cover
Contact Name
Rahmat Sutedi
Contact Email
sutedirahmat91@gmail.com
Phone
+6285323102454
Journal Mail Official
edupena.found@gmail.com
Editorial Address
Pondok Hijau Indah Blok Viola No.3 – Bandung
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JURNAL EDUPENA
Published by Yayasan Edupena
ISSN : 27223428     EISSN : 2774891X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Edupena diterbitkan oleh sebuah Yayasan yang bernama EDUPENA dengan Akta Notaris No. 1 tanggal 07 Juli 2018 dan SK MENKUMHAM RI No. AHU-0009222.AH.01.04.Tahun 2018 dengan Alamat: Pondok Hijau Indah Blok Viola No.3 – Bandung. Jurnal ini berisi tulisan hasil sebuah penelitian dan kajian dalam bidang pendidikan yang belum pernah diterbitkan dalam media apapun. Artikel diperoleh dari penulis dengan latarbelakang berbagai bidang dan lembaga, seperti Guru, Kepala Sekolah, Pengawas, Dosen, dll.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2020): Desember 2020" : 4 Documents clear
IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SD NEGERI 1 PANDOWAN TAHUN AJARAN 2019/2020 AULIYA ARSY, RAHMA; SAPTUTI SUSIANI, TRI; SALIMI, MOH.
JURNAL EDUPENA Vol. 1 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : JURNAL EDUPENA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan literasi merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menguatkan karakter. Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan Gerakan Literasi Sekolah yang dilakukan 15 menit sebelum pelajaran dilakukan di kelas pada awal pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi Gerakan Literasi Sekolah dan mendeskripsikan dampak positif dari Gerakan Literasi Sekolah di SD Negeri 1 Pandowan. Jenis penlitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi, wawancara, studi dokumen, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah telah mencapai tahap pembiasaan, tahap pengembangan dan tahap pembelajaran. Dampak postitif dari pelaksanaan program tersebut yaitu sikap siswa yang menunjukkan ekosistem literat yang sangat tinggi, peningkatan pengetahuan berupa hasil belajar Bahasa Indonesia, dan kecakapan literasi melalui ketrampilan dari portofolio siswa.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN LITERASI DAN NUMERASI DI SEKOLAH DASAR SESUAI FRAMEWORK ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM JULAEHA
JURNAL EDUPENA Vol. 1 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : JURNAL EDUPENA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran merupakan interaksi yang terjadi antarsiswa, siswa dengan guru dan sumber belajar agar terjadi perubahan perilaku pada diri siswa dari berbagai aspek perilaku, baik sikap, pengetahuan, maupun keterampilan. Perubahan perilaku pada diri siswa dapat diketahui oleh guru melalui penilaian yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari pembelajaran. Penilaian dapat dilakukan oleh siapapun tergantung kebutuhannya, di antaranya oleh guru pada tingkat satuan pendidikan dan pemerintah pada tingkat nasional. Penilaian secara nasional telah lama dilaksanakan oleh pemerintah melalui Ujian Nasional (UN) dengan tujuan untuk menguji kompetensi siswa secara individual, baru mulai tahun 2021 ini pada setiap satuan pendidikan (SD, SMP, SMA/SMK) akan dilaksanakan asesmen nasional, yang terdiri atas Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Asesmen nasional dilakukan untuk mengevaluasi sistem, bukan untuk menguji siswa secara individual. Dengan kata lain, asesmen nasional ditujukan untuk memotret mutu setiap satuan pendidikan pada jenjang kelas V SD, VIII SMP, dan XI SMA/SMK, sehingga dapat dirumuskan tindak lanjut yang relevan oleh setiap pihak yang terlibat. Fokus AKM adalah kemampuan siswa yang dijadikan sampel terkait literasi dan numerasi yang merupakan kemampuan mendasar yang penting untuk hidup siswa. Hal ini mendasari bagaimana pembelajaran literasi dan numerasi dilaksanakan pada setiap jenjang pendidikan, termasuk SD agar relevan dengan kerangka kerja (framework) AKM. Peran kepala sekolah sangat dominan dalam mengelola pembelajaran literasi dan numerasi pada setiap jenjang kelas di SD sehingga dapat dilaksanakan sesuai dengan framework AKM.
PENERAPAN PENDEKATAN CONCRETE PICTORIAL ABSTRACT (CPA) UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG KELILING DAN LUAS DAERAH BANGUN DATAR PADA SISWA KELAS IV SDN 2 BINANGUN TAHUN AJARAN 2019/2020 HASAN KURNIAWAN, WISNU; SUHARTONO; SALIMI, MOH.
JURNAL EDUPENA Vol. 1 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : JURNAL EDUPENA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan langkah-langkah pendekatan CPA, (2) meningkatkan pembelajaran matematika, (3) mendeskripsikan kendala dan solusi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan pendekatan CPA dilaksanakan dengan tiga langkah yaitu concrete, pictorial, dan abstract; (2) pendekatan CPA dapat meningkatkan pembelajaran matematika tentang bangun datar, terbukti dengan adanya peningkatan persentase ketuntasan siswa, yaitu pada siklus I= 87,71% dan meningkat pada siklus II= 88,09%; (3) kendala penelitian ini yaitu media tidak digunakan saat menjelaskan, siswa jarang bertanya, siswa pasif dalam kelompok, siswa tidak bekerja sama, siswa asyik bermain sendiri, siswa tidak memperhatikan arahan dari guru. Adapun solusinya yaitu penjelasan materi menggunakan media, guru memberikan kesempatan bertanya dan motivasi, siswa membagi tugas dalam kelompok, siswa bekerja sama dengan membagi tugas, guru memperagakan pengukuran di depan kelas, guru meningkatkan penguasaan pengelolaan kelas, siswa menirukan arahan guru dalam pemecahan masalah. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan pendekatan Concrete Pictorial Abstract (CPA) dapat meningkatkan pembelajaran matematika tentang keliling dan luas bangun datar pada siswa kelas IV SDN 2 Binangun tahun ajaran 2019/2020.
MANAJEMEN PELAKSANAAN TES DIAGNOSTIK AWAL DI SEKOLAH DASAR PASCA BELAJAR DARI RUMAH UNTUK MENGIDENTIFIKASI LEARNING LOSS KOMALAWATI, RINA
JURNAL EDUPENA Vol. 1 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : JURNAL EDUPENA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik secara holistik, meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pada masa Pandemi Covid-19, setiap satuan pendidikan dihimbau oleh pemerintah untuk melaksanakan Belajar dari Rumah (BDR) untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 secara masif. Pelaksanaan BDR banyak menimbulkan polemik dan masalah dikarenakan berbagai kendala dalam pelaksanaannya, seperti berkurangnya waktu belajar, ketidaksiapan orang tua, sulitnya sinyal internet, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya. Kendala-kendala tersebut mengindikasikan bahwa pelaksanaan pembelajaran selama BDR berjalan secara tidak normal dibandingkan pembelajaran tatap muka pada umumnya. Ketidaknormalan pelaksanakan pembelajaran selama BDR diduga akan menyebabkan learning loss utamanya defisit kompetensi siswa yang tentunya akan berdampak buruk bagi siswa dan sistem pendidikan secara nasional jika tidak segera diatasi. Upaya awal untuk mengatasi bahaya learning loss adalah mengidentifikasi keberadaannya melalui penilaian diagnostik awal, di antaranya melalui tes untuk aspek pengetahuan. Tes diagnostik awal dilaksanakan untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan siswa dalam menguasai materi ajar tertentu pasca-BDR dan mengetahui penyebabnya agar dapat dirumuskan tindak lanjut berupa intervensi pembelajaran yang relevan dengan kekurangan siswa. Pelaksanaan tes diagnostik awal ini harus dikelola dengan baik oleh berbagai pihak terkait, terutama guru dan kepala sekolah sesuai dengan peran masing-masing. Guru berperan dalam mengembangkan soal tes diagnostik awal, sementara kepala sekolah memfasilitasi dan memonitor pelaksanaan tes diagnostik awal agar sesuai dengan tujuannya untuk mengatasi learning loss pasca-BDR.

Page 1 of 1 | Total Record : 4