cover
Contact Name
Akhmad Yanuar
Contact Email
yanuarfahmi20@gmail.com
Phone
+6282143172001
Journal Mail Official
yanuarfahmi20@gmail.com
Editorial Address
JL Letkol Istiqlah 109 penataban Banyuwangi
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL
ISSN : -     EISSN : 27156249     DOI : -
Core Subject : Health,
Professional health journal is an open access journal with a wide range (Scope) of fields of nursing including basic research in nursing, management nursing, emergencies, and critical nursing, medical-surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, maternity nursing, child nursing, nursing care , community nursing, family nursing education nursing, complementary, alternative medicine (CAM) in nursing, midwifery, medicine, and pharmacist
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2020)" : 6 Documents clear
Hubungan Frekuensi Kunjungan ke Posyandu dengan Status Gizi Balita I Putu Raditya Agustiawan; Joko Pitoyo
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v2i1.114

Abstract

Status gizi dinyatakan sebagai keadaan tubuh yang merupakan akibat dari konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi, status gizi balita sangat berpengaruh dalam beberapa aspek. Gizi kurang pada balita dapat memberi dampak negatif bagi fisik maupun mental yang dapat menghambat prestasi belajar. Upaya yang dilakukan untuk mengenal, mencegah dan mengatasi masalah gizi adalah dengan menimbang berat badan secara teratur, memberikan ASI saja kepada bayi sejak lahir sampai umur 6 bulan, makan beraneka ragam, menggunakan garam beryodium, dan pemberian suplemen gizi sesuai anjuran petugas kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan frekuensi kunjungan ke Posyandu dengan status gizi Balita yang berkunjung ke Posyandu didalam Cakupan Puskesmas Arjuno. Jenis penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 30 responden yang diambil dengan cara teknik Simple Random Sampling. Teknik pengambilan data dengan menggunakan buku KMS dan observasi pengukuran berat badan dan tinggi badan. Hasil uji Spearman didapatkan nilai (p = 0,000 ; ɑ = 0,05 ; r = 0,905) artinya ada hubungan frekuensi kunjungan ke posyandu dengan status gizi balita di Posyandu Asri RW 4 dengan sangat kuat, dimana semakin tinggi tingkat frekuensi kunjungan ke Posyandu maka akan semakin baik pula tingkat perkembangan status gizi Balita tersebut. Diharapkan Agar orangtua Balita dapat meluangkan waktu untuk melakukan kunjungan ke Posyandu serta memanfaatkan Posyandu yang tersedia sebagai sarana konsultasi kesehatan Balita dan sebagai deteksi dini adanya gangguan perkembangan pada Balita
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Penyembuhan Luka Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesaria Riandari; Susilaningsih; Wiwik Agustina
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v2i1.117

Abstract

Sectio caesarea adalah proses persalinan dengan cara melahirkan janin melalui insisi pada dinding abdomen (laparotomi) serta dinding uterus. Pada luka sectio cesaria dapat terjadi infeksi. Infeksi merupakan salah satu penghambat proses penyembuhan luka insisi pada luka sectio caesaria. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka operasi seperti usia, status gizi, dan mobilisasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor internal yang meliputi usia, status gizi, dan mobilisasi yang mempengaruhi proses penyembuhan luka pada pasien post sectio caesaria di RS Permata Bunda Kota Malang. Desain penelitian adalah deskriptif dan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post sectio caesaria yang berjumlah 75 orang. Besar sampel yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 35 responden yang diambil dengan cara teknik Total Sampling. Teknik pengambilan data dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi (ceklist). Hasil dari uji Spearman faktor-faktor internal yang mempengaruhi proses penyembuhan luka post SC didapatkan ada hubungan status gizi dengan nilai (ρ= 0.00) dan mobilisasi dengan nilai (ρ= 0.00) pada proses penyembuhan luka post operasi sectio caesaria di RS Permata Bunda Malang tahun 2019. Sedangkan usia tidak terdapat hubungan dengan nilai (ρ= 0.12). Diharapkan ibu post SC dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan luka post operasi sectio caesaria, sehingga ibu post SC dapat berantisispasi agar luka post sectio caesaria tidak mengalami infeksi yang dapat mempengaruhi proses penyembuhan luka menjadi lambat. Kata kunci: umur, status gizi, mobilisasi, proses penyembuhan luka post operasi sectio caesaria
Hubungan Antara Status Gizi Dengan Kejadian ISPA Pada Anak Usia Toddler (1-3 Tahun) Ria Rosanti; Feriana IraHandyana; Agnis Sabat Kristiana
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v2i1.119

Abstract

infancy by consulting directly with the nearest health service and various other references. Nutrition is an important intake that underlies physical development and mental toddler. Good nutritional status will optimize child development and strengthen the body's immune system, so the risk of developing Accute Respiratory Incidence (ARIs) will also be low. Thestudy is correlation study with cross sectional approach . The study was conducted in mart 23 until april 2018. Location for study at Bumiaji clinic center Batu City. Subject were toddler who visit in Bumiaji clinic center. Data sample taken with purposive sampling with total sampling and total is 53 respondens. Data takaen by techniques using the ISPA observation sheet and nutritional status counted by who-anthro. Data were analysis byLambdaformula. Based on the results of the analysis of nutritional status research, p value = 0,003 was obtained with r = 1,824 who stated that there was a relationship between nutritional status and the Accute Respiratory Incidence (ARIs) in toddler aged 1-3 years in the work area of ​​Bumiaji clinic Center, Batu City. Low nutritional status can trigger infectious diseases into the body, especially ARI. Toddler age children have a rudimentary physiological body so susceptible to disease if the nutritional status is not in control because it will decrease the immune system. This shows the importance of nutrition for children ages toddler. So that parents, especially mothers, must pay more attention to nutritional adequacy, especially during Keywords: Accute Respiratory Incidence (ARIs), Nutritional status, Toddler
Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kualitas Tidur Pada Lansia Yang Mengalami Insomnia Nirwana Latif; Susilaningsih; Rahmawati Maulidia
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v2i1.136

Abstract

Peningkatan jumlah lanjut usia akibat peningkatan usia harapan hidup akan menyebabkan berbagai masalah di bidang kesehatan seperti mudah sedih, merasa tidak berguna, stress, depresi, kecemasan dan mengalami gangguan tidur seperti insomnia yang di akibatkan oleh berbagai factor. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia yang mengalami insomnia di Raal Griya Asih Lawang Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasional dengan pendekatan croos-sectional. Populasi adalah semua lansia yang mengalami insomnia sebanyak 40 responden teknik sampling menggunakan total sampling jadi besar sampel 40 responden. Instrument penelitian menggunakan koesioner. Dari penelitian ini sebagian besar responden yang mengalami kualitas tidur buruk dan memiliki tingkat kecemasan yang berat yaitu 27 responden (67.5%). Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Spearman yang menunjukan bahwa Nilai korelasi 0.819 yang artinya kedua variable memiliki hubungan yang kuat dan nilai p 0,000. Yang bererti H0 di tolak dan H1 diterima artinya ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia yang mengalami insomnia. Saran: diharapkan lansia dapat mengurangi kecemasan yang berdampak pada kualitas tidur dengan cara aktif melakukan kegiatan-kegiatan positif misalnya berolahraga, yang dapat menghilangkan rasa cemas dan mendapatkan kualitas tidur yang baik
Aplikasi Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD terhadap Tingkat Kognitif Mahasiswa pada Mata Kuliah Anatomi dan Fisiologi Yulifah Salistia Budi
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v2i1.138

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan pendidik dalam peningkatan kualitas pembelajaran yaitu dalam penyusunan berbagai macam skenario kegiatan pembelajaran maupun metode pembelajaran di kelas. Penerapan metode pembelajaran tipe STAD dilakukan untuk mengetahui tingkat kognitif peserta didik dalam memahami konsep suatu mata ajar. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa kebidanan tingkat satu tahun ajaran 2018/2019 sebanyak 40 mahasiswa. Menggunakan one grup pre post tes design dengan uji statistik Wilcoxon untuk mengetahui perubahan tingkat kognitif mahasiswa setelah dilakukan aplikasi metode pembelajaran STAD. Dari implementasi metode tersebut di peroleh hasil bahwa hasil pre dan post test yang berikan kepada peserta didik di dapatkan peningkatan nilai sebanyak 36 mahasiswa, mengalami penurunan 1 mahasiswa dan tetap 3 mahasiswa. Dengan menggunakan uji statistik didapatkan hasil yaitu terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai pre dengan post test setelah dilakukan metode pembelajaran STAD. Dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan pengetahuan peserta didik terhadap materi yang disampaikan oleh pendidik sehingga terjadi interaksi di antara peserta didik untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi maksimal. Keyword : metode pembelajaran, kooperatif, stad student team achievement divisions
Pengaruh Akupresur Stroke 14 Titik Terhadap Rentang Gerak Ekstermitas Atas dan Bawah pada Pasien Stroke Non Hemoragik Lalu Hersika Asmawariza; Reza Indra Wiguna
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v2i1.139

Abstract

Decreased limb function is one of the complications that often occurs in non-hemorrhagic stroke patients who experience hemiparesis as a result of limited joint motion in the upper and lower extremities. Acupressure is useful in improving extremity function by increasing the movement of qi (vital energy) flow in the body, but acupressure has never been done by nurses in hospital care rooms as a therapy to prevent and overcome motor function complications in non-hemorrhagic stroke patients. This study aims to identify the effect of acupressure at 14 points on the range of motion of the upper and lower extremities in non-hemorrhagic stroke patients. This study used an experimental design with a pre-post test approach design with a control group of 38 respondents (n control and n intervention = 19). The intervention group was given 14-point stroke acupressure for 15 minutes once a day for 7 days. The results showed that there were differences between the control and control ranges between the intervention group and the control group (p = 0.000). Acupressure at 14 points is an effective intervention to increase the range of motion of the upper and lower extremities in non-hemorrhagic stroke patients who have hemiparesis. The recommendation in this study is that nurses in the stroke center can apply 14-point acupressure as one of the SOPs in the treatment of non-hemorrhagic stroke patients to improve the range of motion in the extremities.

Page 1 of 1 | Total Record : 6