cover
Contact Name
Marselin Jamlaay
Contact Email
marselin90@gmail.com
Phone
+6285243068955
Journal Mail Official
marselin90@gmail.com
Editorial Address
JL. Kesehatan
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal ELKO (Elektrikal dan Komputer)
ISSN : 27749428     EISSN : 27978907     DOI : -
Lingkup naskah Jurnal ELKO mencakup bidang ilmu: 1. Sistem Tenaga Listrik 2. Elektronika 3. Instrumentasi dan Kontrol 4. Energi Baru dan Terbarukan 5. Multimedia 6. Signal & Image Processing 7. Big Data 8. Artificial Inteligence.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2023)" : 7 Documents clear
ANALISA KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI 20 kv DI PT. PLN (Persero) UL-PLTD HATIVE KECIL UNTUK PENYULANG LATERI 2 DENGAN METODE FMEA Halomoan M. Muskita; Misna Dewi Hailin
Jurnal ELKO (Elektrikal dan Komputer) Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54463/je.v4i2.103

Abstract

Keandalan  suatu jaringan distribusi dari suatu penyulang dapat di gambarkan melaui besaran dari indeks-indeks keandalan yang akan dibandingakn dengan acuan yang digunakan di indonesia yaitu berdasarkan pada standar PLN untuk mengetahui tingkat keandalan dari jaringan distribusi tersebut. Indeks keandalan dari sistem distribusi tegangan menengah 20kV pada PLN UPLTD Hative Kecil untuk Penyulang Lateri 2 dengan menggunakan metode Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) dengan memperhitungkan laju kegagalan, repair time dan  switching time dari setiap komponen dalam jeringan distribusi untuk mendapatkan indeks keandalan pada sistem tersebut. Serta dilakukannya studi untuk memperbaiki nilai indeks keandalan dengan penambahan komponen PMCB dan LBS pada jaringan. Menunjukan bahwa pada bulan Oktober 2022 mengalami penurunan nilai SAIFI hasil perhitungan = 0,398 gangguan/ pelanggan sedangkan Hasil PLN = 1,299 gangguan/pelanggan dikarenakan dalam perhitungan menggunakan metode FMEA dan perhitungan dari PLN berbeda sedangkan SAIDI mengalami peningkatan Hasil Perhitungan = 41,802 jam/ pelanggan sedangka Hasil PLN = 3,146 jam/ pelanggan dikarenakan pada bulan Oktober memiliki total durasi gangguan sekitar 630 menit. Dan selisih antara Hasil Perhitungan dan Hasil PLN terdapat pada bulan Oktober yakni SAIFI 1,659 ganagguan/ pelanggan & SAIDI 38,656 jam/ pelanggan. Solusi yang diharapkan  pada Lateri 2 untuk meningkatkan keandalan perlu dilakukan rabas pohon agar meningkatkan kualitas pelayanan dan mengurangi gangguan listrik.
Analisa Potensi Kecelakaan Kerja Pada Gardu Induk Wayame Menggunakan Metode Hazard Identification, Risk Assesment and Risk Control (HIRARC) Mega Lidiya Wonmaly; Marselin Jamlaay
Jurnal ELKO (Elektrikal dan Komputer) Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54463/je.v4i2.99

Abstract

Abstrak - Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan suatu faktor yang paling penting dalam pencapaian sasaran tujuan pekerjaan. Hal ini dikarenakan hasil kinerja yang maksimal tidak ada artinya jika tingkat keselamatan kerja terabaikan. Oleh karena itu perlu dilakukan analisa pengendalian risiko menggunakan metode Hazard Identification Risk Assessment & Risk Control atau biasa dikenal dengan HIRARC, metode ini merupakan proses mengidentifikasi bahaya pada aktifitas rutin maupun non rutin yang selanjutnya dilakukan penilaian risiko. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi, menilai kemudian melakukan pengendalian risiko bahaya tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada GARDU INDUK (GI) WAYAME, Ambon telah diperoleh hasil melalui penilaian pada 11 peralatan yang terdapat di GI Wayame, maka dapat disimpulkan Terdapat 54% potensi bahaya dengan dengan resiko sedang, 8% potensi bahaya pada sikap kerja, 41% potensi bahaya pada prosedur kerja, 20% potensi bahaya pada lingkungan kerja, dan 32% potensi bahaya pada tempat kerja. Terdapat 11 peralatan dengan resiko sangat besar masuk dalam klasifikasi potensi bahaya prosedur kerja.
PROTOTYPE SYSTEM AKSES GERBANG AREA TERBATAS BERBASIS ARDUINO TERITEGRASI PAS BANDARA MENGGUNAKAN QR CODE Johanis Tupalessy; Billy Sarapil
Jurnal ELKO (Elektrikal dan Komputer) Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54463/je.v4i2.105

Abstract

Keamanan bandar udara merupakan hal yang sangat penting bagi penumpang maupun pegawai/karyawan, seiring waktu perkembangan teknologi sangat cepat dapat dirasakan manfaatnya di segala bidang terutama dibidang keamanan. Perkembangan teknologi dapat meningkatkan kinerja dan membantu mempermudah  manusia melakukan aktivitas, salah satunya sebagai  pemanfaatan media scanner QR- code untuk membuka pintu atau mengakses ruangan tertentu di bandar udara secara otomatis. Dikarenakan manusia mempunyai kekurangan dalam mengawasi keamanan dan keselamatan penerbangan serta  mudah dipengaruhi oleh emosi dan perasaan, maka kekurangan tersebut dapat diatasi dengan memanfaatkan teknologi mikrokontroler dengan penggunaan Arduino. Berdasarkan hal tersebut dilakukan prototype system akses gerbang area terbatas berbasis Arduino terintegrasi pas bandara dengan menggunakan QR code sebagai pembaca identitas personil bandara yang nantinya akan dikontrol secara otomatis oleh Arduino. Penelitian ini berupa perancangan dan pembuatan prototype. Metode yang digunakan adalah metode Riset and Development (riset dan pengembangan) yaitu berupa observasi, studi literatur. Tahapan penilitian dimulai dari studi pustaka berupa mencari referensi terkait penilitian, mendesain alat, pembuatan alat dan program, serta pengujian alat yang dibuat. Berdasarkan hasil pengujian Prototype System Akses Gerbang Area Terbatas Berbasis Arduino Terintegrasi Pas Bandara Dengan Menggunakan QR code, dapat bekerja ketika kode QR pada Kartu PAS telah terdaftar pada database server dan sensor dapat menentukan arah putaran motor, sehingga dapat mengakses gerbang area terbatas pada sisi air side bagi pegawai dan dapat memanilisir hal-hal yang tidak diinginkan untuk menunjang pengawasan keamanan dan keselamatan penerbangan bandar udara.
Analisis Jatuh Tegangan Pada Jaringan Tegangan Rendah (Jtr) 380/220 Volt Gardu Distribusi Ktatnt020 BTN Kanawa Annisa Qurraisyn Qurraisyn; Hamles Latupeirissa; Elisabeth Tansiana Mbitu
Jurnal ELKO (Elektrikal dan Komputer) Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54463/je.v4i2.111

Abstract

Salah satu persyaratan keandalan sistem penyaluran tenaga listrik yang harus dipenuhi untuk pelayanan kepada konsumen adalah kualitas tegangan yang baik dan stabil. Sebagian besar beban memiliki faktor daya tertinggal dan pada dasarnya saat beban puncak, daya reaktif yang dibutuhkan beban meningkat dan dapat lebih besar dari yang dibangkitkan oleh sistem. Perubahan tegangan pada dasarnya disebabkan oleh adanya hubungan antara tegangan dan daya reaktif. Jatuh tegangan dalam penghantar sebanding dengan daya reaktif yang mengalir dalam penghantar tersebut. Pada kurun waktu ± 2 tahun (2021-2023), penambahan beban pada gardu distribusi KTATNT020 yang cukup signifikan tidak memperhitungkan luas penampang penghantar. Hal ini memberikan dampak pada konsumen, dimana terjadi perbedaan antara tegangan ujung pangkal (220 V) dan tegangan ujung akhir (210,1 V) dengan panjang penghantar ± 1,94 km, regulasi tegangan yang terjadi pada sambungan rumah jalur ini adalah 1,6 %. Hasil perhitungan aliran daya (load flow) dengan menggunakan kabel saluran AAAC 25 mm2 dan 16 mm2, terjadi jatuh tegangan sebesar 2,86 ÷ 3,52 Volt pada semua bus, regulasi tegangan (voltage regulation) untuk semua bus diatas 1 %. Berdasarkan (SPLN No 56-1, tahun 1993), toleransi jatuh tegangan pada sambungan rumah (SR) dibolehkan 1% dari tegangan nominal, dengan demikian semua node atau bus telah melewati batas toleransi maksimum yang diijinkan. Hasil perhitungan aliran daya (load flow) setelah pergantian dengan menggunakan kabel saluran AAAC 35 mm2 dan SR 25 mm2, terjadi jatuh tegangan sebesar 0,22 ÷ 0,3 Volt pada semua bus, regulasi tegangan (voltage regulation) untuk semua bus dibawah 1%. 
Aplikasi Sistem Informasi Pemesanan Taksi Rute Masohi-Pasanea Marion Erwin Dien; Lita Gunawati Turui
Jurnal ELKO (Elektrikal dan Komputer) Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54463/je.v4i2.107

Abstract

Taksi merupakan transportasi darat yang sering digunakan oleh masyarakat dalam melakukan perjalanan jauh, terutama masyarakat yang ingin melakukan perjalan dengan rute Masohi-Pasanea. Namun, untuk mendapatkan taksi dengan rute tersebut tidaklah mudah, karena untuk mendapatkan taksi calon penumpang harus mendatangi pangkalan terlebih dahulu. Hal ini juga tidak menjamin calon penumpang akan mendapatkan taksi lebih cepat dari yang diperkirakan. Akibatnya calon penumpang memerlukan waktu yang cukup banyak untuk mendapatkan taksi dengan rute Masohi-Pasanea. Dari permasalahan tersebut, dibutuhkan sebuah aplikasi pemesanan taksi rute Masohi-Pasanea Kecamatan Seram Utara Barat berbasis web yang memudahkan calon penumpang untuk mendapatkan taksi, juga mempercepat  driver dalam mendapatkan calon penumpang. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan sistem model Waterfall. Hasil dari penelitian ini berupa sebuah aplikasi pemesanan berbasis web yang dapat diimplementasikan oleh calon penumpang yang akan melakukan pemesanan taksi dari rumah dan dimana saja, serta dapat mempercepat driver dalam mendapatkan calon penumpang pemesanan taksi.
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS JEMAAT GPM REHOBOTH BERBASIS WEB Eka Adhitya Dharmawan; Sri Widyanti Ginting; Reynold P.J.V. Nikijuluw
Jurnal ELKO (Elektrikal dan Komputer) Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54463/je.v4i2.106

Abstract

Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) REHOBOTH, yang merupakan Jemaat terbesar pada Klasis GPM Pulau Ambon yang tersebar mulai dari pesisir pantai sampai pada dataran tinggi dan pegunungan. Dalam melakukan pelayanan dalam ruang lingkup Jemaat pemetaan sangat di perlukan karena lokasi yang berada di lingkungan padat penduduk sehingga mempersulit dalam menemukan lokasi dan batasan batasan dari tiap sektor pelayanan dari tiap komplek perumahan. Sehingga dibutuhkan suatu system pemetaan yang lebih baik dalam membantu menjalankan proses pelayanan dalam Jemaat tersebut. Kesulitan penyebaran informasi secara cepat dan akurat mendorong penulis merancangbangun system informasi geografis pemetaan Jemaat GPM Rehoboth berbasis web. Penelitan ini menggunakan pengembangan rekayasa perangkat lunak dengan menggunakan menerapkan metode System Development Life Cycle (SDLC). SDLC juga merupakan pola yang diambil untuk mengembangkan sistem perangkat lunak, yang terdiri dari tahap-tahap: rencana, analisis, desain, implementasi, uji coba dan pengelolaan. Perancangan desain tampilan yang User friendly pada Web. Tampilan peta Jemaat berisi polygon utama peta Jemaat GPM REHOBOTH yang dapat di akses Sistem Informasi geogrefis Jemaat GPM Rehoboth dapat mempermudah operator dalam mengakses dan merubah Data Jemaat dengan mudah dan fleksibel di mana saja dan kapan saja. Aplikasi ini juga dapat membantu masyarakat dalam mempermudah informasi tentang pemetaan pelayanan dalam Jemaat.
Power loss analysis on the Tantui Atas distribution network using ETAP Marceau Armstrong Fillex Haurissa; Farrel Aqshal Alfarizi Naca
Jurnal ELKO (Elektrikal dan Komputer) Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54463/je.v4i2.109

Abstract

The process of distributing electricity from power plants to consumers always experiences loss of energy or power losses. Power losses are unavoidable in the distribution network system and if it exceeds the percentage it will harm the distribution network system manager in terms of power or energy distribution. There are two types of shrinkage in the electric power system, namely technical and non-technical shrinkage. Technical depreciation is depreciation that occurs as a result of impedance on generation equipment and distribution equipment in transmission and distribution so that there is lost power. This research is Survey Research, where no changes are made or there is no special treatment of the variables studied. The types of data needed to analyze this calculation are: SLD data, transformer capacity, transformer load, channel length data, conductor type and capacity. The variable used in analyzing the results of this study is the power losses in the Upper Tantui penyulang. Based on the simulation results and also the analysis of the power losses on the Upper Tantui repeater, it can be concluded that the value of power losses during WBP conditions is still in normal conditions, which is below the SPLN standard of 5%, while in the installed load conditions the value of power losses has exceeded the normal limit according to SPLN standards, which is above 5%, where in the installed load conditions the value of power losses has reached 5.48%.

Page 1 of 1 | Total Record : 7