhadap fungsi organ reproduksi lainnya seperti fungsi sel leydig dan kadar hormon testosteron serta sebagai dasar untuk meneliti pengaruh pemberian astaxantin terhadap motilitas spermatozoa manusia.
Dewan Redaksi dan Daftar isi Editorial Board
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 4 (2019): Desember 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewan Redaksi dan Daftar Isi

Page 2 of 2 | Total Record : 14