cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
+6281329380937
Journal Mail Official
jurnalstupa@ft.untar.ac.id
Editorial Address
Jurusan Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara Kampus 1, Gedung L, Lantai 7 Jl. Letjend. S. Parman No. 1, Jakarta Barat 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
ISSN : 26855631     EISSN : 26856263     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/stupa
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal STUPA merupakan Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara sebagai wadah publikasi artikel ilmiah dengan tema: Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (STUPA)
Articles 78 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019): APRIL" : 78 Documents clear
PUSAT PERMAINAN OLAHRAGA PIKIRAN Robby Putera Adhirama; Sutrisnowati Machdijar Odang
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3996

Abstract

Architourism dan tourism di Jakarta Barat khususnya Kecamatan Kembangan sangat kurang memadai, sehingga dikit sekali wisata yang datang ke jakarta ke kawasan tersebut. Walaupun lokasi merupakan sangat strategis dengan aksesibilitas yang baik, serta dengan fasilitas social yang baik. Dengan proyek ini di harapkan akan membangkitkan nilai tourism di kawasan kembangan ini dan menjadi sebuah salah satu landmark wisata di Indonesia yang dapat menarik wisatawan dari skala nasional hingga international. Pembuatan pusat wisata olahrga bertanjuk kepada rekreasi mindsport yang merupakan olahraga bukan hanya bertajuk kepada hal fisik, tetapi juga bertajuk kepada skill pemikiran dan game dikarenakan banyaknya pusat olahraga yang tidak berjujuan sebagai rekreasi. Dengan penambahan game bertujuan unutk menarik orang. Kriteria program yang diambil masuk kedalam komunikasi, kompetisi, tim, dan rekreasi. Dari ini didapatkan beberapa contoh rekreasional sport yang ingin dihasilkan, seperti cardgames dan boardgames.
HOTEL HIBURAN DI TEPI PANTAI Tjahyana, Andrew; Epifania, Priscilla
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3976

Abstract

Pantai Indah Kapuk area is a residential area that has sufficient carrying capacity. Shopping centers, hospitals, offices, apartments, hotels, education, fitness centers, traditional to modern markets, and entertainment centers such as restaurants and cafes are facilities owned by Pantai Indah Kapuk. With the increasing popularity of the Pantai Indah Kapuk area, the number of visitors to both foreign tourists and local tourists has also increased. Departing from this potential, an entertainment hotel project was designed which is located in Pantai Indah Kapuk 2. With the location of the site that has a border with the sea, it is expected that a hotel facility that emphasizes an activity that has direct contact with nature can have a good impact towards tourists who expect to experience a new experience in entertainment facilities in the capital city of Indonesia. One of the excellent programs of the entertainment hotel facilities is the casino. With the construction of a legal casino facility that can be managed and monitored by the government, it is hoped that a new breakthrough in the tourism sector especially in the capital city of Indonesia can be achieved optimally.  
GEDUNG SENI PERTUNJUKAN JAKARTA Eko Muliady
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3978

Abstract

Gedung seni pertunjukan, merupakan wadah bagi para seniman untuk berkarya, baik seni musik, seni peran, maupun seni rupa. Pada umumnya, gedung seni pertunjukan bisa berupa kawasan yang merupakan pusat seni pertunjukan. Semakin banyaknya musisi/seniman yang lahir di Indonesia maupun di dunia, mendorong banyaknya kebutuhan akan fasilitas pertunjukan para musisi tersebut. Di abad ke-21, sudah tercatat hampir 50 pusat seni pertunjuan iconic di dunia yang diakui tidak diragukan lagi kualitasnya. Dari ke-limapuluh gedung tersebut, hanya 5 dari Asia, itu pun di China dan Singpura. Sedangkan di Indonesia, baru beberapa pusat seni pertunjukan. Namun, belum ada yang iconic dan memiliki kualitas akustik yang memadai. Dan dari segi jumlah wisatawan seni pertunjukan Jakarta barat menempati jumlah paling sedikit di antara kawasan lainnnya, ironisnya di Jakarta barat terdapat pusat seni pertunjukan yaitu Kawasan Kota Tua, namun di lihat dari berbagai faktor banyak kekurangan yang kurang mendukung untuk berkembangnya seni di kawasan itu. Atas permasalahan tersebut, maka diperlukan perancangan pusat seni pertunjukan dengan program ruang yang lengkap dari segi tata ruang, aksesibel dari segi pencapaiannya, kualitas akustik yang baik dari segi interior dan dari segi eksterior. Perancangan GEDUNG SENI PERTUNJUKAN JAKARTA ini akan di integrasikan denagn ruang public sekitar, serta bagian eksterior mangambil tema kawasan dan konsep kawasan agar dapat selaras dengan lingkugan sekitar.
RE-DESAIN AREA SENI PERTUNJUKAN GELANGGANG REMAJA BULUNGAN Joerynda Putri Wijayakusuma; Stephanus Huwae
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4017

Abstract

Gelanggang Remaja Jakarta Selatan (GRJS) merupakan wadah eksplorasi dan aktivitas bagi para remaja di bidang seni, budaya dan olahraga yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat wisata sebagai bentuk dukungan untuk memperkenalkan warisan budaya yang kaya serta mencerminkan sejarah dan keberagaman etnis indonesia. Namun, dikarenakan fasilitas yang sudah tidak lagi mampu mewadahi minat dan bakat serta tidak memenuhi standard menjadikan GRJS tidak dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang berfokus pada seni pertunjukan yang telah dilupakan dari tahun ke tahun. Maka itu dengan dilakukannya re-desain diharapkan dapat mengembalikan kehadiran seni serta mengembangkan kawasan Bulungan. 
SENTRA BUDIDAYA DAN KREASI MUSIK BAMBU DI KELURAHAN SETU, JAKARTA TIMUR Jacinta Karina; Suryono Herlambang
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3986

Abstract

Kota merupakan tingkatan administratif dari sebuah pemerintahan. Di dalamnya terdapat fungsi – fungsi yang kompleks dan dihuni oleh masyarakat dengan berbagai aktivitas dan rutinitas, serta menjadi wadah bagi segala aktivitas, mata pencaharian, hunian, perdagangan, industry, pusat pemerintahan, dan lain – lain. Dari 24 jam, sebagian besar dihabiskan untuk bekerja dan belajar, sedangkan sebagian kecil dipergunakan untuk bersantai atau beristirahat. Jakarta merupakan ibukota negara Indonesia, disebut sebagai kota metropolitan, karena menjadi pusat politik, ekonomi, pariwisata, sosial budaya masyarakat, dan lain – lain. Arsitektur dalam kota menunjukkan citra kota tersebut, menjadikan ikon dan symbol tertentu, serta dapat menaikkan status sosial kota dan lingkungan binaan. Bidang pariwisata dalam karya arsitektur diharapkan menjadi destinasi wisata bagi warga Jakarta, dan sekitarnya. Untuk itu penulis mengkaji dan menganalisa Sentra Budidaya dan Kreasi Musik Bambu di Kelurahan Setu, Jakarta Timur dengan menggunakan metode pemikiran desain. Saat ini, bambu mulai diperhitungkan oleh pemerintah, terutama Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) sebagai seni, bahan jadi untuk kehidupan sehari – hari, bahkan bangunan berstruktur dan material utama dari bambu. Peluang bambu di kemudian hari akan bertambah tinggi, bahkan akan perlahan menggantikan kayu karena dengan teknik – teknik tertentu, bambu lebih unggul daripada kayu, dan mudah diperbaharui. Dalam perdagangan dunia saat ini, bambu adalah salah satu komoditas paling strategis dan mempengaruhi perekonomian dunia. 
TAMAN WISATA DAN KONSERVASI ANGGREK NUSANTARA Odelia Clarissa; Martin Halim
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3966

Abstract

Bunga anggrek merupakan salah satu jenis bunga yang spesiesnya sangat banyak tumbuh alami di Indonesia. Sejarah perjalanan bunga anggrek di Indonesia sudah tercatat sejak tahun 1869 saat ditemukan di Borneo. Bunga anggrek sampai sekarang sangat popular di kalangan masyarakat Indonesia karena keanggunan dan keindahannya. Oleh karena itu, bunga anggrek memiliki daya tarik baik dari segi sejarah dan edukasi. Kawasan Sentra Anggrek dan Tanaman Hias di Kebon Jeruk, Jakarta Barat pernah menjadi salah satu pusat perdagangan dan budidaya anggrek. Namun, sudah beberapa tahun terakhir kawasan itu mulai dijadikan permukiman sehingga tidak ada lagi petani-petani anggrek yang membudidayakan dan menjual bunga anggrek. Bunga anggrek tidak hanya menarik bagi masyarakat Indonesia, namun juga internasional. Dengan daya tariknya kawasan Sentra Anggrek memiliki potensi untuk dijadikan area wisata di tengah kota. Dalam proyek Architourism of The Metropolis, diharapkan dapat ditemukan solusi yang dapat menghidupkan kembali kawasan Sentra Anggrek dan Tanaman Hias serta menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat wisata yang dapat mengedukasi pengunjung serta mengembangkan budidaya anggrek sebagai salah satu bunga nasional Indonesia dengan dibangunnya taman indoor maupun outdoor yang dapat menjadi tempat habitat ex-situ bagi bunga anggrek Nusantara serta menyediakan ruang untuk mengembangkan teknologi pembibitan anggrek. Diharapkan dengan fasilitas-fasilitas yang dibangun dapat meningkatkan ketertarikan turis dan juga masyarakat akan bunga anggrek.
PENERAPAN FOCAL POINT DI JALAN TOL WIYOTO WIYONO PADA JAKARTA AUTOMOBILE MUSEUM William Suwono; Nina Carina
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4000

Abstract

Mobil telah menjadi katalis dalam perkembangan pertumbuhan infrastruktur transportasi di Indonesia, sehingga momen bersejarah banyak ditemukan pada perkembangan otomotif di Indonesia. Sampai dengan saat ini, Indonesia belum memiliki museum mobil yang dapat memenuhi hasrat dan aktivitas para penggemar otomotif. Museum Mobil Jakarta menyediakan wadah interaktif bagi masyarakat yang tertarik untuk mempelajari dan memperdalam pengetahuan tentang sejarah otomotif di Indonesia. Konsep dasar dari pembuatan massa bangunan adalah dengan menganalogikan sebuah mobil sport. Pembuatan kaca di bagian depan massa dan serta struktur baja yang di ekspos juga memberikan sebuah identitas bagi bangunan tersebut serta membuat titik fokus pandangan menjadi lebih jelas. Bangunan ini juga ditujukan untuk menjadi ikon dari peninggalan sejarah mobil di Indonesia, dan ikon dari pariwisata Jakarta.
VIVARIUM: WISATA EKOSISTEM RAWA BUATAN DI JAKARTA Angeline Tjahjadi; Diah Anggraini
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3964

Abstract

DKI Jakarta sebagai ibukota negara terdiri dari 5 wilayah dan 1 kabupaten. Jakarta Utara merupakan salah satu wilayah DKI Jakarta yang terkenal akan rawanya. Ekosistem rawa di Jakarta mengalami banyak sekali perubahan dengan seiring waktu bertumbuhnya kota Jakarta. Sebagian besar area rawa yang merupakan dataran rendah tersebut diubah menjadi kawasan permukiman penduduk sehingga berdampak pada terganggunya keseimbangan ekosistem rawa di Jakarta. Maka untuk menjaga kelestarian ekosistem rawa, masyarakat perlu dikenalkan dan diedukasi mengenai ekosistem rawa serta manfaatnya bagi kehidupan mahluk hidup. Langkah yang dapat dilakukan adalah dengan menghadirkan kembali ekosistem rawa dalam bentuk ekosistem buatan (vivarium). Dalam ekosistem buatan ini, masyarakat akan merasakan pengalaman berada dalam ekosistem rawa dan mengenal kehidupan di dalamnya. Dimulai dari flora dan fauna khas rawa hingga kehidupannya. Selain itu, masyarakat dapat mengenal flora dan fauna khas rawa ini dari dekat dan berinteraksi secara langsung. Untuk mewadahi kegiatan-kegiatan tersebut maka dibuatlah proyek Vivarium, wisata ekosistem rawa buatan di Jakarta ini. Dalam proyek ini akan berisi ekosistem rawa buatan serta fasilitas untuk menunjang edukasi masyarakat mengenai ekosistem rawa. Tulisan ini bertujuan menghasilkan suatu konsep dan rancangan proyek vivarium yang dapat mewadahi kegiatan-kegiatan terkait wisata ekosistem rawa buatan di Jakarta, yang  sekaligus dapat menjadi sarana untuk  menunjang edukasi masyarakat agar lebih peduli dan tergerak untuk melestarikan ekosistem rawa. Proyek ini diharapkan dapat menjadi suatu karya architourism yang berdampak positif baik dari sisi pelestarian rawa maupun bagi kesejahteraan masyarakat banyak  terutama di Jakarta Utara.
RUANG PENYEMBUHAN DENGAN SENI RUPA Geraldina Triaz; Alvin Hadiwono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3812

Abstract

rendahnya tingkat pendapatan, kemacetan, dan kurangnya ruang terbuka hijau yang merupakan sarana penyejukan dan tempat berekreasi. Oleh karena itu, dalam lingkup metropolitan seperti Jakarta ini, dibutuhkan ruang-ruang baru yang dapat diakses public, baik secara jangkauan area, maupun secara jangkauan harga. Bertambahnya minat terhadap seni di Jakarta menjadi pertimbangan untuk membuat suatu destinasi wisata rohani yang menggunakan media seni sebagai cara penyembuhan. Efek ini dihasilkan dari kegiatan mengekspresikan diri melalui media seni ini menstimulasi otak untuk menyambungkan jaringan-jaringan di dalamnya agar saling berkomunikasi yang disebut “Brain Plasticity”. Di dalam destinasi wisata ini, terdapat area-area yang dapat diakses public yang berupa ruang terbuka hijau dengan banyak penghijauan yang berada di luar bangunan. Tujuannya adalah agar semua lapisan masyarakat yang datang dapat menikmati ruang terbuka public yang terdapat di bangunan ini meskipun tidak masuk ke dalamnya dan membayar untuk menikmati wisata seni yang ada. Media seni yang digunakan sebagai destinasi wisata juga mengandung unsur penyembuhan bagi pengunjung yang datang. Penyembuhan ini pertama-tama menyembuhkan sisi spiritual pengunjung yang pada akhirnya sisi lain seperti mental dan fisik juga dapat tersembuhkan juga. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan melihat-lihat karya seni dan mengerjakan kesenian itu sendiri. Seni rupa diambil menjadi kegiatan utama karena jenis seni itu tidak membutuhkan keahlian khusus, sehingga dapat lebih mudah untuk dilakukan semua orang dengan bantuan terapis yang disediakan.
HORTIKULTURA VERTIKAL Fathonah Anjar Rohani; Sutarki Sutisna
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/.v1i1.4001

Abstract

Dampak dari perubahan iklim yang terjadi di Jakarta Utara serta pencemaran polusi udara yang mengakibatkan proyek Hortikultura Vertikal hadir sebagai pembersih udara. Dengan membawa konsep alam dari hortikultura ke Jakarta utara menjadi sebuah lingkungan buatan yang alami melalui metode pendekatan kualitatif. Program proyek Hortikultura Vertikal mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk peduli dengan lingkungan serta memberikan wadah wisata ekologi berbasis perkebunan yang dapat menjadi percontohan serta menjadi tempat rekreasi yang megedukatif. Sehingga tidak hanya kepedulian masyarakat tentang lingkungan yang sehat terbangun, tetapi juga menciptakan lingkungan buatan.