cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2024)" : 5 Documents clear
EFEKTIFITAS PENERAPAN KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN KEPALA SEKOLAH PADA SMK BIDANG MANAJEMEN BISNIS/PARIWISATA SAMSORI, SAMSORI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v4i1.2909

Abstract

The research was carried out in three schools as case studies, it is hoped that it can describe the characteristics of learning leadership in best practice schools in the area. Using a qualitative approach, this research explores learning leadership in depth through interview methods, observation and documentation studies. The principal as a learning leader develops an academic culture starting from a school vision worth working professionalism. The vision presented forms an acronym; easy to memorize, like IDEAL (Innovative, Educative and Professional). The school principal is committed to communicating the vision and mission of the school's goals through: 1) professional visualization, 2) various socialization programs, 3) communicative approach, 4) acting as a model of character (commitment; trustworthy; tough; firm and brave; working hard, sincere and intelligent; social mission; visionary; reliable and religious lobbyist). The principal develops a learning climate through: 1) time commitment and discipline; 2) building superior characters, 3) character formation policies; 4) achievement potential learning climate; 5) professional work climate; 6) be present around interacting with students; 7) greetings and greetings in various activities. The school principal develops a learning program starting with providing an example of being a professional educator - teaching like a teacher, committed to carrying out supervision, facilitating various academic activities and continuous teacher professional development (IHT, MGMP, Workshops). The school principal is committed to attaching importance to himself: being present, involved and interacting at every opportunity, as a form of providing attention and support. ABSTRAKPenelitian dilaksanakan di tiga sekolah sebagai studi kasus, diharapkan dapat menggambarkan karakteristik kepemimpinan pembelajaran di sekolah best practice di daerahnya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali secara mendalam kepemimpinan pembelajaran melalui metode wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran mengembangkan budaya akademik dimulai dari visi sekolah bernilai profesionlitas kerja. Visi disajikan membentuk akronim; mudah dihapal, seperti IDEAL (Inovatif, Edukatif dan Profesional). Kepala sekolah berkomitmen mengkomunikasikan visi-misi tujuan sekolah melalui : 1) visualisasi profesional, 2) berbagai program sosialisasi, 3) pendekatan komunikatif, 4) berperan model berkarakter (komitmen; dipercaya; tangguh; tegas dan berani; bekerja keras, ikhlas dan cerdas; misi sosial; visioner; pelobi yang handal dan agamis). Kepala sekolah mengembangkan iklim belajar melalui : 1) komitmen dan disiplin waktu; 2) membangun karakter-karakter unggul, 3) kebijakan pembentukan karakter-karakter; 4) iklim belajar potensi prestatif; 5) iklim kerja profesional; 6) hadir berkeliling berinteraksi dengan siswa; 7) salam tegur sapa dalam berbagai aktivitas. Kepala sekolah mengembangkan program pembelajaran dimulai dengan memberikan contoh menjadi profesional pendidik - mengajar layaknya seorang guru, berkomitmen melaksanakan supervisi, memfasilitasi berbagai kegiatan akademik dan pengembangan profesi guru berkelanjutan (IHT, MGMP, Workshop-Workshop). Kepala sekolah berkomitman memandang penting dirinya : hadir, terlibat dan berinteraksi dalam setiap kesempatan, sebagai wujud memberikan perhatian dan dukungannya.
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP AKUNTABILITAS KERJA KEPALA SEKOLAH SEKOLAH DASAR KECAMATAN JONGGAT (STUDI ANALISIS JALUR) SUHARDI, MUHAMAD
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v4i1.2910

Abstract

This research aims to determine the influence of organizational commitment and self-confidence on the work accountability of elementary school principals in Jonggat sub-district, Central Lombok Regency, odd semester of the 2023/2024 academic year. This research uses a survey research method involving causality studies. The researcher involved three variables originating from the same respondent who were answered simultaneously and simultaneously. The population in this study were all principals of state and private elementary schools in the Jonggat sub-district, Central Lombok, totaling 35. The sample choice for principals was public elementary schools and private elementary schools, which was carried out using purposive random sampling. This research examines one exogenous variable and one endogenous variable. Each variable is measured using a questionnaire technique which is arranged in the form of question items which are built based on the theoretical basis, dimensions and indicators of each variable. The hypothesis tested in this research is: the occurrence of a causal relationship between research variables X1, X2, X3. To test this hypothesis, path analysis was carried out. The research results are as follows: Hypothesis testing shows that there is a strong influence between the variables Organizational Commitment on Self-Confidence, which produces a correlation determinant coefficient of 0.875, which means that the contribution of Organizational Commitment to Self-Confidence is 87.5% and the remaining 12.5% ??is not included in the model . The path coefficient for Organizational Commitment on Self-Confidence is 0.936 and the p-value is 0.00 <0.05, which means that there is a very significant influence between Organizational Commitment (X1) on Self-Confidence (X2). Hypothesis testing shows that there is an influence between the variables Organizational Commitment (X1) and Self-Confidence (X2) on the Principal's Work Accountability (X3), which is indicated by the coefficient of determination value of 0.937. This figure illustrates that the contribution of Organizational Commitment (X1) and Self-Confidence (X2) to Principal Work Accountability (X3) is 93.7% while the remaining 6.3% is not included in the model. Based on the results of hypothesis testing, it can be concluded that all alternative hypotheses proposed can be significantly accepted. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komitmen organisasi dan kepercayaan diri terhadap akuntabilitas kerja kepala sekolah SD se-kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah semester gannjil tahun pelajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey yang melibatkan studi kausalitas. peneliti melibatkan tiga variabel yang berasal dari satu responden yang sama yang dijawab secara serentak dan sekaligus. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta se-kecematan Jonggat Lombok Tengah yang berjumlah 35. Pilihan sampel Kepala Sekolah yaitu SD negeri dan SD Swasta yang dilakukan dengan purposive random sampling. Penelitian ini meneliti satu variabel exogenus dan satu variabel endogenus. Masing-masing variabel diukur dengan menggunakan teknik kuesioner yang disusun dalam bentuk butir-butir pertanyaan yang dibangun berdasarkan landasan teori, dimensi dan indikator masing-masing variabel. Hipotesis yang diuji dalam penelitian ini adalah: terjadinya hubungan kausal antar variabel penelitian X1, X2, X3. Untuk meguji hipotesis ini dilakukan analisis jalur. Hasil penelitian sebagai berikut: Pengujian hipotesis menunjukkan terdapat pengaruh yang kuat diantara variabel Komitmen Organisasi terhadap Percaya Diri, yang menghasilkan koefisien determinan korelasi sebesar 0,875 yang artinya kontribusi Komitmen Organisasi terhadap Percaya Diri sebesar 87,5% dan sisanya 12,5% tidak masuk dalam model. Koefisien jalur Komitmen Organisasi terhadap Percaya Diri 0,936 dan p-value 0.00 < 0.05 yang artinya bahwa ada pengaruh yang sangat signifikan antara Komitmen Organisasi (X1) terhadap Percaya Diri (X2). Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara variabel Komitmen Organisasi (X1) dan Percaya Diri (X2) terhadap Akuntabilitas Kerja Kepala Sekolah (X3), yang ditunjukan dengan nilai koefisen determinasi sebesar 0,937. Angka tersebut menggambarkan bahwa kontribusi Komitmen Organisasi (X1) dan Percaya Diri (X2) terhadap Akuntabilitas Kerja Kepala Sekolah (X3) sebesar 93,7% sedangkan sisanya 6,3% tidak termasuk dalam model. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa seluruh hipotesis alternatif yang diajukan dapat diterima secara signifikan.
IMPLEMENTASI MODEL ROLEM DAN SELF EFFICACY SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA ALHAQ, ARINI; JL, ANA RISQA; AMBARWATI, RIYAMA; SANIAH, RATNA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v4i1.2911

Abstract

Problem-solving skills in the learning process play an important role in enhancing the ability to find ways or solutions to achieve a goal, such as solving math problems. This study aims to investigate the impact of the ROLEM model on students' mathematical problem-solving abilities by considering students' self-efficacy. Additionally, this study explores the influence of self-efficacy on students' mathematical problem-solving abilities and the combined impact of the ROLEM model and self-efficacy on students' mathematical problem-solving abilities. This quantitative research examines students' mathematical problem-solving abilities by applying the ROLEM learning model and self-efficacy as a control. The subjects of this study were 60 high school students, with 30 students learning using the ROLEM model and 30 students using the discovery learning model. The data collection tools consisted of a self-efficacy questionnaire with 20 statements and a mathematical problem-solving essay test with 5 questions. Data analysis used one-way ANCOVA. The hypothesis test results showed that the ROLEM model influences mathematical problem-solving abilities when students' self-efficacy is controlled. Additionally, self-efficacy as a covariate variable also affects students' mathematical problem-solving abilities. Together, the ROLEM model and self-efficacy have an impact on students' mathematical problem-solving abilities. ABSTRAKKemampuan pemecahan masalah dalam proses pembelajaran memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan mencari cara atau solusi terhadap suatu masalah yang ingin dicapai misalkan dalam menyelesaikan soal matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak model ROLEM terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan mempertimbangkan self-efficacy siswa. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi pengaruh self-efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, serta dampak gabungan model ROLEM dan self-efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini berjenis kuantitatif yang mengkaji kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menerapkan model pembelajaran ROLEM dan self-efficacy sebagai pengontrol. Subjek penelitian ini berjumlah 60 siswa SMA, dengan rincian 30 siswa belajar menggunakan ROLEM dan 30 siswa menggunakan model discovery learning. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data terdiri dari angket self-efficacy yang berjumlah 20 pernyataan dan tes uraian kemampuan pemecahan masalah yang berjumlah 5 pertanyaan. Analisis data yang digunakan one-way ancova. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa model ROLEM berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis saat self-efficacy siswa dikontrol. Selain itu, self-efficacy sebagai variabel kovariat juga mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Secara bersamaan, model ROLEM dan self-efficacy memiliki pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA BERDASARKAN STUDENT’S RESPONSE ATTITUDE PADA MATA KULIAH MEDIA PEMBELAJARAN ZINNURAIN, ZINNURAIN
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v4i1.2912

Abstract

This research aims to measure the extent of the influence of the Generative Learning Model on Student Learning Outcomes Based on Student's Response Attitude in the Odd Semester Learning Media Course for the 2023/2024 Academic Year. The method used was quasi-experimental with a 2 x 2 treatment by level design. The research hypothesis was tested using two-way analysis of variance (ANOVA). The research results showed that; The learning outcomes between the group of students who were given the generative learning model were higher than the group of students who were given the expository learning model and there was an interaction effect between the learning model and students' attitudes towards the Learning Media course on the learning outcomes of the Learning Media course. In the group of students who have a positive attitude, the learning outcomes in the Learning Media course for the group of students given the generative learning model are higher than the group of students given the expository learning model. In the group of students who had a negative attitude, the learning outcomes of the Learning Media course for the group of students given the generative learning model were lower than the group of students given the expository learning model. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana Pengaruh Model Pembelajaran Generatif Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Berdasarkan Student’s Response Attitude Pada Mata Kuliah Media Pembelajaran Semester Ganjil Tahun Akademik 2023/2024. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimental dengan desain treatment by level 2 x 2. Hipotesis penelitian diuji dengan menggunakan analisis varian (ANAVA) dua jalur. Hasil penelitian diperoleh bahwa; hasil belajar antara kelompok mahasiswa yang diberikan model pembelajaran generatif lebih tinggi daripada kelompok mahasiswa yang diberikan model pembelajaran ekspositori serta terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan sikap mahasiswa terhadap mata kuliah Media Pembelajaran terhadap hasil belajar mata kuliah Media Pembelajaran. Pada kelompok mahasiswa yang memiliki sikap positif, hasil belajar mata kuliah Media Pembelajaran kelompok mahasiswa yang diberikan model pembelajaran generatif lebih tinggi dari kelompok mahasiswa yang diberikan model pembelajaran ekspositori. Pada kelompok mahasiswa yang memiliki sikap negatif, hasil belajar mata kuliah Media Pembelajaran kelompok mahasiswa yang diberikan model pembelajaran generatif lebih rendah dari kelompok mahasiswa yang diberikan model pembelajaran ekspositori.
REPRESENTASI VISUAL SISWA PADA PENYELESAIAN SOAL BARISAN DAN DERET DAMAYANTI, NIA WAHYU; B, ABDUL HAMID; YUNIARTO, EKO; IKHWANINGRUM, DIAN UTAMI; WINARTO, BAMBANG; DANA, ADRIANA JAKA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v4i2.2991

Abstract

Mathematical representation is a crucial tool in modern science and technology development, facilitating deep understanding, clear communication, and progress in many areas of life. Mathematics is used to model things already known, develop new theories, and identify patterns or relationships that have not been seen before. Mathematical representations are often the starting point for discoveries and innovations in various scientific disciplines. This research was conducted at one of the X Vocational Schools, where the research subjects were class XI students. The research subjects were six students, and a purposive random sampling technique was used. The research results produced representations in line and series questions in this study, namely images of full dot patterns, images of circle pattern objects, images of monera bacteria, and images of bulb viruses. ABSTRAKRepresentasi matematis adalah alat yang sangat penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, memfasilitasi pemahaman yang mendalam, komunikasi yang jelas, dan kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan. Matematika tidak hanya digunakan untuk memodelkan hal yang sudah dikenal, tetapi juga untuk mengembangkan teori-teori baru dan mengidentifikasi pola atau hubungan yang belum terlihat sebelumnya. Representasi matematis sering kali menjadi titik awal untuk penemuan baru dan inovasi dalam berbagai disiplin ilmu.Penelitian ini dilakukan di di salah satu SMK X dengan subjek penelitian siswa kelas XI. Subjek penelitian sebanyak 6 siswa dengan pengambilan subjek dalam penelitian ini dilakukan teknik purposive random sampling. Hasil penelitian menghasilkan representasi pada soal barisan dan deret pada penelitian ini adalah gambar pola titik-titik penuh, gambar objek pola lingkaran, gambar bakteri monera dan gambar virus bulb.

Page 1 of 1 | Total Record : 5