Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Gambaran Asuhan Keperawatan Pada Klien Jiwa Dengan Perilaku Kekerasan Dikaitkan Dengan Diagnosa Nanda, NOC dan NIC Florensa, Florensa; Nurjannah, Intansari; Rahmat, Ibrahim
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : School of Nursing Faculty of Medicine Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1158.526 KB)

Abstract

Please refer to the file
Relaxation Progressive Muscle Program on Exercise Behavior and Clinical Outcomes among Hypertension Patients Rian Adi Pamungkas; Wahyu Kirana; Florensa Florensa
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 5, No 4: December 2016
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.027 KB) | DOI: 10.11591/ijphs.v5i4.4842

Abstract

The objective of this study was to examine the effect of relaxation progressive muscle program on exercise behavior and clinical outcomes among Patients with Hypertension in a Community Setting, in Indonesia. A quasi-experimental, two group, pre-test and post-test design was used in this study. The experimental group received relaxation progressive muscle program, whereas the control group did not receive the program. 30 subjects in the experimental group and 30 subjects in the control group completed the program, respectively. The results of this study indicated that significantly differences on exercise behavior (p = 0.000), blood pressure level (p = 0.000) and cholesterol total level (p = 0.000) between the experimental group and control group. The relaxation progressive muscle program was absolutely effective to improve the exercise behavior, blood pressure level and cholesterol total level among patients with hypertension. Further studies should be recognized by using larger groups over a longer time frame and Health care providers also should focus in promoting this program among patients with hypertension.
Peningkatan Efikasi Diri dan Penurunan Depresi pada Remaja dengan Cognitive Behavior Therapy Florensa Florensa; Budi Anna Keliat; Ice Yulia Wardani
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 19 No 3 (2016): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v19i3.474

Abstract

Sekitar 71% dari 229 remaja SMA di kota Depok, Jawa Barat mengalami depresi. Depresi terjadi karena berbagai faktor diantaranya efikasi diri yang rendah. Cognitive Behavior Therapy (CBT) merupakan terapi yang dilakukan untuk meningkatkan efikasi diri dan mengatasi depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan efikasi diri dan depresi setelah mendapat CBT. Metode penelitian: quasi eksperimen dengan pre-post test with control group pada penerapan CBT yang dilakukan secara berkelompok. Uji analisis yang digunakan adalah dependen dan independent sample t-Test, chi-square dan pearson product moment. Responden penelitian ini adalah remaja kelas VIII SMPN Kota Bogor. Sampel penelitian sebesar 72 remaja. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan efikasi diri remaja yang mendapat CBT lebih tinggi dibanding remaja yang tidak mendapat CBT, depresi remaja yang mendapat CBT lebih rendah dibandingkan penurunan depresi pada remaja yang tidak mendapat CBT. Peningkatan efikasi diri mempunyai hubungan yang kuat dalam menurunkan depresi pada remaja dengan arah hubungan negatif. CBT direkomendasikan pada remaja dengan efikasi diri rendah dan depresi. Abstract Improved Self-Efficacy and Decrease of Depression in Teenagers with Cognitive Behavior Therapy. Research shows that in the city of Depok, West Java, there is 71% of 229 high school adolescents with depression. Depression occurs due to various factors such as low self-efficacy. Cognitive Behavior Therapy (CBT) is the treatment carried out to improve the self-efficacy and depression. This study aims to determine the change in self-efficacy and depression after receiving CBT. Research methods: a quasi experimental pre-post test with control group on the application of CBT is done in groups. The analysis used is dependent and independent sample t-test, chi-square and Pearson product moment. The respondents of this study were adolescents class VIII SMPN Bogor. This sample is 72 adolescents with low self-efficacy and depression. The results showed an increase in self efficacy teen gets CBT significantly higher than adolescents who did not receive CBT, depressed adolescents who received CBT were significantly lower than the decrease in depression in adolescents who did not receive CBT.  Increased self-efficacy has a strong relationship in reducing depression in adolescents with a negative direction. CBT is recomended in adolescents with loh self-efficacy and depression.  Keywords: adolescents, self-efficacy, depression and Cognitive Behavior Therapy
Pemberdayaan Remaja dalam Melakukan Deteksi Dini Gangguan Mental Emosional sebagai Pertolongan Pertama pada Remaja Korban Bencana dan Trauma Nurul Hidayah; Florensa Florensa; Dwin Seprian; Verren Kerren Turnundo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10472

Abstract

ABSTRAK Permasalahan: Kesehatan mental menjadi salah satu fokus permasalahan yang seakan tidak ada habisnya. Sekalipun tren pembicaraan terkait kesehatan mental semakin marak akhir-akhir ini, tidak dapat dipungkiri bahwa kasus kesehatan mental masih tinggi, khususnya pada remaja di Indonesia. Secara global, WHO menyebutkan dalam lamannya terkait “World Mental Health Day 2021” bahwa satu dari tujuh anak berusia 10-19 tahun mengalami gangguan mental. Bahkan, setengah diantaranya bermula sejak usia 14 tahun namun tidak terdeteksi dan tertangani dengan baik. Solusi: Berkaitan dengan fenomena darurat Kesehatan mental pada remaja, terdapat intervensi yang dapat dilakukan khususnya untuk meningkatkan pengetahuan remaja yaitu dengan pemberdayaan remaja dalam melakukan deteksi dini gangguan mental emosional awal yang diharapkan dapat lebih menjangkau dan meningkatkan keinginan serta pengetahuan remaja untuk mendapatkan layanan kesehatan mental yang dibutuhkan. Strategi ini dapat digunakan untuk membantu pencegahan darurat kesehatan mental pada remaja SMP di Desa Pulau Lemukutan. Sasaran dari kegiatan penyuluhan ini adalah remaja SMP 4 Sungai raya Kepulauan Desa Pulau Lemukutan terutama mereka yang berusia 14-15 tahun. Hasil dari kegiatan pengabdian pelaksanaan kegiatan penyuluhan kesehatan jiwa telah sesuai target. Peningkatan pemahaman siswa/siswi dapat dilihat dengan antusiasme dalam memperhatikan setiap materi yang disampikan serta banyaknya pertanyaan yang diajukan siswa/siswi baik mengenai hal-hal dalam proses terjadinya gangguan Kesehatan jiwa dan cara melakukan deteksi dini gangguan jiwa pada remaja dengan benar. Kata Kunci: Remaja, Mental Emoisonal Deteksi Dini, Bencana  ABSTRACT Mental health is one of the focus of problems that seems to have no end. Even though the trend of talk about mental health has been increasing lately, it cannot be denied that cases of mental health are still high, especially among adolescents in Indonesia. Globally, WHO stated on its website related to “World Mental Health Day 2021” that one in seven children aged 10-19 years experience mental disorders. In fact, half of them started at the age of 14 but were not detected and handled properly. Solution: Regarding the phenomenon of mental health emergencies in adolescents, there are interventions that can be carried out specifically to increase adolescent knowledge, namely by empowering adolescents in carrying out early detection of early emotional mental disorders which are expected to be able to reach more and increase the desire and knowledge of adolescents to obtain mental health services that are appropriate needed. This strategy can be used to help prevent mental health emergencies in junior high school youth in Pulau Lemukutan Village. The target of this counseling activity is the youth of SMP 4 Sungai Raya Kepulauan, Lemukutan Island Village, especially those aged 14-15 years. The results of the service activities for implementing mental health counseling activities have been on target. An increase in students' understanding can be seen by their enthusiasm in paying attention to each material presented as well as the many questions raised by both students regarding matters in the process of mental health disorders and how to correctly detect early mental disorders in adolescents. Keywords: Adolescents, Mental Emotional Early Detection, Disaster
EDUKASI KESEHATAN JIWA DALAM MENINGKATKAN RESILIENSI REMAJA KOTA PONTIANAK Florensa Florensa; Lintang Sari; Nurul Hidayah; Fajar Yousriatin; Wulida Litaqia
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 8: Agustus 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia remaja merupakan usia transisi dan periode yang kritis karena banyak hal terjadi dalam kehidupannya. Masalah kesehatan mental rentan terjadi pada usia ini akibat perubahan-perubahan yang terjadi sehingga mengharuskan remaja memiliki ketahanan (resiliensi). Resiliensi memungkinkan remaja untuk tangguh menghadapi kesulitan dan mengatasi berbagai tekanan dalam hidup. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi tentang kesehatan jiwa dalam meningkatan kemampuan resiliensi remaja SMP Kota Pontianak. Metode pelaksanaan kegiatan ini yaitu dengan memberikan penyuluhan dalam bentuk ceramah dan diskusi kepada siswa-siswi remaja di SMP Kota Pontianak. Hasil kegiatan menunjukkan remaja mampu memilih cara yang adaptif untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
Gambaran Kesehatan Mental Emosional Remaja Florensa, Florensa; Hidayah, Nurul; Sari, Lintang; Yousrihatin, Fajar; Litaqia, Wulida
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Ngesti Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46815/jk.v12i1.125

Abstract

Adolescence is the period from children to adulthood. This has an impact on various mental health problems in adolescents such as emotional mental problems, problems with parents and friends, anxiety and depression so that it is necessary to identify adolescent mental health problems through early detection. The research aims to identify the emotional mental health status of adolescents. Data were analyzed by descriptive analysis. The population and sample of this study were 478 junior high school students in Pontianak City. The data collection tool used the Strength and Difficult Questionnaire-SDQ. The results showed that the majority of adolescents had normal behavior problems (62.1%), normal emotional problems (92.9%), normal peer problems (54.4%), and normal prosocial abilities (83.5%). The results of this study can be used as a basis for developing activities to improve and prevent adolescent mental health problems.
Keterampilan Manajemen Stress Sebagai Upaya Pencegahan Risiko Bunuh Diri Pada Remaja di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Florensa, Florensa; Yousriatin, Fajar; Hidayah, Nurul; Sari, Lintang
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3: September-Desember 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i3.3701

Abstract

Abstract: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap munculnya masalah kesehatan jiwa, kondisi ini bisa menjadi lebih berat terutama pada remaja yang harus menjalani kehidupan didalam lembaga pemasyarakatan akibat masalah hukum yang dihadapi. Penelitian menunjukkan bahwa pada remaja yang tinggal di lapas berisiko melakukan tindakan menyakiti dirinya dan kematian akibat bunuh diri pada remaja di lapas sebagian besar terjadi pada remaja yang melakukan tindakan menyakiti diri. Tindakan bunuh diri yang dilakukan oleh remaja dapat diakibatkan karena kurangnya kemampuan dalam mengatasi stres yang dialami dalam kehidupan remaja. Tujuan: kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajemen stres pada remaja sebagai upaya pencegahan risiko bunuh diri. Metode: Upaya promotive ini dilakukan melalui edukasi dan pelatihan tentang manajemen stres pada remaja. Hasil: setelah pelatihan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan remaja tentang manajemen stres
Optimalisasi Pencegahan Dampak Hospitalisasi Melalui Terapi Mewarnai Pada Anak Usia Prasekolah di Rumah Sakit Umum Yarsi Pontianak Sari, Lintang; Safitri, Dewin; Florensa, Florensa; Masmuri, Masmuri; Juliana, Diena; Yousriatin, Fajar
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v1i3.20

Abstract

Anak usia prasekolah memiliki imunitas yang masih rendah sehingga rentan terserang penyakit yang mengharuskan mereka untuk dirawat. Hospitalisasi merupakan kondisi krisis bagi anak karena anak berada dalam situasi asing dan kadang-kadang harus berpisah dari keluarga dan teman-temannya. Respon yang sering muncul akibat hospitalisasi adalah stres dan kecemasan. Salah satu intervensi yang sudah terbukti efektif mengatasi dampak hospitalisasi adalah terapi bermain mewarnai. Dengan melakukan terapi bermain mewarnai, anak lebih fokus untuk mewarnai gambar yang mereka suka dan memilih warna yang mereka sukai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengurangi dampak hospitalisasi melalui terapi mewarnai. Metode yang digunakan terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dilakukan pada tanggal 07 Oktober 2024 terhadap 10 anak di ruang anak Rumah Sakit Umum Yarsi Pontianak. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada Masyarakat yang telah dilakukan yaitu anak-anak terlihat lebih tenang dan kooperatif. Anak-anak juga antusias memilih buku mewarnai sesuai dengan karakter yang disukai. Setelah diberikan crayon dan buku mewarnai, anak-anak mengisi waktunya dengan mewarnai sehingga tidak merasa stres karena dirawat. Disarankan bagi perawat untuk dapat meneruskan intervensi terapi mewarnai pada anak yang dirawat untuk mengurangi dampak hospitalisasi.
Optimalisasi Terapi Bermain (Puzzle) untuk Mengurangi Kecemasan Pada Anak Usia Prasekolah di Rumah Sakit Umum Yarsi Pontianak Sari, Lintang; Kirana, Wahyu; Florensa, Florensa; Yousriatin, Fajar; Safitri, Dewin
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 4 (2025): Februari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/9kbj8p49

Abstract

Masa kanak-kanak merupakan tahapan penting dalam kehidupan manusia yang mempengaruhi tumbuh kembangnya. Dalam beberapa kasus, fase ini dapat terganggu oleh kejadian buruk seperti penyakit, nyeri, prosedur invasif, trauma dan rawat inap. Hospitalisasi adalah kondisi krisis yang terjadi pada anak saat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Apabila anak tidak bisa beradaptasi dengan baik, maka akan menyebabkan munculnya rasa takut dan cemas yang berdampak pada perkembangan psikologis anak. Oleh karena itu, penting untuk melakukan intervensi sederhana yang dapat mengurangi kecemasan dan stress sebagai bentuk reaksi hospitalisasi pada anak. Intervensi yang dapat dilakukan adalah terapi bermain (puzzle) yang telah terbukti efektif mengurangi dampak hospitalisasi. Kegiatan bermain puzzle merupakan kegiatan yang tidak memerlukan energi besar sehingga cocok dilakukan oleh anak yang menjalani hospitalisasi. Pengabdian kepada masyarakan ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan pada anak usia prasekolah di Rumah Sakit Umum Yarsi Pontianak. Metode yang digunakan adalah terapi bermain menggunakan puzzle. Hasil yang didapatkan diantaranya anak-anak menjadi lebih ceria dan tenang setelah diberikan terapi bermain puzzle. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terapi bermain puzzle efektif mengurangi kecemasan pada anak usia prasekolah yang di rawat di ruang anak Rumah Sakit Umum Yarsi Pontianak.
Optimalisasi Dukungan Psikososial untuk Mengatasi Stres Pada Keluarga yang Merawat Orang dengan Gangguan Jiwa di Wilayah Kerja Puskesmas Banjar Serasan Kirana, Wahyu; Anggreini, Yunita Dwi; Safitri, Dewin; Florensa, Florensa; Yousriatin, Fajar; Sari, Lintang
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 5 (2025): Maret
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/kq1e1010

Abstract

Keluarga sebagai caregiver yang merawat orang dengan gangguan jiwa menanggung beban berat yang berdampak pada berbagai aspek. Kondisi yang tidak stabil dan tingginya angka kejadian kekambuhan pada orang dengan gangguan jiwa merupakan situasi yang sulit bagi keluarga. Apabila terjadi secara terus menerus maka akan berdampak pada kondisi psikologis keluarga sebagai caregiver. Dampak psikologis yang seringkali terjadi pada keluarga adalah stres yang menyebabkan berbagai masalah diantaranya gangguan tidur dan depresi. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa keluarga membutuhkan dukungan psikososial untuk membantu mengatasi stres dan dampak yang ditimbulkannya. Program dukungan psikososial dapat meningkatkan keterampilan keluarga sebagai caregiver untuk mengelola situasi pengasuhan yang mencakup pengendalian emosi, menghadiri aktivitas kelompok, perawatan kognitif, pendidikan dan konsultasi. Hasil wawancara dengan penanggung jawab program Kesehatan jiwa di UPT Puskesmas Banjar Serasan didapatkan bahwa keluarga yang merawat orang dengan gangguan jiwa belum pernah mendapatkan edukasi terkait dukungan psikososial. Hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan adanya pengaruh dukungan psikososial terhadap stress keluarga yang merawat orang dengan gangguan jiwa. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga sebagai caregiver tentang dukungan psikososial di wilayah kerja UPT Puskesmas Banjar Serasan.