cover
Contact Name
Diena Juliana
Contact Email
knj@ejournalyarsi.ac.id
Phone
+6281225795630
Journal Mail Official
knj@ejournalyarsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Panglima Aim No.1, Dalam Bugis, Kec. Pontianak Tim., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78232
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Khatulistiwa Nursing Journal
ISSN : 2655772X     EISSN : 27983897     DOI : 10.53399
Core Subject : Health,
Khatulistiwa Nursing Journal is a peer-reviewed Indonesian journal dedicated to all nursing areas published by The School of Nursing and Graduate School of Nursing at STIKES Yarsi Pontianak. The aim of this journal is to contribute to the growing field of nursing practice and provide a platform for researchers, physicians and healthcare professionals. This journal presents contemporary research on the issue such as basic research in nursing, management nursing, emergency and critical nursing, medical surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing and family nursing education nursing. Khatulistiwa nursing journal welcomes original research publications that employ the quantitative, qualitative, or mixed-method approach as well as scholarly works on advanced practice nursing. The target audiences of this journal are nursing students' managers, senior members of the nursing professions, practicing nurses, nurse educators, and researchers at all levels who are committed to advancing practice and professional growth on the basis of fresh information and evidence.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2025): January 2025" : 5 Documents clear
Hubungan Resiliensi Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Skizofrenia Di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat Setiyawan, Deni; Florensa; Safitri, Dewin
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v7i1.309

Abstract

Latar Belakang : Skizofrenia merupakan penyakit kronis yang memerlukan penanganan jangka panjang dan berkelanjutan. Dalam upaya memaksimalkan proses pemulihan, peran keluarga sangat dibutuhkan dalam perawatan pasien skizofrenia. Dalam proses perawatan pasien jangka panjang tentunya dibutuhkan resiliensi yang baik pada keluarga, agar tetap bisa memberikan perawatan yang maksimal. Salah satu tugas penting keluarga adalah memperhatikan kebutuhan pasien yaitu minum obat secara rutin untuk mencegah kekambuhan.Tujuan : Untuk menganalisis hubungan resiliensi keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia di poli klinik Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan BaratMetode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan desain cross sectional, dengan jumlah sampel yang digunakan sejumlah 96 responden yaitu pasien dan keluarga.Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive sampling . Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Gamma.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara ketahanan keluarga dengan kepatuhan pasien minum obat pasien skizofrenia (p = 0,004). Hasil r = 0,453 menunjukkan korelasi sedang dengan arah korelasi positif yang berarti semakin tinggi ketahanan keluarga maka semakin tinggi pula tingkat pemenuhan minum obat pasien.Kesimpulan: Resiliensi keluarga sangat diperlukan dalam membantu proses perawatan pasien dengan gangguan skizofrenia, dimana setiap anggota keluarga dapat saling memberikan motivasi positif, dukungan dan berkerja sama sehingga mampu mengatasi setiap kesulitan atau masalah yang dialami pasien saat pulang ke rumah salah satunya adalah meminum obat secara cara rutin.
Hubungan Antara Resiliensi Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Lansia Penderita Diabetes Melitus Di RSUD Sambas Lestari, Dian Hana; Florensa, Florensa; Anggreini, Yunita Dwi
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v7i1.320

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan signifikan kasus diabetes melitus pada lansia di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat dengan angka 9.564 kasus diabetes melitus pada tahun 2022, angka ini terus naik dari tahun 2019. Seiring dengan pertumbuhan populasi lansia secara global dan nasional. Seiring bertambahnya usia, lansia semakin rentan terhadap penyakit degeneratif seperti diabetes melitus. Diabetes melitus memberikan dampak signifikan terhadap kualitas hidup lansia, baik fisik maupun mental karena pengobatan dan perawatan jangka panjang. Hasil awal menunjukkan bahwa banyak lansia dengan diabetes merasa menjadi beban bagi keluarga dan mengalami kesulitan finansial akibat penyakit ini. Maka dari itu, peneliti ingin mengetahui apakah resiliensi keluarga berhubungan dengan kualitas hidup lansia penderita diabetes melitus. Tujuan: Mengetahui apakah ada hubungan antara resiliensi keluarga dengan kualitas hidup pasien lansia yang menderita diabetes melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif menggunakan cross-sectional study. Sampel berjumlah 82 dengan teknik time limited sampling & accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner FRAS dan DQOL yang sudah di uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, analisis data bivariat menggunakan uji Gamma Hasil: P Value resiliensi keluarga dan kualitas hidup sebesar 0.001 yang artinya nilai p < 0,005 dengan korelasi koefisien sebesar 1,000. Kesimpulan: Ada hubungan antara resiliensi keluarga dengan kualitas hidup pasien lansia penderita diabetes melitus dengan tingkat hubungan rendah.
Hubungan Obesitas dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil Di RSUP Dr. M. Djamil Padang Rahmayanti, Rini; Zahra, Fatmatul
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v7i1.321

Abstract

Latar Belakang: Preeklampsia merupakan salah kegawatdaruratan kehamilan yang mengancam nyawa ibu dan janin. Sumatera Barat adalah salah satu provinsi dengan tingkat kejadian Preeklampsia yang paling tinggi dengan jumlah kasus Preeklampsia adalah 25,6% pada tahun 2020, dan 25,81% pada tahun 2021. Salah satu faktor resiko preeklampsia adalah obesitas. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan obesitas dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Metode: Desain penelitian menggunakan studi case control metode retrospective. Penelitian dilakukan di RSUP dr. M. Djamil Padang. Sebanyak 60 sampel data ibu hamil dipilih secara purposive dengan kriteria inklusi penelitian ini yaitu data status ibu hamil lengkap dan merupakan pasien rawat inap. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian yang terdiri dari lembar observasi. Hasil: Hasil uji statistik dengan korelasi chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara obesitas dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara obesitas dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil.
Pengaruh Edukasi Buku Saku Terhadap Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Tentang Demam Berdarah Dengue Di Puskesmas Gang Sehat Abdullah, Muhammad Riski; Hidayah, Nurul; Nisma
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v7i1.322

Abstract

Background: Dengue fever (DHF) is an endemic disease that creates a high mortality rate and is often considered an extraordinary event. In 2023, Indonesia recorded more than 143,000 cases of DHF and ranked the highest in Southeast Asia. One of the main causes of the high number of DHF cases is the low knowledge of the community regarding its prevention and management. This study aimed to determine the effect of education through a pocket book on housewives' knowledge about DHF. Methods: The study used a quasi-experimental one group pretest-posttest design with 17 housewives selected through total sampling. Results: The pretest results showed that most respondents had poor knowledge of dengue (82.4%), while 17.6% had moderate knowledge. After education through the pocket book, the posttest results showed an improvement, with 88.2% of respondents reaching a good level of knowledge and 11.8% in the moderate category. This finding proves that the pocket book is effective in improving respondents' knowledge about DHF. Statistical analysis using the Wilcoxon test showed a p value <0.05, indicating a positive effect of education through the pocket book. Conclusion: The conclusion of this study shows that the pocket book as an educational media is effective in increasing housewives' knowledge about DHF. It is recommended that the pocket book be used more widely in public health education programs to reduce the incidence of DHF.
Gambaran Spiritual Well Being dan Psychological Well Being Pasien Hemodialisis Maulana, Armand; Sulistyaningsih, Dwi Retno; Setyawati, Retno
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v7i1.323

Abstract

Latar Belakang: Pasien hemodialisis menghadapi tantangan yang memengaruhi spiritual well-being dan psychological well-being mereka, yang berperan penting dalam kualitas hidup. Tujuan: Menggambarkan spiritual well-being dan psychological well-being pasien hemodialisis Metode: Studi deskriptif kuantitatif dengan 90 responden, menggunakan kuesioner (FACIT-Sp-12) dan kuesioner Psychological Well-Being (PWB) yang telah dialih bahasa oleh peneliti sebelumnya. Dengan kriteria inklusi penelitian ini yaitu Pasien berusia 18 tahun ke atas, Telah menjalani hemodialisis minimal selama 3 bulan, Menjalani perawatan hemodialisis secara rutin 2x/ seminggu. Hasil: Mayoritas responden perempuan (54.4%), usia 46-55 tahun (33.3%), ibu rumah tangga (40.0%), menikah (83.3%), dan tinggal >10 km dari unit hemodialisis (61.1%). Sebanyak 78.9% memiliki spiritual well-being sedang, sedangkan 97.8% memiliki psychological well-being tinggi. Kesimpulan: Psychological well-being pasien tergolong tinggi, sementara spiritual well-being mayoritas dalam kategori sedang. Faktor pekerjaan, jarak rumah, dan dukungan sosial berpengaruh signifikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5