cover
Contact Name
Tria Widyastuti
Contact Email
triawidya06@uny.ac.id
Phone
+6285641420563
Journal Mail Official
journal_psikologi@uny.ac.id
Editorial Address
Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang, Depok, Sleman, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Acta Psychologia
ISSN : -     EISSN : 2746122X     DOI : 10.21831
Acta Psychologia adalah sebuah e-jurnal ilmiah peer-reviewed, yang fokus mempublikasikan artikel hasil penelitian keilmuan psikologi. Jurnal ini terbit setiap enam bulan. Cakupan tema dari jurnal ini mencakup hasil-hasil penelitian Psikologi Pendidikan, Psikologi Perkembangan, Psikologi Klinis, Psikologi Industri dan Organisasi, dan Psikologi Sosial.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2020)" : 10 Documents clear
Hubungan Antara Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Tingkat Depresi pada Mahasiswa Asma Abidah Al Aziz
Acta Psychologia Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Department of Psychology Universeitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ap.v2i2.35100

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah; 1) mengetahui tingkat depresi dan intensitas penggunaan media sosial pada mahasiswa, 2) hubungan intensitas penggunaan media sosial dan tingkat depresi pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan penelitian korelasional, jenis ex post facto. Subjek penelitian sebanyak 250 mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta yang ditentukan melalui teknik accidental sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket yang terdiri dari instrumen pengukuran intensitas penggunaan media sosial dan Beck Depression Inventory (BDI-II). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat depresi dan intensitas penggunaan media sosial dalam kategori sedang. Koefisien korelasi yang diperoleh 0,147 dengan probabilitas 0,02 (p 0,05) dan koefisien determinasi sebesar (R²) 2,2%. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara intensitas penggunaan media sosial dan tingkat depresi. Semakin tinggi intensitas penggunaan maka semakin tinggi tingkat depresi pada mahasiswa.
Hubungan Kecanduan Sosial Media dengan Kesepian pada Mahasiswa Habibah Miftahurrahmah; Farida Harahap
Acta Psychologia Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Department of Psychology Universeitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ap.v2i2.34544

Abstract

Penggunaan sosial media dapat digolongkan sebagai kecanduan apabila sampai mengganggu kemampuan fungsional individu. Peningkatan kecanduan sosial media terkait dengan peningkatan kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara kecanduan sosial media dengan kesepian pada mahasiswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Sampel dalam penelitian ini merupakan 110 mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta dan dilakukan dengan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah alat ukur mengenai kecanduan sosial media dan kesepian yang telah melalui proses uji validitas dan reliabilitas. Instrumen tersebut kemudian disebar dengan metode kuesioner online dan diskor dengan menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan dengan Pearson product moment. Sebagian besar responden mengalami kecanduan sosial media dan kesepian pada taraf sedang. Terdapat hubungan signifikan antara kecanduan sosmed dengan kesepian (p = 0,306). WhatsApp menjadi sosial media yang paling banyak digunakan oleh mahasiswa (90%).
Identitas Sosial Pelajar Muhammadiyah dan Nadlatul Ulama Anisa Nur Azizah
Acta Psychologia Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Department of Psychology Universeitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ap.v2i2.35101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identitas sosial pada ORMAS Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Terdapat empat informan yang telah diwawancari secara mendalam. Analisis dari penelitian ini menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian dari keempat informan memiliki tujuh poin, yaitu : 1) memiliki kesamaan terkait persepsi terhadap organisasi lain, 2) adanya pandangan positif dan negatif oranglain terhadap organisasi mereka, 3) terdapat kerjasama antar pengurus yang saling melengkapi dan membantu, 4) adanya rasa bangga terhadap identitas sosial mereka, 5) adanya tiga hal yang menjadi daya tarik bagi anggota, yaitu kerabat keluarga, kegiatan organisasi, dan cara berbicara pengurus di organisasi yang tegas, sopan dan santun, 6) mereka belum sepenuhnya mematuhi peraturan dan menerapkan nilai-nilai organisasi, serta 7) ditemukan kesamaan dari lingkungan sekolah, tempat tinggal, pola pemikiran dan kesamaan tujuan berorganisasi dengan pengurus lain.
Pengaruh Self-efficacy terhadap Komitmen Organisasi pada Karyawan The Rich Jogja Hotel Nira Avie Dyah Puspita Dewi
Acta Psychologia Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Department of Psychology Universeitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ap.v2i2.32750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengenai pengaruh self-efficacy terhadap komitmen organisasi pada karyawan The Rich Jogja Hotel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan merupakan penelitian ex- post facto. Subjek yang terlibat pada penelitian ini merupakan karyawan tetap The Rich Jogja Hotel yang berjumlah 111 orang. Instrumen penelitian menggunakan Skala Komitmen Organisasi dan Skala Self-efficacy. Seleksi item dalam penelitian ini menggunakan Corrected Item Total Correlation dengan angka korelasi antara 0,273-0,829. Uji reliabilitias yang digunakan adalah uji Cronbach Alpha dengan hasil koefisiensi pada variabel komitmen organisasi sebesar 0,777 dan koefisiensi variabel self-efficacy sebesar 0,899. Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana, didapatkan hasil bahwa self-efficacy berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi, dengan nilai F hitung= 28,134 F tabel dengan nilai R2= 0,205 atau 20,5%.
Dinamika Psikologis pada Lansia Dilihat dari Sisi Romantic Relationship Setelah Melakukan Perkawinan di Usia Lanjut Cynthia Ayu Oktariza; Siti Rohmah Nurhayati
Acta Psychologia Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Department of Psychology Universeitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ap.v2i2.35103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika psikologis pada lansia setelah melakukan perkawinan di usia lanjut melalui komponen hubungan romantis yang muncul. Penelitian ini mengggunakan metode kualititaif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek penelitian adalah lansia dengan kriteria berusia 60 tahun ke atas dan pernah melakukan perkawinan di usia lanjut. Penelitian ini menunjukkan komponen hubungan romantis yang muncul berupa, keintiman, hasrat, komitmen, harapan, penerimaan diri positif, dan munculnya masalah. Dua dari tiga pasangan yang menjadi responden menyatakan melalui proses kencan sebelum melakukan perkawinan. Perkawinan di usia lanjut identik dengan membutuhkan teman atau pendamping hidup di hari tua dengan saling berbagi perhatian, merawat, dan memenuhi kebutuhan atau keperluan pasangan serta menjalin persahabatan. Dua dari tiga pasangan masih membutuhkan proses penyesuaian untuk membangun kepercayaan dan menciptakan komunikasi yang intim. Hubungan seksual tidak menjadi kebutuhan pokok dan hal penting dalam perkawinan di usia lanjut. Lebih berbagi mengenai kebahagiaan dan kurang adanya keterbukaan mengen
Regulasi Emosi Dan Kecemasan Pada Petugas Pemadam Kebakaran Di Kabupaten Bantul Rosa Tiara Kusuma
Acta Psychologia Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Department of Psychology Universeitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ap.v2i2.33358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara regulasi emosi dan kecemasan pada anggota pemadam kebakaran di Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskripsi korelasi. Subjek penelitian ini adalah seluruh petugas pemadam kebakaran yang berada di Kabupaten Bantul berjumlah 66 orang, 1 induk dan 3 pos pemadam kebakaran di beberapa kecamatan, yang berada di bawah naungan BPBD Kabupaten Bantul. Instrumen penelitian ini menggunakan dua skala yaitu skala regulasi emosi ERQ (Emotion Regulation Quastionnaire) yang terdiri dari 10 item dengan reliabilitas sebesar 0,811 dan skala kecemasan STAI (State-Trait Anxiety Inventory) yang terdiri dari 40 item yaitu 20 item formulir Y-1 (state anxiety) dengan reliabilitas sebesar 0,910 dan 20 item formulir Y-2 (trait anxiety) dengan reliabilitas sebesar 0,925. Hasil analisis data menggunakan Pearson Product Moment menunjukkan terdapat hubungan negatif antara regulasi emosi dan kecemasan pada anggota pemadam kebakaran di Kabupaten Bantul, dengan nilai korelasi sebesar -0,515 dan signifikansi p 0,05 artinya semakin rendah kemampuan regulasi emosi maka semakin tinggi tingkat kecemasan petugas pemadam kebakaran di Kabupaten Bantul, begitu pula sebaliknya.
Anteseden Cyberloafing pada Karyawan Perusahaan Start-up Muthi'ah Azzahra; Rahmatika Kurnia Romadhani
Acta Psychologia Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Department of Psychology Universeitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ap.v2i2.35104

Abstract

Bentuk withdrawal yang banyak terjadi di tempat kerja yaitu cyberloafing. Cyberloafing adalah penggunaan akses internet, email, dan pesan instan untuk kesenangan pribadi karyawan di luar pekerjaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui cyberloafing pada karyawan perusahaan start-up dan mengetahui anteseden cyberloafing. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang dilakukan pada 66 karyawan dari berbagai perusahaan start-up. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan skala cyberloafing dan skala anteseden cyberloafing dengan skala likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linear berganda, diperoleh nilai β sebesar 0,484 pada variabel sifat kepribadian, tuntutan dan dukungan kerja (β 0,603), gangguan pekerjaan dan keluarga (β 0,188), serta kebijakan perusahaan (β 0,488). Hasil penelitian ini menunjukkan penemuan yang baru dalam penelitian cyberloafing. Hasil analisis regresi berganda tersebut menunjukkan bahwa anteseden cyberloafing yang memiliki pengaruh terhadap cyberloafing adalah tuntutan dan dukungan pekerjaan. Sedangkan, anteseden lain yaitu sifat kepribadian, gangguan pekerjaan dan rumah, serta kebijakan perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap cyberloafing.
Konflik Peran Ganda Polisi Wanita dan Komitmen dalam Organisasi di Kepolisian Resor Kulon Progo Valma Rahmasandy Agustin
Acta Psychologia Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Department of Psychology Universeitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ap.v2i2.33622

Abstract

Pada anggota polisi wanita yang telah berkeluarga, selain tugas dan tangggungjawab sebagai polisi juga mempunyai tugas dan tanggungjawab dalam keluarga.Tekanan, permintaan waktu dan harapan terhadap kedua peran tersebut menimbulkan konflik peran ganda.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) seberapa besar konflik peran ganda yang terjadi pada anggota polisi wanita; (2) seberapa besar komitmen anggota polisi wanita dalam organisasi; dan (3) apakah ada keterkaitan konflik peran dengan komitmen organisasi. Penelitian ini menggunakan kuantitatif ex-post facto. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah mengambil seluruh populasi yang berjumlah 47 orang sebagai sampel, sehingga disebut penelitian populasi. Dalam penelitian ini menggunakan validitas isi dengan bantuan expert judgement. Hasil reliabilitas dimensi work family conflict adalah sebesar 0,659, dimensi family work conflict adalah sebesar 0,834, komitmen organisasi dimensi afektif adalah sebesar 0,950, komitmen organisasi dimensi kontinuans adalah sebesar 0,710, dan komitmen organisasi dimensi normatif adalah sebesar 0,387. Berdasarkan hasil analisis product moment, ditemukan bahwa: (1) work family conflict berhubungan dengan komitmen afektif, dengan nilai r= -0,517; (2) work family conflict berhubungan dengan komitmen kontinuans, dengan nilai r= -0,681; (3) work family conflict berhubungan dengan komitmen normatif, dengan nilai r= -0,743; (4) family work conflict berhubungan dengan komitmen afektif, dengan nilai r= -0,540; (5) family work conflict berhubungan dengan komitmen kontinuans, dengan nilai r= -0,505; (6) family work conflict berhubungan dengan komitmen normatif, dengan nilai r= -0,402. Sisimpulkan bahwa konflik peran ganda berhubungan dengan komitmen organisasi pada anggota polisi wanita di Kepolisian Resor Kulon Progo.
Pengaruh Beban Kerja terhadap Stres Kerja pada Guru Tahfidz di Pesantren Terpadu Darul Qur’an Mulia Tazkiatun Nafs
Acta Psychologia Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Department of Psychology Universeitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ap.v2i2.35106

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh beban kerja terhadap stres kerja pada Guru Tahfidz di Pesantren Terpadu Darul Qur’an Mulia. Beban kerja bersifat multidimensi yang terbagi menjadi 3 dimensi, yaitu: beban waktu, beban upaya mental, dan beban tekanan psikologis. Penelitian ini akan meneliti pengaruh setiap dimensi secara bersama-sama terhadap stres kerja pada Guru Tahfidz di Pesantren Terpadu Darul Qur’an Mulia. Penelitian ini adalah sebuah penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan termasuk penelitian ex-post facto. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah Guru Tahfidz di Pesantren Terpadu Darul Qur’an Mulia yang berjumlah 54 orang dengan cara simple random sampling. Instrumen penelitian yang dipakai adalah skala beban kerja dan skala stres kerja. Uji validitas menggunakan validitas isi yang dilakukan oleh profesional judgement. Hasil analisis butir yang dilakukan menunjukkan angka korelasi item total berkisar antara 0,278-0,579. Hasil uji reliabilitas stres kerja sebesar 0,84, dimensi beban waktu sebesar 0,767, dimensi beban upaya mental sebesar 0,743, dan dimensi beban tekanan psikologis 0,549. Berdasarkan hasil regresi linear berganda, ditemukan bahwa: (1) beban kerja, beban upaya mental, dan beban tekanan psikologis secara simultan (bersama-sama) berpengaruh terhadap stres kerja sebesar 0,375 atau 37,5 %. Sedangkan sisanya, yaitu 62,5% dijelaskan oleh variabel lain diluar model penelitian ini; (2) beban waktu tidak memiliki pengaruh positif terhadap stres kerja, dibuktikan berdasarkan nilai signifikansi 0,109;(3) beban upaya mental berpengaruh positif terhadap stres kerja, dibuktikan berdasarkan nilai signifikansi 0,005, dengan nilai sumbangan efektif 20,8%; (4) beban tekanan psikologis tidak memiliki pengaruh positif terhadap stres kerja, dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,192.
Pengaruh Psychological Well-being terhadap Work Engagement Karyawan Larasati Putri Utami
Acta Psychologia Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Department of Psychology Universeitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ap.v2i2.34221

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh psychological well-being terhadap work engagement karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan merupakan penelitian ex-post facto. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 65 karyawan yang bekerja pada Hotel Crystal Lotus Yogyakarta. Metode pengambilan data menggunakan Skala Psychological well-being dan Skala Work engagement. Validitas menggunakan expert judgment. Reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach. Teknik analisis data yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) psychological well-being berpengaruh terhadap work engagement; (2) self-acceptance berpengaruh terhadap work engagement; (3) positive relation with others tidak berpengaruh terhadap work engagement; (4) autonomy tidak berpengaruh terhadap work engagement; (5) environmental mastery tidak berpengaruh terhadap work engagement; (6) purpose of life berpengaruh terhadap work engagement; (7) personal growth berpengaruh terhadap work engagement. Dapat disimpulkan bahwa psychological well-being pada dimensi self-acceptance, purpose of life, dan personal growth memberikan pengaruh terhadap work engagement, sementara dimensi positive relation with others, autonomy, dan environmental mastery tidak memberikan pengaruh terhadap work engagement.

Page 1 of 1 | Total Record : 10