cover
Contact Name
Ishlakhatus
Contact Email
ishlakhatus@iainmadura.ac.id
Phone
+62324333187
Journal Mail Official
educonsilium@iainmadura.ac.id
Editorial Address
State Islamic Institute of Madura Jl. Raya Panglegur Km. 04 Pamekasan East Java
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam
ISSN : 27209709     EISSN : 27162087     DOI : https://doi.org/10.19105
Journal of Edu Consilium is an official, peer-reviewed, open access, and electronic system journal published by Study Program of Islamic Educational Guidance and Counseling, Faculty of Education, State Islamic Institute of Madura. Journal of Edu Consilium publishes research manuscripts, and concept/ theoretical papers in the field of Islamic Educational Guidance and Counseling (career counseling, marriage and family counseling, educational counseling, school and islamic school counseling, counseling in islamic boarding schools, cross- and multicultiral counseling, and developmental counseling) and Population and Family Planning (pre-marriage counseling, marriage and family life, growth and development of adolescence, and parenting).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2020)" : 8 Documents clear
LAYANAN CYBERCOUNSELING PADA MASA PANDEMI COVID-19 Anna Aisa
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : State Islamic Institute of Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1905/ec.v1i2.3715

Abstract

Kondisi pandemi COVID-19 memaksa peralihan konseling tatap muka menjadi konseling daring (dalam jaringan) atau dalam istilah bimbingan dan konseling disebut cybercounseling. Terlebih lagi dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari pemerintah membuat kebutuhan konseling secara daring menjadi bertambah besar. Hal ini tentunya menjadi solusi saat permasalahan psikologis memerlukan penyelesaian dengan segera. Hanya saja sejauhmana layanan cybercounseling ini bisa diterapkan oleh konselor pendidikan pada masa pandemi COVID-19 menjadi hal yang perlu diperhatikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan cybercounseling pada masa pandemi, serta bagaimana proses dan media yang dapat digunakan oleh konselor. Metode penelitian yang digunakan berupa studi kepustakaan, terutama pada beberapa buku dan artikel yang secara khusus membahas cybercounseling. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses  cybercounseling kurang lebih sama dengan proses konseling secara tatap muka namun yang perlu dipehatikan yakni pada tahap persiapan mencakup tersedianya perangkattkerast (hardware) tdan tperangkat lunakt (software) tyangtmendukung dan memadai. Sedangkan media cybercounseling dapat berbentuktwebsite/situs, telephone/handphone, temail, tchat, tinstanttmessaging, tjejaring sosial dantvideo conferencing. Kelebihan dari cybercounseling ialah dapat diakses di mana saja pada waktu yang sesuai, konselortdapat mengjangkau paratkonseli secara lebih luas, Konselor dan konseli dapat melaksanakan konseling kapan dan dimana saja atas dasar kesepakatan bersama, Walaupun tanpa teramati isyarat verbal dan fisik, tetapi kebanyakan konseli lebih mudah dalam mencurahkan pikiran dan perasaan yang mereka rasakan. sedangkan kelemahannya adalah diagnosis yang dilakukan menjadi tidak akurat dan pemberian intervensi menjadi tidak efektif karena petunjuk dan arahan yang diberikan menjadi kurang spesifik dan informasi non verbal menjadi sulit untuk diberikan.
EFEKTIFITAS SELF TALK THERAPY PADA PERILAKU SELF INJURY Febryanita Rahmadaningtyas; Herlan Pratikto
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : State Islamic Institute of Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1905/ec.v1i2.3716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas self talk therapy dapat membantu menurunkan stress pada perilaku injury. Artinya self talk therapy dapat berpengaruh secara positif untuk menurunkan stress yang menjadi salah satu pemicu dari perilaku self injury . Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus tunggal. Subjek penelitian ini adalah mahasiswi di Surabaya yang telah melakukan perilaku self injury  selama hampir 4 tahun. Perilaku self injury  adalah melukai atau menyakiti diri sendiri namun tidak untuk bunuh diri tetapi sebagai media untuk mengungkapkan emosi yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Perilaku self injury yang dilakukan subjek dalam penelitian ini adalah dengan menyayat lengannya menggunakan benda tajam hingga mengeluarkan darah. Darah yang keluar dari luka sayatan yang ia buat membuat ia merasa lebih tenang dan emosi negative yang ia rasasakan secara bersamaan juga ikut keluar. Tujuan dari perilaku self injury ini hanya sebatas untuk melukai dirinya sendiri tidak berniat untuk melakukan bunuh diri. Dari hasil penelitian didapatkan jika self talk efektif untuk menurunkan stress terhadap perilaku self injury. Selain itu juga ditemukan jika self talk dapat digunakan sebagai self reminder bagi subjek ketika perasaan atau emosi pemicu self injury itu timbul.
LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS CYBER UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA I Made Sonny Gunawan; Siti Zahra Bulantika; Permata Sari
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : State Islamic Institute of Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v1i2.3720

Abstract

Keputusan pemerintah yang memindahkan proses pembelajaraan dari sekolah menjadi di rumah membuat banyak guru dan konselor sekolah mengalami kelimpungan. Meninjau dari proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah dengan adanya pendampingan oleh guru, masih ditemui banyaknya siswa yang pasif dan tidak mampu untuk berpikir kritis apa lagi dalam suasana saat ini yang harus belajar sendiri dirumah tanpa pendampingan yang hanya bertumpu pada tugas-tugas mandiri. Permasalahan ini menggambarkan bahwa peran guru sangat sentral di dalam membantu siswa untuk mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya di dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Khususnya untuk guru bimbingan konseling atau konselor sekolah memiliki peran penting untuk dapat memfasilitasi siswa dalam mengembangkan potensi yang dimiliki sesuai keadaan pandemic saat ini adalah dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.
MENDONGENG: KEGIATAN KLASIK UNTUK KESIAPAN SEKOLAH SISWA TAMAN KANAK-KANAK Arina Mufrihah; Nyimas Robbiany Pandanarum; Iswatun Hasanah
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : State Islamic Institute of Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v1i2.3728

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menguji efektifitas mendongeng terhadap kesiapan sekolah anak dan (2) membantu anak mengembangkan keterampilan-keterampilan kesiapan sekolah yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri akademik dan sosial di Sekolah Dasar. Metode dan desain yang digunakan adalah Quasy-Experimental Posttest-Only Design. Cluster sampling merupakan teknik sampling yang digunakan dalam menentukan sampel dari populasi geografis yang ada di Kabupaten Sumenep wilayah daratan. Data dikumpulkan melalui Bender Gestalt Test dan juga dianalisa melalui sistem scoring dan interpretasi Bender Gestalt untuk mengetahui perbedaan usia mental siswa sebelum dan setelah pemberian treatment. Temuan penelitian adalah bahwa kelompok eksperimen memiliki age equivalent yang lebih tinggi dan menunjukkan kesiapan sekolah yang lebih cepat setelah mendapatkan treatment dibandingkan kelompok kontrol. Dan keterampilan-keterampilan sekolah baik akademik dan sosial juga dapat dikembangkan melalui mendongeng.
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PESERTA DIDIK PROGRAM LAYANAN SISTEM KREDIT SEMESTER Ainun Nafhah; Imam Hanafi
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : State Islamic Institute of Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v1i2.3743

Abstract

Keserdasan emosional, adalah kemampuan untuk mengenali emosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain. Kecakapan diri anak di usia sekolah tentunya berhubungan erat dengan keterampilan komunikasi interpersonal. Bahkan kontrol diri merupakan salah satu komponen keterampilan emosional. Pakar psikologi emosi, Goleman mengatakan bahwa koordinasi suasana hati adalah inti dari hubungan sosial yang baik. Apabila seseorang pandai menyesuaikan diri dengan suasana hati individu lain atau dapat berempati, orang tersebut akan memiliki emosionalitas yang baik dan akan lebih mudah menyesuaikan diri dalam pergaulan sosial serta lingkungannya. Pada intinya, kecerdasan emosional merupakan komponen yang membuat seseorang menjadi pintar menggunakan emosi, kecerdasan emosional juga menyediakan pemahaman yang lebih mendalam dan lebih utuh tentang diri sendiri dan orang lain. Fokus dari penelitian ini bertujuan: pertama, untuk mengetahui adakah hubungan kecerdasan emosional dengan keterampilan komunikasi interpersonal peserta didik semester 2 ruang 1 program layanan sistem kredit semester (SKS)? kedua, seberapa besarpengaruh kecerdasan emosional dengan keterampilan komunikasi interpersonal peserta didik semester 2 ruang 1 program layanan system kredit semester (SKS) di MTs Negeri 3 Pamekasan? Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat korelasional. Sedangkan sumber data yang diperoleh, yaitu melalui penyebaran angket, observasi, dokumentasi dan wawancara. Informannya adalah peserta didik dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang sangat besar antara kecerdasan emosional dengan keterampilan komunikasi interpersonal perseta didik. Dari analisis data diketahui nilai “r” dengan N atau jumlah responden 31 adalah 0.959. Sedangkan “r” product moment diperoleh nilai 0.335 (dalam taraf kepercayaan 95%) atau 0.456 (dalam taraf kepercayaan 99%). Dengan demikian “r” kerja (0. 959) lebih besar dari harga kritik product momentnya.Dengan demikian hipotesis pertama yang penulis ajukan (ada hubungan kecerdasan emosional dengan keterampilan komunikasi interpersonal peserta didik semester 2 ruang 1 program layanan sistem kredit semester (SKS) di MTs Negeri 3 Pamekasan) diterima.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL SISWA Mohammad Diniel Haq; Misnawi Misnawi
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : State Islamic Institute of Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v1i2.3747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru BK dalam menangani siswa yang interaksi sosialnya rendah, dengan menjadikan SMKN 1 Pemekasan sebagai lokasi penelitian. Ada dua fokus yang menjadi kajian utama dalam penelitian ini, yaitu: 1) Bagaimana upaya guru BK dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa di SMKN 1Pamekasan?; 2) Bagaimana faktor pendukung dan penghambat upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa di SMKN 1Pamekasan?. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan teknik analisis data yang digunakan adalah Descriptif Analysis.Untuk memperoleh data, maka digunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu wawancara semi terstruktur, observasi non partisipan dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, dilakukan beberapa upaya meliputi reduksi data (data reduction), paparan data (data display), dan penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing/ verifying).Selanjutnya, demi menjamin validitas dan keabsahan data yang diperoleh, makadilakukan teknik triangulasi yang meliputi teknik tringulasi sumber dan teknik tringulasi teori. Berdasarkan analisis yang dilakukan, hasil penelitian tentang upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosialsiswa di SMKN 1 Pamekasan adalah: 1) MemberikanLayanan individu; 2) Layanan bimbingan kelompok; 3) Layanan konsultasi; 4) Home visit. Adapun strategi Guru BK dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling untuk anak yang interaksinya rendah adalah: 1) Bekerja sama dengan wali kelas, wali murid, dan siswa; 2) Adanya bimbingan kelompok yang berbentuk diskusi.Sedangkan faktor penghambat dan pendukung upaya guru BK dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa di SMKN 1 Pamekasan adalah: 1) Faktor pendukung yaitu: a) Dukungan dari pihak sekolah, dalam hal ini kepala sekolah, wali kelas, dan guru terutama guru BK; b) Dukungan sarana dan prasarana yang memadai; c) Dukungan wali murid dan siswa. 2) Faktor penghambat yaitu: a) Siswa cendrung tertutup; b) Keterbatasan waktu; c) Sikap wali murid yang tidak terlalu peduli terhadap permasalahan anaknya.
EFEKTIVITAS TEKNIK ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Muhammad Baihaki
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : State Islamic Institute of Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v1i2.3751

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa, seorang siswa memerlukan adaya dorongan tertentu agar kegiatan belajarnya dapat menghasilkan prestasi belajar sesuai dengan tujuan yang di harapkan sehingga dalam upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa hal itu di perlukan bimbingan kelompok dengan teknik Role Playing guna untuk meningkatkan motivasi belajarnya.Berdasarkan hal tersebut ada dua fokus yang menjadi kajian utama penelitian ini, yaitu: Pertama, Bagaimana gambaran motivasi belajar siswa MTs Mambaul Ulum Batu Gungsing, Palengaan, Pamekasan.?Kedua, Bagaimana pelaksanaan bimbingan kelompok dengan teknik Role Playing dalam meningkatkan motivasi belajar siswa MTs Mambaul Ulum Batu Gungsing, Palengaan, Pamekasan,dari siklus I ke siklus II?. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan bimbingan dan konseling (PTBK) yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Subjek penelitian merupakan 10 siswa kelas IX MTs. Dalam metode pengumpulan data peneliti sebelum melakukan pra tindakan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi, serta hasil IKMS yang dimiki oleh guru BK. Setelah mendapatkan subjek peneliti melakukan tindakan dengan pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar, observasi , dan wawancara tersetruktur. Hasil penelitian dalam pelaksanaan tindakan bimbingan dan konseling menunjukkan bahwa Pertama, Gambaran motivasi belajar siswa motivasi belajar siswa, Berdasarkan analisis data angket yang merupakan pra tindakan di ketahui bahwa dalam katagori sedang yaitu 3 siswa atau 30%, rendah 5 siswa atau 50%, dan sangat rendah 2siswa atau 20%. Kedua, Pelaksanaan bimbingan kelompok dengan teknik Role Playing dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada siklus I siswa yang mengalami perkembangan sebanyak 8 siswa atau 80% yang tidak mengalami perkembangan 2 siswa atau 20% dengan jumlah 4 siswa berada pada kategori tinggi, 2 siswa berada pada kategori sangat tinggi, 3 siswa berada pada kategori sedang, dan 1 siswa berada pada kategori rendah. Pada siklus II siswa yang mengalami perkembangan sebanyak 9 siswa atau 90% dan yang mengalami perkembangat tetap 1 siswa atau 10% dengan jumlah 7 siswa berada pada kategori sangat tinggi, 2 siswa berada pada kategori tinggi, dan 1 siswa berada pada kategori sedang. Dapat di simpulkan dari pelaksanaan tindakan bimbingan dan konseling yang di lakukan oleh peneliti bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik Role Playing dapat meningkatkan motivasi belajar siswa MTs Mambaul Ulum Batu Gungsing, Palengaan, Pamekasan.
IMPLEMENTASI KONSELING RATIONAL EMOTIF BEHAVIOR THERAPY UNTUK MENGUBAH MINDSET NEGATIF SISWA Kholidatul Mutmainah; Muhammad Jamaluddin
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : State Islamic Institute of Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v1i2.3779

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengubah mindset negatif siswa terhadap guru bimbingan dan konseling seperti guru bimbingan dan konseling yang di nilai sebagai polisi sekolah, dengan menjadikan MA. Sumber Bungur Pakong Pamekasan sebagai fokus penelitian. Ada tiga fokus yang menjadi kajian utama dalam penelitian ini, yaitu: 1. Bagaimana mindset negatif siswa di MA. Sumber Bungur Pakong Pamekasan. 2. Bagaiamana pelaksanaan konseling REBT untuk mengubah mindset negative siswa kepada guru bimbingan dan konseling di MA. Sumber Bungur Pakong Pamekasan. 3. Dampak konseling REBT terhadap siswa di MA. SumberBungur Pakong Pamekasan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan teknik analisis data yang digunakan adalah Descriptif Analysis. Untuk memperoleh data,maka digunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu wawancara semi terstruktur, observasi non partisipan dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, dilakukan beberapa upaya meliputi reduksi data (data reduction), paparan data (data display), dan penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing/ verifying). Selanjutnya, demi menjamin validitas dan keabsahan data yang diperoleh, maka dilakukan teknik triangulasi yang meliputi teknik triangulasi sumber dan teknik triangulasi metode. Berdasarkan analisis yang dilakukan, hasil penelitian tentang implementasi konseling REBT untuk mengubah mindset negatif siswa di MA.Sumber Bungur Pakong Pamekasan: hasil dari penyebaran angket oleh guru bimbingan dan konseling kepada siswa bhawa minset negative siswa di MA. Sumber Bungur Pakong Pamekasan 1. Beberapa siswa cenderung mempunyai mindset negative terhadap guru bimbingan dan konseling. 2. Ada beberapa siswa yang menganggap bahwa guru bimbingan dan konseling di MA. Sumber Bungur sebagai polisi sekolah 3. Ada juga salah satu siswa yang berbeda pendapat dengan siswa yang lain. Siswa disini tidak menganggap guru bimbingan dan konseling di MA. Sumber Bungur sebagai polisi sekolah siswa ini menganggap guru bimbingan dan konseling sebagai teman curhat yang bisa diajak sharing ketika ada masalah. Pelaksanaan layanan konseling REBT untuk mengubah mindset negatif siswa. Sebelum guru bimbingan dan konseling memberikan layanan konseling REBT guru bimbingan dan konseling hendaknya : 1. Membaca do’a sebelum memulai konseling, 2. Mencairkan suasana supaya suasana tidak tegang dan sisa tidak merasa dirinya sdang diintrogasi, 3. Membuat hubungan baikdengan klien/siswa seperti menanyakan kabar, hobbi dan keadaan 4. Lalu memulai layanan konseling dengan tenang. Dampak konseling REBT terhadap mindset negative siswa di MA. Sumber Bungur Pakong Pamekasan. 1. siswa yang telah di berikan layanan konseling REBT pelanggarannya sudah mulai berkurang, 2. Siswa jarang di panggil ke ruang bimbingan dan konseling, 3. Munculnya kesadaran diri pada siswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 8