cover
Contact Name
KHOLIL IMAM
Contact Email
stisdafabondowoso@gmail.com
Phone
+6285236510445
Journal Mail Official
kasbana@stisdafabondowoso.ac.id
Editorial Address
Jl. K. Massyur, RT. 016, RW. 000, Desa Ramban Kulon, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso Kode Pos : 68286
Location
Kab. bondowoso,
Jawa timur
INDONESIA
KASBANA : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
ISSN : 27743187     EISSN : 27743179     DOI : https://doi.org/10.53948/kasbana
Jurnal Kasbana merupakan media pengembangan ilmu pengetahuan keislaman yang fokus pada studi hukum ekonomi islam dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat yang diterbitkan oleh program studi Hukum Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso Jawa Timur. Jurnal Kasbana adalah bagian dari komitmen STIS Darul Falah dalam dalam rangka melestarikan tradisi intelektual ahli sunnah wal jamaah melalui bidang kajian teoritik, gagasan, dan penelitian studi konten dan lapangan. Jurnal ini terbit dua kali setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli. [ e-ISSN : 2774-3179 ] [ p-ISSN : 2774-3187 ] Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi email. kasbana@stisdafabondowoso.ac.id
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2022): Januari" : 6 Documents clear
MEKANISME PASAR DAN PENGAWASAN PASAR TERHADAP BINIS ONLINE ATAU PADA E-COMMERCE OLEH KPPU (KOMISI PENGAWASAN PERSAINGAN USAHA) Thoyyibi Pratama, Mohammad
KASBANA Vol 2 No 1 (2022): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53948/kasbana.v2i1.32

Abstract

Pada dasarnya binis online merupakan suatu kegiatan jual beli antara penjual dan pembeli dengan menggunakan media sosial atau e-commerce. Di indonesia perkembangan internet semakin berkembang hingga terciptanya konsep bisnis online. Meskipun dengan menggunakan media sosial maka tidak lepas dengan adanya resiko bisnis pada umumnya. Sehingga pada binis online perlu adanya konsep atau stategi untuk mencapai keuntungan pada bisnis, misalnya: adanya manajemen, produk yang berkualitas dan lainnya. Pada e-commerce tentu saja harus memberikan sistem yang bagus pula, seperti: keamanan, profile, pembayaran secara online, memberikan segal informasi khususnya pada produk. Sehingga konsumen tidak takut untuk menggukan e-commerce sebagai tempat jual beli pada masa sekarang. Selain itu, e-commerce juga bisa melakukan kerja sama antar penjual. Hal tersebut dilakukan supaya produk yang kita jual bisa lebih luas pada pemasarannya dan memberikan keuntungan bagi kedua pihak atau lebih. Dengan adanya e-commerce pada saat ini bisa diharapkan untuk menyelesaikan masalah suatu bisnis dan bisa menjadikan e-commerce sebagai tempat yang simple dan terjamin keamanannya. Selain itu e-commerce telah di awasi oleh KPPU atau komisi pengawasan persaingan usaha. Seperti yang dijelaskan pada pasal 1 angaka 18 Undang-undang No 5 tahun 1999 yang menjelaskan bahwa KPPU adalah suatu komisi yang bertujuan untuk mengawasi pelaku usaha untuk menjalankan segala kegiatan usahanya supaya tidak terjadi praktek monopoli dan persaingan tidak sehat. KPPU juga bertugas untuk mengawasi hubungan kemitraan dalam usaha seperti yang dijelaskan pada UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, kecil dan Menengah. Dengan adanya KPPU atau komisi pengawasan persaingan usaha maka bisa dapat meminilisir atau bahkan menghilangkan monopoli atau persaingan bisnis yang tidak sehat.
SISTEM DAN KEBIJAKAN EKONOMI ISLAM PADA MASA ABU BAKAR Nur Aini, Kharisma Kumala
KASBANA Vol 2 No 1 (2022): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53948/kasbana.v2i1.33

Abstract

Abu Bakar orang yang ditunjuk sebagai Khalifah pertama setelah kematian Nabi Muhammad SAW. Dalam masa pemerintahan Abu Bakar itu berjalan selama dua tahun. Sistem perekonomian adalah suatu gambaran yang dipakai oleh beberapa negara untuk memecahkan permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh suatu negara, supaya bisa terselesaikan, ekonomi islam adalah suatu tanggapan dari para pemikir muslim mengenai permasalahan mengenai ekonomi yang ada disaat masa mereka. Objek dalam ekonomi islam bukan mengenai ajaran ekonomi, melainkan pemikiran dari ilmuan islam mengenai ekonomi didalam sejarah ataupun bagaimana cara mereka memahami mengenai ekonomi islam yang ada pada al-Qur’an dan Sunnah. Didalam al-Qur’an ekonomi islam diidentikan dengan iqtishad. Kebijakan fiscal sudah ada pada zaman Rasulullah SAW sampai zaman pertengahan. Dalam kebijakan fiscal yang diterapkan oleh Abu Bakar bisa membuat keadaan yang tadinya kritis pada masa itu menjadi berkurang dalam waktu yang singkat. Didalam metode penelitian yang digunakan dalam melaksanakan penelitian yaitu menggunakan metode kualitatif deskriptif hal ini dikarenakan metode penelitian ini memanfaatkan data kualitatif yang kemudian dijelaskan melalui deskriptif.
Analisis Sistem Kebijakan Fiskal Modern Dan Islam Serta Fungsinya Dalam Perekonomian: Kebijakan Fiskal Zainun Nasiqoh, Siti
KASBANA Vol 2 No 1 (2022): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53948/kasbana.v2i1.35

Abstract

Fiscal policy should indeed be applied in the world economy. In the pre-Islamic period, fiscal policy had also been implemented based on the system prevailing at that time. In this study, the researcher wants to explain the problems related to the modern (pre-Islamic) fiscal policy system and the fiscal policy system during the Islamic period. In modern fiscal policy theory, ethics in theory or system reviews are not included in its application. If the preference for good ethical values is applied, it can be used as an effort to prevent various moral crises that attack various government economies which afterward can reduce various kinds of modern economic fiscal results significantly in engineering an economy. The method used in this research is the method of literature review and the data contained in various supporting literature for research and then included in this study. The results of the study explain that modern fiscal policy in general during the Roman, Ancient Egypt, and Yunan empires was under the control of the rulers at that time. The fiscal policy that existed during the Islamic period became a necessity for the state in order to uphold what were the rights of the people, so that it not only served as a need for economic improvement or an increase in the welfare of its people, but fiscal policy was also applied for the implementation of a fair economic distribution mechanism. For Islamic countries, permanent sources of income are ghanimah, fa'i, jizyah, kharaj, and khumus. Zakat is also an independent social assistance tool which is a moral obligation for the rich to help the poor and especially those whose economic conditions tend to be neglected.
Kebijakan Moneter dan Fiskal dalam Perekonomian: Pengertian, jenis, intrumen, contoh dari kebijakan moneter dan fiskal Masrufah, Luluk
KASBANA Vol 2 No 1 (2022): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53948/kasbana.v2i1.37

Abstract

Dalam kegiatan perekonomian pasti kenal akan dari kebijakan ekonomi dan kebijakan makro untuk lebih memahami akan hal itu, kita paparkan maksud dari keduanya. Kebijakan ekonomi ialah bentuk kebijakan atau keputusan yang dilakukan oleh pemerintah yang berkaitan dengan kegiatan perekonomian dalam mengatasi akan permasalahan perekonomian contoh diantaranya pada penetapan sistem perpajakan, suku bunga, anggaran perintah dan lain- lain. Sedangkan kebijakan makro ialah suatu bentuk kebijakan pemerintah dalam semua aspek perekonomian di tingkat nasional. Ada dua macam kebijakan ekonomi diantaranya kebijakan moneter dan kebijakan fiskal dan keduanya memiliki ciri, jenis, dan tujuan tersendiri tetapi saling keterkaitan satu sama lain dalam menguatkan perekonomian indonesia.
Analisa Implementasi Tata Kelola Zakat Di LAZ Sidogiri Cabang Bondowoso Armawi, Armawi
KASBANA Vol 2 No 1 (2022): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53948/kasbana.v2i1.40

Abstract

Zakat dapat berfungsi sebagai salah satu sumber dana sosial-ekonomi bagi umat Islam. Artinya pendayagunaan zakat yang dikelola oleh Badan Amil Zakat tidak hanya terbatas pada kegiatan- kegiatan tertentu saja yang berdasarkan pada orientasi konvensional, tetapi dapat pula dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan ekonomi umat, seperti dalam program pengentasan kemiskinan dan pengangguran dengan memberikan zakat produktif kepada mereka yang memerlukan sebagai modal usaha. Fokus kajian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana Perencanaan Tata Kelola Zakat di LAZ Sidogiri Cabang Bondowoso?. 2. Bagaimana Pengorganisasian Tata Kelola Zakat di LAZ Sidogiri Cabang Bondowoso?. 3. Bagaimana Pelaksanaan Tata Kelola Zakat di LAZ Sidogiri Cabang Bondowoso?. 4. Bagaimana Pelaporan Tata Kelola Zakat di LAZ Sidogiri Cabang Bondowoso? Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan zakat yang dilakukan pada LAZ Sidogiri meliputi Perencanaan, Pengorganisasian, Penyaluran, dan Pelaporan Zakat. 1) Perencanaan pengelolaan zakat di LAZ Sidogiri cabang Bondowoso berdasarkan rencana yang telah dibuat secara Nasional oleh LAZ Sidogiri pusat dalam rapat kerja tahunan, salah satunya sentralisasi pengelolaan dana zakat dengan sistemik dari cabang Bondowoso ke pusat. LAZ Sidogiri sebagai pusat pengendali seluruh sistem yang ada, LAZ Sidogiri cabang Bondowoso dan cabang yang lain sebagai pelaksana. 2) Pengorganisasian, LAZ Sidogiri untuk memudahkan tugas dan menjalankan roda organisasi LAZ Bondowoso, dikendalaikan oleh lima orang pelakasana. Adapaun kelima orang tersebut meliputi: kepala cabang satu orang, admin cabang satu orang, dan funding offecer berjumlah tiga orang. Model perekrurtan yang dilakukan oleh LAZ Bondowoso meliputi: terlebih dahulu LAZ Sidogiri mengajukan calon anggota baru kepada LAZ Sidogiri pusat, setelah itu LAZ Sidogiri pusat akan menyetujui atau tidak. 3) Pelaksanaan, penyaluran dana zakat, di lapangan menunjukkan bahwa LAZ Sidogiri cabang Bondowoso tidak bisa langsung mencairkan dana dan memberikannya kepada para mustahik, melainkan terlebih dahulu harus konfirmasi dan pengajuan pencairan. Hal itu dikarenakan LAZ Sidogiri Cabang Bondowoso mengumpulkan dana zakat, dan dana zakat tersebut disetorkan ke LAZ Sidogiri pusat secara utuh, sebagai bentuk sentralisasi dana. 4) Pelaporan pengumpulan zakat di LAZ Sidogiri cabang Bondowoso mutlak menggunakan konsep Vertical Accountability yaitu hanya mempertanggung jawabkan semua pelaporan kepada LAZ Sidogiri pusat. Hal itu dikarenakan LAZ Sidogiri Bondowoso Secara legalitas berinduk kepada LAZ Sidogiri Pusat di Pasuruan
Tata Cara Perawatan Jenazah (Tajhizul Jenazah) Menurut Pandangan Ulama Madzhab Imam Syafii Ulum A., S. I. Bahrul
KASBANA Vol 2 No 1 (2022): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53948/kasbana.v2i1.41

Abstract

Manusia adalah makhluk yang mulia. Sebagian dari tanda kemuliyaannya adalah sejak dalam kandungan, lahir sampai wafatnya diperlakukan dengan baik. Bahkan agama islam islam telah mengatur dengan jelas dan rinci. Fokus dari pembahasan ini ada pada tata cara perawatan meninggalnya seseorang sampai menguburkan menurut pandangan ulama yang berafiliasi kepada madzhab Syafii yang banyak dipraktikkan disebagian besar masyarakat Indonesia. Kajian ini merupakan kajian pustaka (library research) terhadap berbagai kitab-kitab klasik muktabarah. Syariat islam mengajarkan bahwa setiap manusia pasti akan mengalami kematian yang tidak pernah diketahui kapan itu waktunya (Suhendra, 2015) sebagai mahluk sebaik- baik ciptaan allah swt dan ditempatkan pada derajat yang tinggi , maka islam sangat menghormati orang islam sangat menghormati orang muslim yang telah meninggal dunia .oleh sebab itu, meninggal dunia. Oleh sebab itu, menjelang menghadapi keharibaan allah swt orang yang setelah meninggal dunia mendapatkan perhatian khusus dari muslim lainnya yang masih hidup.

Page 1 of 1 | Total Record : 6