Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemetaan Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Hidro Vortex Untuk Di Dusun Sawah Kembang Imaduddin, Ilmirrizki; Nugroho, M Fahrizal Dwi; Fayakun, Fayakun; Juliansyah, Faishal Amiin; Irawan, Feri; Mulya, Esa; Sholeh, Badrus
Pengmasku Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/pengmasku.v2i2.237

Abstract

Sawah Kembang Hamlet is located in the south of Probolinggo Regency, where the Hamlet has the potential for hydro vortex power generation. From the OBE-Based Community Service Program, it can be seen that a total of 18 power plants are still operating, however, only 12 power plants are still operating. The mapping carried out by the OBE-Based Community Service team by taking the water flow rate, width and depth of the river, as well as the position/coordinates of the potential points determined using GPSG armin 64s. From the mapping results, it can be seen that the measured potential points are located irregularly. This is related to the geological conditions of the winding river. From each bend in the river, there is generally a slope in the river so that the location is the falling point of the water flow. At this point the river water discharge tends to be larger. From these results, it is found that at points 40 to 50 indicate that this location has the greatest water velocity. At a depth of 10 cm the location has a water speed of close to 2 liters per minute. While at a depth of 15 cm the point has a water speed of 3 liters per minute. Dusun Sawah Kembang terletak di selatan Kabupaten Probolinggo, dimana Dusun tersebut mempunyai potensi pembangkit listrik tenaga hidro vortex. Dari kegiatan KKN Berbasis OBE dapat diketahui total terdapat 18 pembangkit listrik, namun yang masih beroperasi adalah 12 pembangkit listrik. Pemetaan yang dilakukan oleh tim KKN Berbasis OBE dengan mengambil debit aliran air, lebar dan kedalaman sungai, serta posisi/koordinat titik potensi yang ditentukan menggunakan GPSG armin 64s. Dari hasil pemetaan tersebut dapat terlihat bahwa titik potensi yang terukur berlokasi tidak teratur. Hal ini berkaitan dengan kondisi geologi sungai yang berkelok. Dari setiap lengkungan pada sungai umumnya terdapat kemiringan pada sungai sehingga lokasi tersebut merupakan titik jatuh aliran air. Pada titik inilah debit air sungai cenderung lebih besar. Dari hasil tersebut didapatkan bahwa pada titik 40 sampai 50 menunjukkan bahwa lokasi tersebut memiliki kecepatan air yang paling besar. Pada kedalaman 10 cm lokasi tersebut memiliki kecepatan air mendekati 2 liter Per menit. Sedangkan pada kedalaman15cm titik tersebut memiliki kecepatan air 3 liter per menit.
Pelatihan Cara Menganalisa dan Redesign Sistem Kelistrikan Pada Gedung Zaid Bin Tsabid Imaduddin, Ilmirrizki; Bahar, Saiful; Karim, Abdul
Gotong Royong Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/gr.v1i1.11

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan santri serta pengelola Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam menganalisis dan merancang ulang sistem kelistrikan di Gedung Zaid bin Tsabit. Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, dari 1 hingga 3 Mei 2024, dan menggunakan metode ceramah, demonstrasi, serta praktik langsung. Evaluasi menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan signifikan dalam kemampuan mereka untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merancang sistem kelistrikan yang lebih efisien dan aman. Tingkat kepuasan peserta terhadap materi dan metode pengajaran juga sangat tinggi. Secara keseluruhan, pelatihan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan keterampilan teknis peserta, serta memberikan rekomendasi untuk pelatihan lanjutan dan evaluasi rutin. Dengan demikian, kegiatan ini membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan efisien di Pondok Pesantren Nurul Jadid.
Prototype Semi Auto Matic Pelindung Rumput Laut Dari Hujan Berbasis Iot Menggunakan Solar Panel Fauzan, Ahmad; Imaduddin, Ilmirrizki; Khotib, Moh
Jurnal Teknologi Elektro Vol 16, No 1 (2025)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2025.v16i1.001

Abstract

Salah satu jenis pengontrol yang paling banyak digunakan di dunia industri berbasis Internet of Things untuk melindungi rumput laut dari hujan dengan menggunakan panel surya. Indonesia memiliki dua musim, yaitu musim hujan yang berlangsung pada bulan November hingga Maret, dan musim kemarau yang berlangsung pada bulan April hingga Oktober. Namun saat bumi memasuki fase pemanasan global saat ini, perubahan cuaca yang tidak menentu menyebabkan perubahan musim yang tidak menentu. Oleh karena itu, pada tugas akhir ini dibuat perancangan alat yang berjudul “Internet of Things Melindungi Rumput Laut dari Hujan Berbasis Iot Menggunakan Panel Surya”. Alat ini memiliki beberapa bagian, antara lain Nodemcu (Esp 8266) yang menjalankan mikrokontroler. dan juga terkoneksi dengan internet. Ini juga menampilkan angka, huruf, dan simbol pada LCD. Kabel jumper menghubungkan dua titik atau lebih dan juga dapat menghubungkan dua komponen elektronik. Panel surya mengubah energi sinar matahari menjadi energi listrik, mendorong atau memutar benda dengan kontrol yang presisi (Motor Servo). Papan proyek berfungsi sebagai dasar untuk konstruksi dan prototipe sirkuit elektronik. Baterai menyimpan daya listrik yang akan dibutuhkan charge (Scc).Nilai sensor hujan akan ditampilkan menggunakan alat ini.Pembuatan alat yang dapat melindungi rumput laut dari hujan adalah tujuan dari tugas akhir ini.Pengendalian Hal ini dilakukan untuk membuat alat yang bisa otomatis menutup dan membuka saat hujan.
Perancangan Water Level Sensor Module Menggunakan MQTT Over WiFi dan Serial Communication Hardiyanto, Ferdi; Imaduddin, Ilmirrizki
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.2390

Abstract

Monitoring ketinggian air secara real-time sangat penting untuk mencegah potensi banjir, menjaga efisiensi distribusi air, dan mendeteksi kekurangan pasokan. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan modul water level sensor berbasis mikrokontroler ESP32 dengan dukungan sensor ultrasonik HC-SR04. Sistem dilengkapi dua jalur komunikasi, yaitu Serial TTL untuk pemantauan lokal dan MQTT over WiFi untuk pemantauan jarak jauh. Data hasil pengukuran ditampilkan melalui dashboard web interaktif yang menyediakan grafik real-time, indikator status koneksi, log data, simulasi dummy data, serta fitur unduh CSV. Pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mengukur ketinggian air secara akurat dalam rentang 2–400 cm, dengan fleksibilitas satuan (mm, cm, m, km). Komunikasi ganda terbukti berjalan simultan tanpa kehilangan data, dengan nilai RSSI WiFi berkisar –60 dBm hingga –70 dBm yang tergolong stabil. Dashboard dapat beroperasi dengan baik pada browser modern (Chrome dan Edge) yang mendukung WebSerial API. Hasil penelitian membuktikan bahwa modul ini dapat digunakan sebagai solusi monitoring air berbasis IoT yang ringan, fleksibel, dan mudah dikembangkan, baik untuk kebutuhan rumah tangga, irigasi, maupun sistem peringatan banjir.
Estimasi Posisi untuk Nagivasi Local Menggunakan Gated Recurrent Unit (GRU)-Based IMU Denoising dan Extended Kalman Filter pada Robot Terapung Greeniebot Imaduddin, Ilmirrizki
E-JOINT (Electronica and Electrical Journal Of Innovation Technology) Vol 6 No 2 (2025): E-JOINT, Desember 2025
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/ka1n5q15

Abstract

Robot terapung Greeniebot memanfaatkan sensor IMU MPU6050 sebagai sumber utama untuk mengestimasi posisi pada lintasan lurus di area pertanian bawang. Namun, IMU low-cost memiliki noise tinggi, bias, serta drift integrasi yang menyebabkan akurasi estimasi posisi menurun. Penelitian ini mengusulkan kombinasi Gated Recurrent Unit (GRU) sebagai learned denoiser dan Extended Kalman Filter (EKF) untuk meningkatkan kualitas estimasi posisi. Pengujian dilakukan pada lintasan maju 2 meter dan kembali ke titik awal, masing-masing sebanyak lima kali run. Hasil menunjukkan bahwa pra-pemrosesan awal mampu mereduksi noise IMU sebesar 36–41%, sedangkan GRU-denoising meningkatkan reduksi noise hingga 62–68% pada kanal akselerometer dan giroskop. Pada estimasi posisi maju (0 menuju 2 m), metode tanpa GRU menghasilkan error rata-rata 0.33 m, sedangkan metode GRU+EKF menurunkannya menjadi 0.08 m atau meningkat 76%. Pada lintasan mundur (2 menuju 0 m), error rata-rata turun dari 0.07 m menjadi 0.02 m setelah penerapan GRU+EKF. Grafik lintasan memperlihatkan bahwa metode tanpa GRU menghasilkan penyimpangan Y hingga 0.3–0.35 m, sedangkan GRU+EKF mampu menjaga lintasan tetap rapat, halus, dan mendekati garis ideal. Hasil penelitian menegaskan bahwa integrasi GRU-denoising dan EKF secara signifikan meningkatkan stabilitas sinyal IMU dan akurasi estimasi posisi robot terapung.