cover
Contact Name
Nurbeti Sinulingga
Contact Email
nurbetisinulingga14@gmail.com
Phone
+6285261645510
Journal Mail Official
nurbetisinulingga14@gmail.com
Editorial Address
Jalan Bilal No. 52 Kel. Pulo Brayan Darat I Kec. Medan Timur Kode Pos 20239
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
ISSN : 24428116     EISSN : 25977180     DOI : https://doi.org/10.52943/jikebi.v7i1.534
Core Subject : Health,
Imelda Midwifery Scientific Journal (Imelda Midwifery Scientific Journal) Imelda College of Health Sciences (STIKes) Imelda which has now become Imelda University Medan accepts related writings: 1. Maternal Health 2. Pregnancy / Antenatal Care 3. Postpartum 4.Child Health 5. Reproductive Health 6. Family Planning 7. Midwifery Imelda Midwifery Scientific Journal (Imelda Midwifery Scientific Journal) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of midwifery.
Articles 196 Documents
PENGARUH POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSU HKBP BALIGE Jenti Sitorus
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v5i1.165

Abstract

Penyakit hipertensi akan menjadi masalah yang serius, karena jika tidak ditangani sedini mungkin akan berkembang dan menimbulkan komplikasi yang berbahaya seperti terjadinya penyakit jantung, gagal jantung kongestif, stroke, gangguan penglihatan dan penyakit ginjal, dimana hipertensi dapat dicegah dengan menghindari faktor penyebab terjadinya hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pola makan dan aktivitas fisik terhadap kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan RSU HKBP Balige. Penelitian ini menggunakan disain studi Case Controly ang dilakukan secara retrospektif. Penelitian ini dilakukan dengan menilai polamakan dengan metode diet history.Aktivitas fisik responden dihitung dengan menggunakan PAL (Physical Activity Level).Tekanan darah diukur dengan menggunakan Sphygmomanometer. Populasi pada penelitian ini yaitu pasien rawat jalan di RSU HKBP Balige. Populasi kasus adalah seluruh pasien penderita hipertensi berumur > 40 tahun yang rawat jalan di RSU HKBP Balige bulan Maret 2017 sampai dengan bulan Desember 2017. Populasi control adalah seluruh pasien berumur > 40 tahun tidak menderita hipertensi berdasarkan diagnosa dokter dan yang dirawat jalan di RSUHKBP Balige Bulan Desember 2017. Sampel dalam penelitian ini masing-masing 38 orang dari kelompok kasus (hipertensi) dan kelompok kontrol (tidak hipertensi).Analisis data yang dilakukan yaitu analisis univariat, analisis bivariat dengan Uji Chi Square dan analisis multi variat dengan uji Regresi Logistik Berganda. Hasil penelitian ujibivariat menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara asupan lemak (p=0,001; OR = 5,38), asupann garam (p=0,021;OR = 2,979), asupanserat (p=0,031; OR=3,432) dengankejadianhipertensi. Sedangkan pada uji multivariate menunjukkan ada pengaruh antara asupan lemak (p=0,000;Exp (β) =11, 665) dan garam (p=0,003; Exp (β) = 7,468) terhadap kejadian hipertensi. Diharapkan kepada petugas kesehatan di RSU HKBP Balige meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya penyaki hipertensi dan dapat memberikan pendidikan kesehatan tentang polamakan dan aktivitas fisik yang baik sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya hipertensi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPATUHAN PASIEN HIV/AIDS DALAM KEGIATAN LAYANAN DI KOMITE AIDS HKBP KABUPATEN TOBA SAMOSIR TAHUN 2017 Elfrida Nainggolan
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v5i1.166

Abstract

HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan global di seluruh dunia. Adapun kegiatan layanan penanggulangan HIV dan AIDS terdiri pengobatan, dukungan dan perawatan (PDP), Konseling dan Rehabilitasi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang memengaruhi kepatuhan pasien HIV/AIDS dalam kegiatan layanan. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien HIV/AIDS yang berobat pada bulan januari- april 2017. Berjumlah 88 orang, teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi, analisa data yaitu analisis univariat, analisis bivariat dan analisis multivariat. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,000 maka dapat disimpulkan faktor kegiatan layanan secara signifikan mempengaruhi kepatuhan pasien HIV/AIDS dalam kegiatan layanan di Komite AIDS HKBP Kabupaten Toba Samosir Tahun 2017.
PENGARUH PEMBERIAN KONSELING KB TERHADAP PEMILIHAN KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI KELURAHAN BELAWAN BAHAGIA TAHUN 2018 Resy Tesya Mulianda; Destyna Yohana Gultom
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v5i2.167

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan Salah satu program untuk menurunkan angka kematian ibu dan menekan angka pertumbuhan penduduk. Pengertian MKJP(Metode kontra sepsi jangka panjang) adalah kontrasepsi yang dapat dipakai dalam jangka waktu lama, lebih dari dua tahun, efektif dan efisien untuk tujuan menjarangkan kelahiran lebih dari 3 tahun atau untuk mengakhiri kehamilan pada pasangan yang tidak mengingini tambah anak lagi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian konseling KB oleh petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) terhadap ibu dalam pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Kelurahan Belawan Bahagia Tahun 2018. Penelitian ini termasuk penelitian studi analitik, dengan jenis penelitian observasional dengan mencari pengaruh antar variable dan dilakukan analisis terhadap data yang dikumpulkan dan seberapa besar hubungan antar variable serta menggunakan data primer dan juga data sekunder. Penelitian ini menggunakan rancangan crosssectional sebagai rancangan penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah semua peserta KB aktif yang bertempat tinggal di Kelurahan Belawan Bahagia Kecamatan Medan Belawan Kota Madya Medan berjumlah 1245orang, kemudian dilakukan tehnik pengundian sampai didapat jumlah sampel 166 sampel. Hasil penelitian ditemukan bahwapemilihan materi dan media konseling yang baik, serta meode yang tepat mayoritas menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Ada pengaruh materi, media dan metode konseling terhadap MKJP dengan p.value <0,05.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG RESIKO TINGGI KEHAMILAN DIUSIA LEBIH DARI 35 TAHUN DI LINGKUNGAN XXIX KELURAHAN BELAWAN I KECAMATAN MEDAN BELAWAN PERIODE APRIL-MEI 2018 Elvalini Warnelis Sinaga
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v5i2.168

Abstract

Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkemhangan janin intra uteri, mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan 280 hari atau 40 minggu dihitung dari haid pertama sampai haid terakhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap resiko yang membahayakan kehamilan di usia lebih dari 35 tahun yang di lakukan oleh peneliti dari bulan april sampai dengan bulan mei 2018 di lingkungan XXIX Kelurahan Belawan I Kec. Medan Belawan. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan data primer, dengan populasi 30 responden dan ibu hamil dengan sampel sebanyak 30 responden dengan menggunakan kuisioner yang berisikan 30 soal pertanyaan. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling dan berlokasi di Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan yang dilaksanakan pada bulan Maret—Mei 2018. Berdasarkan penelitian diperoleh meyoritas berpengetahuan kurang sebanyak 15 responden (50%), ditinjau berdasarkan umur mayoritas berumur 20-30 tahun sebanyak 19 responden (63,3%), berdasarkan pendidikan mayoritas berpendidikan SMA sebanyak 13 responden (43,3%) dan berdasarkan sumber informasi mayoritas mendapatkannya dari masyarakat sebanyak 14 responden (46,7%). Diharapkan kepada ibu-ibu agar dapat memberi tindakan bagi yang mengalami resiko yang membahayakan kehamilannya demi keselamatan ibu dan anak.
FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN IBU BALITA KE POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEMBANTU HILIGODU OMBALATA Nova Linda Rambe; Devina Natalia Lase
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v5i2.169

Abstract

Latar Belakang. Posyandu adalah tempat bagi balita untuk mendapatkan pelayanan, baik untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan maupun memperoleh kapsul vitamin A dan imunisasi. Tujuan. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan ibu balita ke posyandu. Metodologi. Desain penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel. Adalah ibu-ibu yang memiliki balita 1-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Pembantu Hiligodu Ombolata Kecamatan Gunungsitoli Selatan sebanyak 56 orang dengan teknik accidental sampling. Menggunakan lembar chek list sebagai alat pengumpulan data. Analisis data secara Univariat dan Bivariat menggunakan program SPSS versi 18 dan uji chi-square. Hasil. Faktor-faktor yang berhubungan dengan ibu balita terhadap kunjungan posyandu berdasarkan umur p-value (0,009) < α (0,05), berdasarkan pekerjaan p-value (0,009) < α (0,05), berdasarkan pendidikan (0,003) < α (0,05), berdasarkan usia balita (0,002 < α (0,05). Simpulan. Ada hubungan antara umur, pekerjaan, pendidikan ibu, dengan kunjungan posyandu. Saran. Ibu yang memiliki balita lebih meningkatkan pengetahuan tentang posyandu sehingga kunjungan balita ke posyandu semakin tinggi.
PENGARUH STATUS GIZI TERHADAP KEJADIAN TB PARU PADA ANAK USIA 1-5 TAHUN YANG TELAH MENDAPATKAN IMUNISASI BCG DI RSU IMELDA PEKERJA INDONESIA TAHUN 2016 Rahmawani Fauza
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v5i2.170

Abstract

Tuberculosis (TB) pada anak sering kali tidak terdiagnosis dari mereka lahir sampai berusia 15 tahun karena keterbatasan dalam akses ke pelayanan kesehatan atau karena petugas kesehatan yang merawat tidak siap untuk mengenali tanda-tanda dan gejala TB. Faktor penyebab terjadinya TB adalah Status Imunisasi, Lingkungan, dan kontak dengan penderita TB/riwayat penyakit TB keluaraga. Jenis penelitian ini adalah case control, yang dilakukan di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 33 orang dan sampel yang digunakan adalah total populasi yang terdiri dari 33 orang kelompok kasus dan 33 orang kelompok kontrol. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari analisis unvariat, analisis bivariat dengan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi berpengaruh terhadap kejadian TB paru pada anak usia 1-5 tahun yang telah mendapatkan imunisasi BCG di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan dengan nilai p < 0,05, nilai OR = 5,812 (95% CI = 1,148 – 29.436) artinya anak yang status gizinya tidak normal 5,8 kali lebih berisiko terkena infeksi paru dibandingkan dengan anak yang status gizinya tidak normal. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan informasi tentang tanda dan gejala TB paru, pencegahan terjadinya infeksi TB paru, serta pemberian makanan bergizi untuk pemenuhan zat-zat gizi pada anak untuk peningkatan daya tahan tubuh anak melalui konseling ataupun penyuluhan.
PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR SEPUTAR MITOS KEHAMILAN DI KLINIK SULASTRI LAUT DENDANG TAHUN 2018 Debora Lestari Simamora
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v5i2.171

Abstract

Kehamilan merupakan suatu proses merantai yang berkesinambungan dan terdiri dari ovulasi pelepasan sel telur, migrasi spermatozoa dan ovum, konsepsi dan pertumbuhan zigot, nidasi (implantasi) pada uterus, pembentukan plasenta, dan tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm (Manuaba, 2010). Mitos adalah suatu cerita, pendapat atau anggapan sebuah kebudayaan yang dianggap mempunyai kebenaran mengenai suatu perkara yang pernah berlaku pada masa dahulu, yang kebenarannya belum tentu benar adanya (Harry Lubis, 2009). wanita Usia Subur (WUS) adalah wanita yang keadaan organ reproduksinya berfungsi dengan baik antara umur 20 – 45 tahun. Penelitian ini bertujuan mengetahui Pengetahuan dan Sikap Wanita Usia Subur Seputar Mitos Kehamilan. Desain penelitian Aksidental Sampling dengan besar sampel sebanyak 30 orang. Penelitian dilakukan pada tanggal 12 sampai 14 Desember 2018. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat 17 responden (56,6%) tidak setuju dengan 5-10 soal mitos pada kuesioner. Sebanyak 13 responden (43,3%) masih setuju > 5 soal mitos pada kuesioner. Dari hasil penelitian didapatkan masih cukup nya pengetahuan wanita usia subur mengenai mitos seputar kehamilan.
GAMBARAN UMUR DAN PEKERJAAN DENGAN LAMA PEMAKAIAN ZAT PADA ORANG DENGAN GANGGUAN PENYALAHGUNAAN ZAT Lamtiur Junita Bancin
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v5i2.173

Abstract

Kasus penyalahgunaan NAPZA terus marak dan mengakibatkan masalah ketergantungan fisik dan psikis. Pemakaian NAPZA ditemukan pada segala umur. Dampak dari NAPZA menekan saraf pusat dan masalah berbagai efek kognitif dan perilaku maladaptif. Pengaruh NAPZA memberikan ketergantungan psikis dan fisik yang dapat membahayakan generasi muda. Tujuan penelitian ini untuk untuk mengetahui gambaran umur dan pekerjaan pada residen pemakai NAPZA di PSPP “Insyaf”. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan desain case series untuk memberikan gambaran umur dan pekerjaan dengan lama pemakaian zat pada residen pemakai narkotika, psikotropika, dan zat-zat adiktif (NAPZA). Populasi penelitian ini adalah seluruh penyalahguna NAPZA yang mendapat perawatan di Panti Sosial Pamardi Putra "Insyaf" Medan sebanyak 120 orang. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari kartu status penyalahguna NAPZA yang berasal dari rekam medis. Dalam penelitian ini analisa data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk narasi, tabel distribusi proporsi. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden yang interval usianya 15-25 tahun sebanyak 70 orang (58.3%), pekerjaan mayoritas responden adalah mahasiswa sebanyak 43 orang (35.%) dan lama pemakaian zat 6-10 tahun sebanyak 41 orang (34.2%)
HUBUNGAN KADAR KOLESTROL DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSU ROYAL PRIMA MEDAN TAHUN 2019 Sartika yulida; Sokarman Nduru; Sabar Hati maduwu; Iwan Faleks Bu’ulolo; Patimah Sari Siregar
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v5i2.174

Abstract

Hipertensi adalah salah satu penyakit degeneratif (suatu penyakit yang muncul akibat proses kemunduran fungsi sel tubuh yaitu dari keadaan normal menjadi lebih buruk yang biasanya terjadi pada usia lanjut) yang perlu diwaspadai. Mengetahui hubungan kadar kolesterol dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di RSU Royal Prima Medan. Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif Korelasi dengan pendekatan cross sectional, populasi penelitian dalam pertahun adalah 253 pasien dimulai dari bulanFebruari 2017 s/d Mei 2018. sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan Kadar kolesterol dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di RSU Royal prima medan tahun 2019. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan kepada pihak rumah sakit untuk memperkenalkan kepada masyarakat umum mengenai bahaya kolesterol dan menganjurkan pasien sesegera mungkin memeriksakan kadar kolesterol. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai data dasar dalam penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan hubungan kadar kolesterol dengan tekanan darah pada pasien hipertensi.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN “SADARI” TERHADAP PENGETAHUANDETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA REMAJA PUTRI DI SMK KESEHATAN IMELDA MEDAN Griselli Saragih
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v6i1.340

Abstract

ABSTRAK Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang umum pada wanita. Kanker payudara merupakan tumor ganas yang tumbuh didalam jaringan payudara.Setiap tahun lebih dari 185.000 wanita di diagnosa menderita kanker payudara. Insiden penyakit ini semakin meningkat di negara-negara maju. Sekitar 43.500 kematian akibat kanker payudara setiap tahunnya yang menjadikan penyakit ini sebagai penyebab kematian terbesar kedua setelah kanker paru pada wanita. Diketahuinya pengaruh pelaksanaan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) terhadap pengetahuan siswi dalam upaya deteksi dini kanker payudara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan Quasi- Experimental. Instrument yang digunakan untuk pengetahuan adalah kuesioner sedangkan untuk kemampuan menggunakan lembar observasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Porposive Sampling dengan jumlah sampel 68 orang. Pengolahan data menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden setelah di beri penkes memiliki tingkat pengetahuan tentang SADARI yang baik yaitu 62 orang (91,2%). Sedangkan tingkat pengetahuan tentang SADARI yang cukup yaitu 6 orang (8,8%). Dari hasil uji statistik pengetahuan dan kemampuan sebelum dan setelah pendidikan kesehatan diperoleh nilai p= 0.000 (p <0.05).Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) terhadap pengetahuan siswi dalam upaya deteksi dini kanker payudara di SMK Kesehatan Imelda Medan. Diharapkan agar pihak sekolah selalu melakukan sosialisasi tentang kesehatan pada wanita dan bekerjasama dengan petugas kesehatan terutama tentang pemeriksaan SADARI. ABSTRACT Breast cancer is a type of cancer that is common in women. Breast cancer is a malignant tumor that grows in the breast tissue. Every year more than 185,000 women are diagnosed with breast cancer. The incidence of this disease is increasing in developed countries. Around 43,500 deaths from breast cancer each year make this disease the second largest cause of death after lung cancer in women. Knowing the effect of the implementation of breast self-examination (BSE) on the knowledge of students in the early detection of breast cancer. This type of research is quantitative research with a research design using Quasi-Experimental. The instrument used for knowledge was a questionnaire while for the ability to use observation sheets. The sampling technique in this study used Porposive Sampling with a total sample of 68 people. Data processing using Wilcoxon statistical tests. The results of this study indicate that the majority of respondents after being given a penkes have a good level of knowledge about BSE that is 62 people (91.2%). While the sufficient level of knowledge about BSE is 6 people (8.8%). From the results of statistical tests of knowledge and ability before and after health education, the value of p = 0,000 (p <0.05) can be concluded that there is an effect of health education about breast self-examination (BSE) on students' knowledge in efforts to detect breast cancer at the Imelda Health Vocational School Field. It is hoped that schools will always disseminate information about health to women and work closely with health workers, especially about BSE examination.

Page 8 of 20 | Total Record : 196