cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2023)" : 10 Documents clear
IMPROVING STUDENTS’ ENGLISH COMMUNICATION CAPABILITY THROUGH HABITUAL SPOKEN AND WRITTEN SIHAR PARDEDE
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i2.2359

Abstract

The objectives of this research are to find out whether the use of communication in habitual activities improves the students' speaking capability to do interaction in English spoken and written, the This research consisted of two cycles in which there were four steps in each cycle, namely planning, implementing, observation, and reflection. The researcher collected quantitative data of speaking and writing tests and qualitative data of classroom situation, field note, photograph, interview, and questionnaires. The results are (1) the students' speaking skill improved, the improvement of speaking score from 3. 86 up to 5.95 (2) Direct interview and written type established good communication activity between the teacher and the student and improved classroom management. On the other hand the disadvantage of direct interview and written type was difficulty in time management to conduct one to one interview with students in a big speaking and writing class. Therefore, the teacher should arrange good time allocation in large class to achieve the best outcome. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan komunikasi dalam kegiatan pembiasaan meningkatkan kemampuan berbicara siswa untuk melakukan interaksi dalam bahasa Inggris lisan dan tulisan, Penelitian ini terdiri dari dua siklus dimana terdapat empat langkah dalam setiap siklusnya, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Peneliti mengumpulkan data kuantitatif tes berbicara dan menulis dan data kualitatif situasi kelas, catatan lapangan, foto, wawancara, dan angket. Hasilnya adalah (1) keterampilan berbicara siswa meningkat, peningkatan nilai berbicara dari 3,86 menjadi 5,95 (2) Wawancara langsung dan tulisan membentuk aktivitas komunikasi yang baik antara guru dan siswa serta pengelolaan kelas yang lebih baik. Di sisi lain kelemahan dari wawancara langsung dan tertulis adalah kesulitan dalam manajemen waktu untuk melakukan wawancara satu lawan satu dengan siswa di kelas berbicara dan menulis yang besar. Oleh karena itu, guru harus mengatur alokasi waktu yang baik di kelas besar untuk mencapai hasil yang terbaik.
MENYELIDIKI DAMPAK TEKNOLOGI KELAS TERHADAP KEMAJUAN SISWA PADA PENELITIAN TINDAKAN KELAS BERBASIS KOLABORASI (ANALISIS PROSEDUR, IMPLEMENTASI DAN PENULISAN LAPORAN) TUTUT SUGIARTI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i2.2360

Abstract

This study aims to analyze the procedures, implementation and writing of collaboration-based classroom action research reports. This research was conducted using library research- based research methods, with data analysis techniques using descriptive analysis techniques. The results of the study explain that the classroom action research procedure begins with the procedure for identifying learning problems encountered in the classroom by educators, then formulating problems, planning research, determining research instruments, conducting research, analyzing data and writing reports. Implementation is carried out through four stages, namely planning, implementation, observation, and follow- up. This implementation is carried out by teachers in collaboration with teaching teachers or involving other parties as teachers. The CAR report is basically not much different from other research, it's just that the description in the CAR research is more descriptive. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis prosedur, implementasi dan penulisan laporan penelitian tindakan kelas berbasis kolaborasi. Penelitian ini dilakuan menggunakan metode penelitian berbasis library research (Penelitian Kepustakaan), dengan teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa prosedur penelitian tindakan kelas dimulai dengan prosedur identifikasi masalah pembelajaran yang ditemui di kelas oleh pendidik, lalu melakukan perumusan masalah, melakukan perencanaan penelitian, penentuan instrumen penelitian, pelaksanaan penelitian, analisis data dan penulisan laporan. Implementasi dilakukan melalui empat tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, obervasi, dan tindak lanjut. Implementasi ini dilakukan oleh guru berkolaborasi dengan guru pengajar atau melibatkan pihak lain sebagai pengajar. Laporan PTK pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan penelitian lain, hanya saja uraian dalam penelitian PTK lebih bersifat deskriptif.
KEPUASAN KERJA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI KINERJA PEGAWAI PADA SMA NEGERI 1 MALINAU KABUPATEN MALINAU RADEN BAGUS MAYASETA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i2.2361

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of job satisfaction on improving employee performance and the factors that influence it. In this study, the evaluation model used the consumer-oriented approach by Fitzpatrick, Sanders, Worthen and the research approach used a qualitative design, and the analytical tools used were simple regression and simple correlation coefficients, while the t-test for partial correlation was used to test the hypothesis of this study. Based on the results of the analysis, the simple regression equation Y = 80.991 + (- 0.230) X. This equation shows that together all variables have a correlation or level of dependence (r) of 0.18 or 18%, while the remaining 82% is influenced by factors or other variables. Testing the hypothesis using the t-test shows that tobservation with a significant level ? = 0.05 is calculated with ttable, where the tcount value is 0.119 < from ttable = 2.160 so it can be concluded that the hypothesis proposed in this study is accepted with an error rate of 5%, which means that job satisfaction is acceptable because X (job satisfaction) has a positive effect of 0.119 on employee performance at SMA Negeri 1 Malinau, Malinau Regency. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap peningkatan prestasi kerja pegawai dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Dalam penelitian ini menggunakan model evaluasi the consumer-oriented approach oleh Fitzpatrick, Sanders, Worthen dan pendekatan penelitian menggunakan desain kualitatif, serta alat analisis yang digunakan adalah regresi sederhana dan koefisien korelasi sederhana, sedangkan untuk menguji hipotesis penelitian ini digunakan Uji-t untuk korelasi persial.  Berdasarkan hasil analisis, maka persamaan regresi sederhana Y = 80,991 + (- 0,230) X. Persamaan tersebut menunjukkan bahwa secara bersama-sama semua variabel mempunyai korelasi atau tingkat ketergantungan (r) sebesar 0,18 atau 18%, sementara sisanya 82% dipengaruhi faktor atau variabel lainnya. Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t menunjukkan bahwa tobservasi dengan level of sicnifikan ? = 0,05 hitung dengan ttabel, dimana nilai thitung adalah 0,119 < dari ttabel = 2,160 dengan demikian dapat disimpulkan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima dengan tingkat kesalahan 5%, yang berarti bahwa kepuasan kerja dapat diterima karena X (kepuasan kerja) berpengaruh positif sebesar 0,119 terhadap prestasi kerja pegawai pada SMA Negeri 1 Malinau Kabupaten Malinau.
PENERAPAN MODEL STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS IV MIN 3 DEMAK SITI ROHMAH
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i2.2362

Abstract

This study aims to improve the learning outcomes of students in class IV C MI Negeri 3 Demak mathematics using the Student Teams Achievement Division (STAD) learning model. This research was conducted in 2 cycles and each cycle consisted of 2 meetings. The data - the data obtained in the form of qualitative data and quantitative data. Qualitative data were obtained through observation and questionnaires, while quantitative data were obtained through written tests. The results of this study are that learning outcomes can be improved by applying the STAD learning model by 76.5% in cycle 1 and 88.2% in cycle 2. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran matematika siswa kelas IV C MI Negeri 3 Demak dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achevement Division ( STAD ). Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Data - data yang diperoleh berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui observasi dan angket, sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui tes tertulis. Hasil dari penelitian ini adalah hasil belajar dapat ditingkatkan dengan penerapan model pembelajaran STAD sebesar 76,5 % pada siklus 1 dan 88,2 % pada siklus 2.
DISCOVERY LEARNING MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MATERI ANIMALIA PADA SISWA SMA KELAS X NUR AIDAH
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i2.2363

Abstract

Preliminary study results in SMA N 1 Pecangaan Jepara found many students consider learning boring biology. The immediate impact of these symptoms is declining learning outcomes. This is evident from the classical learning outcomes o f only 58% of students reach the embassy. Although the learning process is considered successful if the results of the study in a minimum of 85% reach the KKM. Based on the explanation above, there needs to be troubleshooting by hitting discovery learning model. Research aims to improve the activity and learning outcomes of Animalia material. This class action research is done in SMA N 1 Pecangaan class X MIPA 1 year lesson 2018/2019, number of students 36 people 13 male and 23 female. The results showed an average study cycle of 1 83%, while the cycle of 2 was 85%. The average learning result cycle of 1 is 77.4 while the cycle of 2 is 86.4. The conclusion of this study is that application of discovery Learning Learning model can be active and learning outcomes of XMIPA 1 students in Animalia material. ABSTRAKHasil studi pendahuluan di SMA N 1 Pecangaan Jepara ditemukan banyak kalangan pelajar menganggap belajar biologi membosankan. Dampak langsung dari gejala ini adalah menurunnya hasil belajar. Hal ini terlihat dari hasil belajar klasikal hanya 58% siswa mencapai KKM. Padahal proses pembelajaran dianggap berhasil jika hasil belajar secara klasikal minimal 85% mencapai KKM. Berdasarkan uraian di atas perlu adanya pemecahan masalah dengan meneraplan model pembelajaran discovery learning. Tujuan penelitian untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada materi animalia. Penelitian tindakan kelas ini di lakukan di SMA N 1 Pecangaan kelas X MIPA 1 tahun pelajaran 2018/2019, jumlah siswa 36 orang 13 orang laki-laki dan 23 orang perempuan. Hasil penelitian menunjukan rata-rata keaktifan belajar siklus 1 sebesar 83%, sedangkan siklus II sebesar 85%. Rata-rata hasil belajar siklus 1 sebesar 77,4 sedangkan siklus II sebesar 86,4. Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa X MIPA 1 pada materi Animalia.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN KECERDASAN NUMERIK SISWA SMP NUR ALAMSYAH
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i2.2364

Abstract

This research is a development research carried out in order to produce instruments that can be used to determine the numerical abilities of students of Cibarusah Middle School 2 Negri. Numerical ability instruments are arranged based on the dimensions and indicators of numerical abilities which consist of mathematical calculations, logical thinking, problem solving, and recognizing numerical patterns and their relationships while the mathematics learning outcomes instruments are arranged based on basic competencies and indicators related to data processing material . The instrument is presented in the form of an ordinary multiple choice test totaling 30 questions with 4 answer choices. Instrument development testing includes the stages of needs analysis, theoretical analysis, compiling grids, implementing grids into items, validation tests, reliability tests, and difficulty levels. The results of this study indicate that all items on the numerical ability instrument have validity with a criterion value or r table of 0.374, a significant level of ? = 0.01 and high reliability with a reliability coefficient value of 0.901. ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dilakukan guna menghasilkan instrumen yang dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan numerik siswa Sekolah Menengah Pertama. Instrumen kemampuan numerik disusun berdasarkan dimensi serta indikator kemampuan numerik yang terdiri dari perhitungan secara matematis, berpikir logis, pemecahan masalah, dan mengenali pola-pola numerik serta hubungan-hubungannya sedangkan instrumen hasil belajar matematika disusun berdasarkan kompetensi dasar dan indikator yang berkaitan dengan materi pengolahan data. Instrumen disajikan dalam bentuk tes pilihan ganda biasa berjumlah 30 butir soal dengan 4 pilihan jawaban. Uji coba pengembangan instrumen mencakup tahapan analisis kebutuhan, analisis teoritik, menyusun kisi-kisi, mengimplementasikan kisi-kisi menjadi butir soal, uji validasi, uji reliabilitas, dan tingkat kesukaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh butir soal pada instrumen kemampuan numerik memiliki validitas dengan besarnya nilai kriteria atau r tabel sebesar 0,374 taraf signifikan ? = 0,01 dan reliabilitas yang tinggi dengan nilai koefisien reliabilitas sebesar 0,901.
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING YULI WAHYUNINGSIH; NANI APRILIA; RINA SUCI WULANDARI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i2.2379

Abstract

The goal to be achieved from this classroom action research is to find out the increase in problema solving skills and student learning outcomes in the mathematics subject of flat shapes (triangles, quadrilaterals, and circles) as a result of using the problem based learning model in grade 1 Muhammadiyah Pakel Elementary School in the 2022/2023 academic year. Data collection techniques in this study used observation, interviews, tests, and documentation. While the data collection instruments used observation sheets, test questions, and documentation. Based on the results of research that has been conducted in class 1 at Muhammadiyah Pakel Elementary School for the 2022/2023 academic year, it can be concluded that: The application of the problema based learning model can improve students' problem solving skills. This is evidenced by an increase in the percentage of students' problema solving skills in a classical manner towards mathematics subject matter of flat shapes, namely in cycle I with a percentage of 70.53% in the good category, then in cycle II there was an increase with a percentage of 82.58% in the very good category with an increase in percentage of 12.05%. The application of problem based learning models can improve student learning outcomes. This is evidenced by an increase in learning completeness from 42.85% in the less category in the pre-cycle research, then increased to 71.42% in the good category in cycle I, and 85.71% in cycle II with the very good category. ABSTRAKTujuan yang ingin dicapai dari penelitian tindakan kelas ini adalah mengetahui peningkatan keterampilan pemecahan masalah dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika pokok bahasan bangun datar (segitiga, segiempat, dan lingkaran) sebagai akibat dari penggunaan model problem based learning di kelas 1 SD Muhammadiyah Pakel tahun ajaran 2022/2023. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Sedangkan instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi, soal tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang tekah dilakukan di kelas 1 SD Muhammadiyah Pakel tahun ajaran 2022/2023 dapat disimpulkan bahwa: Penerapan model problem based learning dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah peserta didik. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan pada persentase keterampilan pemecahan masalah peserta didik secara klasikal terhadap mata pelajaran matematika materi bangun datar, yakni pada siklus I dengan persentase 70,53% kategori baik, kemudian pada siklus II mengalami peningkatan dengan persentase 82,58% kategori sangat baik dengan persentase peningkatan sebesar 12,05%. Penerapan model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan ketuntasan belajar dari 42,85% dengan kategori kurang pada penelitian Pra siklus, kemudian meningkat menjadi 71,42% dengan kategori baik pada siklus I, dan 85,71% pada siklus II dengan kategori sangat baik.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR, DISIPLIN BELAJAR SISWA DAN METODE MENGAJAR GURU TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA SMP WAHRI SOFYAN
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i2.2380

Abstract

This study aims to see whether students' learning motivation, student learning discipline and teacher's teaching methods influence directly or indirectly on the mathematical reasoning abilities of junior high school students. This type of research is quantitative research. The population of this study were students of class VII SMP Negeri 4 Masbagik, which consisted of 3 classes, while the sample was randomly selected using simple random sampling technique and class VII B was selected as the sample. The instrument used in this study was a questionnaire to see students' learning motivation, student learning discipline and students' perceptions of the teacher's teaching methods which consisted of 15 item statements and a test was used to see mathematical reasoning abilities which consisted of 5 questions in the form of essay questions. Data is analyzed using path analysis. The results showed that the direct effect of motivation on discipline and the direct effect of discipline on mathematical reasoning was not significant because the p-value was greater than 0.05, while the direct effect of teaching methods on learning discipline, teaching methods on mathematical reasoning and learning motivation on mathematical reasoning is significant because the p-value is less than 0.05. Indirectly learning discipline cannot mediate the relationship between learning motivation on mathematical reasoning and teaching methods on mathematical reasoning because the p-value is greater than 0.05. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melihat apakah motivasi belajar siswa, disiplin belajar siswa dan metode mengajar guru berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap kemampuan penalaran matematika siswa SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 4 Masbagik yang berjumlah 3 kelas, sedangkan sampel dipilih secara acak dengan teknik simpel random sampling dan terpilih kelas VII B sebagai sampel. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket untuk melihat motivasi belajar siswa, disiplin belajar siswa dan persepsi siswa terhadap metode mengajar guru yang terdiri dari 15 item pernyataan dan tes digunakan untuk melihat kemampuan penalaran matematika yang terdiri dari 5 soal dalam bentuk soal uraian. Data di analisis dengan menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh langsung antara motivasi terhadap disiplin dan pengaruh langsung disiplin terhadap penalaran matematika tidak signifikan karena harga p-value lebih besar dari 0,05, sedangkan pengaruh langsung dari metode mengajar terhadap disiplin belajar, metode mengajar terhadap penalaran matematika dan motivasi belajar terhadap penalaran matematika signifikan karena harga p-value lebih kecil dari 0,05. Secara tidak langsung disiplin belajar tidak dapat memediasi hubungan antara motivasi belajar terhadap penalaran matematika dan metode mengajar terhadap penalaran matematika karena nilai p-value lebih besar dari 0,05.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS MATERI TEKS EKSPOSISI ANALISIS MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING KELAS XI-IPA-2 SMA NEGERI 2 TENGGARONG PADMA KIRTI VIRYA MURTI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i2.2381

Abstract

The teacher's role in the teaching and learning process is no longer conveying knowledge but fostering knowledge and guiding students to learn on their own, because student success largely depends on their ability to learn independently and monitor their own learning. The ability to self-discovery and self-study is considered learnable, that is, students must learn a variety of existing and appropriate strategies as well as how to use the correct strategies. Therefore, learning is very important for every teacher to understand as well as possible about the student learning process so that he can provide guidance and provide an appropriate and harmonious learning environment for students. The aim of this research was to find out how to improve students' understanding of the reading material of the Analytical Exposition text by using the Creative Problem Solving Learning model. This action research was conducted in 3 cycles. From the results of the actions taken it is proven to be able to improve student achievement by achieving ideal standards. From 59.82% in Cycle I, it can increase in cycle 2 to 70.55% and cycle 3 to 82.41%, and classically it has achieved completeness. The results of this action research show that learning with the Creative Problem Solving Learning model can increase students' understanding of class XI-IPA-2 with completeness reaching 100%, thus the Creative Problem Solving Learning model is effective in increasing students' understanding of English reading content, especially in text material Exposition of Analysis at Tenggarong Seberang 2 Public High School, Kutai Kartanegara Regency. ABSTRAKPeran guru dalam proses belajar mengajar bukan lagi menyampaikan pengetahuan melainkan memupuk pengetahuan serta membimbing siswa untuk belajar sendiri, karena keberhasilan siswa sebagian besar bergantung pada kemampuannya untuk belajar secara mandiri dan memonitor belajar mereka sendiri. Kemampuan untuk menemukan sendiri dan belajar sendiri dianggap dapat dipelajari yakni siswa harus belajar berbagai macam strategi yang ada dan tepat juga bagaimana menggunakan strategi yang benar. Oleh karena itu, belajar penting sekali bagi setiap guru memahami sebaik-baiknya tentang proses belajar siswa agar ia dapat memberikan bimbingan dan menyediakan lingkungan belajar yang tepat dan serasi bagi siswa. Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatkan pemahaman siswa pada materi bacaan teks Eksposisi Analisis dengan menggunakan model Pembelajaran Creative Problem Solving. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam 3 siklus. Dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan prestasi siswa dengan mencapai standar ideal. Dari 59,82 % pada Siklus l, dapat meningkat pada siklus 2 menjadi 70,55 % dan siklus 3 mencapai 82,41 %, dan secara klasikal telah mencapai ketuntasan. Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model Pembelajaran Creative Problem Solving dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas XI-IPA-2 dengan ketuntasan mencapai 100 %, dengan demikian model Pembelajaran Creative Problem Solving efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa pada isi bacaan Bahasa Inggris khususnya dalam materi teks Eksposisi Analisis di SMA Negeri 2 Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT-BASED LEARNING BERBANTUAN ALAT PERAGA EDUKATIF PADA PELAJARAN MATEMATIKA DI SMP AN NUR FUADI BANGKALAN NUR AINI S; RIA FAULINA; NOFIA ALFA RIZKY
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v3i2.2382

Abstract

This research aims to determine how the implementation of the Project-Based Learning teaching model, supported by educational aids, for mathematics lessons at SMP An Nur Fuadi Bangkalan. The researcher hypothesized that there would be a difference in student learning outcomes before and after the implementation of the Project-Based Learning teaching model with educational aids. This research is a quantitative study with a one-group pretest-posttest experimental design, where the researcher measured the variables before (pretest) and after (posttest) the intervention/research. The sample used was one class group consisting of 14 students, from which pretest and posttest scores were collected. The pretest and posttest scores were processed and analyzed using a paired two-sample t-test. The analysis results indicate that both samples' scores are normally distributed. Then, the obtained t-value is 4.28711, and the t-table value is 2.16037, which means that the t-value is greater than the t-table value, leading to the rejection of the null hypothesis (H0). Therefore, it can be concluded that there is a significant difference in the learning outcomes of students at SMP An Nur Fuadi Bangkalan before and after the implementation of the Project-Based Learning teaching model with the educational aids. The student response questionnaire results indicate that the majority of students at SMP An Nur Fuadi Bangkalan responded positively to the implementation of the Project-Based Learning teaching model in mathematics, with an average percentage of students giving positive responses of 85.71%. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran Project-Based Learning berbantuan alat peraga edukatif pada pelajaran matematika di SMP An Nur Fuadi Bangkalan. Peneliti membuat hipótesis yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkan model pembelajaran Project-Based Learning berbantuan alat peraga edukatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimental tipe one grup pre test – post test dimana peneliti melakukan pengukuran antar variabel yang dilakukan sebelum (pre test) dan sesudah (post test) tindakan/ penelitian. Sampel yang digunakan adalah satu kelompok kelas yang terdiri dari 14 siswa yang kemudian diambil nilai pre test dan post test. Hasil nilai pre test dan post test diolah dan dianalisis menggunakan uji-t dua sampel berpasangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua sampel nilai berdistribusi normal. Kemudian diperoleh nilai  dan nilai   yang berarti  sehingga  ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa SMP An Nur Fuadi Bangkalan sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran Project-Based Learning berbantuan alat peraga edukatif. Hasil angket respon siswa menunjukkan bahwa sebagian besar siswa di SMP An Nur Fuadi Bangkalan memberikan respon positif terhadap hasil penerapan model pembelajaran Project Based Learning pada mata pelajaran matematika dengan persentase rata-rata siswa yang memberikan respon positif sebesar 85,71%.

Page 1 of 1 | Total Record : 10