cover
Contact Name
Herru Santosa Budiono
Contact Email
herru.santosa@untidar.ac.id
Phone
+6281567627547
Journal Mail Official
mechanical_teknik@untidar.ac.id
Editorial Address
Jl. Kapten Suparman No.39, Tuguran, Potrobangsan, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 56116, Indonesia
Location
Kota magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Mechanical Engineering
Published by Universitas Tidar
ISSN : 25987380     EISSN : 26139847     DOI : http://dx.doi.org/10.31002/jom.v5i1.3940
Journal of Mechanical Engineering (JOM) by the Program Mechanical of Engineering University of Tidar. This scientific journal received writings that had never been published elsewhere. and receive writings on the subject of Energy Science and engineering, applied mechanics and material, design, manufacturing and product development and others. Journal of Mechanical Engineering (JOM) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on mechanical engineering and other related topics. All papers are peer-reviewed. JOM is managed to be issued twice in every volume (March and September). The Scope of JOM is: 1.Energy Science and Engineering 2.Applied Mechanics and Materials 3.Design, Manufacturing and Product Development 4.Control, Instrumentation and Robotics
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017): Journal of Mechanical Engineering" : 7 Documents clear
PENGARUH KUAT ARUS PADA PROSES ANODIZING TERHADAP KARAKTERISTIK VELG MOBIL MERK BSA Hanung Hermawan; Nani Mulyaningsih; Catur Pramono
Journal of Mechanical Engineering Vol 1, No 1 (2017): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v1i1.372

Abstract

Anodizing merupakan proses pelapisan logam dengan cara membentuk lapisan oksida pada permukaan yang akan dilapisi. Hal tersebut terjadi karena adanya pengkorosian dari larutan elektrolit asam sulfat (H2SO4) dengan logam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi kuat arus listrik pada proses anodizing terhadap kekerasan dan ketebalan lapisan oksida pada permukaan velg mobil merk BSA. Velg mobil dipotong dengan ukuran 10 mm x 10 mm x 4 mm, dan diamplas secara bertahap menggunakan amplas seri P500, P800, P1000, P2000, dan P5000 dilanjutkan proses pretreatment, anodizing (H2O 2 liter + H2SO4 20 ml), sealing (H2O). Proses anodizing menggunakan variasi kuat arus listrik 0.5 Ampere, 0.7 Ampere, dan 0.9 Ampere, tegangan arus listrik 1.6 Volt, waktu pencelupan 7 menit. Pengujian yang dilakukan yaitu uji komposisi kimia, uji kekerasan dan ketebalan lapisan oksida. Hasil pengujian menunjukan kekerasan setelah proses anodizing pada kuat arus listrik 0.5 Ampere sebesar 128,19 VHN, untuk kuat arus listrik 0.7 Ampere sebesar 135,82 VHN, dan kuat arus listrik 0.9 Ampere sebesar 149.89 VHN secara berurutan. Ketebalan lapisan oksida yang terbentuk pada kuat arus listrik 0.5 Ampere sebesar 14 µm, untuk kuat arus listrik 0.7 Ampere sebesar 17.2 µm, dan kuat arus listrik 0.9 Ampere sebesar 48.1 µm secara berurutan.Kata kunci : anodizing, velg mobil, kuat arus listrik.
PENGARUH VARIASI WAKTU PROSES ANODIZING TERHADAP KARAKTERISTIK VELG RACING MERK SPRINT Rachman Satya Pamungkas; Xander Salahudin; Nani Mulyaningsih
Journal of Mechanical Engineering Vol 1, No 1 (2017): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v1i1.374

Abstract

Minat masyarakat untuk melakukan modifikasi kendaraan, terutama pada penggantian velg ruji ke velg racing memicu munculnya berbagai merk velg racing non OEM (Original Equipment Manufacturer). Sprint adalah salah satu merek roda non-OEM yang memiliki tampilan kurang atraktif dan mendapat berbagai keluhan karena resistannya yang buruk. Anodizing adalah teknik pelapisan yang sesuai untuk bahan berbasis aluminium. Proses ini akan memperbaiki sifat fisik material karena lapisan aluminium oksida yang terbentuk selama proses anodisasi. Berangkat dari permasalahan tersebut, penulis meneliti efek proses anodizing pada karakteristik velg racing merek Sprint dengan variasi waktu yang digunakan 5 menit, 10 menit dan 15 menit. Spesimen yang diambil dari roda balap Sprint setelah uji komposisi kimia, sampel termasuk seri aluminium 4xx.x dengan elemen Si dominan 8,41% yang mendekati spesifikasi aluminium seri 408.2 (x). Nilai rata-rata kekerasan Vickers (VHN) meningkat dengan proses anodisasi dengan waktu anodisasi sebesar 70,2 VHN, waktu anodisasi 5 menit sebesar 75,16 VHN, waktu anodisasi 10 menit sebesar 86,49 VHN, dan waktu anodisasi 15 menit sebesar 100,82 VHN. Nilai rata-rata ketebalan lapisan oksida yang terbentuk meningkat dengan proses anodisasi dengan waktu anodisasi 5 menit menghasilkan ketebalan 30,6 mikron, waktu anodisasi 10 menit menghasilkan ketebalan 39 mikron, dan waktu anodisasi 15 menit menghasilkan ketebalan 43,41 mikron.Kata kunci: anodisasi, velg merek Sprint, waktu, ketebalan, kekerasan
ANALISIS DEBIT AIR DAN RUGI BELOKAN PADA PIPA TEE Bagas Dwi Prakoso; Kun Suharno; Sri Widodo
Journal of Mechanical Engineering Vol 1, No 1 (2017): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v1i1.360

Abstract

Air akan mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang rendah dengan memanfaatkan perbedaan tinggi tekan atau dialirkan dengan menggunakan pompa dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi. Namun sering kita melihat pemasangan pipa bercabang yang kurang teratur dan tidak memperhatikan efek yang timbul akibat percabangan. Selain itu, pemakaian dimensi pipa, orifice, dan hambatan lain pada pipa masih belum diperhatikan pada pemasangan pipa bercabang. Berawal permasalahan tersebut, penulis meneliti tetang perbandingan pipa 1 ¼ inch, 1 inch dan ¾ inch dengan variasi pemasangan tee sebagai alternatif penggunaan pipa bercabang dengan tujuan untuk mengetahui debit air pada masing-masing pipa tee dan mengetahui rugi belokannya. Metode dalam penelitian ini meliputi persiapan, pembuatan rangka, pemasangan instalasi pipa, pelaksanaan pengukuran debit, analisis data, pelaporan, dan publikasi. Hasil dari penelitian ini pada pipa 1 inch didapatkan Qkanan = 0,00222 m3/s, Qatas = 0,00218 m3/s, Qbawah = 0,00228 m3/s. Pada pipa 1 inch didapatkan Qkanan = 0,00219 m3/s, Qatas = 0,00210 m3/s, Qbawah = 0,00226 m3/s. Pada pipa ¾ inch didapatkan Qkanan = 0,00189 m3/s, Qatas = 0,00163 m3/s, Qbawah = 0,00219 m3/s. Untuk nilai rugi-rugi belokan pada pipa 1 inch didapatkan hbkanan = 0,0116, hbatas = 0,022, hbbawah = 0,00217. Pada pipa 1 inch didapatkan hbkanan = 0,00525, hbatas = 0,01997, hbbawah = 0,001799. Pada pipa ¾ inch didapatkan hbkanan = 0,004459, hbatas = 0,0093, hbbawah = 0,001645.Kata kunci: variasi pipa, pipa tee, debit air
ANALISIS DEBIT FLUIDA PADA PIPA ELBOW 90° DENGAN VARIASI DIAMETER PIPA Sandi Setya Wibowo; Kun Suharno; Sri Widodo
Journal of Mechanical Engineering Vol 1, No 1 (2017): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v1i1.377

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang fluid fruction aparatus, dengan variasi pipa elbow berdiameter 1¼inc, 1inc, ¾inc, ½inc dengan tinggi 10 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan elbow dengan variasi diameter pipa akan menghasilkan turbulensi yang besar dan mengakibatkan hilangnya aliran pada pelepasan yang dihasilkan, yaitu semakin besar diameter pipa yang digunakan, semakin tinggi turbulensi dan gesekan yang terjadi. Sebaliknya jika diameter pipa yang digunakan semakin kecil, turbulensi dan gesekan yang dihasilkan akan kecil juga. Kata Kunci : debit, diameter pipa, rugi belokan
ANALISIS MESIN MIXER HORIZONTAL DENGAN VARIASI PUTARAN DAN WAKTU PENGADUKAN Abdul Rahman Wahid; Nani Mulyaningsih; Xander Salahudin
Journal of Mechanical Engineering Vol 1, No 1 (2017): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v1i1.361

Abstract

Saat ini banyak di jumpai pembuat kerupuk pangsit yang umumnya dikerjakan di rumah-rumah sebagai industri rumahan. Pada umumnya mereka masih menggunakan tenaga manusia untuk membuat adonan kerupuk pangsit, sehingga dalam membuat adonan kerupuk pangsit dibutuhkan tenaga yang besar, waktu yang cukup lama dan memerlukan biaya yang cukup mahal. Tujuan penelitian ini adalah membuat mesin pengaduk adonan kerupuk pangsit dengan variasi kecepatan putar pengaduk 64 rpm, 97 rpm, dan 195 rpm serta variasi waktu pengadukan 4 menit, 6 menit, dan 8 menit dengan motor listrik ¼ HP. Hal yang perlu dianalisis dalam penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kecepatan putar dan waktu pengadukan terhadap hasil adonan. Hasil massa rata-rata yang di peroleh berupa adonan kerupuk pangsit yang tercampur dengan waktu pengadukan 4 menit dan kecepatan putar 64 rpm menghasilkan 3542,3 gram (88,5%), dengan kecepatan putar 97 rpm menghasilkan 3308,2 gram (82,7%) dan kecepatan putar 195 rpm menghasilkan 3178,2 gram (79,5%), sedangkan dengan waktu pengadukan 6 menit dan kecepatan putar 64 rpm menghasilkan 3610,0 gram (90,2%), dengan kecepatan putar 97 rpm menghasilkan 3417,3 gram (85,4%), dan dengan kecepatan putar 195 rpm menghasilkan 3236,8 gram (80,9%), dan dengan waktu pengadukan 8 menit dan kecepatan putar 64 rpm menghasilkan 3773,9 gram (94,3%), dengan kecepatan putar 97 rpm menghasilkan 3572,0 gram (89,3%) dan dengan kecepatan putar 195 rpm menghasilkan 3316,9 gram (82,9%).Kata kunci : kerupuk pangsit, mesin mixer horizontal, pulley, waktu
ANALISIS MESIN PENGIRIS TEMPE DENGAN VARIASI SUDUT PISAU TERHADAP KETEBALAN IRISAN Catur Pramono; Endang Mawarsih; Hendi Kurniawan
Journal of Mechanical Engineering Vol 1, No 1 (2017): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v1i1.364

Abstract

Tempe merupakan makanan tradisional yang sudah lama dikenal di Indonesia. Industri rumahan keripik tempe masih menggunakan cara tradisional yang kurang efisien. Tujuan perancangan mesin ini adalah untuk meningkatkan produksi kripik tempe dengan variasi sudut pisau 10°, 20° dan 30°. Massa irisan tempe dikategorikan kriteria A (hasil irisan utuh 75-100%, kriteria B (hasil irisan setengah utuh 40-74%), kriteria C (hasil kurang dari setengah utuh <40%), kriteria D (tidak teriris). Mesin ini menggunakan 3 pisau yang bisa disetting sesuai tebal atau tipis irisan dan dengan variasi sudut pisau 10 °, 20 ° dan 30 °. Sudut pisau 30° lebih efektif daripada sudut pisau 10 ° dan 20 ° karena menghasilkan 258,854 gr kriteria A. Ketebalan potongan 2 mm menggunakan sudut pisau 30° lebih baik dalam hal kriteria irisan tempe teriris utuh namun kurang baik karena irisannya terlalu tebal.Kata kunci: mesin pengiris, sudut pisau, ketebalan
PENGARUH KECEPATAN PUTAR MESIN PENGUPAS KACANG TANAH TIPE RUJI VERTIKAL TERHADAP KUPASAN Danang Henri Wibowo; Xander Salahudin; Sri Widodo
Journal of Mechanical Engineering Vol 1, No 1 (2017): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v1i1.368

Abstract

Salah satu proses penting dalam rangkaian penanganan pascapanen kacang tanah, yaitu pengupasan kulit luar kacang tanah yang tujuan untuk memisahkan biji dari limbah kulitnya. Proses tersebut jika dilakukan dengan cara manual akan memerlukan waktu yang lama, maka diperlukan alat mekanis untuk mengurangi beban kerja. Berdasarkan permasalah tersebut, penulis merancang mesin pengupas kulit luar kacang tanah tipe ruji vertikal guna meningkatkan kualitas dan kapasitas pengupasan. Tujuan dari penelitian tersebut yaitu menganalisis pengaruh kecepetakan putar poros ruji terhadap hasil pengupasan. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan kecepatan putar 73 rpm, 97 rpm, 121 rpm, dan 145 rpm. Hasil dari penelitian ini kualitas terbaik pada kecepatan putar 97 rpm diperoleh biji kacang tanah terkupas utuh 540 gram. Hal ini dikarenakan idealnya gaya sentrifugal saat proses pengupasan sehingga momentum interaksi atau bertemunya antara kacang tanah satu dengan yang lain dan kacang tanah dengan ruji-ruji pengupas dengan momen yang ideal, sedangkan kapasitas terbaik pada kecepatan putar 145 rpm diperoleh kapasitas pengupasan sebesar 34,14 kg/jam. Hal ini terjadi karena kecepatan putar saat proses pengupasan di dalam piringan kerucut yang berisi ruji-ruji mempengaruhi jumlah dan waktu pengupasan kacang tanah untuk keluar dari piringan ruji.Kata kunci: kacang tanah, ruji vertikal, kecepatan putar

Page 1 of 1 | Total Record : 7