cover
Contact Name
Jufriadif Na`am
Contact Email
jcivil@upiyptk.ac.id
Phone
+6287895670026
Journal Mail Official
jcivil@upiyptk.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Putra Indonesia YPTK Padang Jl. Raya Lubuk Begalung Padang-25221
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Civil Engineering Collaboration
ISSN : 26155915     EISSN : 26155915     DOI : 10.35134/jcivil
Core Subject : Engineering,
Civil Engineering Collaboration is an open-access peer reviewed journal that mediate the result of study, research and development of science and technology in Civil Engineering with scope: 1. Civil and Structural Engineeering 2. Earthquake Engineering 3. Surveying and Geo-Spatial Engineering 4. Road and Bridge Engineering 5. Constructions Management 6. Geotechnical Engineering 7. Transportation Engineering 8. Water Resources Engineering 9. Building Constructions.
Articles 59 Documents
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA PROYEK PEMBANGUNAN TALUD KABUPATEN JAYAPURA yeny; Ambrosius Koesmargono
Civil Engineering Collaboration Vol. 8 (2023) No. 1
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v8i1.56

Abstract

Pembangunan Talud di Daerah Kertosari dibagi menjadi 4 segmen dengan tinggi talud 2M, panjang talud segmen 1 STA 0+000 – STA 1+600, segmen 2 dengan tinggi talud 2M, panjang talud STA 0+00 – STA 0+200, segmen 3 dengan tinggi talud 3M, panjang talud STA 0+000 – STA 0+200, segmen 4 dengan tinggi talud 3 M,panjang talud STA 0+000 – STA 0+200. Pada talud bambar dengan tinggi talud 2 M,panjang talud STA 0+000 – STA 0+238 dan Proyek Talud ganevo dengan tinggi talud 2 M, panjang talud ST 0+00 – STA 0+300 berlokasi di kabupaten Jayapura adalah salah satu kegiatan proyek konstruksi dalam menunjang pembangunan infrastruktur di Papua. Metode House of Risk pada dasarnya adalah kebutuhan akan manajemen risiko untuk mengidentifikasi risiko yang terjadi terhadap tindak pencegahan risiko, menentukan penyebab risiko yang menjadi prioritas serta diberi penanggulangan risiko. Metode House of Risk memiliki 2 tahapan analisa yaitu Metode House of Risk 1 dan Metode House of Risk 2. Untuk tahapan analisa HOR 1 dapat dipakai untuk mengidentifikasi penyebab risiko (Risk Agent) yang akan diberikan prioritas dan diberikan tindak pencegahan pada risiko yang akan diutamakan. Maksud dari analisa HOR 2 untuk membantu manajemen dan memberikan prioritas penangan risiko yang lebih efektif.
Implementasi Konsep Wellness Architecture pada Amanjiwo Indra Suhartono; Yohanes Basuki Dwisusanto; P. Herman Wilianto
Civil Engineering Collaboration Vol. 8 (2023) No. 1
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v8i1.57

Abstract

Pengetahuan dan perhatian masyarakat terhadap kesehatan pada masa kini telah meningkat. Hal ini ditunjukan dengan peningkatan ketertarikan terhadap wellness dan produknya. wellness berarti kondisi kesehatan fisik, mental dan sosial yang baik dan bukan hanya sekedar terbebas dari penyakit. Pertumbuhan industri pariwisata wellness meningkat pesat jauh diatas industri pariwisata secara umum. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana hotel-hotel tersebut mengimplementasikan konsep wellness dalam bentuk fasilitas hotel secara fisik. Kajian mengenai arsitektur dan kaitannya dengan wellness dapat dikaji karena manusia hidup dalam ranah lingkungan binaan yang memiliki pengaruh terhadap kesehatan fisik, mental, dan sosial. Penelitian ini akan mengkaji tataan massa pada hotel yang memiliki kaitan dengan konsep wellness dan kaitan rancangan  dengan wellness individu. Tiga hotel yang dimiliki oleh Aman grup yang ada di Indonesia akan menjadi kasus studi karena Aman Grup terkenal dengan wellness-nya. Hotel tersebut adalah Amanjiwo yang ada di Magelang. Hotel ini akan dibandingkan implementasi wellness mereka dari aspek tataan bangunan. Amanjiwo telah mendukung wellness dari segi visual, audial, termal, penciuman, dan kinestesia.
Kajian Pelaksanaan Standar Keselamatan Kerja di Era New Normal Pada Proyek Jalan di Kabupaten Maluku Tenggara Fauzan A. Sangadji
Civil Engineering Collaboration Vol. 8 (2023) No. 1
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v8i1.58

Abstract

The impact of the Covid 19 pandemic was very large for business people, especially construction services. The implementation of work safety has also begun to change following the new normal era standards from the Indonesian government's covid task force. The application of work safety in the new normal era itself has not been well socialized to construction service business actors. This study intends to see how big the implementation of work safety in the new normal era is according to the Covid task force standards and other preventive measures according to the latest research. This study used a questionnaire distributed to one of the road projects in Southeast Maluku district. Questionnaires and interviews were carried out to see how the new normal era standards were implemented in the project. The results of the questionnaire were then tested using validity and reliability tests to see whether the data collected was valid and reliable or not. Then the results of the data are taken for the mean value of the total filling to see how big the variable is applied. Based on the research results, it was found that the provision of job insurance or health insurance is the biggest priority for construction service actors to prevent and maintain the health of workers in the project.
HIRADC Analysis for Rolling Stock Body Lifting Ngrombo Railway Maintenance Center Wawan Riyanta
Civil Engineering Collaboration Vol. 8 (2023) No. 2
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v8i2.59

Abstract

The Railway Maintenance Center as stated in the Regulation has the duty and function of carrying out the maintenance of state-owned railway facilities. The part of rolling stock heavy maintenance with high potential hazard is Lifting Body Activities Using OHTC in Maintenance of Hydraulic Diesel Locomotive Facilities activity. it so there is a need for a risk assessment which is a process to determine control priorities for the level of risk work accident or occupational disease. Part of OHSAS 18001:2007 Clouse 4.3.1. recommendation HIRADC methode for can support a safety system with 3 stage analisys (hazard identification, risk assessment, and control determination) The Hazard Identification results obtained 3 aspects of hazard risk in OHTC Rolling stock Body Lifting operations with the following analysis results Crane toppling, Equipment failure, Load falling with Death & asset / property damage impact factor. Risk Assessment analisys of Rolling stock Body Lifting using OHTC obtained results action taken when resources are available regarding handling which in general were Administrative Control. Determine Control relevant steps to minimize potential hazards immediately (1) Evaluating SOP Rolling stock Body Lifting and conduct outreach to all employees related to the work, (2) Making and or adding hazard signs and (3) Human development by conducting Training/Refreshment Crane Operator and Signal man. (4) Strictness of the rules for using PPE for all employees related to the work as the last step in minimizing the risk of occupational hazards.
Analisa Pengaruh Limbah Fly Ash Dan Battom Ash (Faba) Sebagai Pengganti Semen Dan Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton Ulva
Civil Engineering Collaboration Vol. 8 (2023) No. 2
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v8i2.60

Abstract

Keterbatasan sumber daya alam untuk persediaan material penyusun beton karena bersumber dari alam yang tidak dapat di perbaharui. Maka perlunya inovasi dan pemanfaatan limbah untuk keperluan konstruksi. Pada limbah Fly Ash dan Battom Ash (FABA) ada beberapa unsur penyusun dan bentuk gradasi yang sama dengan semen dan agregat halus. Maka tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menyelidiki penggunaannya untuk  bahan pengganti semen dan dan agregat halus. Pada persentase 0%, 15%, 20% dan 25% dengan hasil nilai kuat tekan pada perawatan 28 hari mencapai 28,4 Mpa, 26,7 Mpa, 25,4 Mpa, dan 23,9 Mpa. Kuat tekan optimum terletak pada persentase 15% yaitu 26,7 MPa maka termasuk pada klasifikasi beton mutu sedang. Disimpulkan bahwa formula campuran beton eksperimental tersebut dapat digunakan di beberapa struktur yang dapat menggunakan mutu beton sedang. Diantaranya yaitu beton bertulang seperti plat lantai jembatan, gelagar beton bertulang, diafragma, beton pracetak, gorong- gorong beton bertulang, bangunan bawah jembatan
Analisis Perbandingan Perilaku Struktur Dengan Variasi Bentuk Penampang Kolom Beton Bertulang fachri; Deded Eka Sahputra; Asri Yuda Trinanda; Rafki Imani
Civil Engineering Collaboration Vol. 8 (2023) No. 2
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v8i2.61

Abstract

Penampang kolom adalah salah satu elemen penting dalam desain struktur beton bertulang. Berbagai bentuk penampang dapat digunakan, seperti persegi, persegi panjang, lingkaran, atau bentuk khusus lainnya. Setiap bentuk penampang memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal kekuatan, kekakuan, dan perilaku ketika terkena beban. dilakukan analisis komparatif terhadap beberapa variasi bentuk penampang kolom beton bertulang. Metode analisis dinamik dan Perangkat lunak analisis struktur digunakan untuk mensimulasikan perilaku struktur dengan berbagai bentuk penampang. Parameter seperti beban maksimum yang dapat ditahan, deformasi struktural, dan gaya dalam kolom dievaluasi dan dibandingkan. Hasil penelitian didapatkan nilai simpangan arah X paling kecil dengan rasio 9,08% dari  kolom persegi dan 0,84% terhadap kolom lingkaran Simpangan arah-Y nilai paling kecil terjadi pada struktur dengan kolom lingkaran dengan rasio 15,15% terhadap kolom persegi panjang dan 7,40% terhadap kolom persegi. Nilai gaya geser arah X pada kolom persegi memiliki rasio 5,07% terhadap kolom lingkaran dan 6,2% terhadap kolom persegi panjang. Nilai gaya geser arah Y pada kolom persegi panjang memiliki rasio 15,5% terhadap kolom lingkaran dan 6,8% terhadap kolom persegi. Gaya momen arah Y pada kolom persegi panjang memiliki rasio 12,76% terhadap kolom lingkaran dan 7,66% terhadap kolom persegi, pada gaya momen arah X kolom persegi memiliki rasio 6,52% terhadap kolom lingkaran dan 7,5% terhadap kolom persegi panjang
Studi Persepsional Risiko Kecacatan Konstruksi pada Bangunan Gedung Menggunakan Metode Failure Mode Effect and Analysis (FMEA) amelia
Civil Engineering Collaboration Vol. 8 (2023) No. 2
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v8i2.63

Abstract

Kecacatan konstruksi perlu mendapat perhatian dalam dunia konstruksi. Cacat konstruksi atau struktur bisa berpotensi terjadinya kegagalan dan kecelakaan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko kecacatan konstruksi berdasarkan persepsi Dinas PU Cipta Karya, Kontraktor dan Konsultan sebagai pihak yang berkepentingan pada proyek pembangunan gedung. Penelitian ini merupakan peneilitian semi kuantitatif yang dilakukan melalui penyebaran angket kuesioner yang dibagikan kepada responden yang terpilih. Selanjutnya melakukan uji statistik dan menganalisis risiko cacat konstruksi dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Berdasarkan hasil analisis penilaian risiko kecacatan konstruksi menurut penilaian para pemangku kepentingan proyek maka didapat 6 (enam) faktor risiko kecacatan konstruksi yang prioritas yakni ; (1)Kurang atau lemahnya komunikasi dalam lingkungan proyek dengan nilai risiko sebesar 33,6; (2)Kinerja Tim Manajemen Proyek yang buruk dengan nilai risiko sebesar 30,3 ; (3)Desain yang tidak tepat dengan nilai risiko sebesar 27,88; (4)Kegiatan pengawasan di lapangan lemah dengan nilai risiko sebesar 24,60; (5)Penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) tidak sesuai dengan regulasi dan standar dengan nilai risiko sebesar 23,04 ;(6) Kualitas material yang buruk dengan nilai risiko sebesar 19,41. Dengan adanya risiko-risiko prioritas ini maka stakeholder perlu merencanakan tindakan penanganan risiko untuk masing-masingya
Penerapan Rekayasa Lalu Lintas Pada Simpang Tugu Lubuk Begalung Kota Padang Naufal
Civil Engineering Collaboration Vol. 8 (2023) No. 2
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v8i2.65

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui tingkat kinerja pada Simpang Tugu Lubuk Begalung yang tergambar dari nilai derajat kejenuhan (DJ), tundaan, dan peluang antrian. Program PKJI 2014 sebagai acuan dalam pengolahan data. Metode analisis menggunakan 4 alternatif pemecahan masalah yaitu pemasangan rambu larangan Parkir (alternatif 1), Pelebaran jalan disetiap kaki simpang (alternatif 2), Pelebaran Pendekat Pada Setiap Ruas Jalan dan Larangan Masuk Kendaraan Berat (alternative 3) dan perbaikan simpang tak bersinyal menjadi simpang bersinyal (alternatif 4).. Analisis kondisi Eksisting pada Simpang Tugu Lubuk Begalung, Padang menghasilkan derajat kejenuhan (DJ) sebesar 0,90 skr/jam, ini lebih besar dari syarat batas MKJI 1997 yaitu ≤ 0,8 skr/jam. Tundaan kondisi eksisting sebesar 15,85 det/skr dan peluang antrian kondisi eksisting sebesar 33% -65%. Analisis kondisi Alternatif 1 pada Simpang Tugu menghasilkan derajat kejenuhan (DJ) sebesar 0,88 skr/jam yang masih melebihi syarat batas PKJI 2014. Analisis kondisi alternatif 2 menghasilkan derajat kejenuhan (DJ) sebesar 0,87 skr/jam, masih melebihi syarat batas dari PKJI 2014. Analisis kondisi alternatif 3 menghasilkan derajat kejenuhan (DJ) sebesar 0,85skr/jam, masih melebihi syarat batas dari PKJI 2014. Analisis kondisi alternatif 4 menghasilkan derajat kejenuhan (DJ) sebesar 0,78 skr/jam, derajat kejenuhan (DJ) yang dihasilkan sudah memenuhi standar PKJI 2014. Dilihat dari nilai derajat kejenuhan (DJ) yang dihasilkan, alternatif 4 memenuhi syarat batas PKJI 2014 sehingga bisa disimpulkan bahwa perbaikan dari simpang tak bersinyal menjadi simpang bersinyal merupakan alternatif pemecahan masalah terbaik untuk Simpang Tugu Lubuk Begalung, Padang. Berdasarkan kondisi eksisting, tingkat pelayanan Simpang Tugu Lubuk Begalung, Padang berada pada level E dengan derajat kejenuhan antara 0,85-1,00 smp/jam
Analisis Pengaruh Zona Bahaya Tsunami Terhadap Nilai Tanah di Kota Padang Ulya Putra Kazurna; Arie Yulfa
Civil Engineering Collaboration Vol. 8 (2023) No. 2
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v8i2.66

Abstract

Kota Padang terletak di pesisir pantai barat Sumatera, yang merupakan salah satu daerah yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana tsunami. Hal ini menjadi dasar yang kuat untuk membahas pengaruh dari zona bahaya tsunami terhadap nilai tanah di Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh zona bahaya tsunami terhadap nilai tanah di Kota Padang. Metode penelitian ini menggunakan regresi logistik ordinal dan data yang digunakan adalah zona bahaya tsunami dan Zona Nilai Tanah (ZNT) Kota Padang. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa zona bahaya tsunami berpengaruh signifikan terhadap Zona Nilai Tanah (ZNT). Koefisien determinasi model Nagelkerke diketahui sebesar 0,504. Hal ini berarti zona bahaya tsunami mempengaruhi Zona Nilai Tanah (ZNT) sebesar 50,4% sedangkan 49,6% tidak termasuk dalam pengujian model. Jika dilihat dari hasil uji parameter estimate, masing-masing zona bahaya tsunami memiliki nilai pengaruh yang sama yang dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti nilai signifikansi < α (0,05).
ANALISA PENGGUNAAN FLY ASH PLTU OMBILIN SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BETON M. Zakirullah; Anggraini, Rita; Duddy Fajriansyah
Civil Engineering Collaboration Vol. 9 (2024) No. 1
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v9i1.68

Abstract

Penggunaan material beton dalam bidang pembangunan konstruksi seperti gedung, jembatan, jalan raya mengalami perkembangan kemajuan yang semakin pesat. Material beton dapat dimanfaatkan lebih efektif dengan memanfaatkan limbah sebagai material alternatif dalam campuran beton. Maka dari itu, abu sisa dari hasil pembakaran oleh batubara (fly ash) PLTU Ombilin dapat dimanfaatkan sebagai substitusi semen pada beton. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan fly ash PLTU Ombilin sebagai substitusi semen terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah pada mutu beton. Pada penelitian ini mengacu pada metode SNI 7656:2012. Variasi substitusi yang digunakan 0%, 14%, 15%, 16% dan 17%. Uji kuat tekan dan kuat tarik belah beton dilaksanakan pada umur 7, 14 dan 28 hari. Hasil uji kuat tekan umur 28 hari yaitu 29,21MPa, 32,05MPa, 31,52MPa, 28,87MPa, 28,59MPa. Hasil uji kat tarik belah umur 28 hari yaitu yaitu 2,35MPa, 2,69MPa, 2,36MPa, 2,34MPa, 2,06MPa. Persentase optimum dari substitusi fly ash terhadap semen kedalam campuran beton terhadap kuat tekan beton dan kuat tarik belah beton yaitu pada variasi substitusi 14%.