cover
Contact Name
Lamirin
Contact Email
lamirin@bodhidharma.ac.id
Phone
+6285211629722
Journal Mail Official
lamirin@bodhidharma.ac.id
Editorial Address
Jl. Selam No. 39-41 Kota Medan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer (JPBISK)
ISSN : -     EISSN : 27981711     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer adalah jurnal yang dikelola oleh STAB Bodhi Dharma, merupakan hasil penelitian maupun kajian ilmiah peneliti/dosen/praktisi di lingkup Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer terbit secara berkala dua kali setahun yaitu setiap bulan Juni dan Desember dengan rata-rata jumlah artikel sebanyak Lima artikel tiap edisi.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2021): Juni" : 5 Documents clear
RAHASIA HIDUP BAHAGIA DI MASA PANDEMI COVID-19 Nuriani Nuriani
Jurnal Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer (JPBISK) Vol 3 No 1 (2021): Juni
Publisher : STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidup bahagia adalah dambaan semua makhluk, namun dalam masa pandemi COVID-19 ini, kebahagiaan seakan menjauh dari kehidupan manusia. Banyak masalah yang muncul menyebabkan peningkatan kecemasan, seakan-akan pandemi COVID-19 ini adalah sumber Penderitaan. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk memaparkan kehidupan manusia yang terdampak pandemi COVID-19 dan bagaimana seharusnya manusia menyikapinya agar dapat tetap hidup bahagia dalam suasana pandemi. Dalam Empat Kebenaran Mulia disebutkan asal mula Dukkha adalah nafsu keinginan. Nafsu keinginan yang disertai kebodohan batin menuntun para makhluk masuk ke dalam lingkaran saṁsāra. Walaupun pandemi telah membuat manusia menjalankan kehidupan baru berupa kehidupan “new normal”, namun sesungguhnya penyebab Penderitaan manusia adalah keinginan manusia sendiri. Dan Penderitaan dapat dilenyapkan dengan melepaskan keinginan-keinginan, semakin banyak keinginan yang dilepaskan seseorang, maka semakin tinggi tingkat kebahagiaan seseorang. Laksanakanlah Jalan Mulia Berunsur Delapan sesuai ajaran Buddha agar dapat tetap hidup bahagia dalam masa pandemi COVID-19
ANALISIS KEPEMIMPINAN BUDDHIS DALAM MENATA LEMBAGA KEAGAMAAN BUDDHA (STUDI KASUS PADA ORGANISASI BUDDHIS DI MEDAN) Panir Selwen
Jurnal Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer (JPBISK) Vol 3 No 1 (2021): Juni
Publisher : STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat banyak permasalahan yang muncul dalam sebuah kepemimpinan dalam organisasi. Persoalan bagaimana menjadi pemimpin yang baik, persoalan bagaimana menerapkan kepemimpinan yang bisa dilaksanakan semua semua pelaku organisasi dan dapat membawa organisasi mencapai tujuan organisasi. Penerapan kepemimpinan yang diteladani Buddha apakah sudah dilakukan pada lembaga keagamaan Buddha yang ada saat ini. Bagaimana melakukan penataan yang berlandaskan ajaran Buddha. Perlunya pemahaman yang mendalam tentang konsep pemimpin, kemimpinan dan kepemimpian Buddhis. Pemahaman tentang manajemen dan organisasi. Sehingga dapat diketahui bagaimana menerapkan manajemen organisasi yang baik pada lembaga Keagamaan Buddha. Riset ini adalah sebuah studi kasus pada lembaga keadamaan Buddha dimana dilakukan dengan metoda kualitatif melalui survei untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan. Dengan focus penelitian adalah kepemimpinan Buddis. Dengan mengambil rujukan-rujukan otentik tentang kepemimpinan Buddhis. Dalam penelitian ini dapat melakukan analisis kepemimpinan Buddhis dalam menata lembaga keagamaan Buddha. Hal ini ditunjukan dengan adanya penerapan kepemimpinan Buddhis dalam menjalankan organisasi keagamaan Buddha. Dari hasil riset dapat dilihat keterkaitan antara kepemimpinan dan kepemimpinan Buddhis. Dan penerapan kepemimpinan Buddhis dalam lembaga keagamaan Buddha tempat objek penelitian. Memberikan saran yang bersifat membangun untuk mencapai hasil yang maksimal.
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN RASA PERCAYA DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN AGAMA BUDDHA SISWA KELAS X SMA BODHICITTA MEDAN Sunter Candra Yana
Jurnal Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer (JPBISK) Vol 3 No 1 (2021): Juni
Publisher : STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu indikator tercapainya tujuan pembelpelajaran dapat diketahui melalui hasil belajar siswa. Tidak semua siswa mampu memaksimalkan kecerdasan emosional, sehingga siswa kurang mampu mengikuti pelajaran dan tidak dapat memotivasi diri untuk fokus dan aktif yang berdampak pada hasil belajar siswa. Siswa Kelas X SMA Bodhicitta Medan juga masih kurang percaya diri, contohnya saat siswa masih kurang percaya diri menyampaikan hasil presentasi dan menjawab pertanyaan dari siswa lain, malu bertanya, serta tidak yakin akan kemampuannya sendiri. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Bodhicitta Medan Tahun Pelajaran 2019/2020 menggunakan angket kecerdasan emosional dan kepercayaan diri sebagai instrumen penelitian. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Bodhicitta Medan, dengan jumlah sampel sebanyak 93 siswa. Hasil penelitian adalah ada pengaruh positif kecerdasan emosional dan rasa percaya diri terhadap hasil belajar mata pelajaran agama Buddha siswa kelas X SMA Bodhicitta Medan baik secara simultan maupun parsial. Simpulan dari penelitian ini yaitu terjadi peningkatan hasil belajar jika kecerdasan emosional dan rasa percaya diri siswa tinggi. Kecerdasan emosional dan rasa percaya diri merupakan salah satu faktor dalam menentukan keberhasilan dalem belajar dan kebahagiaan dalam hidup serta berpengaruh terhadap kebermaknaan hidup, penempatan diri, baik bagi dirinya sendiri, sekolah dan lingkungannya, maka kecerdasan emosional dan rasa percaya diri perlu ditanamkan dan ditumbuhkan dalam diri setiap siswa dengan dibantu oleh guru, orang tua dan teman sebaya.
PERAN MAJELIS BUDDHAYANA INDONESIA (MBI) TERHADAP PENANAMAN NILAI INTERSEKTARIAN PADA MASYARAKAT BUDDHA DI LAMPUNG Tejo Ismoyo; Rapiadi Rapiadi; Susanto Susanto
Jurnal Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer (JPBISK) Vol 3 No 1 (2021): Juni
Publisher : STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan bagaimanakah nilai intersektarian berkembang pada masyarakat Buddha di Lampung dan bagaimanakah peran Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) terhadap penanaman nilai intersektarian pada masyarakat Buddha di Lampung tahun 2018. Belum meratanya penanaman nilai intersektarian pada masyarakat Buddha di Lampung, hal ini terlihat pada saat melaksanakan puja bakti. Umat Buddha di Lampung masih cenderung puja bakti mengunakan paritta (tradisi Theravada). Penanaman nilai intersektarian di provinsi lampung yang belum merata menyebabkan pelaksanakan puja bakti masih difokuskan pada tradisi Theravada. Walaupun masih didominan pada tradisi Theravada, akan tetapi masih ada beberapa masyarakat melaksanakan puja bakti secara khusus menggunakan tradisi Mahayana dan Tantrayana. Nilai intersektarianpun masih belum sepenuhnya diterapkan sehingga terjadi dominasi pengunaan satu mahzab saja yang diangap paling baik, dan terjadi kesenjangan dalam bentuk kurang hormatnya terhadap mahzab lain. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Tempat dilaksanakan penelitian di Provinsi Lampung, waktu yang digunakan adalah 6 bulan, dimulai dari Juli sampai Desember 2018. Adapun Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data primer dan sekunder. Teknik analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif dengan membuat gambaran yang dilakukan dengan cara (1) reduksi data atau penyederhanaan (data reduction), (2) paparan/sajian data (data display), dan (3) penarikan kesimpulan. Provinsi Lampung terdiri dari 164 wihara yang berada di bawah naungan Sangha Agung Indonesia (SAGIN). Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) sebagai pembatu tugas Sangha Agung Indonesia (SAGIN) membimbing Umat Buddha dalam menanamkan nilai intersektarian agar berkembang pada masyarakat Buddha di Lampung. Nilai intersektarian berkembang pada masyarakat Buddha di Lampung, tidak terlepas dari peran Sangha Agung Indonesia (SAGIN) dan Majelis Buddhayana Indonesia (MBI). Berkembangnya nilai intersektarian di Provinsi Lampung Melalui Tokoh Majelis Buddhayana Indonesia (MBI), Melalui Ceramah Dhamma dan Melalui Kunjungan Sangha. Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) memiliki peran penting dalam menanamkan nilai intersektarian dalam perkembangan agama Buddha di Provinsi Lampung. Berikut peran penting Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) dalam menanamkan nilai intersektarian: Membina Melalui Ceramah Dhamma, Pelayanan Puja Bhakti Keliling, Kunjungan Kasih, dan Pelatihan Pandeta.
SARJANA PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA SEBAGAI MISIONARI BUDDHIS (STUDI KASUS PADA LULUSAN PTKB DI PROVINSI SUMATERA UTARA) Winja Kumari
Jurnal Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer (JPBISK) Vol 3 No 1 (2021): Juni
Publisher : STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seorang lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha (PTKB) bertanggung jawab untuk menjaga, memperluas dan mempertahankan ajaran Buddha pada masyarakat. Masyarakat, khususnya masyarakat Buddhis saat ini mengalami kemerosotan moral yang ditandai dengan persoalan kenakalan remaja, narkoba, prostitusi, tidak hormat pada orang tua, serta tidak takut berbuat maupun akibat dari kesalahannya lagi. Vihara, cetiya maupun arama sebagai rumah ibadah pun tidak lagi berfungsi sebagai mestinya dikarenakan kurangnya minat umat untuk membina diri dan konflik yang terus berlangsung dari generasi ke generasi. Untuk menghadapi permasalahan ini, sangat dibutuhkan kepedulian dan bantuan lulusan PTKB yang lebih sibuk mengajar di sekolah untuk membina generasi muda Buddhis menjadi insan mandiri, cekatan, cerdas, terampil, serta beretika dengan cara melibatkan mereka dalam kegiatan Buddhis di rumah ibadah maupun organisasi Buddhis. Dalam hal ini, lulusan PTKB pun dapat bekerja sama dengan orang tua, pengurus rumah ibadah, pandita umat Buddha dan pemerintah setempat.

Page 1 of 1 | Total Record : 5