cover
Contact Name
Andreas Ryan Sanjaya
Contact Email
jurnalkomunikasi@unika.ac.id
Phone
+6224-8441555
Journal Mail Official
jurnalkomunikasi@unika.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Hukum dan Komunikasi, Universitas Katolik Soegijapranata, Jl. Pawiyatan Luhur IV/1, Bendan Dhuwur, Semarang 50234, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Komunikasi dan Media
ISSN : -     EISSN : 27468364     DOI : https://doi.org/10.24167/jkm
Core Subject : Education,
Artikel yang diterbitkan adalah artikel hasil penelitian, baik penelitian lapangan, analisis teks, maupun studi literatur. Topik artikel yang difokuskan dalam jurnal ini adalah komunikasi strategis, komunikasi publik, kajian media dan budaya, jurnalisme, dan teknologi komunikasi dan informasi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2: Mei 2021" : 6 Documents clear
Peranan Guru Dalam Memberikan Literasi Hoaks Rika Saraswati; Rotumiar Pasaribu; Abraham Wahyu Nugroho
Jurnal Komunikasi dan Media Vol 1, No 2: Mei 2021
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jkm.v1i2.3182

Abstract

Berita bohong atau Hoaks menjalar keseluruh lapisan masyarakat Indonesia dan merambah di segala usia, gender, dan status sosial. Penyebaran berita bohong atau hoaks sangat mudah dilakukan melalui media sosial seiring dengan kemudahan teknologi dan akses kepemilikan pada perangkatnya, seperti handphone.  Data menunjukkan bahwa remaja menjadi pelaku menyebaran hoaks dengan berbagai jenis berita. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengedukasi  remaja mengenai hal ini melalui orang-orang terdekat, salah satunya adalah guru. Guru memiliki peran dalam mendidik dan mengevaluasi kemampuan perkembangan peserta didik secara akademik dan nonakademik. Oleh sebab itu, tulisan ini berfokus pada peranan guru dalam memberikan literasi tentang hoaks di sekolah. Sekolah yang menjadi lokasi penelitian adalah SMA Sint Luis, SMA Daniel Creative School, SMA Santo Yosep dan SMA Theresiana.   Penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif ini menunjukkan hasil bahwa para guru telah berperan serta dalam memberikan literasi hoaks kepada para siswa. Akan tetapi, masih terdapat kekurangan mengenai durasi, kebaruan informasi dan metode menyampaian. Literasi hoaks yang dilakukan juga tidak diselenggarakan secara berkelanjutan. Oleh karena itu perlu upaya untuk membuat suatu program dalam rangka menjamin para siswa mendapatkan literasi hoaks melalui cara atau metode yang lebih baik sangat diperlukan. 
Representasi Profesionalitas Wartawan Pada Film Kill The Messenger (Analisis Semiotika John Fiske) Richard Jefferson; Hermawan Pancasiwi; Abraham Wahyu Nugroho
Jurnal Komunikasi dan Media Vol 1, No 2: Mei 2021
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jkm.v1i2.3180

Abstract

Film dapat dimanfaatkan di dalam dunia pendidikan. Hal ini didasari karena film dapat menarik perhatian orang dan menyampaikan pesan secara unik. Film Kill The Messenger merupakan salah satu film yang diangkat dari kisah nyata dan memiliki pesan berkaitan dengan profesionalitas wartawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profesionalitas apa saja yang diterapkan oleh seorang wartawan dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai wartawan profesional dalam tingkat realitas, representasi dan ideologi pada film Kill The Messenger. Penelitian ini menggunkan metode kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika John Fiske melalui teori The Code of Television. Analisis meliputi level realitas, level representasi dan level ideologi. Dari penelitian ini, peneliti menemukan tanda-tanda profesionalitas dalam Film “Kill The Messenger”, yang meliputi representasi berita yang faktual dan jelas sumbernya, memiliki rasa terpanggil dan melayani masyarakat, memiliki rasa otonomi dalam membuat keputusan, bertanggung jawab dan transparan terhadap hasil tulisannya, profesional mengatur dirinya sendiri, dan bersifat independen.
“Di Setiap Kamis, Nyali Berlapis”: Analisis Semiotika Permohonan Keadilan Ham Pada Lagu “Jingga” Karya Efek Rumah Kaca Sita Nariswari
Jurnal Komunikasi dan Media Vol 1, No 2: Mei 2021
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jkm.v1i2.3188

Abstract

Lagu adalah sebuah alat komunikasi massa yang paling universal untuk menyampaikan pesan karena lagu dapat menggapai elemen kognitif dan emosi manusia. Di Indonesia musik digunakan pula sebagai sebuah instrumen kritik sosial. Salah satu musisi yang menyampaikan pesan kritik sosial melalui lagu-lagunya adalah band Efek Rumah Kaca, sebuah band indie asal Jakarta. Salah satu lagunya adalah Jingga, yang bercerita tentang bagaimana peserta Aksi Kamisan menuntut keadilan HAM terhadap penculikan aktivis pada 1997-1998. Karena sebuah lagu merupakan seni yang abstrak dan multimakna, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna dibalik lirik tersebut dengan menggunakan metode analisis semiotika Saussure. Lirik dan chord dalam Lagu Jingga akan menjadi data primer dalam penelitian ini, sedangkan studi pustaka, wawancara dan observasi akan menjadi data sekunder dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah: Jingga merupakan wujud kepedulian dan kekaguman dari band Efek Rumah Kaca terhadap kegigihan peserta Aksi Kamisan yang selalu setia menuntut keadilan HAM selama 14 tahun. Lagu Jingga merepresentasikan semangat para peserta Aksi Kamisan untuk selalu membela hak asasi manusia pada kasus penculikan aktivis 1997-1998 lewat lirik dan chord yang ada di dalam lagu Jingga. Keterikatan antara lirik dan chrod pada lagu ini sangatlah kuat dan sangat membantu para pendengar lagu untuk memahami pesan dibalik lagu ini dengan baik. 
Persepsi Masyarakat Dieng Terhadap Ruwatan Rambut Gimbal: Sebuah Tinjauan Literatur Serafina Indah Chrisanti
Jurnal Komunikasi dan Media Vol 1, No 2: Mei 2021
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jkm.v1i2.3240

Abstract

Ruwatan Rambut Gimbal adalah salah satu ritual unik yang ada di Indonesia. Ritual ini masih dilaksanakan sampai sekarang karena masyarakat Dieng menghormati tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang mereka. Sayangnya, persepsi masyarakat Dieng terhadap Ruwatan Rambut Gimbal berubah ketika ritual tersebut masuk kedalam rangkaian acara Dieng Culture Festival (DCF). Nilai budaya yang ada berubah menjadi nilai tukar karena adanya upaya komodifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Ruwatan Rambut Gimbal dalam kacamata Masyarakat Dieng. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma literature review. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi yang menggunakan buku dan jurnal sesuai tema penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah masyarakat Dieng memiliki dua kacamata yang berbeda dalam memandang Ruwatan Rambut Gimbal sebelum adanya DCF dan sesudah adanya DCF.
Komunikasi Organisasi Dalam Penerapan E-Learning Di Universitas Atma Jaya Yogyakarta & Universitas Negeri Yogyakarta Ranggabumi Nuswantoro
Jurnal Komunikasi dan Media Vol 1, No 2: Mei 2021
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jkm.v1i2.3270

Abstract

Penerapan e-learning di institusi pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, membawa dampak yang signifikan. Mulai dari dampak pada pola belajar-mengajar, sistem komunikasi informasi, hingga budaya organisasi. Penelitian ini melihat bagaimana e-learning diterapkan dalam proses pembelajaran di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (representasi universitas swasta) dan Universitas Negeri Yogyakarta (representasi universitas negeri) dari sudut pandang komunikasi organisasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Adapun data utama diambil dari wawancara terhadap pimpinan perguruan tinggi, baik di rektorat maupun pimpinan unit. Sedangkan data sekunder diambil dari berbagai dokumen universitas baik berupa soft file maupun hard file. Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa e-learning membuat proses pembelajaran menjadi terbuka dan partisipatif. Perguruan tinggi juga terbantu dalam melakukan komunikasi internal, khususnya komunikasi antarbagian dalam kaitannya dengan pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi. Beberapa prinsip good corporate university berhasil diterapkan, seperti transparansi dan akuntabilitas. Hanya saja ditemukan perbedaan kebijakan di perguruan tinggi swasta dengan negeri, terutama dalam pengambilan kebijakan di level pimpinan. Penelitian ini juga memberikan tambahan data/fakta terkait dengan pengaruh positif e-learning pada saat kedua subjek riset menghadapi dampak pandemi Covid-19 dalam proses belajar-mengajar.
Analisis Teknik Komunikasi Dan Negosiasi Bisnis Pada Drama Start-Up Rifqi Agianto; Anggi Setiawati; Ricky Firmansyah
Jurnal Komunikasi dan Media Vol 1, No 2: Mei 2021
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jkm.v1i2.3252

Abstract

Drama Start-Up mengisahkan tentang perjuangan bisnis anak muda dalam membangun sebuah perusahan rintisan bernama Samsan Tech yang bergerak di bidang teknologi. Pada saat awal berdirinya perusahan Samsan Tech mereka sudah dihadapi dengan permasalahan mulai dari  proposal pembagian saham perusahaan untuk diajukan kepada investor, anggota tim yang tidak menyetujui aturan hingga proses pencarian tim pengembang. Dalam permasalahan tersebut terjadi komunikasi negosiasi yang harus dicapai atau disepakati oleh kedua belah pihak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara komunikasi dalam bernegosiasi bisnis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotik Ferdinand De Saussure berupa penanda dan petanda. Objek pada penelitian ini adalah teknik komunikasi dan negosiasi bisnis, dengan subjek yang dijadikan sebagai bahan penelitian yaitu drama Start-Up. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa negosiasi yang terjadi tidak selamanya berjalan dengan lancar meskipun pada akhirnya mencapai hasil kesepakatan, dalam negosiasi ini salah satu pihak harus mau mengalah agar negosiasi yang ditawarkannya mencapai titik kesepakatan. jenis negosiasi yang terjadi dalam drama Start-Up ini adalah negosiasi kompetitif dan negosiasi kolaboratif.

Page 1 of 1 | Total Record : 6