cover
Contact Name
Hendra Susanto
Contact Email
hesus@stiqsi.ac.id
Phone
+6281232233243
Journal Mail Official
jurnal@stiqsi.ac.id
Editorial Address
Pondok Pesantren Al-Ishlah, Sendangagung Paciran Lamongan Jawa Timur
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Al-I'jaz: Jurnal Studi Al-Qur'an, Falsafah, dan Keislaman
ISSN : 27221652     EISSN : 27211347     DOI : https://doi.org/10.53563/ai.v3i1
Core Subject : Religion, Education,
Focus Al-I jaz adalah jurnal yang terbit dua kali dalam setahun (Juni dan Desember), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran dan Sains Al-Ishlah (STIQSI) Sendangagung Paciran Lamongan Jawa Timur. Fokus jurnal ini adalah untuk mendiseminasikan kajian akademis tentang Pemikiran Keislaman terkait Al-Qur’an, Falsafah dan Isu Keislaman Klasik dan Kontemporer, serta untuk memfasilitasi dialog akademis antara para akademisi dan peneliti yang berminat dalam kajian pemikiran keislaman terkait Al-Quran, Falsafah dan Isu Keislaman Klasik dan Kontemporer. Scope Al-I jaz memiliki ruang lingkup kajian dan penelitian yang mengkover beragam bidang terkait kajian Pemikiran Keislaman seperti: Tafsir, Hadits, Fiqh, Sejarah Islam, Hukum, Al-Quran dan Tafsir, Tasawuf, Ilmu Kalam, Politik, dan Filsafat serta Isu Keislaman Klasik dan Kontemporer (seperti relasi jender, demokrasi, Hak Azasi Manusia, Ekspresi dan Praktik Hidup masyarakat Muslim di seluruh dunia).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2020): June" : 6 Documents clear
Revalidasi Metodologi Zaid B Tsabit dalam Pemushafan Al-Qur’an Fathurrofiq Fathurrofiq
Jurnal Al I'jaz Vol 2 No 1 (2020): June
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Dan Sains Al-Ishlah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53563/ai.v2i1.20

Abstract

What Zaid b Tsabit did to collect the revelation of Quran, according to Muslim narratives was philologically perfect. At least, it is the most scrutinizing actever dealing with codifying scripture text. But to Western scholars (orientalists) view, it is not so. They find vague surrounding the Zaid b Tsabit works in the reign of either Abu Bakr or Uthman b Affan. The disputes on whether the Suhuf belong to Abu Bakr is official codex ot not, the Mushaf belong to Uthman was not soon widely accepted for example by Abdullah b Mas’ud the senior companion of the Prophet Muhammad in Kuffa, or the rising variants in reciting Quran were among the fertile lands for orientalists to criticize. Disputing Quran scientifically of course it is the challenge for Muslim to reaffirm his or her belief. So, it is open for whomever to criticize every aspect of Muslim life including their main theological source: Al-Qur’an. Responding the critics, thisresearch tries to revalidate philologically Zaid’s methodology. However, philology is scientific approach rooted from West tradition. In addition, to objectify, this research provides the comparasion of Zaid’s methodology to some philological experiences. The three examples of such experiences are philology belong to Alexandria school, philology of Bible, and philology of Nusantara. So, this research has two steps. Firstly, it explains the methodology belongs to Zaid its self philologically. Secondly in the same time, it compares to other philological experiences. By such explanation and comparison, this research try to reaffirm the very detailed and selective work of Zaid b Tsabit dealing with compelling the revelation of Qur’an.
Corak Tafsir Sufi dan Rasional: Telaah Perbandingan Kitab Lathaiful Isyarat dan Al-Kasyaf Piet Hizbullah Khaidir
Jurnal Al I'jaz Vol 2 No 1 (2020): June
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Dan Sains Al-Ishlah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53563/ai.v2i1.29

Abstract

Dalam ilmu tafsir, corak tafsir sufi dan rasional pernah mengalami pertentangan madzhab yang kental. Juga diwarnai oleh perseteruan madzhab fiqh dan teologi dengan bumbu olahan persaingan kekuasaan. Tulisan ini akan mengulas corak tafsir sufi dan rasional dengan mengupas pemikiran dua kitab karya dua mufassir yang mewakili dua corak tafsir tersebut, yaitu Lathaiful Isyarat Karya Al-Syaikh Al-Imam Al-Qusyairi dan Kitab Al-Kasyaf Karya Al-Syaikh AlImam Al-zamakhsyari. Objek kajiannya adalah tafsir QS. 2: 1 dan QS. 56: 75-80. Fokus kajiannya adalah membandingkan corak tafsir keduanya dengan menganalisa pendekatan, metode, teori serta pengaruh madzhab terhadap penafsiran keduanya. Dengan metode perbandingan, tulisan diharapkan dapat mengetahui world view, konsep ontologi, epistemologi, dan metodologi, serta perbedaan model hasil penafsiran dari masing-masing tafsir. Telaah perbandingandalam tulisan ini juga akan mengulas tentang pengaruh madzhab terhadap pendekatan dan produk penafsiran dari kedua kitab tafsir. Secara khusus, tulisan ini menggunakan teori intensionalitas objek dari metode fenomenologi, untukmemotret bagaimana masing-masing kitab tafsir memaknai teks, objek dan konsep penafsirannya.
Sejarah Tafsir Indonesia dalam Perspektif History of Idea Masrul Anam
Jurnal Al I'jaz Vol 2 No 1 (2020): June
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Dan Sains Al-Ishlah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53563/ai.v2i1.30

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran sejarah perkembangan tafsir karya monumental ulama Indonesia sebelum Indonesia merdeka hingga sekarang, yang belum banyak dieksplorasi oleh para akademisi. Artikel ini berisi pemetaan karya tafsir dari segi geografis, bahasa, tempat lahir dan kemerdekaan. Pertama: segi geografi mengandung arti bahwasannya mufasir itu berdomisili di wilayah Indonesia. Kedua: segi bahasa menunjukkan bahwa kitab tafsir itu menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa yang digunakan di Indonesia, seperti bahasa Jawa dan bahasa Sunda dan sebagainya. Ketiga: segi tempat lahir menunjukkan bahwa mufasir itu lahir di wilayah Indonesia walaupun di kemudian hari ia pindah bahkan mungkin menetap di negara lain hingga wafatnya. Keempat: segi kemerdekaan menunjukkan bahwa tafsir itu lahir setelah Indonesia merdeka, yakni tahun 1945 ke atas. Dengan berbagai batasan-batasan ini, akan menjadi mudah dalam memasukkan klasifikasi tafsir yang Indonesia, dan tafsir yang bukan Indonesia.
Konstruksi Model Matematika Penyebaran Kerusakan (Al-Fasad) dalam Suatu Lingkungan Muslim Nailul Izzati; Silmi Kaffah
Jurnal Al I'jaz Vol 2 No 1 (2020): June
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Dan Sains Al-Ishlah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53563/ai.v2i1.31

Abstract

Kerusakan demi kerusakan terus terjadi di dunia. Tidak hanya berupa kerusakan alam, tetapi juga kerusakan sosial. Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman bagi manusia dalam menjalani kehidupan, telah menyebutkan tentang fenomena kerusakan (al-fasad) yang terjadi. Al-Qur’an telah menyebut secara umum penyebab terjadinya kerusakan, siapa pelakunya, bagaimana pencegahan dan penyembuhnya. Dalam penelitian ini, kerusakan dipandang sebagai suatu penyakit yang dapat menular dan mewabah. Penelitian ini membahas model matematika tentang penyebaran kerusakan akibat interaksi subpopulasi Faasid (sesuatu yang rusak) dengan subpopulasi rentan kerusakan. Model yang dikonstruksi kemudian disimulasikan dengan Metode Runge-Kutta Orde Empat. Hasil simulasi numerik menunjukkan bahwa tingkat kerentanan individu terhadap kerusakan berperan penting dalam penyebaran kerusakan di suatu lingkungan.
Al-Nafs dalam Al-Qur'an: Makna, Macam dan Karakteristiknya Muhammad Arwani Rofi'i Rofi'i
Jurnal Al I'jaz Vol 2 No 1 (2020): June
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Dan Sains Al-Ishlah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53563/ai.v2i1.33

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan makna kata al-nafs dalam al-Qur’an disertai macam dan karekteristiknya. Dalam al-Qur’an terdapat 295 kata nafs dalam berbagai bentuknya. Kata nafs mempunyai makna yang beragam dalam al-Qur’an; mulaidari ruh, dzat, darah pembeda, dan lainnya. Namun, makna yang sering digunakan untuk memaknai nafs adalah manusia seutuhnya; jasadnya, raganya, akalnya, hatinya dan segala hal yang menjadi bagian dari manusia. Nafs mempunyai ciri, sifat dan karakteristik yang beragam walaupun hakikatnya diciptakan dari dzat yang satu, yaitu Adam. Perbedaan ciri, sifat dan karakteristik tersebut dapat dipengaruhi oleh lingkungan dan budaya tempat ia berada. Di antara ciri nafs adalah tergesa-gesa, lemah, dapat membedakan antara yang baik dan buruk. Sedangkan sifat nafs di antaranya adalah tawadu, makan, minum, berbohong. Adapun karakteristik nafs di antaranya adalah mempunyai insting alami untuk mengetahui hakikat sang pencipta.
Konsep Al-Hikmah dalam Al-Qurán Muhammad Dawam Shaleh
Jurnal Al I'jaz Vol 2 No 1 (2020): June
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Dan Sains Al-Ishlah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53563/ai.v2i1.34

Abstract

Al-Qur’an memiliki fungsi sebagai petunjuk bagi ummat manusia, maka setiap maknanya harus dipahami dengan sebaik-baik pemahaman. Kata hikmah merupakan salah satu kata yang memiliki makna berbeda-beda dan ditafsirkan dengan penafsiran yang berbeda-beda, sehingga pemaknaan kata tersebut perlu kita kaji lebih dalam agar penggunaannya bisa lebih jelas dan tepat. Pemahaman tersebut kita kaji dari baik dari al-Qur’an maupaun berbagai sumber serta kita pahami juga maknanya berdasarkan penjelasan beberapa ahli tafsir.

Page 1 of 1 | Total Record : 6