cover
Contact Name
Irma Yuliani
Contact Email
ijougs@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285854981814
Journal Mail Official
ijougs@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka, No. 156, Ronowijayan, Siman, Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies
ISSN : 27457397     EISSN : 2745861X     DOI : https://doi.org/10.21154/ijougs
Core Subject : Humanities, Social,
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies is a bilingual journal that published in June and December by The Institute for Research and Community Services of State Institute for Islamic Studies (IAIN) Ponorogo. The Journal is focus on the result from researches and studies of gender equities or inequities through in civil society, culture, education, lenguange, religions etc.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2022)" : 5 Documents clear
Problematika Kekerasan Berbasis Gender Dan Pencapaian Gender Equality Dalam Sustainable Development Goals Di Indonesia Anisa Munasaroh
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ijougs.v3i1.3524

Abstract

Kesetaraan gender merupakan salah satu isu prioritas dalam visi pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), diantaranya yaitu mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender, memenuhi hak-hak perempuan, serta menghapuskan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. Kekerasan terhadap perempuan yang selama ini terjadi disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah ketimpangan relasi gender, dimana perempuan menempati posisi subordinasi di bawah kedudukan laki-laki. Kekerasan berbasis gender, apabila tidak segera ditangani maka akan merugikan perempuan, terutama perempuan-perempuan kondisi rentan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika kekerasan gender dan pencapaian tujuan gender equality yang dicanangkan dalam butir Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui pendekatan kritis penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan kesadaran kritis dalam menghadapi masalah-masalah terkait dengan kekerasan berbasis gender dalam dunia digital dan melakukan pemecahan terhadap masalah-masalah tersebut, khususnya ketimpangan-ketimpangan gender yang berakibat pada meningkatnya angka kekerasan berbasis gender. Tujuan gender equality yang diusung dalam SDGs memberikan atmosfer yang sangat kondusif, utamanya bagi perempuan agar mereka memperoleh rasa aman dan terhindar dari segala bentuk kekerasan ketika berada di ruang digital. SDGs juga dilengkapi dengan petunjuk pelaksanaan, sehingga hal tersebut memudahkan pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan kesetaraan gender. Namun disamping itu, peran pemerintah yang lain juga diperlukan, terutama dalam hal menyusun peraturan sebagai payung hukum yang akan menjerat tersangka dan melindungi korban, mengingat hukum yang ada saat ini cenderung bias terhadap gender.
Model Evaluasi Pembelajaran dengan Dimensi Gender Social Inclusion pada Sekolah Dasar Asmidati Rofiatul Nikmah
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ijougs.v3i1.4265

Abstract

Dalam dunia pendidikan, evaluasi dapat diartikan sebagai proses yang dilakukan oleh seorang guru untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan suatu program pembelajaran sudah tercapai dan dilaksanakan secara berkesinambungan. Evaluasi hasil belajar siswa dilakukan oleh pendidik untuk memantau sejauhmana keberhasilan dan kemajuan belajar siswa. Evaluasi pembelajaran diartikan sebagai suatu proses untuk menentukan tingkat pencapaian dalam pembelajaran sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Permasalahan dilatarbelakangi oleh evaluasi pembelajaran yang dilakukan di sekolah dengan tidak melibatkan peran GSI didalamnya. Hal ini akan mengakibatkan evaluasi pembelajaran tidak bisa berjalan dengan adil dan efektif. Evaluasi pembelajaran, harus memperhatikan dari aspek gender, sosial, dan inklusi peserta didik. Hal ini dilakukan supaya guru dapat menerapkan model, sistem, media, dan strategi pembelajaran, setelah melakukan proses evaluasi. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan evaluasi pembelajaran dengan dimensi GSI pada Sekolah Dasar. Analisis difokuskan pada aspek evaluasi pembelajaran dengan melibatkan peran GSI pada Sekolah Dasar.Metode penelitian yang digunakan berupa metode penelitian library research.Hasil penelitian ini, peneliti memandang bahwa kegiatan evaluasi pembelajaran harus dilakukan dengan melibatkan dimensi GSI didalamnya, supaya kegiatan pembelajaran kedepannya dapat lebih baik tanpa memandang perbedaan dan tanpa melakukan diskriminatif.Kata Kunci: Evaluasi Pembelajaran, Dimensi GSIAbstract:In the world of education, evaluation can be interpreted as a process carried out by a teacher to find out the extent to which the success of a learning program has been achieved and implemented on an ongoing basis. Evaluation of student learning outcomes is carried out by educators to monitor the success and progress of student learning. Learning evaluation is defined as a process to determine the level of achievement in learning in accordance with the goals that have been set. The problem was motivated by the evaluation of learning carried out in schools that did not involve the role of GSI in it. This will result in the evaluation of learning cannot run fairly and effectively. Evaluation of learning, must pay attention to aspects of gender, social, and student inclusion. This is done so that teachers can apply models, systems, media, and learning strategies, after carrying out the evaluation process. This paper aims to describe the evaluation of learning with GSI dimensions in elementary schools. The analysis focused on the aspect of learning evaluation by involving the role of GSI in elementary schools. The research method used is a library research method. The results of this study, researchers view that learning evaluation activities must be carried out by involving the GSI dimensionin it, so that future learning activities can be better regardless of differences andwithout discriminating.Keywords: Learning Evaluation, GSI Dimension
Kekerasan Seksual dalam Perspektif Dominasi Kuasa Ryan Aldi Nugraha; Subaidi Subaidi
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ijougs.v3i1.3694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kasus kekerasan seksual yang terjadi berdasarkan perspektif dominasi kuasa, di mana kekerasan seksual terjadi dalam lingkup pendidikan formal dan informal yang cenderung struktural; antara orang yang menguasai (powerful) dan orang yang dikuasai (powerless). Kemudian menganalisis kondisi-kondisi kebergantungan dilihat dari motif kronologis kasus. Penelitian ini menggunakan Metode kajian literatur. Data diperoleh dari Catatan Tahunan Komnas Perempuan, SIMFONI-PPA (Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak), dan portal berita nasional teraktual. Berdasarkan data yang dihimpun oleh SIMFONI-PPA pada tahun 2021, diketahui bahwa kasus kekerasan dan pelecehan sebanyak 59,2% terjadi di dalam rumah tangga, 26,9% terjadi di lingkungan pendidikan formal - informal, dan 13,6% terjadi di tempat kerja dan fasilitas umum. Dari 21.000 lebih jumlah korban kekerasan dan pelecehan seksual, ada 19,9% korbannya adalah laki-laki, dengan 60% korbannya adalah pelajar laki-laki. Hal ini mengindikasikan bahwa kasus kekerasan dan pelecehan seksual tidak terobjektifikasi pada gender tertentu. Di lingkungan pendidikan formal maupun informal, motif yang dipakai pelaku seringkali memanfaatkan kuasa dan kondisi kebergantungan untuk melakukan tindakan pelecehan.
Perempuan dan Akses Ekonomi: Menelaah Program MAMPU di Indonesia Uswatul Khasanah
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ijougs.v3i1.3504

Abstract

Gender menjadi masalah apabila terjadi perbedaan (diskriminasi) perlakuan dalam akses, partisipasi, kontrol dalam menikmati hasil pembangunan antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam hal gender menyebabkan ketidakadilan gender yang mayoritas menimpa kaum perempuan. Salah satu ketidakadilan gender ini termanifestasi dalam bentuk marginalisasi. Marginalisasi yaitu proses peminggiran atau pemiskinan perempuan yang mengakibatkan kemiskinan. Sebagai upaya menghadapi kemiskinan, Indonesia bekerjasama dengan Australia membuat program MAMPU. Program ini dilaksanakan oleh mitra mampu yaitu ILO dibantu oleh YASANTI sebagai organisasi mitra di tingkat wilayah. Dalam melaksanakan program haruslah mengedepankan kesetaraan dan keadilan gender, yang dalam hal ini disebut dengan pengarusutamaan gender. Pengarusutamaan gender telah diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000. Selanjutnya penelitian ini bertujuan untuk menelaah program MAMPU yang telah dilaksanakan YASANTI di Kabupaten Bantul, Kulon Progo dan Sleman perspektif evaluasi yang merupakan salah satu aspek pengarusuatamaan gender. Penulisan artikel ini menggunakan metode kepustakaan. Dengan sumber data berupa buku, laporan penelitian, peraturan perundang-undangan dan website resmi yang membahas program MAMPU. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program MAMPU yang dilaksanakan oleh YASANTI telah menunjukkan keberhasilan, hal itu terlihat dari hasil evaluasi program, evaluasi hasil, dan evaluasi dampak. Namun, dalam evaluasi proses, variabel budaya menjadi penghambat keberhasilan program ini.
Jalan Terjal Menuju Perguruan Tinggi Responsif Gender: Lesson Learned dari Piloting Program Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender di IAIN Metro Mufliha Wijayati; Elfa Murdiana; Agus Hamdani
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ijougs.v3i1.3983

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman IAIN Metro menuju perguruan tinggi responsif gender melalui intervensi kebijakan perencanaan dan penganggaran responsive gender (PPRG). Program ini dilaksanakan selama 3 tahun dari 2016 – 2018. Melalui observasi implementasi program, wawancara, dan pemetaan dokumen, penelitan ini memperlihatkan bahwa keberhasilan pengarusutamaan gender di IAIN Metro didukung oleh potensi personal, terbangunnya sistem yang kuat, pola relasi kuasa, dan budaya masyarakat setempat. Potret perjalanan IAIN Metro sebagai piloting Program Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender memungkinkan untuk diduplikasi di perguruan tinggi lain yang memiliki potensi dan kesamaan karakteristik.

Page 1 of 1 | Total Record : 5