cover
Contact Name
Arif Sumardiono
Contact Email
arifsumardiono@pnc.ac.id
Phone
+6282128702052
Journal Mail Official
ejoint.ejournal@pnc.ac.id
Editorial Address
Department of Electronica Engineering Politeknik Negeri Cilacap Jln. Dokter Soetomo No.1, Karangcengis Sidakaya Cilacap Jawa Tengah 53212
Location
Kab. cilacap,
Jawa tengah
INDONESIA
E-JOINT (Electronica and Electrical Journal Of Innovation Technology)
ISSN : -     EISSN : 27459292     DOI : https://doi.org/10.35970/e-joint
Electronica and Electrical Journal Of Innovation Technology is a scientific journal in the field of science and technology published by the Department of Electronics Engineering, Cilacap State Polytechnic. E-JOINT accommodates research articles and scientific studies, critical with scientific disciplines which include: Embedded Systems, Instrumentation, control systems, electrical energy systems, Electricity Distribution
Articles 115 Documents
Analisis Karakteristik Torsi Dan Kecepatan Pada Motor Servo AC Dengan Eksitasi Medan Permanen Menggunakan Metode Field-Oriented Control (FOC) Zainur Rofiq
E-JOINT (Electronica and Electrical Journal Of Innovation Technology) Vol 6 No 2 (2025): E-JOINT, Desember 2025
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/1yy3z341

Abstract

Penelitian ini menganalisis karakteristik torsi dan kecepatan pada motor servo AC dengan eksitasi medan permanen (PMSM) menggunakan kontrol Field-Oriented Control (FOC) berbasis Space Vector PWM (SVPWM). Tujuannya adalah mengevaluasi respons sistem terhadap variasi kecepatan (1000–4000 RPM) dan beban (0,1–0,3 Nm). Simulasi dilakukan di MATLAB/Simulink, sedangkan validasi eksperimen menggunakan trainer Lucas-Nuelle 300 W. Hasil menunjukkan sistem mampu mencapai kecepatan referensi tanpa overshoot, waktu naik 0,5–1,2 detik, dan error tunak mendekati nol. Arus Id terkendali ≈0, sesuai strategi Maximum Torque per Ampere (MTPA), sementara Iq meningkat proporsional terhadap torsi. Respons torsi transien muncul selama akselerasi dan stabil setelah mencapai kecepatan target. Pada pengujian beban, kecepatan aktual tetap konstan di 2000 RPM dengan torsi steady-state sesuai nilai beban. Arus tiga fasa yang dihasilkan berbentuk sinusoidal dan seimbang, mencerminkan kualitas kontrol inverter dan efektivitas SVPWM. Keselarasan hasil simulasi dan eksperimen membuktikan validitas model serta keandalan sistem kontrol. Penelitian ini mendukung optimalisasi kontrol motor presisi berbasis FOC dan SVPWM.
Pemanfaatan Energi Panas Pada Tungku Biomassa Guna Pengisian Aki 12V Pada Generator Termoelektrik Fadhillah Hazrina
E-JOINT (Electronica and Electrical Journal Of Innovation Technology) Vol 6 No 2 (2025): E-JOINT, Desember 2025
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/8xe66578

Abstract

Termoelektrik merupakan suatu alat yang berbentuk modul atau peltier, yang dapat secara langsung mengubah energi panas menjadi energi listrik. Termoelektrik dapat dibangkitkan dengan memanfaatkan proses pembakaran biomassa pada tungku. Energi panas dari hasil pembakaran biomassa digunakan sebagai energi primer untuk membangkitkan generator termoelektrik. Pada penelitian ini, dilakukan pembuatan biomassa dari limbah kulit pisang dan daun kering dengan enam jenis briket. Komp    osisi jenis briket terbagi menjadi, jenis A (dengan perbandingan 20% perekat: 60% kulit pisang: 40% daun kering), jenis B (dengan perbandingan 20% perekat: 50% kulit pisang: 50% daun kering), jenis C (dengan perbandingan 30% perekat: 30% kulit pisang: 70% daun kering), jenis D (briket arang batok kelapa), jenis E (briket arang bambu), dan jenis F (briket arang kayu). Pembakaran briket maksimal adalah briket jenis D (briket batok kelapa) dengan tegangan 19,88 V dan arus 0,19 A pada perbendaan suhu (ΔT) 80oC. Pembakaran briket terendah adalah briket jenis A dengan tegangan 12,55V dan arus 0,12A pada perbedaan suhu (ΔT) 30oC. Sedangkan daya terbesar untuk modul termoelektrik adalah sebesar 3,76 Watt/Jam dengan spesifikasi aki 12V, 7.2Ah. Sehingga untuk melakukan pengisian aki dibutuhkan waktu 22,9 jam.
Analisis Kinerja Proteksi Feeder CLWU Gardu Induk Garut Saat Kondisi Eksisting Dan Manuver Jaringan Mohamad Rizky Fajar Nugroho
E-JOINT (Electronica and Electrical Journal Of Innovation Technology) Vol 6 No 2 (2025): E-JOINT, Desember 2025
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/0xe3j155

Abstract

Penelitian ini mengkaji seberapa baik fungsi sistem proteksi pada penyulang CLWU dan MGWT di Garut 150 kV yang dioperasikan oleh PT PLN (Persero), pada dua skenario utama kondisi eksisting dan manuver jaringan. Tujuan utamanya adalah untuk menilai seberapa baik relai proteksi Over Current Relay (OCR) dan Ground Fault Relay (GFR) bereaksi terhadap berbagai jenis masalah hubung singkat, termasuk gangguan satu fasa ke tanah, dua fasa, dua fasa ke tanah, dan gangguan tiga fasa. imulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak ETAP 19.0.1 dengan skenario pembebanan minimum 20%, 80%, dan 100%. Hasil simulasi menunjukkan adanya ketidakefisienan pada pengaturan waktu kerja relay, di mana sebagian besar relay beroperasi lebih dari batas waktu standar (<1 detik), serta ditemukan miss coordination antara relay LV dan HV pada beberapa titik. Penelitian ini menekankan perlunya evaluasi ulang dan optimasi pengaturan sistem proteksi agar kontinuitas dan keandalan sistem distribusi tenaga listrik 20 kV dapat terjaga secara optimal.
Analisis Pengaruh Pelapisan Minyak Silikon Terhadap Tegangan Flashover pada Isolator Porselen Kondisi Terkontaminasi Garam Raihan Alramda, Alfi
E-JOINT (Electronica and Electrical Journal Of Innovation Technology) Vol 6 No 2 (2025): E-JOINT, Desember 2025
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/v7nvv995

Abstract

Isolator adalah komponen penting dalam sistem distribusi energi listrik yang berfungsi sebagai pemisah antara konduktor dengan tiang penyangga. Namun, kinerjanya dapat menurun akibat terkontaminasi polutan, salah satunya polutan garam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelapisan minyak silikon terhadap nilai tegangan flashover pada isolator porselen dalam kondisi bersih dan terkontaminasi garam, baik dalam keadaan kering maupun basah. Pengujian dilakukan menggunakan metode slow rate of rise test pada isolator porselen dengan variasi kondisi (bersih dan terkontaminasi garam 5%, 15%, 20%), keadaan (kering dan basah), serta pelapisan minyak silikon dengan variasi viskositas (100cps, 350cps, 1000cps, 2500cps). Hasil menunjukkan bahwa pada kondisi tanpa pelapis, tegangan flashover menurun signifikan seiring meningkatnya konsentrasi garam, khususnya pada kondisi basah. Pelapisan minyak silikon terbukti efektif meningkatkan tegangan flashover, terutama pada isolator yang terkontaminasi. Semakin tinggi viskositas minyak silikon, semakin besar peningkatan yang diperoleh, itu karena sifat hidrofobik minyak silikon mampu mencegah penyebaran air berpolutan dan pembentukan jalur konduktif di permukaan isolator. Dengan demikian, pelapisan minyak silikon, khususnya dengan viskositas tinggi, dapat menjadi solusi protektif untuk menjaga keandalan isolator di lingkungan lembap dan tercemar.
Analisis Perancangan Utilitas dan Iluminasi Hotel Citra Dua Pangandaran Nur Mayani, Meidina
E-JOINT (Electronica and Electrical Journal Of Innovation Technology) Vol 6 No 2 (2025): E-JOINT, Desember 2025
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/s54qg447

Abstract

Perencanaan sistem utilitas dan iluminasi pada bangunan hotel memiliki peran penting dalam menunjang kenyamanan, keamanan, dan efisiensi energi. Penelitian ini membahas perencanaan sistem utilitas dan iluminasi pada Hotel Citra Dua yang mencakup lima aspek utama, yaitu sistem pencahayaan (iluminasi), penghawaan (HVAC), keamanan (CCTV), jaringan data (Wi-Fi), serta keselamatan kebakaran (fire alarm). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efisiensi energi, kenyamanan pengguna, dan keandalan sistem utilitas yang diterapkan pada bangunan hotel. Metode perancangan dilakukan dengan pendekatan Lumen Method untuk sistem pencahayaan, metode Cooling Load Temperature Difference (CLTD) untuk sistem penghawaan, serta perhitungan rasio efisiensi energi sistem (ηₛ) untuk keseluruhan utilitas. Hasil perhitungan menunjukkan total daya pencahayaan sebesar 6.573 W dan kebutuhan beban pendingin sebesar 12,8 TR. Sistem CCTV mampu mencakup 98% area publik, sistem Wi-Fi menjangkau 97% area hotel, dan sistem fire alarm konvensional memiliki waktu respon 3,1 detik, sesuai SNI 03-3989-2000. Rasio efisiensi energi total bangunan mencapai 0,87, melampaui standar ASEAN Energy Management Standard (AEMS) sebesar 0,8. Secara keseluruhan, rancangan sistem utilitas ini dinilai efisien, aman, dan layak diterapkan sebagai acuan perencanaan hotel berskala menengah.
Analisis Hasil Pengujian Tahanan Isolasi pada Pemutus Tenaga (PMT) Kubikel 20 kV Setia di Gardu Induk Budi Kemuliaan Gulo, Lelis Reminis There; Cahyono, Bagus Dwi
E-JOINT (Electronica and Electrical Journal Of Innovation Technology) Vol 6 No 2 (2025): E-JOINT, Desember 2025
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/n6aqt254

Abstract

Permintaan listrik di Indonesia terus meningkat, terlihat dari penambahan daya pelanggan rumah tangga serta meningkatnya kebutuhan pasokan tegangan menengah bagi sektor industri. Oleh karena itu, pemeliharaan peralatan di Gardu Induk, seperti pengujian tahanan isolasi pada Pemutus Tenaga (PMT), sangat diperlukan untuk menjaga keandalan distribusi listrik dan mencegah terjadinya kebocoran arus, korsleting, serta risiko kejutan listrik. Penelitian ini menganalisis hasil pengujian tahanan isolasi PMT Kubikel 20 kV Setia di Gardu Induk Budi Kemuliaan pada tahun 2024 dan tahun 2025 guna mengevaluasi kinerja PMT tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan nilai pada terminal atas-bawah pada tahun 2025, yang mengindikasikan degradasi isolasi pada bagian atas akibat faktor usia dari PMT tersebut. Meskipun seluruh nilai pengujian masih berada jauh di atas batas minimum yang diperbolehkan, disarankan untuk melakukan pergantian unit kubikel serta uji ulang dan pembersihan isolator PMT guna mempertahankan keandalan sistem isolasi. Hasil penelitian ini memberikan dasar praktis bagi unit pemeliharaan untuk menentukan kebutuhan penggantian PMT dan penjadwalan ulang inspeksi berkala guna menjaga keandalan sistem distribusi listrik.
Estimasi Posisi untuk Nagivasi Local Menggunakan Gated Recurrent Unit (GRU)-Based IMU Denoising dan Extended Kalman Filter pada Robot Terapung Greeniebot Imaduddin, Ilmirrizki
E-JOINT (Electronica and Electrical Journal Of Innovation Technology) Vol 6 No 2 (2025): E-JOINT, Desember 2025
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/ka1n5q15

Abstract

Robot terapung Greeniebot memanfaatkan sensor IMU MPU6050 sebagai sumber utama untuk mengestimasi posisi pada lintasan lurus di area pertanian bawang. Namun, IMU low-cost memiliki noise tinggi, bias, serta drift integrasi yang menyebabkan akurasi estimasi posisi menurun. Penelitian ini mengusulkan kombinasi Gated Recurrent Unit (GRU) sebagai learned denoiser dan Extended Kalman Filter (EKF) untuk meningkatkan kualitas estimasi posisi. Pengujian dilakukan pada lintasan maju 2 meter dan kembali ke titik awal, masing-masing sebanyak lima kali run. Hasil menunjukkan bahwa pra-pemrosesan awal mampu mereduksi noise IMU sebesar 36–41%, sedangkan GRU-denoising meningkatkan reduksi noise hingga 62–68% pada kanal akselerometer dan giroskop. Pada estimasi posisi maju (0 menuju 2 m), metode tanpa GRU menghasilkan error rata-rata 0.33 m, sedangkan metode GRU+EKF menurunkannya menjadi 0.08 m atau meningkat 76%. Pada lintasan mundur (2 menuju 0 m), error rata-rata turun dari 0.07 m menjadi 0.02 m setelah penerapan GRU+EKF. Grafik lintasan memperlihatkan bahwa metode tanpa GRU menghasilkan penyimpangan Y hingga 0.3–0.35 m, sedangkan GRU+EKF mampu menjaga lintasan tetap rapat, halus, dan mendekati garis ideal. Hasil penelitian menegaskan bahwa integrasi GRU-denoising dan EKF secara signifikan meningkatkan stabilitas sinyal IMU dan akurasi estimasi posisi robot terapung.
Analisis Dampak Injeksi PLTS On-Grid Di Kantor Pengadilan Agama Kota Tasikmalaya Terhadap Penyulang RJPL Faturrahman Sabani
E-JOINT (Electronica and Electrical Journal Of Innovation Technology) Vol 7 No 1 (2026): E-JOINT, Juni 2026
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/r2cqx164

Abstract

Pada jaringan distribusi listrik penyulang RJPL memiliki 88 Trafo Distribusi dengan menggunakan konfigurasi sistem radial. Penyulang RJPL memiliki total panjang kabel 49.688 m, bisa dikatakan untuk penyulang RJPL ini memiliki luas jaringan yang cukup besar. Kondisi tersebut dapat menimbulkan rugi-rugi daya serta penurunan tegangan pada sistem. Untuk mengatasi hal tersebut, dirancang sebuah teknologi Distributed Generation (DG) berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) on-grid yang akan di injeksi dan saling terinterkoneksi ke dalam sistem jaringan penyulang RJPL. Distributed Generation (DG) berbasis PLTS on-grid yang direncanakan akan terpasang di Gedung Pengadilan Agama Kota Tasikmalaya. Dengan hasil perencanaan PLTS berkapasitas 62,45 kWp tersebut akan diinjeksi melalui BUS 60 (BUS beban KIGR) dengan dilengkapi transformator step-up 100 kVa. Dengan menggunakan 4 Skenario Pembebanan yaitu : Kondisi pembebanan eksisting, 40%, 80% dan 100%. Dengan menggunakan 2 parameter hasil yaitu Rugi-Rugi Daya dan Jatuh Tegangan. Hasil dari pemanfaatan Teknologi Distributed Generation (DG) berbasis PLTS on-grid dapat meminimalisir terjadinya rugi-rugi daya dan meningkatkan tegangan pada sistem jaringan distribusi penyulang RJPL, perubahan yang paling signifikan terjadi pada lokasi yang paling dekat dengan titik injeksi. Walaupun dampak dari Distributed Generation (DG) berbasis PLTS on-grid ini tidak merata ke seluruh titik jaringan di Penyulang RJPL namun terbukti dapat memberikan kontribusi positif pada jaringan dan dapat meningkatkan keandalan sistem dan efisiensi distribusi listrik, serta mendukung dalam pemanfaatan energi baru terbarukan secara optimal dan berkelanjutan.
Analisis Skenario Overload Shedding Pada Saat Pelimpahan Beban Gardu Induk 150 kV Cilawu Rafsanjani Imam Akbar Rosyidi
E-JOINT (Electronica and Electrical Journal Of Innovation Technology) Vol 7 No 1 (2026): E-JOINT, Juni 2026
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/bv5s4j19

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi listrik yang seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah menuntut sistem tenaga listrik memiliki tingkat keandalan yang tinggi. Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada sistem tenaga listrik adalah kondisi beban lebih (overload) pada transformator daya, khususnya saat terjadi pelimpahan beban akibat gangguan atau manuver jaringan. Kondisi overload yang dibiarkan dapat menyebabkan kenaikan suhu berlebih, mempercepat degradasi isolasi, serta berpotensi menimbulkan pemadaman luas. Oleh karena itu, diperlukan suatu skema pengamanan berupa overload shedding untuk menjaga kontinuitas dan keandalan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis skenario overload shedding pada saat pelimpahan beban di Gardu Induk 150 kV Cilawu. Analisis dilakukan untuk mengetahui kondisi transformator daya pada keadaan normal, kondisi saat terjadi gangguan, serta proses pelepasan beban berlebih secara manual berdasarkan skema pemilihan beban. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, pengumpulan data sistem gardu induk, pemodelan jaringan, serta simulasi pembebanan dan pelepasan beban menggunakan perangkat lunak ETAP 19.0.1 dan MATLAB berbasis script. Analisis difokuskan pada kondisi pembebanan statis tanpa membahas pengaruh transien dan kestabilan dinamis sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan skema overload shedding mampu menurunkan pembebanan transformator daya hingga berada dalam batas aman, sehingga mencegah terjadinya trip transformator dan pemadaman yang lebih luas. Selain itu, pemilihan beban yang tepat dalam proses pelepasan beban berperan penting dalam menjaga suplai listrik pada beban prioritas. Dengan demikian, skema overload shedding dapat dijadikan sebagai salah satu strategi operasional untuk meningkatkan keandalan sistem tenaga listrik pada Gardu Induk 150 kV Cilawu.
Optimasi Performa Gas Turbin Pada Perubahan Beban Di PT. PLN Indonesia Power UBP Cilegon M Ridho Santoso
E-JOINT (Electronica and Electrical Journal Of Innovation Technology) Vol 7 No 1 (2026): E-JOINT, Juni 2026
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/3xrjwd97

Abstract

Abstrak - Turbin gas merupakan komponen vital dalam sistem pembangkit listrik yang kerap menghadapi tantangan fluktuasi beban operasional. Penelitian ini mengkaji secara mendalam optimasi performa gas turbine (GT1) di PT. PLN Indonesia Power UBP Cilegon melalui analisis terhadap empat variasi beban, yaitu 79 MW, 85 MW, 125 MW, dan 150 MW. Pengumpulan data dilakukan secara langsung di lapangan dengan mengukur parameter termodinamika meliputi suhu masuk dan keluar kompresor, suhu ruang bakar, suhu gas buang, tekanan pada tiap titik siklus, serta laju aliran bahan bakar gas alam. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa efisiensi termal turbin gas cenderung stagnan bahkan menurun pada beban puncak, berkisar antara 27,74% hingga 27,88%, meski konsumsi bahan bakar meningkat signifikan dari 6,45 kg/s pada beban 79 MW menjadi 12,3 kg/s pada beban 150 MW. Suhu ruang bakar (T3) tercatat meningkat drastis dari 1.285 K menjadi 1.505 K, mengindikasikan intensifikasi pembakaran yang berpotensi mempercepat degradasi material komponen. Temuan ini menegaskan bahwa titik operasi optimal turbin berada pada rentang beban menengah (85–125 MW), di mana keseimbangan antara output daya dan konsumsi energi paling efisien.

Page 11 of 12 | Total Record : 115