cover
Contact Name
Nurir Rohmah
Contact Email
nurir@poltera.ac.id
Phone
+6287850898991
Journal Mail Official
jurnaltechnobahari@poltera.ac.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Madura Jl. Raya Camplong, KM. 4 Taddan, Camplong
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Techno Bahari
ISSN : 24068829     EISSN : 27468399     DOI : -
Focus and Scope This journal encompasses original research articles, including: Technology Science Machinery Engineering Mechanical Engineering Shipbuilding Engineering Electrical Engineering (Electronics)
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2018)" : 7 Documents clear
Studi Metode Smooth Particle Hydrodynamics Pada Fluida Hafid Setyo Hadi
Techno Bahari Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fluids, a phenomenon that is difficult to be modeled realisticly, can be done by a mathematical approach. This research is interesting in the fluid simulation by applying a fast and stable particel model. Fluids flow is simulated in the boundaries of geometry space. The research is focused on simulations where mathematical equations and fluid dynamics are needed to define complex fluid movements. Simulations made in rendering mode: points ot dots and to display collision interactions between fluid particles and the dividing wall. The Smooth Particle Hydrodynamic (SPH) method with the Lagrange equation will be applied in this analysis.
Rancang Bangun Dan Studi Eksperimen U-Tube Heat Exchanger Dengan Straighten Plate Di Daerah Inlet D/D = 0,5 Sebagai Pemanas Air Menggunakan Media Pemanas Oli Lukman Hadiwijaya , Mohammad Anas Fikri
Techno Bahari Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

U-Tube Heat Exchanger merupakan jenis alat penukar panas yang paling banyak dijumpai penggunaannya di dalam proses industri. U-tube digunakan untuk memberikan luasan per volume yang sangat besar dari sistem perpindahan panas. Perpindahan panas secara konveksi terjadi antara permukaan dinding tube dan fluida yang mengalir di sepanjang tube dimana keduanya memiliki perbedaan temperatur. Karakteristik aliran di dalam tube berperan penting dalam desain alat penukar panas.   Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perpindahan panas pada u-tube heat exchanger yang mengalami sudden expansion setelah pemasangan straighten plate dengan variasi rasio diameter inlet tube yaitu d/D = 0,5. Ini dibandingkan dengan u-tube original yaitu D = 16 mm. Panjang tube, L = 0,84 m dan tebal tube, t = 1 mm. Temperatur dinding tube dijaga konstan pada Ts = 50 °C, temperatur air masuk Tin = 28 °C, mass flow rate, ? = 0,2 kg/s. Media pemanas yang digunakan dalam menentu-kan jumlah kalor yang dibutuhkan untuk pemanas air adalah media pemanas oli dan media pemanas air sebagai pembanding. Proses pertama adalah perancangan dan pembuatan U-Tube Heat Exchanger. Tahap berikutnya adalah tahap eksperimen, dimana penulis akan melakukan tahap eksperimen dengan variasi media pemanas oli dan air. Penulis akan membandingkan Temperature outlet u-tube heat exchanger setelah dipasang straighten plate dengan originalnya serta membandingkan kebutuhan jumlah kalor yang dibutuhkan media pemanas oli dan air.   Hasil eksperimen yang didapat dari penelitian ini adalah Straighten Plate mampu menghasilkan kenaikan temperatur output (Tout) dibandingkan dengan originalnya. Peningkatan temperatur outlet yang paling signifikan terjadi pada Mass Flow Rate ( ?) yang paling kecil, karena semakin kecil Mass Flow Rate ( ? ) maka waktu kontak dengan media pemanas semakin lama. Kebutuhan kalor yang dibutuhkan untuk memanaskan media pemanas oli lebih kecil jika dibandingkan dengan media pemanas air, sehingga alat Heat Exchanger untuk pemanas air ini akan lebih hemat energi.
Perancangan Floating Dock Untuk Fasilitas Galangan Di Pt. Yasa Wahana Tirta Samudera-Semarang Erpan Ependi, M. Musta’in, Heni Siswanti
Techno Bahari Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

YWTS adalah galangan kapal yang memiliki fasilitas dok yang terbatas, sehingga kemampuan melakukan docking tidak sebanding dengan jumlah permintaan docking kapal yang ada setiap tahunnya. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya perancangan tambahan fasilitas dok berupa floating dock jenis single pontoon double side wall. Floating dock dipilih karena keterbatasan lahan PT. YWTS. Perancangan tersebut menghasilkan desain lines plan, kurva hidrostatik, kurva bonjean, general arrangement, dan gambar konstruksi. Selanjutnya dihitung Ton Lifting Capacity floating dock tersebut. Selain itu juga dilakukan perhitungan pada sistem ballast dan daya listrik generator pada floating dock tersebut.   Dari hasil perancangan didapatkan desain floating dock dengan panjang 108 m, lebar internal 25,4 m, lebar eksternal 32,6 m, sarat pontoon 1,8 m, tinggi pontoon 2,5 m, lebar side wall 3,6 m dan tinggi keseluruhan floating dock termasuk ruang kontrol adalah 10,5 m. Pada floating dock dilengkapi dengan pompa ballast dengan kapasitas 432 m3/jam. Floating dock juga dilengkapi dengan dua tipe generator set di setiap side wall, yaitu generator utama yang memiliki daya 485 KW dan generator bantu yang memiliki daya 22 KW. Floating dock yang dirancang memiliki 2887 TLC, dengan tipe konstruksi memanjang.
Perhitungan Konstruksi Konversi Kapal Tanker Single Hull Menjadi Double Hull (Studi Kasus Mt. Dewi Sri 3557 Dwt) Zulaila, Heni Siswanti
Techno Bahari Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peristiwa kecelakaan pada kapal tanker pada umumnya terjadi akibat tubrukan (collision). Pada tanker single hull tubrukan mengakibatkan tumpahnya muatan minyak sehingga terjadi pencemaran laut. IMO (International Maritime Organization) telah menetapkan standar lambung ganda untuk keselamatan laut pada tahun 1992 yang tertuang dalam MARPOL (International Convention for the Prevention of the Pollution from Ships). Konvensi ini mewajibkan semua kapal minyak yang berlayar di perairan Internasional dengan DWT (Dead Weight Tonnage) 600 Ton atau lebih yang diserahkan pada atau setelah tanggal 6 Juli 1996 menggunakan konstruksi double hull. Saat ini di Indonesia masih terdapat kapal tanker yang menggunakan konstruksi single hull, sehingga jika terjadi kecelakaan maka tingkat risiko pencemaran air laut akibat tumpahan minyak masih tinggi. Untuk mengantisipasi pencemaran laut akibat tumpahan minyak tersebut, maka beberapa kapal tanker single hull yang masih beroperasi saat ini melakukan konversi lambung menjadi double hull.   Pada penelitian ini dilakukan perhitungan konversi pada konstruksi lambung MT. Dewi Sri 3557 DWT, dari yang semula single hull menjadi double hull. Perhitungan konstruksi yang dilakukan mengacu pada aturan BKI Volume II (Rules for hull) tahun 2014. Perhitungan konstruksi difokuskan pada penambahan inner hull dengan tebal plat 8 mm. Pada inner hull dipasang pembujur (longitudinal) dengan ukuran profil 120 x6 mm. Jarak antara inner hull dan plat sisi existing adalah 1092 mm. Pelintang sisi yang awalnya menggunakan profil T diganti menjadi stringer yang berupa plat bilah (profil I) dengan tebal plat 10 mm. Penambahan inner hull dan penggantian profil pelintang lambung kapal ini mengakibatkan penambahan berat konstruksi sebesar 71,78 ton.
Analisis Perubahan Tutupan Lahan Di Kawasan Pesisir Selatan Kota Sampang Dengan Menggunakan Citra Satelit Multitemporal Berbasis Sistem Informasi Geografis Annafiyah, Ike Dayi F, Akh. Maulidi
Techno Bahari Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remote Sensing and the Geospatial Information System (GIS) can facilitate observation of land cover changes including land changes along the coast. With this technology, supervision and control of changes in coastal area becomes easier, faster, and more accurate. Remote sensing technology based on satellite imagery uses Landsat 8 imagery as a multi temporal image. Sampang, which is located in the coastal area of Madura island, is very important to accommodate land cover areas along its coast to maintain coastal environmental conditions. In this study, an observation of land cover changes was carried out based on supervised classification result of Landsat 8 images in 2014 and 2017. The result of this study show that the method can provide accurate information about land cover and its changes with Kappa accuracy value is 0.77 (Substantial agreement) and 0.82 (Almost perfect agreement). Additional area of Land use is a water body 0.61%, mangrove area 0.30%, dry land agriculture 10.63%, and bushes 6.80%. The reduction area is settlement of 0.21%, paddy fields of 18.11% and ponds of 1.85%.
Rancang Bangun Peralatan Pengaturan Kecepatan Motor Bldc Menggunakan Pulse Width Modulation (PWM) Abdillah Fashiha Ilman , Kukuh Widarsono, Moh. Jauhari, Fitrah Maharani Humaira
Techno Bahari Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat transportasi yang paling ramah lingkungan adalah sepeda. Tetapi sepeda kalah saing oleh kendaraan bermotor, kendaraan bermotor dapat mengotori udara dengan asap-asap yang dikeluarkan. Kendaraan listrik merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut, dan penggerak utama kendaraan listrik adalah motor BLDC motor ini dipilih karena memiliki torsi dan kecepatan yang baik, akan tetapi permasalahan yang ada pada motor BLDC ialah terletak pada sistem kontrol motor BLDC yang sulit. Terdapat 2 jenis metode yang bisa digunakan yaitu metode six-step dan metode PWM. Metode Pulse Width Modulation (PWM) merupakan metode yang baik, metode PWM yaitu dengan cara membaca nilai ADC masuk yang dibaca oleh mikrokontoler, nilai ADC tersebut merupakan acuan nilai PWM yang nantinya akan di trigger ke inverter motor BLDC. Hasil penelitian ini diharapkan dapat diaplikasikan sebagai sistem kontrol kendaraan ramah lingkungan baik itu motor listrik maupun mobil listrik.
Sistem Keamanan Pada Kapal Nelayan Dengan Sistem Pemantauan Posisi Kapal Menggunakan Gps Laily Ulfiyah, Tristiandinda Permata, Kukuh Widarsono
Techno Bahari Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka menciptakan kondisi keamanan kemaritiman Indonesia dari teroris pembajak kapal Indonesia, diperlukan upaya untuk menyelesaikan permasalahan keterbatasan jumlah kapal TNI AL dan POLAIR dalam pengawasan kemaritiman selama 24 jam. Untuk membantu peran dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), diperlukan suatu alat pengirim data lokasi kapal dan gambar TKP ke server TNI AL dan POLAIR untuk penangkapan teroris pembajak kapal Indonesia. Alat ini berbasis navigasi dan telekomunikasi kapal.   Prinsip kerja alat ini sesuai dengan GMDSS (Global Maritime Distress and Safety System). Alat ini juga disesuaikan dengan peraturan yang ada di SOLAS dan UU No. 17 Tahun 2008 tentang pelayaran. Sistem kerja alat ini, yaitu ketika peristiwa pembajak kapal Indonesia terjadi maka, kapten atau nahkoda kapal korban (Indonesia) menekan tombol remot S.O.S. lalu kapal akan mengambil data lokasi kapal korban dan melempar GPS yang terletak di dua sisi kapal ke kapal teroris pembajak dengan prinsip pneumatik sebagai pelontar GPSnya. GPS yang melekat di kapal teroris pembajak akan mengambil lokasinya. Secara bersamaan kamera yang terletak di bagian atas ke-empat sisi ruang kontrol akan mengambil gambar tempat kejadian perkara (TKP).   Semua data yang diambil seperti lokasi korban, lokasi kapal teroris pembajak dan gambar tempat kejadian perkara (TKP) akan dikirim ke server TNI AL dan POLAIR. Setelah semua data terkirim, TNI AL dan POLAIR akan mudah untuk menangkap kapal teroris pembajak kapal Indonesia karena data lokasi yang sudah dapat dipantau.

Page 1 of 1 | Total Record : 7