cover
Contact Name
Alfredo Tutuhatunewa
Contact Email
alfredo.tutuhatunewa@fatek.unpatti.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ale2021@fatek.unpatti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Pattimura Jl. Ir. M. Putuhena Kampus Poka Ambon - 97233
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Archipelago Engineering
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 26203995     EISSN : 27987310     DOI : https://doi.org/10.30598/ale
Core Subject : Engineering,
Prosiding “Archipelago Engineering” adalah prosiding yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Pattimura, sebagai sarana publikasi hasil Seminar Nasional "Archipelago Engineering (ALE)", yang merupakan dari hasil penelitian, studi kepustakaan dan sharing dalam bidang teknik mesin, teknik industri dan teknik kelautan serta teknik sipil dan perencanaan wilayah. Prosiding ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel hasil penelitian ataupun penelitian terapan, artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan teknologi. Informasi tentang pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel terdapat pada setiap penerbitan. Semua artikel yang masuk akan melalui “peer-review process”. Artikel dipublikasikan pada Prosiding, setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel dan telah dipresentasikan pada Seminar Nasional ALE. Prosiding ini diterbitkan dalam setahun sekali.
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol 2 (2019): Archipelago Engineering (ALE)" : 37 Documents clear
ANALYSIS OF PRINCIPLE DIMENSION AND SHAPE OF PURSE SEINERS IN AMBON ISLAND Helly S Lainsamputty
ALE Proceeding Vol 2 (2019): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.2.2019.15-19

Abstract

Abstrak Purse seiners as a ship's main small pelagic fish Catcher is increasingly growing in number and size. In the last 5 years has been an increase in purse seine boats in Maluku by 20% and 15% of the overall operating in waters around the island of Ambon. Purse seiners tend to be made traditionally based on experience and not in accordance with the criteria of size comparison of a fish boat. It is very technical and operational feasibility of affect in this speed, stability and longitudinal strength . This research aims to calculate speed, tonnage (GT), the size of the principal as well as set the geometric shapes of purse seiners on the island of Ambon. The methods used in this research is a survey method by gathering primary and secondary data by making observations and measurements directly against the 32 purse seiners in Ambon island. Analysis and discussion is done through estimation the ship's speed by using the formula of Nomura, estimated tonnage (GT) using the Standard Fish Vessel Regulations by the Director-General of Fisheries Catch of Indonesia in 2004, the determination of the optimal size of the principal ship in the empirical formula by numerical – Traung and geometric forms of purse seiner . Estimation against speed (V) and the tonnage (GT) shows that the speed average (Vaverage) = 7.1 knots and tonnage average(GTaverage) = 22.4 tons. The calculation of the size of the principal ship by using empirical methods-numerical based on Traung equation with input of Vaverage and GTaverageindicates that the principal dimension is as follows: LBP = 15.8 meters; B = 4.8 meters; D = 2.2 meters and d = 1.9 meters and form coefficient as follows : CB = 0,6 ; CW = 0,7 ; CM = 0,97 ; CP = 0,62
PENGARUH DIMENSI TERHADAP PARAMETER STABILITAS KAPAL-KAPAL PENUMPANG KECIL MATERIAL FRP Wolter R Hetharia; Amar Feninlambir; Johana Matakupan; Fella Gaspersz
ALE Proceeding Vol 2 (2019): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.2.2019.20-25

Abstract

Abstrak Kontribusi kapal-kapal penumpang kecil kecepatan tinggi (speed-boats) dalam menunjang transportasi penumpang diwilayah kepulauan sangat dibutuhkan. Hal ini terkait dengan kebutuhan penumpang untuk menempuh waktu pelayaran yang pendek serta input penumpang yang sedikit untuk jarak pelayaran pendek. Namun seringkali terjadi berbagai kecelakaan yang diakibatkan oleh berbagai faktor internal dan external dari kapal yang berdampak pada hilangnya harta dan jiwa manusia di laut. Salah satu faktor internal yang berpengaruh terhadap kecelakaan kapal ialah parameter stabilitas yang ditinjau pada kondisi awal maupun sudut kemiringan besar (large angle of inclinations). Parameter stabilitas sangat tergantung dari dimensi kapal, terutama lebar dan tinggi kapal. Speed-boat yang beroperasi di Perairan Maluku dan sekitarnya kebanyakan tanpa dibekali dengan kajian teknis. Hasil kajian riset ini dimaksudkan untuk memberikanpertimbangan tentang pengaruh dimensi terhadap parameter stabilitas speed-boat. Riset diawali dengan pengambilan database kapal serta pengembangan bentuk geometri dan rencana umum dilanjutkan dengan komputasi parameter kapal serta variasi lebar serta tinggi kapal. Tiap konfigurasi kapal menghasilkan parameter stabilitas tersendiri. Selanjutnya hasil variasi terhadap dimensi kapal dinyatakan dalam bentuk model regressi. Model regressi yang dikembangkan adalah valid dan dapat digunakan selanjutnya. Parameter stabilitas adalah merupakan veriabel dependent (Y) sedangkan dimensi lebar (X1) dan tinggi (X2) adalah merupakan variabel independent. Semua parameter stabilitas dinyatakan dalam bentuk persamaan sebagai fungsi dimensi lebar dan tinggi kapal. Selanjutnya para pengguna (users) dapat mengevaluasi pengaruh dimensi terhadap parameter stabilitas kapal pada tahapan awal desain. Hasil akhir dari riset ini dapat dijadikanreferensi untuk pengembangan riset lanjutan tentang pengembangan stabilitas kapal.
STUDI PEMILIHAN JENIS ALAT ANGKUT BAHAN BAKAR MINYAK WILAYAH KEPULAUAN Edwin Matatula
ALE Proceeding Vol 2 (2019): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.2.2019.31-38

Abstract

Abstrak Supplying fuel oil to the outermost and foremost islands, faced a relatively long distribution chain, especially in the most recent network to consumers on the island, many economic and technical problems. Economically, the people in the outermost islands, the foremost, have small-scale economic dynamics which causes relatively little oil fuel consumption. While technically, infrastructure support in supporting the supply process is very minimal. The fleet of ships as the main means of transporting fuel oil are people's vessels which are designed not specifically to transport liquid cargo. These vessels have relatively small types and dimensions, with very minimal safety equipment. The unavailability of ship dock facilities for loading and unloading so that the loading and unloading process is adequate on the island. Another thing is the geographical conditions of the scattered region and the influence of the weather, high sea waves in certain seasonswhich hinder transport activities. These constraints later caused the process of distribution of fuel oil to not run smoothly and there was a scarcity of inventory, even a vacancy occurred and triggered a surge in prices. The selection of fuel transportation equipment between the Tug-barge, Self Propelled Oil Barge and Tanker using the Analytic Hierarchy Process (AHP) approach, produces tug-barge as the main choice. Furthermore, operational planning is carried out by considering the demand quantity, shipping distance, operating conditions and regional characteristics.Pusher-Barge, which is offered in the Central Maluku Lease Islands, has a relatively high investment value, but there is a significant savings in the operating cost component of 54%, 78% sailing cost and 45,18% decrease in total transport costs per year current system.
PENGARUH GETARAN DAN KEBISINGAN TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA AWAK KAPAL IKAN TIPE POLE AND LINE Monalisa Manuputty
ALE Proceeding Vol 2 (2019): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.2.2019.39-44

Abstract

Abstrak Getaran yang dirasakan oleh awak kapal adalah getaran seluruh tubuh yang dihasilkan karena getaran yang terjadi saat mesin beroperasi. Getaran frekuensi rendah dapat mengakibatkan mabuk, ketidakstabilan tubuh dan kelelahan. Kebisingan adalah segala bunyi yang tidak dikehendaki yang dapat memberi pengaruh negatif terhadap kesehatan dan kesejahteraan seseorang maupun populasi. Kebisingan dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada pekerja seperti auditorial (daya dengar pekerja menurun) serta dampak non- auditorial berupa kelelahan kerja pada tenaga kerja yang terpapar. Kebisingan di kapal dihasilkan oleh mesin utama dan mesin bantu seperti generator listrik dan mesin tambahan untuk menggerakkan derek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara getaran dan kebisingan dengan kelelahan kerja pada awak kapal ikan tipe pole and line yang berpangkalan di desa Tulehu.Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah desain penelitian cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Oktober 2018. Faktor pada lingkungan kerja yang diukur adalah tingkat kebisingan dan getaran. Sampel pada penelitian ini adalah awak kapal tipe ikan pole and line yang berjumlah 40 orang. Variabel atau kontruks dalam penelitian ini adalah kebisingan, getaran, kelelahan kerja. Kebisingan diukur dengan sound level meter, getaran dengan vibration meter, dan kelelahan kerja dengan kuesioner KAUPK2 (Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja). Analisis data menggunakan analisis PLS (Partial Least Square). Berdasarkan hasil uji hipotesis diketahui secara signifikan getaran dan kebisingan berpengaruh terhadap kelelahan kerja sebesar 42,2 % dan 57,8 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
STUDI KARAKTERISTIK MOMEN TORSI AKUMULATOR PEGAS UNTUK PENGGERAK LANGKAH (STEP-DRIVES) Danny S Pelupessy
ALE Proceeding Vol 2 (2019): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.2.2019.52-56

Abstract

Abstrak This paper considers and analyzes the torque characteristics of spring accumulators with output rotary link, designed for stepper drives, reciprocating movements and in balancing systems, provides recommendations for their use. General idea of realization of the principle of recuperation with accumulation of potential energy of the deformed springs in this work consists in use of spring accumulators with cylindrical springs of tension or compression.
ANALISIS PENEMPATAN LOKASI STATION AIS (AUTOMATIC IDENTIFICATION SISTEM) DI AMBON GUNA MENDUKUNG MONITORING ALKI (ALUR LAUT KEPULAUAN INDONESIA) III SECARA MAKSIMAL Jacob D C Sihasale; Jerry L Leatemia
ALE Proceeding Vol 2 (2019): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.2.2019.57-63

Abstract

Abstrak AIS ( Automatic Identificatioan Sistem) sebuah alat navigasi yang di wajibkan berada dan berfungsi baik di atas kapal dengan kapasitas 300 DWT ke atas , Sesuai dengan Aturan yang di tetapkan oleh IMO. AIS merupakan sebuah Peralatan Navigasi di atas Kapal yang befungsi meberikan informasi tentang data kapal, posisi serta kecepatan kapal yang di pancarkan menggunakan frekuensi radio VHF. Data AIS sangat berguna bagi monitoring pergerakan perkapalan di laut dimana lalulintas kapal yang berdapat dilihat dan diamati pergerakannya.Ketersedianya peralatan Penerima signal AIS di darat di Indosesia hanya terdapat pada Instansi, Badan yang berhubungan keamanan pelayaran dan itu tidaktidak semuanya, misalnya dinas perhubungan dan station pantai.Tersedianya Station Penerima Signal AIS di Dunia Pendidikan sangat di butuhkan Guna Perkembangan Pendidikan dan Penelitian bidang pelayaran khususnya mengenai keselamatan pelayaran. Di Ambon telah tersedia Station Penerima Signal AIS di Kampus Fakultas Teknik Universitas Pattimura yang selain berfungsi untuk monitoring pergerakan kapal di laut Maluku juga untuk mendapatkan data pelayaran guna Penelitian lanjutan dan sarana berbagi informasi kepada masyarakat, dengan jangkauan terjauh 50 Nm dari station. Ketersediannya Staton Penerima Signal AIS ini akan sangat efektif jika dapat menjangkau luas area yang lebih luas, Guna dapat menjangkau area yang lebih luas, dalam hal ini daerah ALKI III baik A,B dan C maka di butuhkan sebuah station AIS yang jangkauannya harus dapat menjangkau daerah tersebut. Untuk menjangkau daerah AKLI III tersebut di butuhkan sebuah penelitan tentang lokasi terbaik di kota Ambon yang dapat menerima signal AIS dari kapal yang berada pada daerah AKLI III tersebut, dengan memperhatikan Karakteristik Frekuensi gelombang Radio VHF dan ketiggian sebuah lokasi dan hal lainnya.
ANALISA RESPONSE DINAMIK PADA SAMBUNGAN KONSTRUKSI KAPAL KAYU BERDASARKAN TIPE MESIN YANG DIGUNAKAN Debby R. Lekatompessy; Ruth P Soumokil; Hedy C. Ririmasse
ALE Proceeding Vol 2 (2019): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.2.2019.26-30

Abstract

Bentuk kapal tradisional di Maluku berubah menurut perkembangan jaman dimulai dengan adanya gosepa yang serupa dengan rakit, kole-kole, kemudian perahu semang atau ketinting, kora-kora, perahu belang dan rurehe. Semua kapal ini tidak menggunakan mesin sebagai tenaga penggerak melainkan masih menggunakan tenaga manusia maupun angin. Jaman sekarang penggunaan mesin sebagai tenaga penggerak kapal sudah banyak digunakan agar radius berlayar menjadi lebih jauh. Efek penggunaan mesin menyebabkan kondisi struktur harus lebih diperhatikan dari sisi keselamatan dan kenyamanannya.Sumber eksitasi utama pada kapal kayu tradisional bermesin adalah getaran mesin induk. Struktur dirancang untuk dapat menahan beban dari gaya-gaya yang bekerja padanya. Tipe mesin yang digunakan di Maluku kebanyakan adalah tipe mesin dari China dikarenakan harganya yang lebih terjangkau.Agar getaran mesin induk dapat terdistribusi merata maka karakteristik konstruksi di daerah sambungan harus diketahui agar transmisi bisa direkayasa dan resonansi pada titik tertentu dapat dihindari.Penelitian ini ingin membuktikan bahwa resonansi lokal dapat diatasi dengan menggunakan bantuan simulasi. Metode Non Destructive Analysis (NDE) banyak digunakan oleh para peneliti terbukti murah, efisien dan efektif untuk struktur yang besar dengan tingkat akurasi yang baik.Sumber eksitasi berasal dari dua mesin yang berbeda yang dipasang pada kapal dengan ukuran yang sama. Penggunaan dua mesin berbeda bertujuan agar analisa mampu merekomendasikan sambungan yang sesuai dengan performa masing-masing mesin melalui besarnya amplitude yang terjadi dititik-titik sambungan. Perhitungan analitik dilakukan untuk keperluan validasi simulasi.Analisa konsentrasi tegangan pada masing-masing mesin berbeda. Hasil response struktur akibat eksitasi mesin Yanmar dilakukan juga pada mesin Dong Feng dengan bantuan simulasi bagian yang sama.
TINJAUAN ANALISA KERJA SIGNAL AF DAN RF TERHADAP KINERJA PERALATAN PEMANCAR DAN PENERIMA STASIUN RADIO PANTAI DISTRIK NAVIGASI AMBON Latuhorte Wattimury
ALE Proceeding Vol 2 (2019): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.2.2019.64-71

Abstract

Perkembangan teknologi modern sekarang ini, kenavigasiaan terus mengadakan evaluasi terhadap sarana telekomunikasi pelayaran yang disesuaikan dengan kemajuan teknologi. Peralatan pesawat radio yang digunakan, diisyaratkan untuk menggunakan Global Maritime Distress and Safety System (GMDSS). GMDSS adalah suatu paket keselamatan yang disetujui secara Internasional dan terdiri dari prosedur keselamatan, jenis-jenis peralatan, protocolprotokolkomunikasi yang dipakai untuk meningkatkan keselamatan dan mempermudah saat penyelamatan kapal, perahu, ataupun pesawat terbang yang mengalami kecelakaan. Kapal laut sangat disarankan memakai radio VHF Digital Selective Calling (DSC). Kapal-kapal yang memiliki bobot mati antara 300-500 GT disarankan tapi tidak diwajibkan untuk menggunakan GMDSS, namun kapal-kapal diatas 500 GT diwajibkan menggunakan peralatan yang mendukung GMDSS.Dalam kenyataan sehari-hari, proses penerimaan ataupun pengiriman informasih, sering menjadi terganggu dengan waktu delay atau kurang responsnya peralatan system GMDSS. Secara teknis kurang responsnya system GMDSS antara Transmitter dan Receiver itu berarti kurang respon signal AF dan RF yang dipekerjakan didalam peralatan system dimaksud. Signal AF maupun RF bekerja tidak kelihatan karena menggunakan media perantara udara, yang dipengaruhi oleh kondisi kelembaman akibat perbedaan cuaca. Dari penelitian yang dilakukan dengan sampel yang mewakili (3) tiga kondisi yakni, Cuaca Panas, mendung dan Hujan, diperoleh hasil bahwa: untuk kondisi cuaca mendung atau hujan dengan temperature rata-rata 260 C, diperoleh time delay 7,5 detik sementara untuk cuaca panas dengan temperature rata-rata 31,120 C, time delay sebesar 4,404 detik. Perbedaan cuaca inilah yang mempengaruhi kinerja system navigasi yang menggunakan Frekuenzi AF dan RF.
PENGARUH VARIASI DIAMETER PIPA ISAP TERHADAP KARAKTERISTIK POMPA SENTRIFUGAL Prayitno Ciptoadi
ALE Proceeding Vol 2 (2019): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.2.2019.83-86

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi diameter ipa isap terhadap karakteristik pompa sentrifugal.Penelitian dilakukan terhadap pompa sentrifugal merk SHIMIZU PS – 128 BIT dengan daya input 125 Watt.Diameter pipa isap yang digunakan berukuran ½, ¾, dan 1 inci sedangkan diameter pipa tekan yang digunakanberukuran ¾ inci. Pada pipa tekan ditempatkan sebuah katup cekik (throttle valve) yang diatur bukaannya untukmengatur kapasitas air yang dipompa sehingga karakteristik pompa sentrifugal dapat dihitung berdasarkan besaranbesaranyang diukur. Hasil penelitian menunjukan bahwa diameter pipa isap berpengaruh terhadap karakteristik pompasentrifugal yang secara umum ditunjukan oleh nilai efisiensi pompa. Efisiensi poma tertinggi sebesar 0,79 dicapaipompa dengan diameter pipa isap 1 inch diikuti berturut-turut oleh pompa dengan diameter pipa isap ¾ inci dan ½ inciyakni 0,66 dan 0,21.
PLTS DI PULAU OSI DAN PERMASALAHANNYA Antoni Simanjuntak; Johanis Lekalette
ALE Proceeding Vol 2 (2019): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.2.2019.87-94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem dan permasalahan PLTS di Pulau Osi kaitannya dengan faktor lingkungan sebagai acuan untuk pembangunan PLTS di pulau-pulau kecil lainnya. Pulau Osi terletak di Kabupaten Seram Bagian Barat dengan luas 7,34 ha, yang dihuni oleh 927 jiwa yang sebagian besar adalah nelayan. Pulau Osi memiliki potensi kekayaan laut yang tinggi, dengan adanya ekosistem mangrove, padang lamun dan terumbu karang yang luas untuk kehidupan biota laut ekonomis. Kelangkaan air bersih masih menjadi masalah utama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pariwisata, karena faktor biofisik Pulau Osi yang mempunyai tangkapan air rendah dan sumber daya air tawar tidak tersedia. Pemerintah pada tahun 2012 telah berupaya mengatasi masalah ini dengan membangun sistem pengolahan air bersih teknologi RO (reverse osmosis), menggunakan PLTS (pembangkit listrik tenaga surya) berkapasitas 2,628 KW, namun sistem ini hanya efektif selama dua tahun karena belum adanya peran kelembagaan yang bertanggung jawab untuk keberlanjutan sumber daya PLTS tersebut. PLTS Pulau Osi terdiri dari modul PV array, SCC (Solar Charge Controller), baterai, dan inverter ke 220VAC dengan konverter DC-AC sinyal SPWM (sine pulse with modulation) gelombang penuh. Hasil investigasi terdapat keretakan pada sebagian besar baterai karena unit SCC tidak bekerja optimal dalam mengatur pengisian, dan laju korosi yang tinggi terlihat pada bahan logam yang digunakan untuk rak baterai dan pada sebagian besar komponen pengolah air bersih. Faktor yang mempengaruhi adalah; kadar garam dengan salinitas yang tinggi (34,1 ppt) dan suhu udara mencapai 34oC menaikan uap air, disebabkan karena konstruksi rumah pembangkit tidak sesuai standar untuk melindungi sistem.

Page 2 of 4 | Total Record : 37