cover
Contact Name
Zulkfili Arifin
Contact Email
jurnal97@gmail.com
Phone
+6281342000654
Journal Mail Official
iccunkarifin@gmail.com
Editorial Address
Jl. Teuku Umar No. 8 Kel. Biringer Kec. Sinjai Utara
Location
Kab. sinjai,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Administrasita'
ISSN : 23017058     EISSN : 27981843     DOI : https://doi.org/10.47030/administrasita
Core Subject : Social,
Jurnal Ilmiah Administrasita berfokus pada permasalahan utama dalam pengembangan ilmu administrasi publik yang ruang lingkupnya dikhususnya pada Pengembangan Administrasi, Manajemen dan Kebijakan Publik, Perencanaan Pembangunan, , Manajemen Pelayanan, Organisasi Publik, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Desentralisasi dan Otonomi Daerah, Kepemimpinan, Inovasi Sektor Publik, otonomi daerah, dan birokrasi Pemerintahan, aparatur negara, desentralisasi dan E-Government.
Articles 182 Documents
PERAN LEMBAGA ADAT DALAM MEMPERTAHANKAN BUDAYA DI DESA TOMPO BULU KECAMATAN BULUPODDO KABUPATEN SINJAI Andi Mulawangsa Mappakalu; Rudi
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 12 No. 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v12i2.296

Abstract

Lembaga Adat dalam mempertahankan budaya di Desa Tompo Bulu berperan dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Dibuktikan dengan menampung setiap aspirasi masyarakat tersebut dengan cara masita-sita atau bermusyawarah. Juru damai, dibuktikan jika lembaga adat sebagai hakim dan penegak di setiap konflik yang terjadi dalam masyarakat. Memberdayakan masyarakat, dibuktikan dengan adanya pembagian tanah peruntukkan untuk masyarakat miskin untuk dikelola agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat adat setempat. Pelestarian adat, dibuktikan dengan kegiatan perlibatan pemuda di setiap kegiatan seperti latihan budaya kepada pemuda contohnya pelatihan massikkiri dan pelatihan makkate sebagai salah satu contoh program dalam pelestarian adat. Pembinaan masyarakat, dibuktikan dengan kinerja pemangku adat yang tanpa pamrih memberdayakan masyarakat, salah satunya pembentukan wirausaha yang dikelola oleh pemuda-pemuda adat. Demokratis, dibuktikan dari setiap kegiatan adat pemerintah Desa selalu diundang dan dilibatkan, seperti secara bersama-sama memberikan arahan kepada masyarakat untuk menjaga budaya adat yang ada, dan Lembaga Adat ikut membantu kegiatan Desa seperti mengatasi konflik yang terjadi atau mengatur kehidupan sosial dalam masyarakat adat Desa Tompobulu.
APPLICATION OF CUSTOMARY LAW IN PRESERVING THE KARAMPUANG TRADITIONAL FOREST Suardi Mukhlis; Hermansyah; Abdul Haris
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 12 No. 1 (2021): EDISI JUNI 2021
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v12i1.321

Abstract

The title of this research is the application of customary law in conserving the customary forest of Karampuang, Bulupoddo District. This research was conducted with the intention of knowing how to apply customary law in preserving customary forests in Karampuang, Tompobulu Village, Bulupoddo District, Sinjai Regency. The method used in this study uses a qualitative approach. Types of case studies with data collection techniques through in-depth interviews and informants in this study are: Karampuang traditional stakeholders, Tompobulu village government, Tompobulu village indigenous peoples and the Sinjai district environmental and forestry service. The data analysis technique used in this qualitative research is an interactive analysis technique. The collected data is then reduced and the data presentation is then concluded. Based on the results of research and discussion on the application of customary law in conserving customary forests, it has been carried out, but has not been effective becauseUntil now the status of customary forests in Karampuang is not clear, customary law and the imposition of sanctions in the preservation of customary forests in Karampuang are still weak, there are no regional regulations governing the status of Karampuang customary forests.
STRATEGI BUMDES DALAM PENGEMBANGAN POTENSI EKONOMI DI DESA BONTO SINALA KECAMATAN SINJAI BORONG Syahril Syahril; Sukarno Hatta
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 12 No. 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v12i2.322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk dapat menjelaskan bagaimana strategi BUMDes dalam pengembangan potensi ekonomi di Desa Bonto Sinala Kecamatan Sinjai Borong. Jenis penelitian adalah kualitatif, teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.Informan penelitian, kepala Desa Bonto Sinala, ketua BUMDes Sipatuo, pengurus BUMDes Sipatuo, dan masyarakat. Teknik analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi BUMDes dalam pengembangan potensi ekonomi di Desa Bonto Sinala Kecamatan Sinjai Borong.Berdampak baik bagi masyarakat Desa Bonto Sinala dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Mulai dari pengelolaan, pemasaran dan sumber daya manusianya. Pengelolaan dilakukan BUMDes Sipatuo dalam proses pengelolaan gula semut ada 2 yaitu pengelolaan dilakukan melalui home industry dan pegelolan melalui rumah produksi. Pemasaran, dengan cara pemasaran dari promosi, melalui sosialisasi kelompok-kelompok tani, melalui sosial media, mengikuti kegiatan pameran-pameran yang biasa diadakan oleh pemerintah daearah maupun provinsi dan melakukan kerja sama dengan beberapa perusahan. Sumber daya manusia, yaitu pengurus BUMDes, kelompok-kelompok petani aren, kelompok-kelompok dasawisma dan masyarakat.
PERANAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM PENGAWASAN PENINGKATAN DAN PEMANFAATAN PENDAPATAN ASLI DESA (PAD) DESA POLEWALI KECAMATAN SINJAI SELATAN KABUPATEN SINJAI Salman
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 12 No. 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan Badan Permusyawaratan Desa dalam pengawasan peningkatan dan pemanfaatan Pendapatan Asli Desa (PAD) di Desa Polewali Kecamatan Sinjai Selatan Kabupaten Sinjai adalah Fungsi Pengawasan Dalam Peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD) Desa Polewali dilaksanakan dengan menerbitkan peraturan desa Polewali Nomor 11 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan pasar desa. Namun peranan ini belum berpengaruh secara maksimal terhadap peningkatan pendaptan asli desa polewali karena peraturan desa yang dibuat belum sepenuhnya mampu terlaksana dengan baik dan optimal, sedangkan Fungsi Pengawasan terhadap Pemanfaatan Pendapatan Asli Desa (PAD) Desa Polewali dilaksanakan dengan melakukan musyawarah desa untuk mendengarkan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Desa terhadap pengelolaan Keuangan Desa. Hal ini dilakukan untuk mengetahui pemanfaatan/penggunaan keuangan desa termasuk dari Pendapatan Asli Desa (PAD) Desa Polewali Kecamatan Sinjai Selatan.
IMPLEMENTASI PROGRAM GERAKAN SATU DESA SATU PRODUK UNGGULAN (GASSPOL) DI KECAMATAN KAJUARA KABUPATEN BONE Abd Wahid Wahid; Mukrimah
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 12 No. 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v12i2.325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Implementasi Program Gerakan Satu Desa Satu Produk Unggulan (Gasspol) Di Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone. Tipe penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi, Informan yaitu Camat Kajuara, Kepala Desa, Pengurus BUMDes, Ketua BPD. Teknik analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Program Gerakan Satu Desa Satu Produk Unggulan di Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone sudah terealisasi dengan baik. Terlaksannya program Gasspol ini telah melewati beberapa indikator mulai tahapan sosialisasi atau penjabaran program baik sosialisasi ditingkat kecamatan dan sosilasiasi tingkat desa, tahap pengorganisasian, dan tahap aplikasi atau penerapan program, dengan didukung oleh beberapa faktor baik dari segi Komunikasi, Sumber Daya, Sikap dari Pelaksana dan Stuktur Brokrasinya. Salah satu desa yang menjadi realisasi atau sampel dari program ini adalah Desa Angkue. Salah satu ide baru dari pemerintah yang bekerja sama dengan pengurus BUMDes Lampu Toae dalam proses produksi yaitu dengan meluncurkan empat produk unggulannya yang terdiri dari keripik rumput laut, gammi, cumi-cumi kering dan balacen.
PENGAWASAN DEWAN PENDIDIKAN DALAM PROSES PENERIMAAN PESERTA DIDIK BERBASIS ZONASI TINGKAT SD DI KABUPATEN SINJAI Zulkifli Arifin
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 12 No. 1 (2021): EDISI JUNI 2021
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v12i1.329

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengawasan Dewan Pendidikan dalam proses penerimaan peserta didik berbasis zonasi tingkat SD di Kabupaten Sinjai. Fokus masalah dalam penelitian ini yaitu bentuk pengawasan Dewan Pendidikan dalam proses penerimaan peserta didik berbasis zonasi tingkat SD di Kabupaten Sinjai yang terdiri dari Pengawasan langsung dan Pengawsan tidak langsung. Berdasarkan jenis datanya, penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, Pengambilan keputusan atau verifikasi. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa dari hasil pengawasan Dewan Pendidikan Kabupaten Sinjai baik yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung diperoleh hasil: 1) Pengawasan langsung dari Dewan Pendidikan Kabupaten Sinjai untuk pelaksanaan proses penerimaan peserta didik dari Sekolah Dasar Negeri dengan berbasis zonasi yaitu: a) melaksanakan pengawasan implementasi kebijakan dan program pengembangan pendidikan dasar; b) memberikan pembinaan dan bimbingan dalam pelaksanaan sistem berbasis zonasi; 2) Pengawasan tidak langsung yang dilakukan adalah: berupa menjalin komunikasi antar lembaga sekolah-sekolah tingkat SD sampai pada tingkat SMP, demikian pula dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai. dari komunikasi tersebut akan menghasilkan: a) mengevaluasi pelaksanaan tugas dan menginvestarisasi permasalahan di lingkup tugas, dan; b) menyampaikan laporan pelaksanaan tugas.
PEMBINAAN KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) OLEH DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN Zulkifli Arifin
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 11 No. 2 (2020): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v11i2.330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pembinaan Kelompok Sadar Wisata yang di lakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sinjai. Penelitian ini dilakukan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sinjai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang memberikan gambaran secara jelas tentang Pembinaan Kelompok sadar Wisata yang dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan apa saja bentuk pembinaannya, usur pembina dan juga kegiatan pembinaan. Adapun subjek penelitian ini adalah Kepala bidang pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan kebudayaan kabupaten Sinjai, Seksi pengembanagan Sumber Daya dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Sinjai dan Kelompok Sadar Wisata yang mendapatkan pembinaan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2020. Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi selama penelitian. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa Dinas Pariwisata dan Kebudayaan melakukan pembinaan, baik pembinaan langsung maupun pembinaan tidak langsung. Pembinaan langsung dilakukan setiap tahun baik kepada Pokdarwis maupun yang bukan Pokdarwis akan tetapi terlibat langsung dengan kepariwisataan. Bentuk pembinaanya seperti manajemen homestay, tata kelola destinasi, dan pemandu ekowisata sedangkan pembinaan tidak langsung dilakukan melalui media sosial menggunakan akun Disparbud. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga bekerjasama dengan lembaga-lembaga lain dalam hal pembinaan seperti Bank Indonesia.
PENERAPAN E-GOVERNMENT DALAM PENGEMBANGAN SISTEM KOMUNIKASI DAN TELEMATIKA PADA DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA DAN PERSANDIAN KABUPATEN SINJAI Zulkifli Arifin
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 12 No. 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v12i2.332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan E-government Dalam Pengembangan Sistem Komunikasi Dan Telematika khususnya dibagian pengelolaan pengaduan pelayanan publik berbasis online (aplikasi sipakainge) dan faktor penghambat yang mempengaruhi pengelolaan aplikasi sipakainge yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Sinjai. Penelitian ini dilakukan di Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Sinjai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang memberikan gambaran secara jelas tentang Penerapan E-Government Dalam Pengembangan Sistem Komunikasi Dan Telematika khususnya dibagian pengelolaan pengaduan pelayanan publik berbasis online (aplikasi sipakainge) dan faktor penghambat yang ditemui dalam pengimplementasiannya. Adapun subjek penelitian ini adalah Kepala/Sekretaris Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Sinjai, Kepala Bidang E-Governement Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Sinjai, Admin Aplikasi Sipakainge Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Sinjai dan Masyarakat yang terlayani. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2020. Tekhnik pengumpulan data yaitu dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi selama penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Berbasis Online (Aplikasi Sipakainge) yang Dilakukan Oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Sinjai belum efektif. Hal itu dapat dilihat dari kelima dimensi dalam Teori DeLone, W. H., & McLean, E. R. yaitu Kualitas Sistem, Kualitas Informasi, Kualitas Pelayanan, Penggunaan, dan Kepuasan Pemakai. Adapun faktor penghambat yang mempengaruhi pengelolaan aplikasi sipakainge antara lain Jaringan internet di masing-masing instansi yang terkadang mengalami gangguan, anggaran yang ada pada OPD atau instansi terkait, umpan balik (feedback) dari masyarakat yang masih kurang dalam mengawasi keluhan yang telah disampaikan serta kesiapan sumber daya manusia di masing-masing instansi dalam menjalankan pengelolaan Aplikasi Sipakainge. Di sisi lain, aplikasi Sipakainge ini sudah cukup membantu masyarakat dalam mengajukan keluhan karena dapat diakses di mana saja tanpa perlu datang ke instansi yang bersangkutan.
PERAN KELOMPOK BINA KELUARGA REMAJA DALAM MEMBINA REMAJA DI KAMPUNG KB BAHARI KELURAHAN LAPPA Darmawati; Muhammad Suyuti
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 12 No. 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v12i2.348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Kelompok Bina Keluarga Remaja dalam Membina Remaja di Kampung KB Bahari Kelurahan Lappa. Jenis penelitian adalah kualitatif, Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian Lurah Kelurahan Lappa, staff kantor kelurahan Lappa, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLBK), Kelompok Bina Keluarga Remaja, Orang tua yang mempunyai Remaja dan Remaja. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini mengungkap bahwa Peran Kelompok BKR dalam membina remaja dilakukan melalui 3(Tiga) tahapan peran yaitu penyuluhan, pembinaan, dan bimbingan kepada orangtua remaja yang kemudian dilanjutkan kepada remaja. 1) Kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh Kelompok Bina Keluarga Remaja masih kurang efektif dikarenakan pelaksaan kegiatan penyuluhan tidak dilaksanakan setiap bulan sesuai dengan pedoman, begitupun dengan jumlah sasaran yang masih kurang ikut berpartisipasi dalam kegiatan Kelompok BKR. 2) kegiatan pembinaan yang dilaksanakan berfokus pada bidang keagamaan dengan menyelenggarakan tiga kegiatan keagamaan setiap minggunya yaitu pengajian, tarbiah, dan tahsin. 3) Khusus pada kegiatan bimbingan dalam hal ini pelayanan konseling dilakukan dengan cara kunjungan rumah tidak terealisasikan dikarenakan Kelompok BKR tidak memiliki keahlian dibidang tersebut, juga para orangtua remaja yang ingin diberi bimbingan menggap bahwa Kelompok BKR terlalu ikut campur dalam masalahnya.
INETERAKSI WISATAWAN DENGAN MASYARAKAT LOKAL DI KAWASAN HUTAN MANGROVE DI DESA TONGKE-TONGKE Zulkifli Arifin
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 9 No. 1 (2018): Edisi Juni
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v9i1.349

Abstract

Interaksi antara wisatawan dengan masyarakat lokal dan wisatawan yang berkunjung di kawasan hutan hutan mangrove Desa Tongke-tongke didorong oleh motivasi untuk mengenal, mengetahui atau mempelajari berbagai hal seperti kebudayaan, kehidupan masyarakat, keindahan alam, berbagai jenis kuliner, dan lain-lain. Pada sifatnya, hubungan antara wisatawan dengan masyarakat yang berada di kawasan hutan mangrove Desa Tongke-tongke dapat dicirikan dalam empat hal sebagai berikut: 1) Mereka berhubungan sementara (transitory relationship); 2) Ada kendala ruang dan waktu yang menghambat hubungan; 3) Dalam Mass Tourism, tidak ada hubungan yang bersifat spontan antara wisatawan dengan masyarakat lokal, melainkan sebagian besar diatur dalam paket wisata yang ditangani oleh usaha pariwisata dengan jadwal yang ketat; 4) Hubungan atau interaksi umumnya bersifat tidak setara, pada umumnya masyarakat lokal merasa inferior. Dalam hubungan dengan evolusi sikap masyarakat terhadap wisatawan menggambarkan perubahan sikap masyarakat lokal terhadap wisatawan secara linier. Sikap yg mulanya positif berubah menjadi semakin negatif seiring dengan pertambahan jumlah wisatawan. Interaksi antara wisatawan dan masyarakat lokal yang terjadi di kawasan Hutan Mangrove Tongke-tongke terbagi tiga; 1) Interaksi untuk transaksi wisata; 2) Interaksi di atraksi wisata yang sama; dan 3) Interaksi untuk bertukar informasi.